muhammad misbah
STAIN Purwokerto Jl. A. Yani no. 40-A Telp (0281) 635624 Purwokerto 53126

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hadis Mukhtalif dan Pengaruhnya Terhadap Hukum Fikih: Studi Kasus Haid dalam Kitab Bidayatul Mujtahid Misbah, Muhammad
RIWAYAH Vol 2, No 1 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i1.2037

Abstract

Artikel ini membahas tentang hadis mukhtalif dan pengaruhnya terhadap hukum fikih. Hadis mukhtalif adalah hadis-hadis yang secara lahirnya nampak kontradiksi. Untuk menyelesaikan kontradiksi antar hadis ini dipakai teori ilmu muktalif hadis. Dalam ilmu muktalif hadis, bila ada dua hadis yang terlihat kontradiktif, maka bisa diselesaikan dengan mengkompromikan keduanya (al-jam’u wa al-taufiq), alternatif keduanya adalah metode nasakh, selanjutnya dengan metode tarjih. Bila ketiga metode itu tidak dapat menyelesaikan maka opsi terakhir adalah bertawaqquf. Adapun sampel yang digunakan dalam artikel ini adalah kasus haid dalam kitab Bidayatul Mujtahid. Hasilnya, adanya hadis-hadis mukhtalif berimplikasi terhadap perbedaan pendapat para ulama.
DAKHIL AYAT KISAH DALAM AL-QURAN: STUDI ANALISIS KISAH HARUT DAN MARUT DALAMTAFSIR AD-DURR AL-MANTSUR KARYA JALALUDDIN AS-SUYUTHI Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5545

Abstract

Artikel ini mengulas tentang dakhil dalam tafsir ad-Durr al-Mantsur karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini memfokuskan pada ayat kisah tentang Harut dan Marut. Dalam menafsirkan ayat tersebut, imam Jalaluddin Suyuti memaparkan banyak riwayat-riwayat yang ketika ditelaah lebih lanjut banyak mengandung khurafat. Tafsir ad-Durr al-Mansur ini hanya sekedar memaparkan kisah tanpa ada komentar lanjutannya, apakah riwayat tersebut sahih atau bukan. Kisah tentang Harut dan Marut yang dipaparkan dalam tafsir tersebut termasuk dakhil dalam tafsir dengan kategori riwayat Israiliyyat dan hadis maudhu’.
PEMBACAAN AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-QURTUBI Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.907

Abstract

Artikel ini membahas tentang Qira>’a>t yang merupakan disiplinilmu yang penting, terutama bagi mereka yang hendak menafsirkanal-Qur’an. Banyak para ulama Islam yang menaruh perhatian yangserius terhadap disiplin ilmu ini. Tujuan penulisan ini adalah untukmengetahui seluk beluk ragam bacaan al-Qur’an. Sebagagaimanaal-Qurt| ubi dalam kitab tafsirnya al-Jami’ li Ah} ka>m al-Qur’an, alQurt| ubi tidak mengabaikan qira>at dalam menafsirkan ayat alQuran. Hal ini bisa dilihat dalam uraian penafsiran beliau, terlebihlagi pada ayat-ayat yang bermuatan hukum. Adapun sumber kitabkitab qira>at yang beliau pakai di dalam kitab tafsirnya antara lain:Kitab al-Kasyf ‘an Wuju>h al-Qira>at as-Sab’ wa ‘Ilaluha wa H} ujajihakarya Abu Muhammad Makki bin Abu Thlib al-Qi>si, Al-H} ujjah f‘Ilal al-Qira>at as-Sab’, karya Abu Ali al-Hasan bin Ahmad al-Farisi,Al-Muhtasab f Tabyi>n Wuju>h Syawa>z\ al-Qira>at wa al-Id} a>h ‘Anha,karya Abu al-Fath Us} ma \ n bin Jinni, dan kitab-kitab karya Abu Amr >ad-Dani. Penulis menggunakan pendekatan konten analisis untukmembedah makna dibalik ragam bacaan dalam al-Qur’an tersebut.Hasilnya adalah sebagaimana al-Qurt| ubi menyebutkan tentangperbedaan qiraat yang memiliki dampak hukum yang diakibatkandari variasi qiraat tersebut sehingga menimbulkan perbedaanpendapat di kalangan ahli fiih lalu beliau mendiskusikannya.Banyaknya qiraat dan variasi hukum yang ditimbulkan bukanberarti mengindikasikan adanya kontradiksi antar keduanya.
Pemikiran Imam Al-Syafi’i (w. 204 h) Tentang Tafsir Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3901

Abstract

Umat Islam tentu tidak asing dengan sosok imam Syafi’i, salah satu imam madzhab fikih yang menjadi rujukan terutama masyarakat Indonesia. Imam Syafi’i lebih dikenal sebagai sosok yang ahli dibidang fikih dibanding keilmuan lainnya, semisal tafsir. Penelitian ini sengaja mengupas pemikiran imam Syafi’i yang jarang tersentuh, yaitu pemikiranya dalam bidang tafsir. Penelusuran terhadap pemikirannya, penulis merujuk pada karya-karya beliau semisal kitab al-Risa>lah dan al-Umm. Hasil penelitian ini didapati, bahwa imam Syafi’i telah menafsirkan banyak ayat-ayat al-Quran meskipun tidak utuh 30 juz. Penafsirannya lebih banyak pada ayat-ayat hukum, melihat kapasitas beliau sebagai ahli fikih. Dalam menafsirkan al-Quran, imam Syafi’i banyak mengunakan al-Quran, Sunnah, perkataan para sahabat dan para imam. Selain itu, beliau juga banyak menafsirkan ayat dengan qiyas dan syair-syair Arab.
Living Qur’an Di Instansi Kesehatan: Fenomena “Gerakan Membaca Al-Quran Sebelum Bekerja” Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Misbah, Muhammad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5590

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tentang fenomena komunitas yang melakukan sebuah usaha untuk menghidupkan al-Qur’an. Usaha mereka tersebut merupakan suatu bentuk resepsi terhadap Kitab Suci. Mereka adalah para karyawan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Adapun yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja? dan (2) apa pengaruh yang dirasakan para karyawan selama melaksanakan gerakan tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan dan pengaruh yang dirasakan para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang atas program yang digalakkan, yaitu gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja. Kedua hal tersebut kemudian dikemas dalam sebuah kajian Living Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja ii dengan dua pemaknaan yakni makna zahir dan makna batin. Makna zahir mencakup pemahaman mereka yang mengatakan bahwa membaca al-Quran sebagai suatu kewajiban, kebutuhan, dan rutinitas. Sedangkan makna batin meliputi tilawah sebagai motivasi hidup, penenang hati, sarana intropeksi diri, dan tabungan amal di akhirat kelak. Adapun pengaruh yang dirasakan oleh para karyawan RSI Sultan Agung adalah kedisiplinan waktu, menjalin kebersamaan dan saling mengingatkan antar karyawan, bersemangat untuk tahsin al-Quran, menjadi istiqamah dalam membaca al-Quran, dan . Pengaruh tersebut membuktikan bahwa gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja yang digalakkan direksi Rumah Sakit Islam Sultan Agung dapat diterima dengan baik oleh para karyawannya dan merupakan suatu bentuk dari al-Quran yang hidup di tengah-tengah masyarakat.