Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kepemimpinan Partai Politik Perolehan Kursi Terbanyak Partai Persatuan Pembangunan Di Kabupaten Gowa Pada Pemilu 2019 Muhammad Imran; Torau, Sofyanto Torau
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 6 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan pemimpin memberikan arti penting dalam memberikan arah kebijakan  suatu organisasi dalam mencapai harapan yang kedepan, salah organisasi politik yang mewarnai kehidupan Negara demokrasi adalah lahirnya partai politik seperti halnya dalam penelitian ingin mengetahui langka-langka yang diambil Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Gowa pada Pemilu 2019 dengan perolehan  kursi terbanyak DPRD Kabupaten Gowa dalam pemilihan legislatif 2019 diantara partai-partai yang ikut bertanrung pada pileg tahun 2019. Partai berlambang Ka’bah itu berhasil meloloskan 8 (delapan) usungan caleg untuk menduduki kursi DPRD Gowa. Hasil ini juga memastikan PPP mendapat kursi Ketua DPRD Gowa Periode 2019-2024. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif naratif. Adapun pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisa dalam kerangka teoritis pemikiran Maurice Duverger tentang  kepemimpinan di dalam partai politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal keanggotaan ada 3 (tiga) hal yang dilakukan oleh PPP Kabupaten Gowa. Pertama, PPP terbuka untuk merekrut tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh untuk bergabung menjadi pengurus dan caleg PPP. Kedua, PPP Kabupaten Gowa terbuka dengan tidak meminta mahar politik kepada calegnya. Hal ini membuat para caleg merasa nyaman dan fokus bekerja dalam memenangkan pemilu. Kebijakan ini dilakukan oleh Nursyam Amin sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa ketiga kekuatan salah seorang manta ketua DPC PPP dan sekarang menjadi anggota DPR RI bapak Amir Uskara.
Studi Kitab Al-Mu’in karya AG. Abd Muin Yusuf Dalam Lensa Akidah Syariah Tasawuf Yolan Hardika Pratama; Rusdi; Zulfi Fadhlurrahman; Muhammad Imran; ⁠⁠Muchamad Subulul Hikam
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1333

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tafsir Al-Muin, sebuah karya monumental yang diprakarsai oleh Abd. Muin Yusuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, bertumpu pada studi literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa Tafsir Al-Muin, yang aslinya berjudul Tafsere Akorang Ma’basa Ugi, merupakan produk vernakularisasi Al-Qur'an yang signifikan di tatar Bugis, Sulawesi Selatan. Profil Abd. Muin Yusuf sebagai ulama, pendidik, politisi, dan pemimpin masyarakat turut membentuk karakter tafsir ini. Alasan utama penulisannya adalah kebutuhan masyarakat Bugis akan pemahaman Al-Qur'an dalam bahasa ibu mereka, serta tanggung jawab keulamaan. Tafsir ini menggunakan metode tahlili (analitis) dengan merujuk pada beragam sumber klasik dan kontemporer, serta menunjukkan corak yang tidak dominan pada satu aspek (fikih, kalam, atau tasawuf) melainkan berupaya menyajikan panduan yang holistik. Pemikiran. Abd. Muin Yusuf yang tercermin di dalamnya bercirikan moderasi, penghargaan terhadap perbedaan pendapat (khilafiyah), dan upaya kontekstualisasi ajaran Islam. Aspek lokalitas sangat kental melalui penggunaan bahasa Bugis dan aksara Lontara', serta relevansinya dengan budaya setempat. Meskipun memiliki kelebihan dalam aksesibilitas bagi penutur Bugis dan kelengkapannya, keterbatasan jangkauan bagi non-penutur Bugis menjadi salah satu kekurangannya. Tafsir ini diterima luas oleh masyarakat Bugis, khususnya sebagai rujukan para dai. Kajian ini menegaskan signifikansi Tafsir Al-Muin dalam khazanah intelektual Islam Nusantara dan relevansinya bagi studi Islam kontemporer.