Ingerid Moniaga
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potensi Desa Wisata Kecamatan Remboken dan Kakas Barat di Kabupaten Minahasa Victory, Dhanya; Moniaga, Ingerid; Kalalo, Loudy
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i2.59130

Abstract

Desa memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis komunitas dengan kearifan lokal yangdapat meningkatkan ekonomi secara berkelanjutan dan gotong royong. UU No. 6 Tahun 2014 tentangDesa mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya desa sebagai solusi untuk permasalahan desa danmengurangi beban kota besar di Indonesia. Pengembangan desa wisata diharapkan meningkatkankesejahteraan masyarakat dan menyerap angkatan kerja melalui berbagai industri seperti pertanian,kerajinan, penginapan, kuliner, dan budaya. Meskipun desadesa wisata di sekitar Danau Tondano,seperti Desa Pulutan, Leleko, dan Passo, memiliki potensi yang signifikan, pengembangannya masihbelum optimal karena kurangnya perencanaan dan minimnya fasilitas serta dana. Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa dan mengembangkan strategi pengembangan desawisata dengan pendekatan analisis SWOT dan teknik penelitian kualitatif serta kuantitatif. Kata-kunci: Desa Wisata, Potensi, SWOT.
ANALISIS PEDESTRIAN MENGGUNAKAN STANDAR PEDESTRIAN ENVIRONMENT QUALITY INDEX (PEQI) DI KORIDOR JALAN PIERRE TENDEAN KOTA MANADO Tamboto, Ester; Rondonuwu, Dwight; Moniaga, Ingerid
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.6

Abstract

Di Kota Manado, koridor Jalan Pierre Tendean merupakan koridor yang ramai dilalui dan sering menjadi tujuan masyarakat. Koridor Jalan Pierre Tendean menghubungkan pusat kota lama dan pusat kota baru sehingga di dalamnya terdapat beragam aktivitas seperti kawasan perdagangan barang dan jasa serta kawasan pemukiman. Dengan aktivitas yang beragam ini, dibutuhkan penelitian yang meninjau kembali  kualitas jalur pedestrian yang digunakan masyarakat pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kualitas jalur pedestrian di Koridor Jalan Pierre Tendean Kota Manado. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan standar Pedestrian Environment Quality Index (PEQI). Pendekatan dengan standar Pedestrian Environment Quality Index (PEQI) akan menjabarkan berbagai variabel penelitian yang dibutuhkan khususnya pada jalur pedestrian yang kemudian diberi penilaian sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Dari analisis hasil perhitungan dengan standar PEQI, kualitas jalur pedestrian di persimpangan berada pada total skor 35,23 menunjukan kualitas jalur pedestrian berada pada kategori kurang. Sedangkan jalur pedestrian di koridor Jalan Pierre Tendean berada pada total skor 56 dengan kategori jalur pedestrian dasar. Hasil perolehan kedua skor tersebut menunjukan bahwa kondisi jalur pedestrian pada persimpangan jalan dan ruas jalan belum memenuhi standar ideal PEQI sehingga jalur pedestrian dapat digunakan namun perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas jalur pejalan kaki.
REDESAIN KOMPLEKS PASAR BERSEHATI MANADO. ARHITECTURE WATERFRONT Tahulending, T. A.; Tarore, Raymond C. H.; Moniaga, Ingerid
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17080

Abstract

Pasar tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membewa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi kompleks pasar Tradisional Bersehati di Manado saat ini. Pengelolaan pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim serta jumlah pedagang yang semakin menjamur sehingga menambah sesak pergerakan dalam pasar, menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidak  nyamanan berbelanja.Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar ini ini tidok berkurang. Harga barang murah dan bersaing yang ditawarkan dalam lingkup pasar tradisional menjadi pilihan berbelanja dari sebagian masyarakat. Banyak pedagang dari dalam dan luar kota bergantung dari hasil dagangannya di kota ini. Keberadaan kompleks pasar tradisional bersehati sangat penting dalam perkembangan perekonomian kota.Oleh karena itu, perlu dilakukan Redesain Kompleks Pasar Bersehati di Manado.Dengan memanfaatkan kondisi alam dan lingkungn sekitar mengingat kompleks Pasar Tradsional Bersehati berada di DAS Tondano,oleh karena itu objek ini di beri tema Architecture Waterfront diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra kompleks pasar tradisional pasar tradisional menjadi positif, serta memberikan kemajuan bagi perekonomian Kota Manado. Kata Kunci : redesain,kompleks pasar tradisional bersehati,architecture waterfront