Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN HANJELI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BERAS SEBAGAI PANGAN POKOK DAN PRODUK OLAHAN SETIASIH, IMAS SITI; SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI; HANIDAH, IN-IN; MARTA, HERLINA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.34 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14230

Abstract

Sering kali kita dengar ungkapan: “Kalo belum makan nasi, yaa belum makan”, sebagai ungkapan yang seringkali disampaikan oleh masyarakat di pulau Jawa. Ungkapan tersebut menggambarkan begitu lekatnya kebutuhan warga masyarakat di pulau Jawa terhadap ketersediaan beras sebagai bahan makanan pokok. Peningkatan pengetahuan dasar masyarakat mengenai bahan pangan pokok selain beras merupakan pengantar untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras dan dapat mengaplikasikannya menjadi berbagai produk olahan non-terigu dengan memanfaatkan tepung lokal. Tanaman hanjeli memiliki kekhasan tersendiri, yaitu sebagai tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air apabila dibandingkan dengan tanaman padi sawah. Hal ini menunjukkan bahwa hanjeli memiliki peluang besar untuk dikembangkan budidayanya di wilayah desa Karangasem dan Manggungan kecamatan Terisi. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah andragogi, yang mensyaratkan peserta pelatihan diposisikan sebagai orang dewasa dan didorong untuk berperan aktif dalam setiap tahapan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan membuat berbagai macam olahan pangan dari tepung hanjeli. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2015, biji hanjeli memiliki kandungan kadar air 11,46%, karbohidrat 74,36%, protein 12,26%, abu 0,65 % dan lemak 1,28%. Komposisi kimia pada biji hanjeli menunjukkan bahwa hanjeli dapat dijadikan sebagai bahan pangan pengganti makanan pokok. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa tepung tepung hanjeli, dapat digunakan sebagai bahan diversifikasi pangan olahan pengganti tepung terigu untuk produk kue kering, cake, brownies, dan mie.
Ozonation Pretreatment Evaluation for Xylanase Crude Extract Production from Corncob under Solid-State Fermentation Efri Mardawati; Surya Martha Pratiwi; Robi Andoyo; Tita Rialita; Mochamad Djali; Yana Cahyana; Een Sukarminah; In-In Hanidah; Imas Siti Setiasih
Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Vol 1, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.181 KB) | DOI: 10.24198/jiita.v1i2.14664

Abstract

Xylanases are highly exploited enzyme in industries, including food and chemical industry. Xylanases can be utilized in catalyzing the endohydrolysis of 1,4-β-xylosidic linkages in xylan, lignocellulosic component to produce xylose-monomer. This research aims to optimize xylanase production from alternative substrate, corncob. Corncob contains 41.17% of hemicellulose, polymer of xylan. Xylanases are produced through solid state fermentation by Trichoderma viride. Ratio between substrate and moistening solution was 0.63 g/mL with fermentation temperature 32,8OC. Variables varied include incubation time and pretreatment (using autoclave, ozonation, combination of ozonation and autoclave, also without pretreatment). Xylanase activity was measured by DNS method using 1% of xylan as substrate standard. The result showed that the best incubation time is 36 h with 14403.8707 U/mg protein for specific xylanase activity by using autoclave as pretreatment.  Ozonation pretreatment process can increase the enzyme activity of xylanase.
PERUBAHAN MUTU KUBIS BUNGA DIOLAH MINIMAL PADA BERBAGAI PENGEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN (The Quality Change of Minimally Processed Cauliflowers at Several Packaging and Storage Temperatures) D. Musaddad; Giat Suryatmana; Imas Siti Setiasih; Roni Kastaman
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 3, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6471.892 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v3i3.15048

Abstract

AbstrakPerubahan Mutu Kubis Bunga Diolah Minimal Pada Berbagai Pengemasan Dan Suhu Penyimpanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengemasan terhadap perubahan mutu kubis bunga diolah minimal (KBDM) selama penyimpanan pada berbagai suhu.  Penelitian dilakukan di Laboratorium Pascapanen BALITSA, Lembang selama 6 bulan mulai Januari sampai Juni 2012.  Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola split plot design diulang tiga kali dengan suhu penyimpanan sebagai main plot terdiri atas empat taraf (0 oC, 5 oC, 10 oC dan suhu kamar) dan teknik pengemasan sebagai sub plot terdiri atas empat taraf  (tanpa bungkus, dibungkus stretch film, dibungkus PE.03 dan dibungkus PE.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan dengan pembungkusan terbukti meningkatkan hasil guna pendinginan dalam mempertahankan mutu KBDM.  Pada penyimpanan suhu dingin, kemasan dengan pembungkus PE.05 menunjukkan laju penurunan mutu paling lambat, sedangkan pada penyimpanan suhu kamar, tingkat penurunan mutu KBDM paling lambat ditunjukkan oleh kemasan dengan pembungkus stretch film.Kata kunci : Pengemasan; Pendinginan; Proses minimal; kualitas; Brassica oleracea var. botrytis.L.AbstractThe Quality Change of Minimally Processed Cauliflowers at Several Packaging and Storage Temperatures. The objective of this research is to find out of effect of packaging on quality change of minimally processed cauliflower (MPC) during storage at the several temperatures. The research has been performed at the IVEGRI, Lembang for 6 months from Januari to Juni  2012.  The experiment was conducted using RBD in a Split Plot Design pattern with three replications. The main plot was storage temperatures consisted of four levels (0 oC, 5 oC, 10 oC and  ambient temperature), sub plot was packaging technique consisted of four levels (without wrapping and wrapped with stretch film, PE.03 and PE.05). The result showed that packaging technique with wrapping proved increasing efectivity of referigeration to quality maintenance of MPC. At the chilling temperatures,  using  PE.05 showed the best ability to reduce the rate of declining quality, whereas at ambient temperature, the lowest of degradation rate pointed by wrapping stretch film.Key words : Packaging; Refrigerator; Minimally processed, quality, Brassica oleracea var. botrytis L.
APLIKASI AIR BEROZON DALAM MEREDUKSI MIKROBA DAN RESIDU PESTISIDA KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L.) DIOLAH MINIMAL Imas Siti Setiasih; Roni Kastaman; Siti Nurhasanah; Darkam Musaddad; In-In Hanidah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya kubis bunga dipasarkan dalam bentuk kuntum bunga beserta bagian daunnya.  Pada kondisi ini kurang dari 50% yang dapat dimakan dan sisanya menjadi sampah. Dalam proses pengangkutannya, kubis bunga membutuhkan biaya penyimpanan dan ruang pengangkutan yang besar, serta sering ditemukan serangga, makro, dan mikroorganisme  lainnya di bagian kelopak bunga. Pelukaan akibat pemotongan dapat meningkatkan proses metabolisme bahan dan memicu kontaminasi mikroorganisme yang akan mempercepat senesensi atau kebusukan. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan melakukan pengolahan minimal. Upaya desinfestasi disertai teknik pengemasan dan pengaturan suhu penyimpanan yang sesuai akan dapat mengeliminir pemicu kerusakan tersebut. Ozon merupakan desinfektan alami yang selain dapat mereduksi mikroorganisme juga dapat mereduksi polutan seperti residu pestisida, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi ozon dan lama perendaman terhadap beberapa karakter mutu dan keamanan kubis bunga diolah minimal (KBDM) tidak terjadi. Secara mandiri, perendaman KBDM dalam air berozon konsentrasi 1 ppm dan lama perendaman 5 menit merupakan perlakuan yang berpengaruh baik terhadap jumlah total mikroorganisme dan penurunan residu pestisida. Bila dibandingkan dengan yang tidak direndam (kontrol), perlakuan perendaman dalam air berozon konsentrasi 1 ppm mampu mereduksi total mikroorganisme sebesar 45,30% dan mereduksi pestisida sebasar 46,30%. Kata kunci : ozon, kubis bunga, pengolahan minimal
PERUBAHAN KANDUNGAN KLOROFIL DARI TIGA JENIS SAYURAN SELAMA PROSES PENGERINGAN DENGAN OVEN VAKUM Tensiska ,; Imas Siti Setiasih; Fathunnisa .
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klorofil sebagai pewarna alami dapat digunakan sebagai suplemen makanan. Sumber klorofil potensial terdapat pada sayuran hijau seperti daun singkong, bayam, dan daun pepaya.yang tersedia dalam bentuk ekstrak cairan, sehingga kurang praktis dalam penggunaannya. Karena itu perlu dilakukan mikroenkapsulasi dengan penyalut dekstrin. Pengeringan dilakukan menggunakan oven vakum pada suhu 40 ± 5ºC dengan variasi waktu pengeringan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan kandungan klorofil dari tiga jenis sayuran selama proses pengeringan ekstrak klorofil dengan oven vakum pada waktu yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah jenis sayuran yang terdiri dari 3 taraf yaitu daun singkong, bayam, dan daun pepaya. Faktor yang kedua ialah lama pengeringan yang terdiri dari 3 taraf yaitu 30, 60, dan 90 menit. Hasil penelitian menujukkan bahwa jenis sayuran bayam menghasilkan bubuk klorofil dengan intensitas warna hijau (-a*) paling tinggi -4,34, kandungan total klorofil 23,47 mg/L, klorofil a 14,65 mg/L, klorofil b 8,85 mg/L, dan rendemennya 0,29 %. Lama pengeringan 30 menit sudah cukup untuk mengeringkan bubuk klorofil dalam oven vakum dengan suhu 40±5ºC. Kata kunci: kloropil, sayuran, proses  pengeringan, oven vakum
IMPLEMENTASI PROSES OZONASI PADA CABE MERAH DI SUB TERMINAL AGRIBISNIS KABUPATEN CIAMIS Imas Siti Setiasih; Efri Mardawati; In-In Hanidah; Robi Andoyo; Een Sukarminah; Mohammad Djali; Tita Rialita; Yana Cahyana
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.19861

Abstract

Cabai Merah merupakan komoditas yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme terutama bila ada jaringan yang luka. Selama proses budidaya tidak dapat dihindari penggunaan pestisida berlebih. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan air berozon dengan ozonizer tipe TIP-01 pada proses pencucian. Sub Terminal Agribisnis Kabupaten Ciamis merupakan institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pemasaran komoditas pertanian.  Tujuan paper ini adalah untuk melihat aplikasi teknologi ozonasi melalui  kegiatan PPM dimana dilakukan transfer ilmu kepada masyarakat pengguna (dalam hal ini rumah pengemas hasil pertanian di Ciamis), supaya hasil-hasil penelitian ini lebih bermakna  di masyarakat  Aspek khusus yang dipelajari adalah untuk mengetahui pengaruh pencucian air berozon cabai merah terhadap karakteristik kimia, mikrobiologi, fisik, dan organoleptik selama penyimpanan 16 hari pada suhu ± 10 oC dengan interval waktu analisis 2 hari. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode eksperimental (Explanatory Research) dan dianalisis deskriptif menggunakan analisis regresi dan korelasi. Percobaan terdiri dari 2 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu cabai merah tanpa perlakuan dan cabai merah yang direndam dalam air berozon 1,9 ppm.
Pengaruh Ozonisasi terhadap Kekerasan, Kadar Air, Vitamin C, dan Total Mikroorganisme pada Belimbing (Averrhoa carambola) Selama Penyimpanan Imas Siti Setiasih; Tita Rialita; Debby Moody Sumanti; In In Hanidah; Gemma Zulhaida
agriTECH Vol 38, No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.662 KB) | DOI: 10.22146/agritech.15480

Abstract

Starfruit is a non-climacteric fruit which are perishable after harvesting and during storage. One of compounds that can be used to maintain starfruit quality is the use of ozone water. This study was conducted to compare the characteristics of starfruit without ozonation and after ozonation using TIP-01 ozonizer during storage time in the room temperature (25±2ºC). The method used was the experimental method and then analyzed using a correlations-regressions analysis. The study used 2 treatments which were starfruit without ozonation and with ozonation (immersion in ozon water), the star fruits were packed by using a cling wrap with Styrofoam as the base. The results showed that starfruits from both treatments had changes in water content, vitamin C, and firmness (decreased). Ozone treatment with a concentration of 1.1 ppm was only able to inhibit the growth of microorganisms by 0.34 log CFU/g. Starfruits’ intact ozonation results in higher vitamin C content at 31.9680 mg/100g of material at the end of storage.
PEMBERDAYAAN UMKM BERBASIS EKONOMI KREATIF DI PESISIR PANTAI CIMALAYA – SUBANG JAWA BARAT In-In - Hanidah; Agung Tri Mulyono; Sumanti Debby Moody; Renita Dwi Aprilani; Imas Siti Setiasih
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.774 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.15480

Abstract

ABSTRAKPengembangan UMKM Abon Ikan Tengkek mempunyai peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Desa Cilamaya Hilir Kabupaten Subang. Penerapan ekonomi kreatif merupakan konsep pengembangan ekonomi pelaku UMKM Abon Ikan Tengkek untuk meningkatkan nilai tambah produk dengan menciptakan produk melalui perbaikan proses produksi, penerapan GMP, perbaikan desain kemasan, peningkatan legalitas usaha, dan perluasan pemasaran. Metode kajian yang dilakukan terdiri dari: observasi, wawancara, persuasif, dan andragogi untuk mengoptimalkan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan pemberdayaan UMKM Abon Ikan Tengkek berbasis ekonomi kreatif mampu meningkatkan penjualan sebesar 81,25%/tahun. Kata Kunci: UMKM, abon, ikan tengkek, ekonomi kreatifABSTRACTSmall and medium-sized enterprises (SMEs) development of "Abon Ikan Tengkek"  has a very important role for economic growth for the people of Cilamaya Hilir Village - Subang. The application of the creative economy is the concept businessmen of "Abon Ikan Tengkek" SMEs to increase product added value by creating products through improving production processes, implementing GMP, improving packaging design, improving business legality, and expanding marketing. The method of study conducted consists of: observation, interview, persuasive, and andragogy to optimize the research objectives. The results of the study showed that the empowerment "Abon Ikan Tengkek" SMEs based on creative economy was able to increase sales by 81.25%/year.Keywords: SMEs, abon, tengkek fish, creative economy
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN HANJELI SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BERAS SEBAGAI PANGAN POKOK DAN PRODUK OLAHAN IMAS SITI SETIASIH; MEILANNY BUDIARTI SANTOSO; IN-IN HANIDAH; HERLINA MARTA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14230

Abstract

Sering kali kita dengar ungkapan: “Kalo belum makan nasi, yaa belum makan”, sebagai ungkapan yang seringkali disampaikan oleh masyarakat di pulau Jawa. Ungkapan tersebut menggambarkan begitu lekatnya kebutuhan warga masyarakat di pulau Jawa terhadap ketersediaan beras sebagai bahan makanan pokok. Peningkatan pengetahuan dasar masyarakat mengenai bahan pangan pokok selain beras merupakan pengantar untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras dan dapat mengaplikasikannya menjadi berbagai produk olahan non-terigu dengan memanfaatkan tepung lokal. Tanaman hanjeli memiliki kekhasan tersendiri, yaitu sebagai tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air apabila dibandingkan dengan tanaman padi sawah. Hal ini menunjukkan bahwa hanjeli memiliki peluang besar untuk dikembangkan budidayanya di wilayah desa Karangasem dan Manggungan kecamatan Terisi. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah andragogi, yang mensyaratkan peserta pelatihan diposisikan sebagai orang dewasa dan didorong untuk berperan aktif dalam setiap tahapan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan membuat berbagai macam olahan pangan dari tepung hanjeli. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2015, biji hanjeli memiliki kandungan kadar air 11,46%, karbohidrat 74,36%, protein 12,26%, abu 0,65 % dan lemak 1,28%. Komposisi kimia pada biji hanjeli menunjukkan bahwa hanjeli dapat dijadikan sebagai bahan pangan pengganti makanan pokok. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa tepung tepung hanjeli, dapat digunakan sebagai bahan diversifikasi pangan olahan pengganti tepung terigu untuk produk kue kering, cake, brownies, dan mie.
KAJIAN PROSES OZONASI TEPUNG HANJELI (STUDI LITERATUR) Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.73 KB) | DOI: 10.26623/jtphp.v14i1.1288

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Hanjeli memiliki kandungan protein, lemak, dan vitamin B1 yang tinggi. Pembuatan tepung hanjeli dapat memudahkan dalam pengolahan dan meningkatkan nilai guna hanjeli. Tepung alami memiliki keterbatasan dalam pengaplikasiannya pada produk pangan karena swelling volume yang rendah dan tekstur bantat kurang disukai. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung dapat meningkatan beberapa sifat fungsional dari tepung alami. Nilai swelling volume, kelarutan, dan kapasitas penyerapan air tepung setelah proses ozonasi lebih tinggi dibandingkan tepung yang tidak diozon.Berdasarkan hasil penelitian, tepung hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.