I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN AIR REBUSAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor) TERHADAP KADAR ASAM OKSALAT TERLARUT I Made Oka Suardyana .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8015

Abstract

Bayam adalah salah satu sayuran yang terkenal memiliki kandungan serat yang sangat tinggi. Bayam juga kaya karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Dibalik manfaatnya, bayam mengandung senyawa alergik yang tidak baik bagi tubuh manusia, yaitu senyawa purin, goitrogen, dan oksalat. Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang mudah larut dalam air dan dapat mengakibatkan pembentukkan batu ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Terkait dengan bahaya yang ditimbulkan oleh senyawa asam oksalat pada air rebusan bayam, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan kadar asam oksalat terlarut pada sayur bayam yang direbus dengan durasi waktu yang sama akibat lama waktu penyimpanannya yang berbeda, (2) lama waktu penyimpanan yang paling berpengaruh terhadap kadar asam oksalat terlarut pada sayur bayam yang direbus dengan durasi waktu yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah bayam sebanyak 250 gram/1200 ml yang tergolong bayam cabut (Amaranthus tricolor) yang terdapat di Desa Gesing Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah rebusan bayam yang telah diberikan 6 perlakuan yaitu disimpan selama: 0 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam dan 10 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Kadar asam oksalat paling rendah terdapat pada penyimpanan 0 jam (P0) sebesar 94,85 ppm (2) Kadar asam oksalat tertinggi terdapat pada penyimpanan 10 jam (P5) sebesar 301,77 ppm. (3) lama penyimpanan air rebusan bayam mempengaruhi kadar asam oksalat pada air rebusan bayam Kata Kunci : lama penyimpanan, air rebusan bayam dan kadar asam oksalat terlarut Spinach is a kind of vegetable that is known to have very high fiber content. Spinach is also rich in carbohydrate, protein, fat and vitamins. Behind of its benefits, spinach contains allergic compound that is not good for health because it contains purine compound, goitrogen and oxalate. Oxalic acid is a chemical compound that is readily soluble in water and can lead to the formation of kidney stone if consumed in large quantity. Related to the danger posed by the oxalic acid compound in spinach stew, the study aims to determine: (1) the difference in levels of oxalic acid dissolved in spinach stew boiled in the same duration due to the variation of storage duration, (2) the most influencing storage duration on the levels of oxalic acid dissolved in spinach stew boiled in the same duration. This study is an experimental research. The population of this study was the spinach that is classified as Amaranthus tricolor, as much as 250 gram boiled in 1,200 mililitre of water, obtained from Gesing village of Banjar District of Buleleng Regency. While the sample of the study was spinach stew that has been given of six treatments that was kept for : 0 hours, 2 hours, 4 hours, 6 hours, 8 hours and 10 hours. The result of this study indicates that: (1) the lowest levels of oxalic acid contained in storage duration of 0 hours (P0) contained 94.85 ppm (2) The highest levels of oxalic acid contained in the stew resulted from the storage duration of 10 hours (P5) that is 301.77 ppm. (3) The storage duration affect the oxalic acid levels in spinach stew.keyword : storage duration, spinach stew, dissolved oxalic acid concentration
PENGARUH PERBEDAAN KADAR AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM DAN INTENSITAS PENYIRAMAN AIR TEH TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DENGAN TEKNIK VERTIKULTUR Ida Ayu Kade Trisnayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan menggunakan ampas teh sebagai media tanam, (2) mengetahui perbedaan pertumbuhan Selada dengan penyiraman air teh, (3) mengetahui interaksi antara penambahan media tanam ampas teh dan intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan Selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyuning, Kec./Kab. Buleleng, selama dua bulan. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain faktorial 3x3, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) memakai tiga kali ulangan. Variabel bebas penelitian ini adalah kadar ampas teh sebagai media tanam, penyiraman dengan air teh, dan kombinasi keduanya. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman selada, diukur dari berat keringnya. Perlakuan pertama yaitu penggunaan ampas teh dicampur tanah sebagai media tanam dengan perbandingan (1 : 1), (2 : 1) dan (1 : 2), perlakuan kedua yaitu penyiraman tanaman menggunakan air keran dan air teh, dengan intensitas penyiraman menggunakan air keran 1 kali sehari untuk semua perlakuan, sedangkan penyiraman menggunakan air teh, 1 kali setiap tujuh hari dan 2 kali setiap tujuh hari. Hasil penelitian dianalisa secara statistika dengan uji ANAVA dua arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh perbedaan kadar ampas teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesis, angka signifikansinya 0,040. (2) Ada pengaruh intensitas penyiraman air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan uji hipotesis yakni angka signifikansinya 0,046. (3) Ada interaksi antara kadar ampas teh sebagai media tanam dan intensitas penyiraman menggunakan air teh terhadap pertumbuhan selada. Berdasarkan hasil uji hipotesisnya dengan angka signifikansi 0,049.Kata Kunci : air teh, ampas teh, selada (Lactuca sativa L.). The research porposes were to know (1) the differences of tea waste as planting media on the growth of lettuce, (2) the differences of watering intensity using tea water on the growth of lettuce, (3) the interaction between tea waste and watering intensity on the growth of lettuce. This research was conducted in Banyuning village, Buleleng District of Buleleng Regency, for two months. This experimental research applied factorial design of 3x3 and used full randomized design (FRD) with three replications. The independent variables were the concentration of tea waste, watering and its interaction. The dependent variable was the growth of lettuce plants measured by its dry weight. First treatment was the application of tea waste mixed with soil in ratio of (1 : 1), (2 : 1), and (1 : 2) and the second treatment was watering intensity, that is zero every week, once every week, and twice every week. The result of this study was analyzed statistically using two-way ANOVA. The result shows that (1) There is an effect of tea waste as planting media with different concentrations on the growth of lettuce, which the significance value is 0,040, (2) There is an effect of different watering intensity using tea water on the growth of lettuce, which the significance value is 0.046, (3) There is a interaction effect between application of tea waste and watering intensity toward the growth of lettuce which the significance value is 0,049.keyword : tea water, tea waste, Lettuce (Lactuca sativa L.).
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) I Putu Ari Budi Artama .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.), dan (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi konsentrasi dalam penelitian ini ada lima yaitu dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan masing-masing perlakuan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh berupa jumlah mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) sebagai data utama yang dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5%, dan pengamatan kondisi kutu putih sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang tidak dianalisis secara statistik. Hasil uji ANAVA menunjukkan nilai signifikansi ≤ 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya, ada perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) pada pemberian ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gertn.). Uji BNT didapatkan nilai p ≤ 0,05 yang artinya pemberian variasi konsentrasi berbeda nyata terhadap mortalitas kutu putih. Berdasarkan nilai analisis probit, maka pada konsentrasi 50,953% yang dapat membunuh 50% nimfa kutu putih (Paracoccus marginatus) dengan ekstrak kasar daun bintaro.Kata Kunci : ekstrak kasar, daun bintaro, mortalitas, kutu putih The purpose of this research are (1) to describe and analyze the differences in mortality mealybug (Paracoccus marginatus) from application of varying crude extract concentrations of bintaro leaves (Cerbera odollam Gaertn.), and (2) to describe and analyze the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of leaves bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) For mortality mealybug (Paracoccus marginatus). This research is experimental research using a completely randomized design (CRD). Variation concentration in this research were five, those are 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% with five replications for each treatment. The data of mortality number mealybug (Paracoccus marginatus), is the main data, was analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 5%, and the supporting data obtained by observing the condition of mealy bugs before and after treatment were not statistically analyzed. ANOVA results showed a significance value of < 0.05, meaning that H0 were declined and H1 were accepted, that means, there are differences on between mealybug (Paracoccus marginatus) mortality because of the application of crude leaves bintaro (Cerbera odollam Gertn.) extract. LSD p value ≤ 0.05, which means giving significantly different concentration variations on mortality mealybug Based on the analysis of probit value the 50.953% concentrate of acrude extract of bintaro leaves could killed 50% of nymphs mealybug (Paracoccus marginatus).keyword : bintaro leaves, crude extract, mealybugs, mortality
PEMBERIAN BIOURINE DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Ni Luh Putu Puspitasari .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (2) mengetahui pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, (3) mengetahui interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan desain penelitian faktorial 4 x 4. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman sawi hijau dari benih sawi hijau dalam kemasan bermerk Cap Panah Merah. tanaman sawi hijau yang memiliki rata-rata 3-4 lembar daun dengan tinggi yang sama digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Biourie dan kosentrasi air kelapa, variabel terikatya adalah pertumbuhan tanaman sawi hijau yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova two way. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada pengaruh pemberian Biourine terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (2) Ada pengaruh pemberian Air Kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,000, (3) Ada interaksi pemberian Biourine dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau berdasarka hasil uji signifikansi 0,041.Kata Kunci : pertumbuhan, biourine, air kelapa The purposes of this research were (1) ) to know the effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard, (2) to know the effects of the application of coconut water to the growth of green mustard, (3) to know the interaction of Bio-urine and coconut water’ application to the growth of green mustard. This research was an experimental research with Completely Randomized Design (CDR) and 4x4 factorial design. The population of this research was mustard greens from mustard greens seeds branded Cap Panah Merah, the green mustard which have 3-4 leaves in average with same height were used as the samples which were determined by simple random sampling. Independent variables in this research were the concentration of Bio-urine and coconut water, while the dependent variable is the growth of the green mustard crops measured by the dry weight of the crops. Data then analyzed statistically using two way Anova test. The result of this reaserch showes that (1) There is an effects of the application of Bio-urine to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (2) There is an effects of the application of coconut water to the growth of green mustard based on the result of hypothesis testing in which the significance value was 0,000, (3) there is an interaction of the application of bio-urine and coconut water to the growth of green mustard based on the result of significance testing value of 0,041.keyword : Growth, Bio-urine, Coconut water
PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS IR 64 DAN AIR KELAPA PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Dendrobium laxiflorum Ni Luh Sasih Nurcahyani .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pengaruh pemberian air cucian beras pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek, (2) perbedaan pengaruh pemberian air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek, (3) pengaruh interaksi antara pemberian air cucian beras dan air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan desain penelitian faktorial 4x4. Populasi dalam penelitian ini adalah bibit tanaman anggrek Dendrobium laxiflorum. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 tanaman anggrek yang dibagi menjadi 16 kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova dua arah dengan hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan air cucian beras dan air kelapa dengan konsentrasi yang berbeda memiliki interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Perlakuan dengan pemberian air cucian beras pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek tertinggi yaitu rata-rata berat kering tanaman anggrek sebesar 0,133 gram. Pemberian air kelapa pada konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek tertinggi yaitu rata-rata berat kering tanaman anggrek sebesar 0,071 gram. Pemberian air cucian beras dan air kelapa pada konsentrasi 60% dan 60% menghasilkan pertumbuhan tanaman anggrek tertinggi dengan rerata sebesar 0,167 gram.Kata Kunci : air cucian beras, air kelapa, pertumbuhan The research objectives to determine: (1) differences the effect of giving rice water in different concentrations on the growth of orchids, (2) differences the effect of coconut water in different concentrations on the growth of orchids, (3) the effect of interaction between giving rice water and coconut water in different concentrations on the growth of orchids. This research is experiment research with group randomized design and 4x4 factorial design. Population in this research was plant seed of Dendrobium laxiflorum. The samples in this research were 48 orchids that are divided into 16 groups. Data were analyzed using two-way ANOVA statistical. The results showed giving treatment rice water and coconut water with different concentrations had significant interaction on the growth of orchids. Treatment with giving rice water at different concentrations on the growth of orchids had highest average orchid plant dry weight of 0.133 grams. Treatment with giving coconut water at different concentrations on the growth of orchids had highest average orchid plant dry weight of 0,071 grams. Treatment with giving rice water and coconut water at a concentration of 60 % and 60 % resulted highest orchids growth with a mean of 0.167 grams.keyword : Coconut Water, Growth, Rice water
PENGARUH PROSES INKUBASI TANPA JEDA PENDINGINAN PADA MESIN TETAS MEMPERCEPAT WAKTU TETAS AYAM ARAB (Gallus turcicus) DI PENETASAN DESA MENGWI I Gede Agus Sindhu Mahardika .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.8316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses inkubasi tanpa jeda pendinginan pada mesin tetas mempercepat waktu tetas telur ayam Arab (Gallus turcicus) di penetasan desa Mengwi. Subjek penelitian ini adalah telur ayam Arab (Gallus turcicus) yang diproduksi peternak di desa Mengwi berjumlah enampuluh butir. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian eksperimental semu, dengan menggunakan rancangan penempatan unit percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua perlakuan. Perlakuan pertama penetasan tanpa pemberian jeda pendinginan, perlakuan kedua dengan pemberian jeda pendinginan selama 15 menit setiap harinya. Replikasi setiap perlakuan sebanyak sebelas kali. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi waktu menetasnya telur. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji T Independent Sample. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa rerata hari menetas telur 489,46. Data berdistribusi normal. Dengan menggunakan uji T Independent Sample, ada pengaruh nyata tanpa pemberian jeda pendinginan terhadap waktu tetas telur (p