Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA Puji Rahayu
JIPMat Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v6i1.7514

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan lanjutan yang menyatakan bahwa pengembangan LKM berbasis konstruktivisme pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika II memenuhi kualifikasi valid dan praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas LKM berbasis konstruktivisme pada matakuliah Kapita Selekta Matematika II. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Four-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop dan desseminate. Tetapi pada penelitian ini hanya sampai pada tahap develop dengan uji keefektivan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes hasil belajar dan angket respon mahasiswa. Hasil penelitian dari penggunaan LKM berbasis konstruktivisme menunjukkan bahwa persentase aktivitas mahasiswa keseluruhan memenuhi kriteria baik, hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kapita selekta matematika II memenuhi kriteria baik dan angket respon mahasiswa terhadap penggunaan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) memenuhi kriteria sangat baik. Dengan demikian hasil penelitian pengembangan ini memenuhi kualifikasi efektif.
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA SMP Puji Rahayu; Kholilullah Kholillah
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan kontekstual materi bangun ruang sisi datar pada siswa SMP yang memiliki kualifikasi valid dan praktis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D (four-D models) dari Thiagarajan dan Semmel yang terdiri atas 4 tahap, yaitu Define, Design, Develop, Disseminate, namun penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Develop. Instrument penelitian yang digunakan diantaranya lembar validasi perangkat (LKS, RPP, soal tes)  untuk mengukur kevalidan, angket respon guru (terhadap LKS, RPP), angket respon siswa, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran untuk mengukur kepraktisan. Penelitian ini menghasilkan perangkat (RPP, LKS) Matematika materi bangun ruang sisi datar dengan pendekatan kontekstual. Berdasarkan hasil penilaian kevalidan LKS diperoleh skor rata-rata 4,55 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, hasil validasi RPP memperoleh nilai rata-rata 4,23 pada skala 5 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan menurut angket respon guru terhadap RPP diperoleh rata-rata 4,76 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata angket respon guru terhadap LKS .diperoleh skor 4,57 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, angket respon siswa memperoleh skor rata-rata 4,21 pada skala 5 dengan kategori sangat baik, serta rata-rat presentase keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor 85,71% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa LKM berbasis pendekatan kontekstual materi bangun ruang sisi datar memenuhi kualifikasi valid dan praktis
SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR Puji Rahayu; Warli Warli; Imas Cintamulya
JIPMat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v5i1.4838

Abstract

Struktur aljabar merupakan salah satu materi matematika aksiomatik yang syarat dengan definisi dan teorema yang memuat konsep yang abstrak, karena sifatnya yang abstrak mahasiswa merasa kesulitan dalam memahaminya. Kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti matakuliah struktur aljabar adalah kesulitan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan bukti. Berdasarkan beberapa penelitian para ahli mahasiswa cenderung mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi bukti. Berdasarkan hal tersebut, dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa perlu mendapatkan bantuan dari seorang dosen atau orang yang lebih ahli untuk menjadi fasilitator. Scafolding adalah pemberian bantuan dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalah, tugas yang berupa gambar, petunjuk, dan pemberian contoh yang bertujuan agar mahasiswa mampu menyelesaikan masalah matematika yang diberikan secara mandiri. Jadi scaffolding dalam struktur aljabar merupakan salah satu bentuk pendampingan kognitif dosen kepada mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman baru yang bisa juga dituangkan dalam buku ajar/lembar kerja mahasiswa maupun model pembelajaran sehingga mahasiswa mampu bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah serta mampu menjaga  mahasiswa dari rasa gagal melalui berbagai bantuan berupa strategi dan prosedur-prosedur kunci untuk menyelesaikan soal struktur aljabar yang difokuskan pada tujuan pembelajaran dan kesuksesan mahasiswa.
TEHNIK SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUKTIKAN PERNYATAAN PADA MAHASISWA Puji Rahayu; Warli Warli; Imas Cintamulya
JIPMat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v5i2.6991

Abstract

Artikel ini mengkaji teori tentang tehnik scaffolding dalam meningkatkan kemampuan membuktikan pernyataan pada mahasiswa. Kajian dalam artikel bertujuan memberikan penjelasan tentang bagaimana tehnik scaffolding dalam meningkatkan kemampuan membuktikan pernyataan. Kemampuan membuktikan pernyataan sangat penting bagi mahasiswa matematika, mengingat pentingnya hal tersebut, maka perlu diberikan tehnik perkuliahan yang bias membantu dalam tahap awal perkuliahan kemudian mengurangi bantuan dengan memberikan tanggung jawab atau kesempatan pada mahasiswa menjadi mahasiswa yang mandiri dan bisamengoptimalkan kemampuannya. Tehnik scaffolding telah banyak digunakan dan diteliti untuk mewujudkan tujuan perkuliahan dan kesuksesan mahasiswa.  Teori yang di rangkum oleh penulis didukung  dari berbagai sumber dan teori yang telah dirangkum yang dijadikan acuan penulis untuk menguatkan pendapat.
Improve The Quality of The Teacher Profession by Organizing The Teachers' Union in The Republic of Indonesia (PGRI) Christin Nur Aini; Lailatul Mukarromah; Puji Rahayu
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 2 (2022): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.868 KB) | DOI: 10.59110/aplikatif.v1i2.115

Abstract

The current state of education presents a problem for teachers. Therefore, educators must improve their quality in line with the times. In the field of education, a teacher's professionalism is crucial. Because pupils can develop themselves to their fullest potential with the help of experienced teachers. Therefore, raising the standard of the teaching profession is thought to be crucial. Additionally, educating, teaching, guiding, directing, training, and evaluating students is a teacher's primary responsibility. The professionalism of a teacher has a direct impact on the quality of the teacher. For pupils to be able to think critically and creatively, teachers must be able to act as facilitators. Teachers must also have the ability to act as a spark for pupils to pursue their interests and skills.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MEDIA AUDIO KELAS II SDN LATSARI KABUPATEN TUBAN Intan Pradana Dewanti; Puji Rahayu; Tri Eko Baktiono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5679

Abstract

Learning mathematics involves an interaction between teachers and students in the classroom in learning mathematical concepts. Teachers and students in elementary school mathematics learning need good interaction that does not only focus on one direction. This research improvement's goal is to enhance pupils' skills in the material of object positions and patterns around us and to Improve the process of teaching and learning for educators in the material of object positions and patterns around us by using audio media. This study uses audio as its medium. In order to ascertain the learning outcomes of the students, the study was carried out in two improvement cycles in class 2 of SDN Latsari on the subject of object placements and patterns around us. Techniques for gathering data included test and observation methods. Both qualitative and quantitative descriptive methods were employed in the analysis process. According to the study's findings, student learning outcomes improved during the Pre-cycle, when the average learning outcome was 65; during Cycle I, it rose to 75; and during Cycle II, it reached 90. As a result, it is possible to conclude that audio media can improve mathematical learning outcomes in class 2 at SDN Latsari, Tuban Regency.
PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 DI UPT SDN KEBONSARI III TUBAN Khidmah Khilyatus Aurelya; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4351

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SDN Kebonsari III telah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang norma, aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Dalam penelitian ini, metodologi yang diterapkan mencakup observasi dan analisis data kuantitatif dari hasil asesmen pra dan pasca penerapan metode pengajaran. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam prestasi siswa di setiap tahap implementasi. Temuan utama dari studi ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan secara signifikan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan siswa. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, diharapkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan relevan, sehingga siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan yang konsisten, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter kuat dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR IPAS SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UPT SD N KEBONSARI III Lina Dwi Trisnawati; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4355

Abstract

Dalam penelitian ini, model pembelajaran berbasis masalah diterapkan pada siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa pada mata pelajaran IPAS. Menurut hasil penelitian, hasil pembelajaran IPAS belum maksimal. Hasil studi guru menunjukkan hal ini. Hanya 27% siswa  UPT SD N Kebonsari III yang mampu memenuhi KKM, sedangkan 73% lainnya belum mampu memenuhi KKM yang telak ditentukan. Untuk memulai pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah memaksa siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada di dunia nyata. Siswa akan diberi masalah untuk menyelesaikan sebelum mereka mempelajari ide atau materi. Oleh karena itu, siswa dapat mengetahui bahwa mereka membutuhkan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning masalah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentasi ketuntasan dari 58% menjadi 82%. Hasilnya adalah bahwa guru harus mencari pendekatan yang tepat untuk materi yang diajarkan kepada siswa. Setelah proses pembelajaran, guru harus selalu melakukan refleksi.
Transformasi Literasi Digital Guru SMP melalui Pelatihan AI Generatif dalam Penyusunan Bahan Ajar Puji Rahayu; Warli Warli; Gusti Uripno; Mario Fahmi Syahrial; Andy Haryoko; Riska Andriani; Kartika Widya Putri; Choiroz Zadit Taqwa
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.812

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan bahan ajar. Namun, banyak guru SMP masih memiliki keterbatasan literasi digital dan belum memanfaatkan AI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru UPT SMP Negeri 4 Tuban dalam menggunakan platform AI Z.ai untuk menyusun bahan ajar berbentuk buku. Kegiatan menggunakan desain evaluatif campuran (mixed-methods pre-post) dengan 23 peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa PLP. Pelatihan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 selama satu hari sinkronus dan tujuh hari asinkronus (total 64 jam), mencakup modul: persiapan sumber draf, pembuatan ide dan outline dengan Z.ai, penyusunan isi buku, serta finalisasi naskah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi kinerja, dan penilaian produk. Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengoperasikan Z.ai secara mandiri, melampaui target 80%. Sebanyak 80% peserta berhasil menyelesaikan minimal satu draft bab buku ajar. Rata-rata skor posttest meningkat signifikan dibandingkan pretest pada semua konstruk yang diukur (skor total: pretest M=2,49; posttest M=3,93; Δ=1,44). Secara kualitatif, terjadi peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis AI dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pengembangan bahan ajar di era digital.