Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : VALENSI

Pemerangkapan Ammonium (NH4 +) dari Urine Dengan Zeolit Pada Berbagai Variasi Konsentrasi Urine La Ode Sumarlin; Salih Muharam; Andhi Vitaria
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.651 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.220

Abstract

Urine sebagai limbah yang mengandung nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk.Akan tetapi, pada kondisi tertentu dalam air, urea mempunyai ion ammonium yang dapatberubah menjadi nitrit yang bersifat racun atau berubah menjadi ammoniak yang dapatmencemari udara. Untuk mencegah masalah lingkungan tersebut dan efisiensi pupuk makadigunakan zeolit untuk memperlambat dan mencegah perubahan ion ammonium menjadi ionyang bersifat racun. Salah satu sifat zeolit adalah mampu menyerap (adsorpsi) zat organikmaupun zat anorganik dan penukar kation ( ion exchanger) (Dixon, 1989). Ion ammoniummemiliki peluang terbesar untuk terserap dalam zeolit dengan cara penukaran kation. Salah satumetode analisis terhadap daya adsorpsi zeolit adalah metode impregnasi basah, dimana zeolitdirendam dalam berbagai konsentrasi urine 0%(Zo), 5%(Z1), 10%(Z2), 15%(Z3), 20%(Z4) dan25%(Z5). Analisis NH4+dalam filtrate hasil impregnasi zeolit menggunakan spektrofotometerUV/Vis adalah Zo (urine awal) berkisar 72,513 mg/L, Z1 (60,951 mg/L), Z2 (62,191 mg/L), Z3 (69,072 mg/L), Z4 (51,243 mg/L) dan Z5 (58,750 mg/L). Maka didapat kapasitas adsorpsiterbesar adalah pada konsentrasi Z4 yaitu berkisar 21,270 mg/L. Karakterisasi zeolit hasilimpregnasi menggunakan spektrofotometer FTIR terhadap zeolit Zo dan Z4, nampakpuncak/spektra baru pada 1427 cm-1 merupakan ammonium (NH4+) yang terperangkap olehzeolit dalam bentuk garam ammonium.
Peningkatan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) menggunakan Kombinasi Metode Fermentasi, Delignifikasi dan Destilasi Salih Muharam; Lela Mukmilah Yuningsih; Iim Sulaeman Rohana
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.999 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.5219

Abstract

Penyulingan minyak nilam tradisional dilakukan dalam kapasitas kecil dan menggunakanmetode penyulingan sederhanaberdasarkan pada perbedaan titik didih yang jauh atau salah satu komponen bersifat volatil. Proses ini menghasilkan kualitas minyak nilam kurang baik seperti bilangan asam lebih dari 8, minyak berwarna gelap, patchouli alkohol kurang dari 30%, dan kadarair tinggi.Pada penelitian ini telah dilakukan penyulingan minyak dari tanaman nilammenggunakan kombinasi metode yaitu fermentasi-delignifikasi, destilasi dan pemurnian untuk meningkatkan kualitas minyak nilam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi proses fermentasi-delignifikasi-destilasi-adsorpsi menghasilkan kualitas minyak nilam yang lebih baik dengan kualitas bilangan asam, kandungan patchouli alkohol,  kadar air dan bobot jenis berturut-turut adalah 7.48, 35.60%, 0.56%,0.0957. The traditional distillationof patchouli oil conducted in small capacity and using a simple distillation method based on differences of wide a boiling point or one component is volatile. This process results a poor quality of patchouli oils such as the acid numbers is more than 8, dark-colored oils, patchouli alcohols contentis less than 30%, and high water content. In this research has been done oil distillation from patchouli plants using a combination of methods i.e. fermentation-delignification, distillation and purification to improve of patchouli oil quality. The results show that the combination of the fermentation-delignification-distillation-adsorptionis better in quality of patchouli oil with the acid number, patchouli alcohol content, water content and density were 7.48, 35.60%, 0.56%, and 0.0957 respectively.