Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DAN PREFERENSI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KAMPUNG EBUNGFA, KABUPATEN JAYAPURA Alfons, Alfred Benjamin; Condro, Novita
DINAMIS Vol 19 No 1. Juli (2022): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v19i1.1192

Abstract

Manusia dalam aktivitas sehari-hari menghasilkan sampah sebagai sisa dari aktivitas atau kegiatan. Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga tentunya meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pola hidup konsumtif. Permasalahan sampah tidak hanya terjadi di daerah perkotaan tetapi juga di daerah perkampungan. Kampung Ebungfa merupakan salah satu kampung yang terletak di sebuah pulau di tengah Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Mengingat lokasinya yang berada cukup jauh dari pusat kota, maka diperlukan suatu konsep pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lokasi tersebut. Salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Ebungfa adalah Aspek Sosial. Oleh karena itu, kearifan lokal dan preferensi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kampung Ebungfa perlu dikaji secara mendalam mengingat selama ini pelayanan pengangkutan sampah di Kampung Ebungfa belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kearifan lokal dan preferensi masyarakat di Kampung Ebungfa terhadap pengelolaan sampah rumah tangga yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, berupa analisis deskriptif dan deskriptif komparatif terkait pola penanganan sampah rumah tangga, kearifan lokal dan preferensi masyarakat terkait penanganan sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh masyarakat. Hasil penelitian diperoleh bahwa Suku Sentani yang bermukim di Kampung Ebungfa pada prinsipnya telah memiliki pengetahuan kearifan lokal dalam penanganan sampah rumah tangga dan Pola penanganan sampah yang diinginkan oleh masyarakat yang bermukim di Kampung Ebungfa ialah sistem pengelolaan sampah secara individual oleh masyarakat, dimana masyarakat terlibat secara langsung dalam pengelolaan sampah yang meraka hasilkan melalui kelompok–kelompok masyarakat yang ada di sana.
Skrinning Fitokimia Pandanus julianetii Sebagai Sumber Pangan Fungsional Lokal Papua Condro, Novita
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i1.6182

Abstract

Pandanus julianetii or the local name is tuke, also called kelapa hutan is a commodity plant in the Papua Mountain area and has long been used by local people as food. This aims to identify bioactive compounds through phytochemical screening in extraction to find out and study the potential of Pandanus julianetii as a local functional food of Papua. Raw Pandanus julianetii was obtained from Yahukimo District. Pandanus julianetii used three treatments namely raw, burned, and smoked. Furthermore, the stages of sample preparation are made into powder and extracted. Phytochemical screening analysis includes alkaloid, flavanoid,and tannin tests. Phytochemical screening resulted showed that Pandanus julianetii contains flavonoids, alkaloids, saponins and tannins which are bioactive components and have functional properties.
ANALISIS KADAR LEMAK PADA PRODUK COKLAT DI RUMAH COKLAT KENAMBAI UMBAI KABUPATEN JAYAPURA Selmi Yohana Stefanie; Novita Condro; Natalia Mano
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jupiter-sta.v2i1.51

Abstract

Cocoa is a type of plantation plant that is very popular with preparations the fruit, chocolate is processed derived from cocoa beans. In Jayapura Regency, there is a household industry, the Kenambai Umbai Chocolate House, which processes fermented cocoa beans from farmers in the Nimbokran District, Jayapura Regency. The purpose of this study was to determine differences in fat content in chocolate bar products from the household industry, Kenambai Umbai Chocolate House, Jayapura Regency, and commercial chocolate products. The implementation of the fat content test was carried out at the Chemistry Education Laboratory, Cenderawasih University, Jayapura. The method used for the fat content in chocolate bars is a qualitative method because the analysis was carried out in the laboratory using the Soxhlet method. The fat content of chocolate at Kenambai Umbai Chocolate House after being tested for fat content using the Soxhlet method, in one package of chocolate with a net weight of 100 grams contains 21.4% total fat. Meanwhile, the SNI (Indonesian National Standard) for total fat in chocolate bars is > 31%. So it can be concluded that the fat content in chocolate products Kenambai Umbai Chocolate House does not meet SNI.
Peningkatan Nilai ekonomi produk tanaman pangan dan perkebunan melalui teknologi tepat guna di Arso IV, Kabupaten Keerom Papua Yulius Gae Lada; Novita Condro; Efraim Mangaluk; Triana M. Kubelaborbir; Ermy D. Sumanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41254

Abstract

Abstrak Kawasan Arso IV, Kabupaten Keerom, memiliki potensi agraris yang melimpah pada komoditas keladi dan kakao, namun mayoritas petani masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah (raw material) yang memicu fluktuasi harga dan rendahnya pendapatan. Permasalahan ini diperparah oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam melakukan diversifikasi produk serta minimnya penerapan standar pascapanen, khususnya proses fermentasi kakao. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK/KWT sebagai pengelola hilirisasi dan bapak-bapak tani sebagai penyedia bahan baku di Kampung Arso IV melalui pendekatan partisipatif bottom-up. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi audiovisual (penayangan video tutorial secara terstruktur tanpa praktik langsung di tempat), yang mencakup aspek manajemen usaha agrisbisnis, diversifikasi pengolahan keladi menjadi keripik, dan pencetakan cokelat batang sesuai standar higienitas serta parameter teknis. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan pencapaian yang optimal, di mana aspek kognitif peserta mengalami peningkatan pemahaman melampaui target minimal 75% dari kondisi awal, serta aspek psikomotorik prosedural berhasil membekali peserta dalam mengenali tahapan kritis dan parameter teknis pengolahan. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik serta mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Sebagai tindak lanjut, program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan fasilitasi bantuan alat tepat guna dan pendampingan pemasaran guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: diversifikasi produk; pemberdayaan perempuan; kakao; keladi; demonstrasi audiovisual. Abstract Arso IV region in Keerom Regency possesses abundant agricultural potential, particularly in taro (keladi) and cocoa commodities. However, the majority of farmers still sell their harvest in the form of raw materials, which triggers price fluctuations and low incomes. This problem is exacerbated by the community's limited knowledge in product diversification and the minimal implementation of post-harvest standards, especially proper cocoa fermentation processes. This Community Service Program (PkM) aims to empower PKK/Women Farmers Groups (KWT) as downstream management agents and male farmers as raw material suppliers in Arso IV Village through a participatory bottom-up approach. The implementation method utilized socialization and audiovisual demonstrations (structured video tutorial screenings without direct hands-on practice on-site), covering aspects of agribusiness management, taro chips processing diversification, and chocolate bar molding in accordance with hygiene standards and technical parameters. The evaluation of the activity showed optimal achievements, wherein the participants' cognitive aspect experienced an increase in understanding exceeding the minimum target of 75% from the initial condition, and the procedural psychomotor aspect successfully equipped participants in recognizing critical stages and technical parameters of processing. The activity was successfully implemented and received a positive response and high enthusiasm from the participants. As a follow-up, the program is recommended to be continued with appropriate technology tool assistance and marketing mentoring to strengthen community economic independence sustainably. Keywords: product diversification; women empowerment; cocoa; taro; audiovisual demonstration.