Nurul Azizah Choiriyah
Program Studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Darussalam Gontor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh penambahan ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) pada aktivitas antioksidan nuget tempe viqi sajidah; Amilia Yuni Damayanti; Nurul Azizah Choiriyah; Mira Dian Naufalina
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 2 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i2.2661

Abstract

Senyawa flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki struktur inti dan termasuk sebagai senyawa polifenol karena mengandung dua atau lebih gugus hidroksil. Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah, menunda, dan menghilangkan kerusakan oksidatif pada molekul target, seperti lemak, protein dan DNA. Penambahan ekstrak bawang dayak diharapkan dapat meningkatkan senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan nuget tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) terhadap senyawa flavonoid, dan aktivitas antioksidan nuget tempe. Penelitian dilakukan menggunakan RAL (Rancangan Acak Rangkap) dengan dua kali ulangan. Aktivitas antioksidan diuji dengan 1,2,2 – Diphenyl Picryl Hydrazyl (DPPH). Pada uji aktivitas antioksidan memiliki nilai p value 0,000.
EKSTRAKSI SENYAWA ANTOSIANIN DAN FENOLIK ROSELLA UNGU DENGAN VARIASI PELARUT Nurul Azizah Choiriyah
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i1.1017

Abstract

ABSTRACT Roselle is a good source of phenolic and anthocyanin compound. The objective of this study was to determine the best solvent for extracting anthocyanin and phenolic compound of roselle. Roselle was extracted using ethanol 70%:citric acid (88:2 b/b), water:ethanol 70%:citric acid (50:44:2 b/b/b), and water:citric acid (100:2 b/b). Evaluation parameter were phenolic content, anthocyanin content and antioxidant activity (DPPH method). Data was taken triplicate for all parameters using completely randomized experiment design. Highest antioxidant activity, phenolic and anthocyanin content was obtained in roselle extract using            water:ethanol 70%:citric acid (50:44:2 b/b/b).  Keywords: roselle, anthocyanin, phenolic, antioxidant, solvent ABSTRAK Rosella merupakan bahan yang mengandung senyawa fenolik dan antosianin yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pelarut (air+asam, air+ethanol 70%+asam, dan ethanol 70%) terpilih dalam mengekstrak rosella berdasarkan kadar total fenolik, kadar total antosianin, dan aktivitas antioksidan DPPH. Ekstraksi rosella dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%:asam sitrat (88:2 b/b), air:etanol 70%:asam sitrat (50:44:2 b/b/b), dan air:asam sitrat (100:2 b/b). Parameter yang diamati adalah  kadar fenolik, antosianin, dan aktivitas antioksidan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan percobaan.Ekstrak rosella dengan kadar fenolik, antosianin, dan aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh dengan menggunakan pelarut air:etanol 70%:asam sitrat (50:44:2 b/b/b). Kata kunci: rosella, antosianin, fenolik, antioksidan, pelarut
Analisis perbedaan jenis pembungkus terhadap kadar proksimat dan daya terima tempe biji lamtoro (Leucaena Leucocephala) Indahtul Mufidah; Fathimah Fathimah; Joyeti Darni; Nurul Azizah chairiyah
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 2 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i2.2165

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam pangan  yang berlimpah salah satunya adalah biji-bijian yang memiliki zat gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam diet atau menu sehari-hari. Pada saat ini sudah banyak olahan dari biji-bijian salah satunya adalah tempe. Biji-bijian yang biasa digunakan dalam pembuatan tempe adalah biji kedelai. Jenis biji-bijian lain yaitu biji lamtoro dapat digunakan dalam pembuatan tempe. Plastik dan daun biasanya digunakan sebagai pembungkus tempe selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis pembungkus terhadap kadar proksimat dan organoleptik tempe biji lamtoro. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap 1 faktor. Analisis statistik yang digunakan independent T-test jika berdistribusi normal dan mann whitneyjika tidak berdistribusi normal dengan drajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pembungkus pada tempe biji lamtoro berbeda nyata terhadap kadar lemak, karbohidrat, air dan serat kasar (p < 0,05) namun tidak berbeda nyata terhadap kadar abu dan protein (p>0,05). Perbedaan jenis pembungkus tidak berbeda nyata terhadap organoleptik parameter warna, aroma, tekstur (p>0,05) dan berbeda nyata pada parameter rasa (p<0,05). Tempe yang dibungkus daun pisang memilki tingkat kesukaan lebih tinggi dari pada tempe yang dibungkus plastik.