Widia Sri Ardias
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN LEADERSHIP TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA LULUSAN SARJANA DI SUMATERA BARAT Widia Sri Ardias; Dela Riska Rambe
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 4, No 2 (2020): Vol. 4 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v4i2.9989

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data Badan Pusat Statistik (2020) Sumatera Barat merilis informasi sensus penduduk pada Februari 2020 yang menyatakan bahwa adanya peningkatan pengangguran terdidik sebanyak 4,33 ribu orang. Pengangguran terdidik tertinggi tahun 2020 ada pada universitas. Hal ini dijelaskan oleh pemerintah dan berbagai penelitian terkait dikarenakan oleh kurang siapnya calon sarjana untuk memasuki dunia kerja. Salah satu kunci yang harus dimiliki para lulusan perguruan tinggi agar lebih siap dalam memasuki dunia kerja adalah leadership. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data regresi linier. Populasi dalam penelitian ini berjumlah  327.150 orang dan sampel sebanyak 201 orang lulusan sarjana dari universitas yang ada di Sumatera Barat dan belum bekerja. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala psikologi model likert yang dibuat sendiri oleh peneliti. Skala leadership dikembangkan berdasarkan teori dari Locke (1991) dan untuk skala kesiapan kerja peneliti didasarkan pada teori Brady (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa leadership berperan penting terhadap kesiapan kerja pada lulusan sarjana di Sumatera Barat (0,000 < 0,05).Berdasarkan perolehan data dari 201 orang lulusan sarjana universitas se-Sumatera Barat 33 orang memiliki leadership dengan kategori rendah, 145 orang memiliki leadership dengan kategori sedang dan 23 orang memiliki leadership dengan kategori tinggi. Sedangkan 34 orang memiliki kesiapan kerja dengan kategori rendah, 149 orang memiliki kesiapan kerja dengan kategori sedang dan 18 orang memiliki kesiapan kerja dengan kategori tinggi. Leadership hendaknya dilatih melalui berbagai kegiatan intra maupun ekstra kampus selama proses Pendidikan di perguruan tinggi sehingga ketika para lulusan ini memasuki dunia kerja menjadi lebih siap
Psychologycal Well-being Pada Perempuan yang Mengalami Infertilitas Sekunder Widia Sri Ardias; Bakhtiar Bakhtiar; Mela Purnama Gustia
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v24i2.3490

Abstract

This study aims to determine the factors that influence psychological well-being on women who experience secondary infertility which can be seen from the dimensions of psychological well-being. This study also wants to illustrate how psychological well-being of women experiencing secondary infertility. The research method used is a qualitative descriptive method by collecting data through observation and interview techniques. Data analysis techniques with data reduction and categorization, making a description of the data, and then drawing conclusions. The data validity test through the extension of observation, increases the perseverance of triangulation. The results found first, the factors that influence psychological well-being in women who experience secondary infertility are age, social support from the surrounding environment and religiosity factors. Second, there are two dimensions of psychological well-being, namely negative feeling uncomfortable with other people's attitudes toward themselves and positive self-reliance on good personal growth, easy to get along and have a good life purpose.
Religious Tolerance in Minangkabau from a Psychological Perspective Mai Tiza Husna; Widia Sri Ardias; Indah Andika Octavia
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v3i1.4127

Abstract

Religious intolerance in Minangkabau is an issue that is often discussed recently, as reported in print and online media. This research aims to explain the psychological dynamics of the emergence of intolerant behavior and the efforts that can be made to increase religious tolerance from a psychological point of view. This research is a qualitative research with literature study. The results showed that there are 3 processes that occur when a person will take an action or not, the first is affective (positive or negative feelings about a group), psychological (open-minded thought) and behavior (tolerant or intolerant behavior).Intoleransi beragama di Minangkabau merupakan isu yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini seperti diberitakan di media cetak dan online. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika psikologis munculnya perilaku intoleran dan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi beragama dari segi psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 proses yang terjadi ketika seseorang akan melakukan suatu tindakan toleransi atau intoleransi, yang pertama adalah afektif (perasaan positif atau negatif tentang suatu kelompok), psikologis (pikiran terbuka) dan perilaku (perilaku toleran atau intoleran).