Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak dengan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19 Delina Rahmalia Wahyudi; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.126 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.934

Abstract

Abstract. The increase in COVID-19 cases that occur every day has prompted the Indonesian government through the Ministry of Education and Culture to issue Circular No. 4 of 2020 concerning the Implementation of Education Policies in the Emergency Period for the Spread of COVID-19. One of the points of the circular contains that the learning process is carried out from home using ansystem e-learning. Therefore, SDN 190 Cisaranten Kidul Bandung implements the government's recommendation through the circular letter to implement e-learning. With the existence of e-learning, parents can use it well in establishing good communication with children, one of which is by helping, providing understanding, providing motivation when children face difficulties when implementing e-learning. The theory that is considered relevant in this research is using the theory of interpersonal communication according to Devito and the theory of learning motivation according to Hamzah B. Uno. The research method used is a quantitative (correlational) method with a correlation test using Rank Spearman using the SPSS Version 24 application, the sampling technique using proportional sampling, with 67 respondents. In collecting data the researchers used a questionnaire (questionnaire). The results obtained from this study are that there is a high and significant relationship between parent-child interpersonal communication and children's learning motivation during the COVID-19 pandemic. Abstrak. Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi tiap harinya membuat pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19. Salah satu poin dari surat edaran tersebut berisi bahwa proses belajar dilakukan dari rumah menggunakan sistem e-learning. Maka dari itu SDN 190 Cisaranten Kidul Bandung menerapkan anjuran pemerintah melalui surat edaran tersebut untuk melaksanakan e-learning. Dengan adanya e-learning dapat dimanfaatkan dengan baik oleh orang tua dalam menjalin komunikasi yang baik dengan anak, salah satunya yaitu dengan membantu, memberikan pemahaman, memberikan motivasi ketika anak menghadapi kesulitan saat melaksanakan e-learning. Teori yang dianggap relevan pada penelitian ini yaitu menggunakan teori komunikasi interpersonal menurut Devito dan teori motivasi belajar menurut Hamzah B.Uno. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif (korelasional) dengan uji korelasi menggunakan Rank Spearman dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS Versi 24, teknik penarikan sampel menggunakan proportional sampling, dengan 67 responden. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan angket (kuisioner). Hasil yang di dapat dari penelitian ini yaitu adanya hubungan yang tinggi dan signifikan antara komunikasi interpersonal orang tua dan anak dengan motivasi belajar anak di masa pandemi COVID-19
Hubungan Cyber Public Relations dengan Pembentukan Citra Perusahaan Hary Yady Pratama; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.372 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1768

Abstract

Abstract. The reason for this research is to find out is there a relationship between cyber public relations activities by PT.Ordivo Teknologi Indonesia and the formation of corporate image. The theory used in this research is several Cyber ​​Public Relations activities and the theory of Corporate Image. Cyber ​​Public Relations activities as variable x include aspects of activities on the Website, Social Media and Forums or Online Communities. Meanwhile, according to the theory of Corporate Image (Corporate Image) as a variable y there are 4 (four) elements that make up the company's image, namely: Personality, Reputation, Value, Corporate Identity. The method used is a quantitative correlational method. The population of this research are PT.Ordivo Teknologi Indonesia product users who join the orderonline.id facebook group. With a total sample of 98 people from the total population. The method of data collection was done by distributing questionnaires, interviews, and literature studies. This study aims to determine the relationship of Cyber ​​Public Relations with the formation of the corporate image of PT.Ordivo Teknologi Indonesia. The results of this study from each derivative variable have a relationship, each of the 4 items has a relationship based on the results of the correlation value between the subvarieble and variable, and there is a strong relationship between cyber public relations activities and the formation of the corporate image of PT.Ordivo Teknologi Indonesia. Abstrak. Alasan yang mendasari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kegiatan cyber public relations yang dilakukan oleh PT.Ordivo Teknologi Indonesia dengan pembentukan citra perusahaan. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah beberapa kegiatan Cyber Public Relations dan teori Corporate Image (Citra Perusahaan). Kegiatan Cyber Public relations sebagai variable x meliputi aspek kegiatan pada Website,Media Sosial dan Forum atau Komunitas Online. Sedangkan menurut teori Corporate Image ( Citra Perusahaan ) sebagai variabel y ada 4 (empat) elemen yang membentuk citra perusahaan, yaitu: Personality, Reputation, Value, Corporate Identity. Metode yang digunakan adalah metode korelasional kuantitatif. Yang menjadi populasi dari penelitian ini yaitu Pengguna produk PT.Ordivo Teknologi Indonesia yang bergabung di grub facebook orderonline.id. Dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang orang dari total populasi yang ada. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner, wawancara,serta studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Cyber Public Relations dengan pembentukan citra perusahaan PT.Ordivo Teknologi Indonesia. Hasil penelitian ini dari setiap turunan variabel memiliki keterkaitan, masing masing dari 3 item terdapat hubungan berdasarkan hasil nilai korelasi antara subvariabel dengan variabel, dan terdapat hubungan yang kuat antara kegiatan cyber public relations dengan Pembentukan citra perusahaan PT.Ordivo Teknologi Indonesia.
Konstruksi Citra Keluarga melalui Public Relation Organisasi Ahmad Nadhim Ayatullah; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.805 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1970

Abstract

Abstract. Drama is an audio-visual work that uses television as its transmission medium. The average duration per episode is 60 – 90 minutes and airs once a week. The story in the drama is usually interesting and ends with a certain memory statement so that the audience can continue the next episode to understand the ending of the drama. South Korea is one of the developed countries that doubles its creative industry, such as K-pop music dramas and films, the Korean government also contributes to the creative arts industry. And in 2020 until now there has been an increase in Korean drama audiences in the world, judging by the effects of the pandemic, which makes people have to do everything at home. This study aims to describe the construction of the family image represented in the Korean drama "Graceful Family" The focus of this research is how TOP's public relations construct the family image of MC Group in the drama "Graceful Family" which has 16 episodes and a duration of 65-78 minutes / 108 minutes in the last episode. This study uses qualitative research, where data analysis uses the semiotic model of Charles Sander Peirce, Pierce categorizes the triangle theory of meaning, namely signs, objects, and interpretants. The researcher conducted an analysis of the selection of texts and images related to the construction of the MC Group family image. The results of this study indicate that the drama "Graceful Family" contains a lot of image construction in the form of strategies, roles, and meanings built by a Public Relations. Image construction is an image formation process that is formed to describe the perception of an individual, organization, company as a public image of it. Abstrak. Drama merupakan karya audio visual yang menggunakan televisi sebagai media transmisinya. Rata rata durasi per episodenya 60 – 90 menit dan tayang 1 minggu 1kali. Cerita di drama biasanya menarik dan di akhiri dengan pernyataan memori tertentu sehingga penonton dapat melanjutkan episode selanjutnyta untuk memahami alhir dari drama itu. Korea selatan adalah salah satu negara maju yang mengandakan industri kreatifnya, seperti drama musik Kpop dan film, pemerintah korea juga turut kontibutif dalam industri kreatif seni. Dan pada tahun 2020 sampai sekarang adanya peningkatan penonton drama koraa di dunia, di lihat dari efek pandemi juga yang membuat org harus melakukan segala sesuatu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi citra keluarga yang direpesentasikan dalam drama Korea “Graceful Family” fokus penelitian ini adalah bagaimana cara public relation TOP mengonstruksi citra keluarga MC Group dalam drama “Graceful Family” yang memiliki 16 episode dan durasi 65-78menit / 108menit diepisode terakhir. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang dimana analisis data mengunakan semiotika model Charles Sander Peirce, Pierce mengkategorikan teori segitiga makna yaitu tanda, objek, dan interpretan. Peneliti melakukan analisis terhadap pemilihan teks dan gambar yang berhubungan dengan konstruksi citra keluarga MC Group. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa drama “Graceful Family” banyak mengandung konstruksi citra berupa strategi, peran, dan makna yang dibangun oleh seorang Public Relation. Konstruksi citra adalah suatu proses pembentukan citra yang dibentuk muntuk menggambarkan persepsi dari suatu individu, organisasi, perusahaan sebagai gambaran publik terhdadapnya
Komunikasi Orang Tua dan Anak Ketika Mendampingi Anak Belajar di Masa Pandemic Covid-19 Mohammad Chairul Fajri; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.634 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1992

Abstract

Abstract. This article aims to find out how the role of parents or parent-child communication during learning at home because it is during the covid-19 pandemic, therefore researchers want to know how to teach or how to communicate from mothers who still have children who are still sitting on the bench. primary school. By wanting to know how to communicate parents to children in terms of learning at home, whether using verbal or non-verbal communication. In addition to communicating how parents guide their children to learn, how can parents be a motivator for their children. Therefore, researchers want to know how parents in children's learning become motivators, motivators, and others. The technique in this research is to use descriptive qualitative methods with data collection techniques using interviews so that the information can be accurate and appropriate, and to find out besides making a living how to teach parents to children during home learning or online learning. The results of this study are that both verbal and non-verbal communication are communication which are both useful in guiding children to learn, because by communicating between parents and children, parents can help children in guiding children to learn, so that the child can do the learning. properly and correctly. Suggestions for the future, that parents should often communicate with children especially regarding guiding children's learning, because if parents do not communicate often, then parents will not understand what the child is doing, and children's learning will be difficult or slow, due to lack of communicate between parents and children, because guidance and support from parents can make children more enthusiastic about learning. Abstrak. bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua atau komunikasi orang tua kepada anaknya selama pembelajaran dirumah karena lagi dalam masa pandemic covid-19, maka dari itu peneliti ingin mengetahui bagaimana cara mengajar atau cara berkomunikasi dari ibu yang masih memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dengan ingin mengetahui bagaimana cara berkomunikasi orang tua kepada anak dalam hal pembelajaran dirumah,apakah menggunakan komunikasi verbal atau non verbal. Selain cara berkomunikasi bagaimana cara orang tua dalam membimbing anak belajar,bagaimana orang tua bisa menjadi motivator bagi anaknya tersebut. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui bagaimana cara orang tua dalam pembelajaran anak menjadi motivator, pendorong,dan lain-lain. Tehnik dalam penelitian ini yaitu mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan cara dengan wawancara agar informasi tersebut bisa akurat dan pas,serta agar mengetahui selain mencari nafkah bagaimana cara mengajar orang tua kepada anak selama pembelajaran di rumah atau pembelajaran daring. Hasil dari penelitian ini yaitu dari kedua komunikasi verbal dan non verbal merupakan komunikasi yang memang keduanya berguna dalam membimbing anak belajar, karena dengan berkomunikasi antara orang tua dan anak, maka orang tua bisa membantu anak dalam membimbing anak belajar,
Pola Komunikasi pada Hubungan Jarak Jauh Anak dan Orang Tua Amara, Muhammad Galang; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10153

Abstract

Abstract.This research is entitled Communication Patterns in Long Distance Relationships of Children and Parents. Communication patterns in the family are a series of message delivery processes between the two parties (parents and children) in order to achieve good communication. And this pattern will ultimately determine whether children and parents can continue to be in close contact or not. The current phenomenon is the many problems of long-distance relationships between parents and children who are studying outside the city. Likewise with communication between parents and students at the Islamic University of Bandung who come from Kuningan, West Java. There are several criteria in long-distance relationships, namely some who communicate with their parents go well, but there are also those who communicate with their parents not in accordance with what is expected. The research method used in this research is qualitative method, phenomenological approach, and constructivist paradigm with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of the study are: (1) The inhibiting factors are divided into two, namely external and internal factors (2) the message conveyed is divided into two, namely the message is seen according to the level of awareness in maintaining communication. There is high and low awareness. (3) the media used is Whatsapp. Inside there are advantages and disadvantages of the Whatsapp application. (4) The choice of time taken by Unisba students is divided into two, some are effectively established communication and some are ineffective. The communication patterns carried out by Unisba students from Kuningan are consensual communication patterns & laissez faire communication patterns. Abstrak. Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Pada Hubungan Jarak Jauh Anak dan Orang tua. Pola komunikasi dalam keluarga adalah serangkaian proses penyampaian pesan antara kedua pihak (orang tua dan anak) guna mencapai komunikasi yang baik. Dan pola inilah yang pada akhirnya akan menentukan apakah anak dan orang tua dapat terus berhubungan dekat atau tidak. Fenomena yang ada saat ini adalah banyaknya permasalahan hubungan jarak jauh antara orang tua dan anak yang sedang menempuh pendidikan di luar kota. Begitu pula dengan komunikasi antara orang tua dan mahasiswa di Universitas Islam Bandung yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Terdapat beberapa kriteria dalam hubungan jarak jauh yaitu ada yang berkomunikasi dengan orang tuanya berjalan dengan baik, akan tetapi ada juga yang berkomunikasi dengan orang tuanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, pendekatan Fenomenologi, dan paradigma konstruktivis dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu : (1) Faktor penghambat terbagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan internal (2) pesan yang disampaikan terbagi menjadi dua yaitu pesan dilihat sesuai dengan tingkat kesadaran dalam menjaga komunikasi. Terdapat kesadaran yang tinggi dan rendah. (3) media yang digunakan adalah Whatsapp. Didalamnya terdapat kelebihan dan kekurangan aplikasi Whatsapp. (4) Pemilihan waktu yang diambil mahasiswa Unisba terbagi menjadi dua, ada yang komunikasi dijalin secara efektif dan ada yang tidak efektif. Pola komunikasi yang dilakukan mahasiswa Unisba berasal dari Kuningan adalah pola komunikasi konsensual & pola komunikasi laissez faire.
Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang Hilal Abdul Rizky Yamani; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10251

Abstract

Abstract. Film has become a widely used medium for education, information, and entertainment. There are many films that use stories or issues from the community around even story or issue inside a family. Family theme in film have a special place in peoples heart because they feel relate to the situation in the movie, it is proven by the high interest of many people who watch the film when the premiere of the movie begin. One of the film that use family theme is Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. This film show a family that face a problem because one of their children is study abroad. The lack of communication and understatement between them becomes the trigger for the problem they face in this film. The purpose of this study is to find out how communication within the family is presented in the Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang movie base on denotations, connotations, and myths. The method used in this research is qualitative research method using semiotic analysis of Roland Barthes which analyses in two stages, namely the denotation and connotation stage. The data collection method is using data reduce, drawing conclusions. The subject of this research is the movie called Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang, with the purpose to find out about sign and meaning that are representing the communication within the family. After being interpreted in depth, the results of this study is that pressure from parents to their kids will makes them traumatize. The pressure also will slowly change their characteric to become more like their parents to see what they are facing. As a family, everyone must feel and know each other feeling and not pushing every argument for everyone to agree to avoid conflict that will make a bigger problem. Abstrak. Film menjadi media yang banyak digunakan untuk media pendidikan, informasi, dan hiburan. Banyak film yang mengangkat kisah atau isu yang ada di sekitar kita, bahkan kisah atau permasalahan didalam sebuah keluarga. Pengangkatan tema keluarga dalam film sendiri memiliki tempat di hati para penonton karena dirasa sangat terwakili denga apa yang diangkat oleh film, terbukti dengan tingginya animo penonton saat penanyangan film tersebut dimulai. Salah satu film yang bertema keluarga yang ramai ditonton adalah film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Film drama keluarga ini menampilkan persoalan yang dihadapai oleh keluarga yang salah satu anggota keluarganya sedang kuliah di luar negeri. Kurangnya komunikasi dan juga saling pengertian diantara sesama menjadi pemicu munculnya masalah dalam film ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga direpresentasikan dalam film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang berdasarkan denotasi, konotasi, dan mitos yang ada didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika model Roland Barthes yang menganalisis secara dua tahap, yaitu dengan tahap denotasi dan konotasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan mereduksi data, mengambil kesimpulan, dan pengumpulan data. Setelah dimaknai secara mendalam maka didapatkan hasil penelitan ini yaitu tekanan yang diberikan orang tua kepada anak akan menjadikan anak takut. Tekanan orang tua terhadap anak juga membuat sifat dan sikap anak lambat laun akan serupa dalam menyikapi suatu hal. Sebagai keluarga semua anggota keluarga harus saling mengerti satu sama lain dan tidak memaksakan kehendaknya untuk menghindari konflik yang akan berakibat kekecewaan dan rasa penyesalan di kemudian hari.
Komunikasi Interpersonal Jarak Jauh Orang Tua dan Anak dalam Menjaga Keharmonisan Rapli DegaSurya Pratama; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10626

Abstract

Abstract. Communication is an integral element of human life because it is the foundation for all human relationships. The process of communication, whether verbal (language) or nonverbal (symbols, images, etc.), is the key to creating social interaction. Communication between friends and parents is definitely different and every child and parent wants to be close to one another, even all the time. However, from the fact that the relationship between parents and children experiences a long-distance relationship due to differences in place of residence, the child must migrate to another area to continue his studies. The absence of parents at any time and at any time will cause problems due to a lack of supervision from parents, because very little time to meet makes children freely do whatever they want without parental supervision. Like wise the communication that occurred with students who migrated to Bandung from Belitung who lived in the Asrama Gunung Tajam Belitung, some of them communicated with their parents, some of them communicated effectively with their parents but some did not communicate effectively with their parents. This ineffective communication is because they are busy with their lectures, they have a lot of assignments and due to social factors, they often go out or hang out with their friends so they don't have time to communicate with their parents. The method used in this research is a qualitative type. The nature of this research is descriptive qualitative which aims to conduct discourse analysis on communication patterns and long-distance barriers between parents and children in increasing harmony at the Mount Tajam Belitung Student Dormitory and the data collection methods that the authors use in this study are interviews, observation, and documentation. The results of this research are: there are differences in students who live in the Asrama Mahasiswa Gunung Tajam Belitung, some are successful and some are not when communicating long distances with their parents. Abstrak. Komunikasi ialah unsur yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena menjadi landasan bagi semua hubungan antar manusiaProses komunikasi, baik secara lisan (bahasa) ataupun nonverbal (simbol, gambaran, dan yang lainnya), menjadi kunci terciptanya interaksi sosial. Komunikasi yang dilakukan antara teman dan orang tua sudah pasti berbeda dan setiap anak dengan orang tua menghendaki kedekatannya antara satu sama lain, bahkan kalau bisa setiap saat. Namun dari kenyataan yang terjadi hubungan antara orang tua dengan anak mengalami hubungan jarak jauh karena perbedaan tempat tinggal, sang anak harus merantau di daerah lain untuk melanjutkan studi. Ketidak hadiran orang tua setiap saat dan setiap waktu akan menyebabkan permasalahan karena kurangnya pengawasan dari orang tua, karena waktu bertemu sangat sedikit membuat anak dengan leluasa melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa pengawasan orang tua. Begitu pula komunikasi yang terjadi pada mahasiswa yang merantau di Bandung dari Belitung yang tinggal di Asrama Mahasiswa Gunung Tajam ada yang berkomunikasi dengan orang tuanya, yang berkomunikasi secara efektif dengan orang tuanya namun ada pula yang tidak berkomunikasi secara efektif dengan orang tuanya. Komunikasi kurang efektif ini dikarenakan mereka sibuk dengan perkuliahan mereka yang banyak tugas dan dikarenakan faktor pergaulan, sering jalan-jalan atau kumpul-kumpul dengan teman-teman mereka sehingga tidak sempat untuk berkomunikasi dengan orang tua mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis kualitatif. Adapun sifat penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melakukan analisis wacana atas pola komunikasi dan hambatan jarak jauh antara orang tua dan anak dalam meningkatkan keharmonisan di Asrama Mahasiswa Gunung Tajam Belitung dan metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat perbedaan pada mahasiswa penghuni asrama gunung tajam Belitung ada yang sukses dan ada yang tidak ketika berkomunikasi jarak jauh dengan orang tuanya
Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” : (Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap) Naufal Daffa Ramadhan Desiantoro; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10666

Abstract

Abstract. The impact provided by the family is very large and important in the development of human life, one example is that family communication creates a big picture in their children when they grow up. The place where humans can learn to communicate for the first time is when communicating with family. The impact given by the family is very large and important in the development of human life, one example is that family communication creates a big picture of their children when they grow up. Movies with family themes are one of the media in modern mass communication. In this research, the movie "Ngeri-ngeri Sedap", which has a Comedy-Drama movie genre, will be the focus for study. This film was aired on the Indonesian big screen on June 2, 2022, and was directed by Bene Dion Rajagukguk. This research uses a qualitative research method with a Roland Barthes semiotic analysis approach with 3 stages in it, namely, denotative, and connotative, and myth. After being analyzed using the meaning of denotation, connotation and myth in depth, the results of the research can be concluded that the communication that occurs in the family should be well established because with good family communication can produce a positive impact on family members themselves. Family communication that is established without negative attitudes such as selfishness, stubbornness, and superiority can have a positive impact on family members themselves. Abstrak. Dampak yang diberikan oleh keluarga sangatlah besar dan penting dalam perkembangan hidup manusia, salah satu contohnya yaitu komunikasi keluarga menciptakan gambaran besar pada anak mereka ketika nanti beranjak dewasa. Tempat manusia bisa belajar melakukan komunikasi untuk pertama kalinya yaitu pada saat berkomunikasi dengan keluarga. Dampak yang diberikan oleh keluarga sangatlah besar dan penting dalam perkembangan hidup manusia, salah satu contohnya yaitu komunikasi keluarga menciptakan gambaran besar pada anak mereka ketika nanti beranjak dewasa. Film dengan tema keluarga menjadi salah satu media dalam komunikasi massa modern. Pada penelitian ini, film “Ngeri-ngeri Sedap” yang memiliki genre film Komedi-Drama akan menjadi tumpuan untuk dikaji. Film ini ditayangkan di layar lebar Indonesia pada tanggal 2 Juni 2022, dan disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan 3 tahapan di dalamnya yaitu, denotatif, dan konotatif, serta mitos. Setelah dianalisis menggunakan 3 makna tersebut secara mendalam, maka hasil penelitan dapat disimpulkan yaitu bahwa komunikasi yang terjadi pada keluarga seharusnya dijalin dengan baik karena dengan adanya komunikasi keluarga yang baik dapat menghasilkan dampak positif kepada anggota keluarga itu sendiri. Komunikasi keluarga yang dijalin tanpa adanya sikap negatif seperti sifat egois, keras kepala, bersikap superior dapat membuat hubungan antar anggota keluarga semakin erat. Adanya tuntutan dari orang tua kepada anak membuat seorang anak menjadi merasa tertekan karena jika anak tersebut tidak mampu untuk mengabulkan keinginan orang tuanya, akan memunculkan konflik yang mengakibatkan berkurangnya hubungan antara orang tua dan anak. Sikap pengasuhan yang diberikan oleh orang tua akan menjadi cerminan pada anaknya saat dewasa kelak.
Representasi Pesan Moral Transformasi Diri dalam Film A Man Called Otto Ahimsa Damar Galih; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13877

Abstract

Abstract. Film is a form of mass media that has an important role in the field of communication, film can be seen as a form of mass communication that contains messages and semiotic signs conveyed by filmmakers to the audiences. As a form of mass media, film can represent various types of messages and ideologies that filmmakers want to convey. One of the messages in the film is a moral message. Moral messages are lessons that can be obtained from an event or someone's experience. The film that depicts a moral message is A Man Called Otto, which was released on January 13, 2023 and was directed by Marc Forster. A Man Called Otto is a film that tells the story of Otto's life journey, who struggles with the feeling of loneliness within himself and tries to end his life. However, a new neighbor arrives who can make his life more meaningful and self-transformation The purpose of this study is to find out the meaning of denotation, connotation and myth in the film A Man Called Otto. The method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes semiotic analysis. The data collection method is by observing, documenting and studying the literature. And the data analysis technique is the semiotic analysis method of Roland Barthes. The subject of this research is the film A Man Called Otto. Abstrak. Film adalah salah satu bentuk media massa yang memiliki peran penting dalam bidang komunikasi, film dapat dipandang sebagai bentuk komunikasi massa yang mengandung pesan-pesan dan tanda semiotika yang disampaikan oleh pembuat film kepada penonton. Sebagai bentuk media massa, film dapat merepresentasikan berbagai macam jenis pesan dan ideologi yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Salah satu pesan dalam film adalah pesan moral. Pesan moral merupakan pelajaran yang dapat diperoleh dari sesuatu peristiwa, pengalaman seseorang. Film yang menggambarkan sebuah pesan moral ialah A Man Called Otto yang dirilis pada 13 Januari 2023 dan disutradai oleh Marc Forster. A Man Called Otto merupakan film yang menceritakan perjalanan hidup Otto yang berjuang melawan rasa kesepian dalam dirinya hingga berupaya untuk mengakhiri hidup. Namun, datanglah seorang tetangga baru yang bisa membuat hidupnya bisa lebih berarti dan bertransformasi diri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui makna denotasi,konotasi dan mitos pada film A Man Called Otto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Metode pengumpulan dengan melakukan observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Dan teknik analisis data yaitu dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah film A Man Called Otto.
Hubungan Media Sosial dengan Community Engagement Anggota Komunitas Sobat Sabtu Nabilah Nur Lathifah; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14357

Abstract

Abstract. The world's public life and urban order has changed since the outbreak of Covid-19, one of the significant changes to a healthy lifestyle. Healthy lifestyles are amplified by the presence of social media. One form of communication information technology that is increasingly used is social media Instagram. With the massive number of social media users, it has led to the formation of many sports communities one of which is a running community. The researchers found that the percentage of community members who regularly follow Sobat Sabtu Community activities averaged only 4% of the total membership of 684 people. Therefore, it is important to understand how social media can be used to enhance engagement in the Sobat Sabtu community. This study uses the Participatory Communication Theory Culture Concept theory assumes that the involvement of social media users to express information, create creations and social contributions is consistent with the purpose of the study, namely to know the relationship between social media and community engagement of Members of the Sobat Sabtu Community. By using a quantitative research method with a Correlational approach that connects two variables. The population in this study was an active members of the Sobat Sabtu Community using total sampling, with data collection techniques through observational methods, and questionnaires or lifts. There is a conclusion that there is a significant link between social media and community engagement of members of the Sobat Sabtu community. Social media Instagram has great potential to enhance community engagement in the Members of the Sobat Sabtu Community. By leveraging two-way communication, accessibility, engaging content, and online activity, Members of the Sobat Sabtu Community can encourage active participation and strengthen a sense of solidarity among its members. Through an effective social media strategy, Sobat Sabtu Community can build a stronger, more engaged, and more dynamic community. Abstrak. Kehidupan masyarakat dan tatanan kota di dunia mengalami perubahan setelah wabah Covid-19, salah satu perubahan yang signifikan yaitu pola hidup sehat. Gaya hidup sehat diamplifikasi oleh kehadiran media sosial. Suatu bentuk teknologi informasi komunikasi yang semakin banyak penggunanya yaitu media sosial Instagram. Dengan jumlah pengguna media sosial yang masif, menimbulkan terbentuknya banyak komunitas olahraga salah satunya komunitas lari. Komunitas lari banyak memanfaatkan perkembangan teknologi salah satunya adalah Komunitas Sobat Sabtu. Peneliti melihat bahwa persentase anggota komunitas yang rutin mengikuti kegiatan Komunitas Sobat Sabtu rata-rata hanya 4% dari total anggota yaitu sebanyak 684 orang. Persentase ini menunjukan rendahnya community engagement di Komunitas Sobat Sabtu. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan engagement di komunitas Sobat Sabtu. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Participatory Culture Concept teori ini mengasumsikan bahwa keterlibatan pengguna media sosial untuk mengepresikan informasi, menciptakan kreasi dan kontribuasi sosial hal ini sesuai dengan tujuan dari penelitian yaitu mengetahui hubungan media sosial dengan community engagement Anggota Komunitas Sobat Sabtu. Dengan menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Korelasional yang menghubungkan dua variabel. Populasi pada penelitian ini adalah anggota aktif Komunitas Sobat Sabtu menggunakan total sampling, dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, dan kuesioner atau angket. Terdapat kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara Media Sosial dengan Community Engagement Anggota Komunitas Sobat Sabtu. Media sosial Instagram memiliki potensi besar untuk meningkatkan community engagement di komunitas Sobat Sabtu. Dengan memanfaatkan komunikasi dua arah, aksesibilitas, konten yang menarik, dan aktivitas online, Sobat Sabtu dapat mendorong partisipasi aktif dan memperkuat rasa kebersamaan di antara anggotanya. Melalui strategi media sosial yang efektif, Sobat Sabtu dapat membangun komunitas yang lebih kuat, lebih terlibat, dan lebih dinamis.