Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PENDIDIKAN PADA MAHASISWA PGSD SEMESTER VI UNIVET BANTARA SUKOHARJO Meidawati Suswandari; Moefty Mahendra; Munawir .
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i2.959

Abstract

Abstract This class action research aims to determine the extent of Problem Solving Approach Can Improve Learning Outcomes of Sociology of Education in Student PGSD Univet Bantara Sukoharjo VI semester academic year 2014/2015. Results of action research shows that use of problem solving methods proven to improve learning outcomes Sociology of Education at the VI semester students PGSD even academic year 2014/2015. Improved learning outcomes sociology of education can be evidenced by the significant increase in prasiklus and each cycle. At this stage of prasiklus, the value of the average grade: 1). The number of students who declared successful in this study were students who obtain Prasiklus value ?óÔÇ??Ñ76 of 59 students, the first cycle a number of 86 students, and Cycle II a number of 101 students from the overall total of 112 students. 2). The number of students who otherwise have not been successful in this study were students who scored <74 of Prasiklus 53 students, the first cycle a number of 26 students, and a number of 11 students of the second cycle of the overall total of 112 students.Keywords : green school, awearness, responsibility
PEMAHAMAN GURU DINIYAH TERKAIT METODE ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DI MADRASAH DINIYAH AL HAMIDIYAH BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG Ah Nailul Khikam; Munawir .
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.44 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2295

Abstract

Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman guru diniyah terkait metode pembelajaran active learning dalam pembelajaran di Madrasah Diniyah al Hamidiyah. Populasi penelitian ini adalah 36 orang guru diniyah kelas 1,2, 3 Wustho dan Ulya. Responden penelitian berjumlah 10 guru. Pemilihan tersebut dilakukan secara acak yang terdiri dari 9 guru laki-laki dan 1 guru perempuan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan: observasi dan angket. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa pemahaman guru diniyah terkait metode active learning sebanyak 50% kategori sedang, 30% kategori tinggi, dan 20% kategori sangat tinggi. Hal itu berarti, sebagian besar guru di Madrasah Diniyah al Hamidiyah sudah dapat memahami karakteristik metode active learning. Dengan memahami karakteristik metode active learning secara memadai, selian sebagai modal dasar untuk memudahkan guru diniyah mengaplikasikan metode active learning di madrasah diniyah, juga dapat memudahkan guru diniyah dalam mengoptimalkan aktivitas pembelajaran di Madrasah Diniyah al Hamidiyah, sehingga pembelajaran di masrasah diniyah akan semakin berkualitas.
Menjadi Guru Profesional di Abad 21: Keterampilan Dalam Literasi Digital Munawir .; Nur Muhammad Muhidin
Jurnal Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v34i2.6696

Abstract

Pada abad ke-21, peran gurumengalami transformasi signifikan seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat dan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang. Guru profesional masa kini dituntut untuk memilikiberagamkompetensiagartetaprelevandanefektifdalamprosespembelajaran.Keterampilanpenting yang harus dimiliki antara lain strategi pedagogis yang inovatif, literasi teknologi, serta kecakapan sosial dan emosional yang kuat. Integrasi teknologi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan keterlibatan danpembelajaran yang dipersonalisasi. Di samping itu, guru harus mampu membangun hubungan positif dengan siswa guna menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.Pengembangan profesionalberkelanjutan jugasangatpenting,karenamemungkinkanguruuntuk beradaptasi dengan perubahan kurikulum, kebijakan pendidikan, dan tren global yang muncul. Kemampuan untuk merefleksikan praktik, menerima umpan balik, dan berkolaborasi dengan sesama pendidik turut menunjang pertumbuhan dan profesionalisme seorang guru. Dengan demikian, guru abad ke-21 tidak hanya sebagai penyampai ilmu,tetapi juga  fasilitator,mentor,dan pembelajar sepanjang hayat yang siap menghadapi tantangan pendidikan modern