Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pemanfaatan Karbon Aktif Tempurung Kelapa sebagai Media Filtrasi Air di Desa Sumberwudi Lamongan Linda Silvia; Darminto; Agus Purwanto; Fahmi Astuti; Mochamad Zainuri
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.992 KB)

Abstract

Ketersediaan air bersih di wilayah pedesaan dan pinggiran sungai sangat tergantung pada sumber air di alam seperti sumur air tanah dangkal. Namun, ketika musim kemarau, sumur air tanah dangkal menjadi payau dan membuat masyarakat Desa Sumberwudi Karanggeneng Lamongan beralih memanfaatkan aliran air dari Sungai Bengawan Solo. Pengolahan air sudah dilakukan menggunakan metode pengendapan sederhana, namun seringkali air yang dihasilkan masih jauh dari kata jernih dan bersih karena masih banyaknya endapan lumpur yang terbawa sehingga berwarna kecoklatan. Sehingga dalam program pengabdian masyarakat ini akan dibuat alih teknologi dengan memanfaatkan karbon aktif tempurung kelapa yang keberadaannya melimpah di alam dengan harga yang cukup terjangkau sebagai media fitrasi air. Filter yang dibuat dipasang di salah satu fasilitas umum (mushola) dan SMPN 1 Karanggeneng Lamongan. Berdasarkan hasil pengujian air menggunakan water quality tester yang telah diperoleh bahwa filter air mampu meningkatkan kualitas air sebesar 25%. Pengujian yang digunakan antara lain: Total Dissolved Solid (TDS), pH, salinitas, elektrokonduktivitas, dan temperatur. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat membuat filter air secara mandiri menggunakan bahan di sekitar dengan harga yang cukup terjangkau untuk mendapatkan kualitas air yang memadai.
Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pencacah dalam Upaya Pemanfaatannya sebagai Produk Tepat Guna di Desa Candimulyo - Dolopo - Madiun Fahmi Astuti; Suminar Pratapa; Suasmoro; Triwikantoro; Yoyok Cahyono
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1994.73 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.504

Abstract

Produksi buah kelapa Indonesia rata-rata 15,5 miliar butir/tahun, setara 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut, dan 3,3 juta ton debu sabut. Sabut kelapa merupakan hasil samping dari buah kelapa yang berpotensi cukup besar. Saat ini pemanfaatannya masih belum optimal bahkan cenderung menjadi limbah lingkungan. Pemanfaatan mesin pencacah untuk pengolahan lebih lanjut sabut kelapa menjadi produk tepat guna misalnya: serat sabut kelapa (cocofiber) dan serbuk sabut kelapa (cocopeat) yang merupakan dua produk turunan dari sabut kelapa yang melalui beberapa penelitian dapat diolah menjadi material pendukung interior dan furnitur. Dengan demikian, maka limbah sabut kelapa dapat menjadi lebih bernilai ekonomis yang tentunya sangat berdampak positif pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penghasil kelapa. Sasaran masyarakat dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Candimulyo, Dolopo, Madiun yang mana terdapat pengepul kelapa dan sentra distribusi kelapa di desa tersebut. Produk mesin pencacah yang dibuat bekerjasama dengan industri diharapkan menjadi produk dari perguruan tinggi yang dapat diimplementasikan langsung dan bermanfaat dalam jangka panjang untuk mitra.