Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Chemical Characteristics Comparison of Palm Civet Coffee (Kopi Luwak) and Arabica Coffee Beans Ifmalinda Ifmalinda; Imas Siti Setiasih; Mimin Muhaemin; Sarifah Nurjanah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i2.110

Abstract

Chemical characteristics of coffee are depended on types of coffee. Different types of coffee have the unique characteristic. Chemical components have significant effects on taste and aroma of brewing. Those characteristics are the result of volatile and nonvolatile components during roasting then affecting taste. Kopi Luwak has distinct chemical and taste from regular coffee. On previous research, Marcone (2004b) and Mahendratta et al. (2011) explained that quality improvement on Kopi Luwak is result of lower protein content and higher fat content compared to regular coffee. Lower protein content reduces bitter taste while higher fat content can increase body or feeling heavy. The aim of this research was to obtain information about chemical compound of Kopi Luwak and regular Arabica coffee. From this study, it can be analyzed that protein content of regular green coffee beans was 9.48%, and regular roasted bean was 11.3% while protein content of Kopi Luwak green bean was 8.8%, and its roasted bean was 10.12%. Further, caffeine content had been analyzed where regular coffee beans contained 0.70% and its roasted bean contained 0.61% while caffeine content of green bean from Kopi Luwak was 0.51%, and its roasted bean was 0.47%. pH valued was also observed where regular green bean was 6.7 and regular roasted bean was 6.9 while green bean of Kopi Luwak was 5.3 and its roasted bean 5.7. Moreover, sugar content of regular coffee beans was 1.9% and its roasted bean was 0.015% while sugar content of Kopi Luwak green bean was 1.6% while its roasted bean was 0.013%. Fat content of regular green coffee beans was 8.5% and its roasted bean was 11.7% while fat content of Kopi Luwak green bean was 9.3% and its roasted bean was 12.2%. Fatty acid content of regular coffee beans consisted of hexadecanoic acid with area 40.3%, Kopi Luwak bean was 44.3%, and octadecenoic content with area 2.46% while Kopi Luwak bean was 7.12%.
Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Karakteristik Penyalut Edibel Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Heni Radiani Arifin; Imas Siti Setiasih; Jajang Sauman Hamdani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.261 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v5i1.31

Abstract

Lidah buaya mengandung polisakarida (glukomannan), antimikroba dan anti-inflammattory sehingga bisa digunakan sebagai bahan penyalut edibel (edible Coating). Penyalut gel lidah buaya lebih aman untuk kesehatan karena bersifat alami, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempengaruhi rasa, serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya (GLB) mengandung bahan bioaktif yang berguna bagi kesehatan sehingga jika digunakan sebagai penyalut dapat menambah khasiat buah yang disalut. Bagian dalam lidah buaya berbentuk gel sehingga mudah diaplikasikan sebagai penyalut edibel. Akan tetapi, kendalanya gel lidah buaya mudah berubah konsistensinya sehingga untuk mempertahankannya harus ditambahkan bahan lain seperti gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gliserol yang tepat pada penyalut gel lidah buaya agar mendapatkan karakteristik penyalut yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Percobaan dibagi 3 bagian, percobaan I bertujuan untuk mengetahui rasa GLB yang tepat, terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi gliserol (0%, 0,5%, 1%, 2%, dan 3%), percoban II bertujuan untuk mendapatkan film GLB terbaik, terdiri dari 2 perlakuan konsentrasi gliserol (0,5% dan 1%), dan Percobaan III bertujuan untuk mengetahui daya lekat pada buah stroberi, terdiri dari konsentrasi gliserol (0,5% dan 1%). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Hasil penelitian I mendapatkan gel lidah buaya yang ditambahkan konsentrasi gliserol  0,5% dan 1 % tidak menimbulkan rasa pahit. Hasil penelitian tahap II mendapatkan gel lidah buaya yang ditambah konsentrasi gliserol 0,5% menunjukkan film terbaik dengan Water Vapour Transmission Rate 906,65 g/m2/24 jam dan kuat tarik 6,3 MPa. Hasil penelitian tahap III mendapatkan adanya lapisan penyalut yang melindungi buah stroberi dengan baik pada konsentrasi gliserol 0,5%. 
EFFECT OF GLYCEROL SEPARATION ON PALM OIL TRANSESTERIFICATION Budy Rahmat; Imas Siti Setiasih; Roni Kastaman
Indonesian Journal of Chemistry Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.28 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21339

Abstract

This research was aimed to study the effect of glycerol separation on palm oil transesterification. Objectives of this study were to suppress the use of excess methanol and shorten the processing time. This research consisted of: design-build reactor, the effect of the glycerol separation on the transesterification reaction, characterization of biodiesel, and mass balance analysis. The reactor was designed by integrating circulate stirrer pump, static mixer, and sprayer that will bring out the intense reaction in the outer tank reactor. The experiment in this research was the treatment of decreasing the quantity of methanol to 5:1 molar ratio and reducing of processing time to 20 min, which was arranged in a completely randomized factorial design. The result showed that, (i) the stirring system was effectively worked outside the reactor tank, and in its reactor tank occurred glycerol separation during the process; (ii) the rate of glycerol during the process followed the inverse regression equation of Ŷ = 66.44-351.17 X-1; (iii) the decrease in the level of methanol to 5:1 molar ratio and the reduction of processing time to 20 min in this engineering did not influence the biodiesel yield and quality that met the SNI 04-7182-2006 standard.
Swelling Volume Tepung Hanjeli lacryma-jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.416 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1511

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Tepung yang tidak diozon memiliki keterbatasan untuk diaplikasikan pada produk pangan seperti swelling volume yang rendah dan tidak stabil pada kondisi tertentu. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung hanjeli dapat meningkatan swelling volume tepung hanjeli yang tidak diozon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan nilai swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan proses ozonasi menggunakan flowrate 2 L/min selama 20 menit memiliki swelling volume lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan juga hampir sama dengan swelling volume tepung terigu. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Swelling Volume Tepung Hanjeli (Coix lacryma–jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2019.23704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Materi yang digunakan adalah biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) varietas mayuen umur panen 5 bulan dari awal tanam petani di daerah Banjaran, air, aquades, air es, tepung terigu, dan gas oksigen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kali replikasi. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu lamanya waktu ozonasi 0, 10, 15 dan 20 menit dengan flowrate 2 L/min. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa tepung hanjeli hasil ozonasi selama 20 menit memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap swelling volume tepung hanjeli lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Biodiesel Reactor Design with Glycerol Separation to Increase Biodiesel Production Yield Rahmat, Budy; Setiasih, Imas Siti; Kastaman, Roni
Makara Journal of Technology Vol. 17, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study consisted of reactor design used for transesterification process, effect of glycerol separation on transesterification reaction, determination of biodiesel quality, and mass balance analysis. The reactor was designed by integrating circulated pump/stirrer, static mixer, and sprayer that intensify the reaction in the outer tank reactor. The objective was to reduce the use of methanol in excess and to shorten the processing time. The results showed that the reactor that applied the glycerol separation was able to compensate for the decreased use of the reactant methanol from 6:1 to 5:1 molar ratio, and changed the mass balance in the product, including: (i) the increase of biodiesel production from 42.37% to 49.34%, and (ii) the reduction of methanol in excess from 42.37% to 32.89%. The results suggested that the efficiency of biodiesel production could be increased with the glycerol separation engineering.
Pengaruh Penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Karakteristik Fisik Yoghurt Probiotik Potongan Buah Naga Merah Evi Luthfiana Ningsih; Indira Lanti Kayaputri; Imas Siti Setiasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.608 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.7

Abstract

Yoghurt probiotik potongan buah naga merupakan salah satu inovasi produk pangan dengan tujuan khusus. Penambahan buah-buahan secara langsung kedalam yoghurt mudah mengalami kerusakan seperti sineresis, untuk mencegah hal tersebut maka dilakukan penambahan bahan penstabil yaitu CMC (Carboxy Methyl Cellulose). Penambahan bahan penstabil dapat mempengaruhi karakteristik fisik yoghurt seperti viskositas dan total padatan terlarut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap stabilitas, viskositas, dan total padatan terlarut. yoghurt probiotik  potongan buah naga merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, perlakuan yang dilakukan yaitu 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v). parameter yang diujikan yaitu total padatan terlarut dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v) memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap total padatan terlarut dan viskositas. Serta perlakuan terbaik dihasilkan oleh konsentrasi CMC 0,2% (b/v) dengan karakteristik stabilitas 99,99%, viskositas 1087 mPas, dan Total padatan terlarut 10,25o brix.