Vicky H. Makarau
Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT, Manado

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

GEREJA GMIM BUKIT SION KANONANG DAN FASILITAS PENUNJANG “PENGGABUNGAN KONSEP INTIMACY DAN SIMBOLISASI KEBUDAYAAN MINAHASA” Kamurahang, Ryly M.; Makarau, Vicky H.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10744

Abstract

ABSTRAK Kekristenan sudah mengakar di Minahasa.Mayoritas orang Minahasa beragama Kristen. Persoalan kontemporer kekristenan Minahasa adalah bagaimana mengakrabkan kebudayaan Minahasa dengan Injil yang dulunya dibawa masuk oleh para Zending Barat. Kebudayaan dan agama, belakangan mulai dianggap sebagai sesuatu yang saling terkait erat. Agama, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu gejala kebudayaan. Menurut Alm. Pdt. Dr. Josef M. Saruan, agama dan kebudayaan dapat diibaratkan seperti dua sisi dari satu uang koin logam. “Dua hal yang sifatnya simultan, tidak dapat diurutkan atau diparaleklan apalagi dipisahkan,” tulis Pdt. Saruan dalam bukunya Agama dan Kebudayaan dalam Konteks Minahasa (2001). Kebudayaan, menurut Pdt. Saruan menyangkut manusia, lingkungannya, ruang dan waktu, tindakan/aktivitas, kelakuan, dan kecakapannya menerima warisan sosial dalam proses yang melahirkan interaksi sistem-sistem, nilai-nilai, simbol dengan sifat dinamis, berubah-ubah dan fungsional dan mencapai hasil dan tingkat capai, yang semuanya untuk melestarikan kehidupan manusia. Konsep Budaya Minahasa akan diterapkan bersamaan dengan konsep Intimacy dalam bangunan Gereja GMIM Bukit Sion Kanonang  sehingga  bangunan yang dirancang meskipun mengikuti  arsitektur tradisional Minahasa tapi tetap menekankan onsep kesakralan dalam Gereja. Selain itu, dengan penerapan tema tersebut tentunya dapat menambah nilai estetika dari desain bangunan. Tujuan dari penerapan Penggabungan Konsep Intimacy dan Simbolisasi Kebudayaan Minahasa yaitu untuk menunjang tujuan dari objek rancang. Sebagai Bangunan tempat peribadatan orang Kristen tentu saja unsur kesakralan bangunan sangat berkaitan erat tetapi sebagai representative daerah khususnya Minahasa unsur tradiosional juga tidak kalah pentingnya. Sehingga dengan upaya ini diharapkan agar unsur-unsur daerah dapat dikenal kembali oleh masyarakat. Kata Kunci : Intimacy, Simbolisasi Kebudayaan Minahasa, GMIM Bukit Sion Kanonang
MANADO RACKET SPORTS CENTER (Folding Architecture) Nelwan, Ronald; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.5951

Abstract

Manado Racket Sports Center merupakan suatu pusat olahraga raket yang terletak di kota Manado yang berfungsi sebagai tempat latihan dan pertandingan olahraga raket seperti Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, dan Squash. Menggabungkan ketiga olahraga raket ini merupakan objek utama dalam perancangan tugas akhir ini. Wilayah Kecamatan Mapanget merupakan kawasan pengembangan. Posisinya yang strategis karena berada pada kawasan perbatasan dengan wilayah Kabupaten Minahasa Utara menjadikan kawasan Mapanget memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan kawasan sekitarnya. Dengan menggunakan tema Folding Architecture maka diharapkan tempat olahraga raket ini dapat menghasilkan suatu bentuk yang exploratif. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan dll. Peminjaman karakter kertas dipakai sebagai media dalam membuat bentukan, karena sifat kertas yang mudah dilipat dan ditekuk. Setiap proses lipatan itu bertransformasi menjadi sebuah bentuk yang hasilnya tidak terduga sebelumnya. Itu disebabkan karena Folding bersifat spontan dan tidak memiliki cara yang terikat dalam memproses sebuah bentuk. Setiap bentukan yang dihasilkan pasti akan berbeda walaupun prosesnya sama. Dari bentukan inilah yang nantinya akan diolah menjadi suatu desain arsitektur.   Kata Kunci : Racket Sports Center, Folding Architecture
KAJIAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR DENAH RUMAH TINGGAL KAITAN DENGAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT PEMUKIM PADA PERUMAHAN KARYAWAN KANTOR GUBERNUR DI WINANGUN MANADO Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.; Kapugu, Herry
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Karyawan Kantor Gubernur di Desa Winangun Dua Manado dibangun tahun 1978 dan awal ditempati tahun 1981, berjumlah 70 unit terdiri dua tipe yaitu tipe 70 M2 dan tipe 54 M2.  Dalam perkembangan perumahan tersebut telah mengalami perubahan bentuk arsitektur dimana ada indikasi perubahan terkait dengan kehidupan sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan bentuk Arsitektur difokuskan pada perubahan bentuk denah rumah  dari ke dua tipe rumah yang ada diperumahan ini dengan melihat kaitan terhadap indikasi tersebut di atas. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan pengambilan sampel penelitian dilakukan secara proposive (sampel bertujuan) dengan melihat indikasi visual terhadap kondisi perubahan rumah yang ada. Sampel yang diperoleh dapat menggambarkan secara faktual fenomena yang terjadi pada ke dua tipe  rumah yang ada di perumahan ini. Sedangkan untuk mendapatkan data sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat pemukim dilakukan observasi terhadap populasi rumah yang ada di perumahan ini. Kajian dilakukan secara deduktif untuk menguji kebenaran konsep penelitian yang dibangun dari kajian teori. Hasil kajian penelitian ditemukan bahwa perubahan bentuk denah rumah terdiri dari tiga kategori yaitu; (1) Reparasi denah, (2) Modifikasi denah dan (3) Rekonstruksi denah, dimana  perubahan ini meliputi; penambahan ruang, penghapusan ruang dan perubahan fungsi ruang. Hasil kajian menunjukan bahwa perubahan yang ada   terkait dengan kondisi sosial ekonomi serta tuntutan rutinitas melakukan aktivitas kehidupan dan merupakan aplikasi konsep keluarga yang erat hubungan dengan nilai budaya masyarakat pemukim. Kata kunci : Perubahan Rumah,Sosial ekonomi dan Budaya masyarakat Pemukim
KAJAN DINAMIKA TATA GUNA LAHAN PADA KAWASAN SEKITAR PUSAT PELAYANAN KOTA MANADO Rogi, Octavianus H. A.; Tilaar, Sonny; Makarau, Vicky H.; Malik, Andi A. M.; Moniaga, Ingerid
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the dynamics change of the land use pattern in the region around the service center of Manado city. Moreover, this study also aims to determine what factors are influencing changes in land use of the area.Theoretical studies indicate that the land use of a city can be present in a concentric pattern (single center), sectoral or multiple centered. Changes in land use patterns in urban areas occurs dynamically and is influenced by human factors, physical factors and the factor of urban landscapes. Changes in the structure of land use include the changes of development, location and the behavior setting.The major service center area of Manado is the old downtown area and the reclamation area along the Piere Tendean street. To that end, research locations specified in the administrative area of South Wenang and South Titiwungen flanked by Piere Tendean street (Boulevard) and Sam Ratulangi street.The study was conducted for 6 (six) months. The data used in this study includes primary and secondary data. Primary data include (a) the information from questionnaires distributed to 100 respondents who represent the element of local area residents informing about the aspects of their perceptional view of the economic value of land and land use patterns in which they live, and (b) information of land characteristics, including the physical condition of landscapes, availability of infrastructure, and so on, which obtained through field observations. Secondary data include the results of the institutional surveys through sources relevant to the topic under study. Respondents were taken with a purposive sampling method by an amount proportional to the number based on the sub-region. The analytical technique in this research is Descriptive Analysis, which analyzes the state of the object directly to the study through the description, understanding, or better explanations to the measurable variables or unmeasureable ones.In conclusion, the results of the study were (1) land use changes in the study area occurred in three periods, namely before the reclamation, after the reclamation and present days; ((2) changes that occur mainly is the transition of the settlements area into trading and services area gradually, following the path of primary and secondary roads, and (3) land use changes in the area of research primarily influenced by the strategic location of the sites, which is near the service center of the city, with high economic value of land.Key words: land use, service center area, descriptive analysis
EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BERSEHATI TERHADAP TATA RUANG KOTA MANADO Bata, Aprisela Previa Petris; Egam, Pingkan P.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Manado. Berdasarkan RTRW Kota Manado, Pasar Bersehati termasuk dalam pusat pelayanan kota meliputi pusat perdagangan dan jasa. Lokasi pasar strategis yaitu berada di pusat Kota Manado. Masalah yang sering terjadi seperti kemacetan, aksesibilitas, pengelolaan manajemen, fasilitas sarana prasarana, kondisi kenyamanan dan keamanan di lokasi pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Pasar Tradisional Bersehati baik dari segi fisik maupun non fisik serta ingin mengetahui persepsi masyarakat berkaitan dengan eksistensi pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mixed method) dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa eksistensi Pasar Bersehati dapat melayani masyarakat yang ada di Kota Manado, tetapi lebih cenderung untuk masyarakat yang berada di bagian wilayah tengah dan utara Kota Manado, selain itu juga sebagai pasar yang memfasilitasi masyarakat yang berada di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Berdasarkan SNI, ruang yang memenuhi standar 41% sedangkan 59% tidak memenuhi standar. Dalam aspek kenyamanan dan keamanan berdasarkan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa nilai kenyamanan dan keamanan pada pasar tersebut tergolong kurang seperti dari segi kebersihan, penandaan sirkulasi papan nama zonasi, dan penjagaan pada lokasi Pasar Bersehati.Kata Kunci: Eksistensi, Pasar Tradisional Bersehati, SNI
GELANGGANG OLAHRAGA INDOOR DI MANADO. Struktur sebagai Elemen Estetika Susanto, Wahyu N.; Tilaar, Sonny; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16694

Abstract

Olahraga pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan disisi lain dianggap sebagi kegiatan dengan tujuan rekreasi. Oleh karena itu olahraga erat hubungannya dengan kehidupan manusia, olahraga telah terdapat dalam satu dan lain bentuk, di dalam semua kebudayaan, bahkan di dalam kebudayaan tertua sekalipun. Di Propinsi Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, animo masyarakat terhadap dunia olahraga semakin meningkat, baik sebagai atlit maupun penonton. seiring dengan itu, tuntutan masyarakat semakin meningkat pula baik sarana dan prasarana maupun pengelolaan terhadap olahraga itu sendiri. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasaran olahraga sebagai tempat latihan dan pengembangan bakat olahraga yang baik menjadi salah satu jawaban untuk peningkatan prestasi. Struktur Sebagai Elemen Estetika dalam arsitektur merupakan tema yang memberikan kesan yang kuat pada objek ini, sehingga menghasilkan karya arsitektur yang menunjukkan kemegahan suatu bangunan dengan menonjolkan kecanggihan struktur. Dengan hadirnya Gelanggang Olahraga Tertutup ini dapat menunjang program Pemerintah dalam upaya mempromosikan daerah Sulawesi Utara ini khususnya Kota Manado baik lokal maupun Internasional. Kata Kunci : Gelanggang Olahraga, Struktur Sebagai Elemen Estetika.
DAYA DUKUNG LAYANAN ANGKOT BERDASARKAN JARAK JANGKAUAN MASYARAKAT TERHADAP JALUR TRAYEK DI KOTA MANADO Wakari, Viona V.; Rogi, Octavianus H.A.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi umum di Kota Manado memegang peran yang penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Terdapat indikasi bahwa proporsi pengguna angkutan umum semakin lama semakin berkurang terutama diperhadapkan dengan aksesibilitas terhadap pilihan moda transportasi yang lain misalnya angkutan online dan lain-lain. Indikasi penurunan ini perlu dibuktikan terkait seberapa besar daya dukung angkot sebagai salah satu moda transportasi yang bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini, penurunan penggunaan angkot diakibatkan karena ada tawaran moda yang lain dan masalah dari daya dukung pelayanan transportasi umum. Disisi lain juga bahwa tingkat penggunaan angkot di pengaruhi oleh jangkauan trayek angkot dari konsentrasi hunian penduduk dengan jarak jangkauan yang mengakibatkan aksesibilitas masyarakat terhadap angkot makin menurun dan itu dibuktikan dengan rendahnya proporsi pengguna kendaraan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi jarak jangkauan masyarakat terhadap rute trayek angkot dan mengetahui proporsi penduduk yang terlayani dan tidak terlayani dari jarak jangkauan ideal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Selanjutnya menggunakan analisis buffer dengan alat bantu GIS (geographic information system). Analisis buffer inilah yang mampu mendapatkan hasil proporsi penduduk dari area-area buffer dengan jarak preferensi yang dianalisis. Dari hasil studi, didapatkan 2 hal yaitu preferensi masyarakat terhadap jarak berjalan ideal rata-rata Kota Manado yaitu 154m dari jalur angkot dan proporsi penduduk yang terlayani pada area buffer hanya 2 kecamatan dan 8 kecamatan lainnya belum terlayani.Kata Kunci: Transportasi, Angkot, Jarak , dan Proporsi
ANALISIS INFRASTRUKTUR KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN KEMA DAN KAUDITAN Sekeon, Gabriella S.; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan industri merupakan kawasan produktif suatu wilayah, dimana kawasan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada wilayah tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada kawasan ini adalah infrastruktur sebagai pendukung kegiatan produksi dan distribusi. Kabupaten Minahasa Utara adalah wilayah yang memiliki potensi pada berbagai sektor dimana potensi tersebut mampu dapat penggerak perekonomian daerah, salah satunya potensi industri. Dengan demikian, diperlukan adanya suatu pengembangan infrastruktur yang dapat mengarahkan kawasan industri sehingga mampu menumbuhkan perekonomian Kabupaten Minahasa Utara yang terintegrasi dengan aktivitas pembangunan dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Kema dan Kauditan dan menganalisis kecukupan menunjangnya dalam meningkatkan perekonomian wilayah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui survei instansional serta data primer dari kuesioner dan observasi lapangan. Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mendapat kondisi eksisting infrastruktur kawasan industri dan kecukupan menunjang dalam meningkatkan perekonomian wilayah, serta analisis SWOT untuk mendapat strategi pengembangan kawasan industri dan prioritas strategi utamanya. Hasil penelitian yaitu: infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Kema dan Kauditan menurut masyarakat sekitar sudah memadai sedangkan menurut karyawan di kawasan industri, kondisi infrastruktur masih belum memadai. kondisi infrastruktur yang ada belum cukup menunjang untuk memberi nilai tambah bagi kawasan industri dalam meningkatkan perekonomian wilayah Kabupaten Minahasa Utara karena sebagian besar kawasan industri sudah tidak berproduksi lagi karena berkurangnya bahan-bahan industri untuk di olah juga rusaknya mesin-mesin pengolahan bahan-bahan industri. Dalam analisis SWOT dan pemetaan terhadap kuadran strategi analisis IFAS-EFAS kawasan industri, diketahui bahwa strategi pengembangannya, berada pada kuadran I yaitu growth strategy. Artinya, strategi yang menjadi prioritas utama adalah strategi S-O.Kata kunci: infrastruktur, kawasan industri, SWOT, Kema Kauditan
STADION SEPAK BOLA DI MANADO” (IMPLEMENTASI BENTUK, GERAK, DAN STRUKTUR DARI SANTIAGO CALATRAVA) Pondaag, Indira A.; Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12269

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, dimana popularitas sepak bola menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya masyarakat Manado. Dengan memperhatikan  minat masyarakat tersebut,  maka Olahraga Sepak Bola dipandang sangat penting untuk dikembangkan di Manado. Namun mencermati keadaan stadion yang ada di Manado (Stadion Klabat) terlihat bahwa belum  menunjukan adanya suatu pengelolaan yang baik dan belum lengkapnya fasilitas stadion yang memadai. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu direncanakan  kembali Stadion Sepak Bola di lokasi yang representatif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah stadion yang dapat memenuhi kebutuhan  tersebut, yaitu mampu memberikan kenyamanan pada penonton dengan kapasitas standar internasional dan dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung untuk menampung segala kegiatan penonton, pemain, ofisial dan pengurus stadion. Dalam perancangan ini mengambil tema Implementasi Bentuk, Gerak, dan Struktur dari Santiago Calatrava. Hasil karya Santiago Calatrava tidak lepas dari unsur-unsur estetika baik itu berupa bentuk, struktur serta konstruksi. Kata Kunci : Sepak Bola, Fasilitas Stadion, Santiago Calatrava.
BALIKPAPAN CONVENTION CENTER (IMPLEMENTASI STRATEGI “SINSIGN” DALAM ARSITEKTUR) Dondokambey, Olivia O.; Mononimbar, Windy; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5575

Abstract

seperti konser / show, seminar serta pertemuan bertaraf nasional maupun internasional, namun Kota Balikpapan tidak mempunyai wadah khusus yang dapat menunjang aktivitas kovensi tersebut. Maka Balikpapan Convention Center yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan wadah seluruh kegiatan konvensi dihadirkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Pada Laporan Perancangan Tugas Akhir ini, proses perancangan yang dipakai adalah proses desain generasi II yang terdiri dari tahap pengembangan wawasan komprehensif dan tahap siklus image-present-test. Substansi pembahasan meliputi kajian terhadap objek perancangan, kajian terhadap lokasi yang ada di Balikpapan, dan kajian terhadap implementasi strategi “Sinsign” dalam Arsitektur. Implementasi prinsip-prinsip Sinsign dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengolah gubahan massa bangunan, façade, sistem struktur serta konsep ruang dalam. Berdasarkan hasil perancangan, dapat dilihat bahwa bangunan Balikpapan Convention Center pada bangunan Meeting Avenue terlihat seperti Rig minyak, bagian Crown Tower pada dianalogikan sebagai Sky View, bagian Moon Pool dianalogikan sebagai Sky Bridge, Subs-Structure dari Rig diterapkan sebagai struktur bangunan dan ornament façade, serta Rig Supplier Ship diambil sebagai dasar bentukan Conference Avenue dalam perancangan. Kata kunci : Konvensi, Sinsign, Convention Center, Balikpapan