Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Tumbuh Bersama Saudara Kandung Autism Spectrum Disorder (ASD) : Pemaknaan Sibling Relationship Pada Remaja Annisa, Fitria Eka; Octavia, Indah Andika; Adiyanti, Maria Goretti
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v13i1.3603

Abstract

Abstract: Sibling relationships will be unique case when it terms of the perspective of adolescents who have siblings with Autism Spectrum Disorder (ASD). The inability of Autism Spectrum Disorder (ASD) children in building social interaction and communication with the surrounding environment, can affect social development in adolescents. This study aims to explore the meaning of sibling relationships in adolescents who have siblings with Autism Spectrum Disorder (ASD) and the dynamics of the emergence of these meanings. This study used qualitative method with a phenomenological approach. The main participants in this study amounted with three people. Data collection uses in-depth interviewing techniques and documentation. The results of this study indicate that adolescents who have siblings with Autism Spectrum Disorder (ASD) interpret sibling relationships as a gift from God, which aims to change their thinking, emotional conditions and behavior to become more mature. In addition, the quality of sibling relationships that are owned can be influenced by life values such as religious values and moral values related to harmony in family relationships.
Refleksi Kehidupan Ibu Tunggal yang Memiliki Anak Intellectual Disability Indah Andika Octavia; Fathul Himam
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.31 KB) | DOI: 10.25077/jip.3.1.1-17.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan pengasuhan yang dimiliki oleh ibu tunggal, serta faktor yang dapat mempengaruhi pengasuhan pada anak yang mengalami intellectual disability. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan utama penelitian berjumlah dua orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Pengujian kredibilitas penelitian menggunakan member checking, triangulasi sumber, dan deskripsi secara detail terkait partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu tunggal yang mengasuh anak intellectual disability seorang diri, memaknai pengasuhan sebagai suatu titik balik kehidupan yang membantu ibu tunggal untuk menemukan kapasitas serta intensitas terbesar didalam diri mereka dalam menjalani kehidupan yang diperoleh melalui serangkaian perilaku yang bersifat evaluatif seperti refleksi diri, memahami kembali nilai hidup yang dimiliki dan menyadari otoritas dirinya dalam menjaga stabilitas keluarga dan pengasuan anak pasca ditinggal oleh suami. Selain itu, pandangan lingkungan sekitar terhadap kondisi anak juga dapat memunculkan pengaruh tertentu terhadap penerapan pengasuhan yang diberikan oleh ibu tunggal kepada anaknya.
Religious Tolerance in Minangkabau from a Psychological Perspective Mai Tiza Husna; Widia Sri Ardias; Indah Andika Octavia
Al-Adyan: Journal of Religious Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-adyan.v3i1.4127

Abstract

Religious intolerance in Minangkabau is an issue that is often discussed recently, as reported in print and online media. This research aims to explain the psychological dynamics of the emergence of intolerant behavior and the efforts that can be made to increase religious tolerance from a psychological point of view. This research is a qualitative research with literature study. The results showed that there are 3 processes that occur when a person will take an action or not, the first is affective (positive or negative feelings about a group), psychological (open-minded thought) and behavior (tolerant or intolerant behavior).Intoleransi beragama di Minangkabau merupakan isu yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini seperti diberitakan di media cetak dan online. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika psikologis munculnya perilaku intoleran dan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi beragama dari segi psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 proses yang terjadi ketika seseorang akan melakukan suatu tindakan toleransi atau intoleransi, yang pertama adalah afektif (perasaan positif atau negatif tentang suatu kelompok), psikologis (pikiran terbuka) dan perilaku (perilaku toleran atau intoleran).
Parenting Style for Single Mothers in Yogyakarta Indah Andika Octavia
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v25i1.4111

Abstract

A single mother is not an option in a woman’s life. When you become a single mother, there will be changes in the family, including changes in the roles and duties that single mothers in raising children must bear. Including how to apply rules, teach values and norms, give attention and affection, and show good attitudes and behavior to become examples or role models for their children. Therefore, research related to how the dynamics of a single mother apply the parenting style that she gives to her children is fascinating to study. The subject of this research is a single mother who has one child. The study results found two themes, namely the role of parents and knowledge about parenting. In addition, there are also several impacts of inconsistent parenting related to children’s behavior. Children tend to be temperamental, irritable, and have weak emotional control.
Pembinaan Tanggung Jawab Anggota Organisasi Forum Anak Melalui Responsibility Training Indah Andika Octavia; Sri Nur Elizah; Puti Lenggogeni
Journal of Social Outreach Vol 2, No 1 (2023): Journal of Social Outreach
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jso.v2i1.4512

Abstract

Suatu organisasi memiliki visi dan misi serta mempunyai program kerja setiap bidang dalam menjalankan tugasnya. Program kerja yang direncanakan memerlukan tanggung jawab dari anggota organisasi. Pada studi ini, peneliti melakukan penelitian responsibility pada organisasi Forum Anak yang memiliki persoalan bahwa anggota organisasi belum maksimal dalam menjalankan sebagian tugas yang disebabkan oleh beberapa kendala. Untuk meningkatkan performa serta kesadaran diri akan tanggung jawab dari anggota organisasi Forum Anak, pelatihan tanggung jawab sangat dibutuhkan. Melalui pelatihan yang dilaksanakan dapat membantu organisasi Forum Anak dalam menjalankan tugas-tugas sebagaimana semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh dari pemberian pelatihan tanggung jawab kepada Organisasi Forum Anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest. Hasil penelitian menunjukkan pembinaan tanggung jawab dengan menggunakan responsibility training efektif dilakukan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas yang sudah direncanakan dari anggota Organisasi Forum Anak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan yang diberikan berpengaruh untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dari keanggotaan Organisasi Forum Anak melalui responsibility training. Kata Kunci: Responsibility, Organisasi Forum Anak
Tedhak Siten: Kognisi Pengasuhan Masyarakat Jawa Indah Andika Octavia; Anissa Yuwantina
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 4, No 3 (2023): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v4i3.21904

Abstract

Kebudayaan merupakan sikap, perilaku dan simbol yang dianut dalam suatu kelompok dan biasanya dikomunikasikan dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Tradisi dari budaya itu sendiri biasanya dianggap nyata secara umum, terwujud melalui perayaan atau upacara, diyakini secara turun temurun dan dipatuhi dalam sebuahkomunitas masyarakat. Setiap tradisi yang di buat memiliki arti/ajaran/nilai yang di junjung tinggi dalam masyarakat tersebut, sehingga pandangan yang terdapat dalam sebuah tradisi menampakkan harapan dan pola pemikiran masyarakatnya. Salah satu budaya yang ada di Jawa yaitu Tedhak Siten. Tedhak Siten merupakan sebuah upacara tradisiyang memiliki makna mendalam di dalamnya. Makna terpenting dalam Tedhak Siten adalah rangkaian upacara tradisi tersebut merupakan salah satu wujud dari penerapan kognisi pengasuhan orang tua. Budaya yang kuat hendaknya   dimiliki oleh orang tua untuk mempertahankan kognisi pengasuhan yang sesuai bagi anak mereka. Nilai dalam kognisipengasuhan harus sesuai dengan nilai budaya yang dianut supaya saling terkait dengan tujuan pengasuhan pada anak. Oleh karena itu, tulisan ini untuk membahas asumsi terkait budaya yang berkembang di sekitar kognisi pengasuhan pada masyarakat Jawa. 
Peningkatan Perkembangan Komunikasi Pada Anak Down Syndrome Melalui Terapi Murottal Octavia, Indah Andika; Lenggogeni, Puti
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v15i1.7179

Abstract

Salah satu kemampuan utama dalam tumbuh kembang anak adalah kemampuan komunikasi. Kesulitan berkomunikasi juga dialami oleh anak down syndrome. Mayoritas komunikasi yang dilakukan oleh anak down syndrome ialah cenderung menggunakan kata yang kurang dapat dipahami oleh orang lain disebabkan pengucapan vokal yang kurang jelas atau kesalahan penggunaan kata sehingga orang lain kurang dapat memahami isi pembicaraan. Salah satu upaya yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak down syndrome adalah terapi murottal Al-Qur’an. Terapi murottal dapat diberikan pada anak penyandang down syndrome sebagai upaya untuk menunjang perkembangan komunikasi mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas terapi murottal dalam meningkatkan perkembangan komunikasi pada anak down syndrome. Adapun variabel sekunder dalam penelitian ini yang akan dikontrol berupa IQ subjek, kebisingan, dan suasana sosial selama penelitian. Teknik analisis penelitian yang dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik. Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Independent Mann Whitney U yang menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,513. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pemberian perlakuan berupa terapi murottal dan terapi musik terhadap peningkatan kemampuan komunikasi pada anak down syndrome. Namun, dari hasil analisis secara kualitatif semua subjek terlihat mengalami peningkatan bahasa baik secara ekspresif/verbal maupun reseptif/nonverbal dan terapi ini mampu memberikan peningkatan bahasa pada subjek.
Kesepian pada Lansia yang Mengikuti Organisasi di Nagari Limbanang Kecamatan Suliki Suhendri, Ilham Asyraf; Bakhtiar, Bakhtiar; Octavia, Indah Andika
Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alqalb.v14i2.6058

Abstract

Usia lansia merupakan perkembanga akhir dari manusia. Pada usia lanjut banyak terjadi penurunan kualitas pada diri individu baik fisik maupun psikis. Salah satu permasalahan psikis yang dialami oleh lansia yaitu perasaan kesepian. Penyebab dari kesepian yang terjadi pada lansia diantaranya adalah karena ditinggal anak ataupun karena ditinggal mati oleh pasangan dan juga berkurangnya hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika konsep kesepian yang terjadi pada lansia yang masih mengikuti organisasi di Nagari Limbanang Kecamatan Suliki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang lansia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik menurut Moustakas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kesepian terjadi disaat lansia merasa minder dan ditinggalkan disaat teman-temannya bepergian. Kesepian juga terjadi karena tidak adanya hubungan yang akrab walaupun lansia mengikuti organisasi. Motivasi lansia mengikuti organisasi adalah karena ada kepuasan tersendiri yang dirasakan disaat masih bisa berkumpul dengan teman-teman.
Resiliensi Atlet Penyandang Tuna Daksa Non Bawaan di NPCI (National Paralympic Commitee Indonesia) Kota Padang Wildayati, Rini; Fitriana, Dewi; Octavia, Indah Andika
Journal of Psychology Students Vol 3, No 2 (2024): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v3i2.34801

Abstract

Individu yang awalnya memiliki kondisi fisik normal kemudian menjadi tunadaksa non-bawaan akan mudah mengalami gangguan psikologis, seperti tidak percaya diri, mudah putus asa serta kehilangan ambisi untuk masa depan. Namun, hal ini berbeda bagi kedua subjek penelitian yang menjadi penyandang disabilitas sejak usia muda. Meskipun demikian, mereka tidak menyerah dan bahkan berhasil meraih berbagai prestasi, salah satunya sebagai atlet tunadaksa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses resiliensi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah atlet tunadaksa non-bawaan yaitu, AI dan IAF. Berdasarkan hasil penelitian AI dan IAF hanya memiliki empat proses resiliensi, yaitu menganalisis masalah, empati, efikasi diri, dan pencapaian atau peningkatan aspek positif. Aspek resiliensi yang tidak dimiliki adalah regulasi emosi, mengontrol impuls, dan optimis. Terdapat tiga faktor yang memengaruhi AI dan IAF dalam resiliensi. Pertama, faktor individu, berupa keinginan yang kuat untuk bangkit serta dorongan spiritual. Kedua, faktor keluarga, terutama orang tua. Ketiga, faktor eksternal, berupa dukungan dari komunitas khusus disabilitas yaitu NPCI Kota Padang.