Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Geologi dan Kestabilan Lereng dalam Pemetaan Zonasi Longsor di Desa Seberang dan Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi Fandi Frananda; Itang Ahmad Mahbub; Anggi Deliana Siregar
JURNAL GEOCELEBES Vol. 5 No. 2: October 2021
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/geocelebes.v5i2.14427

Abstract

Longsor terjadi diakibatkan kestabilan lereng yang terganggu maka gerakan tanah (longsoran) akan terjadi dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat di sekitarnya. Kota Sungai Penuh cecara fisiografis berada di tepi bagian muka Lempeng Benua Asia yang berbenturan dengan Lempeng Samudera Hindia mengakibatkan sering dilanda bencana geologi. Kecamatan Pesisir Bukit merupakan daerah rawan akan potensi gerakan tanah longsor berdasarkan peta perkiraan gerakan tanah longsor untuk periode bulan Januari hingga Februari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi longsor daerah penelitian berdasarkan kestabilan lereng dari data lapangan dan laboratorium. Metode penelitian menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan daerah penelitian dibagi menjadi zona rendah (stabil), menengah dan tinggi (labil) berdasarkan ketentuan PVMBG. Zona berpotensi rendah dapat ditemukan adanya tanah longsor, namun ditemukannya tanah longsor ini jarang, namun dapat terjadi jika adanya faktor yang memicu longsor. Zona berpotensi menengah menandakan bahwa pada daerah tersebut ditemukannya kejadian longsor cukup banyak, merupakan daerah berbukit, tutupan lahan dengan curah hujan cukup tinggi. Sedangkan zona berpotensi tinggi menandakan daerah sangat berpotensi longsor, umumnya ditemukan pada daerah lereng terjal dengan intensitas curah hujan tinggi dan bencana tanah longsor pada daerah ini akan sering terjadi.
PEMULIHAN KUALITAS TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA MELALUI PENANAMAN Desmodium ovalifolium Gindo Tampubolon; Itang Ahmad Mahbub; Muhammad Ikrar Lagowa
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2020
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No1.2020.997

Abstract

Penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup (cover crop) merupakan salah satu langkah penting dalam pemulihan kualitas tanah bekas tambang batubara. Desmodium ovalifolium merupakan salah satu jenis tanaman penutup tanah (land cover crop) dari famili Leguminosae yang tidak menjalar dan melilit. Hasil analisis tanah bekas tambang batubara pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki tingkat kemasaman tinggi (pH 3,6 - 4,2) dan kandungan hara sangat rendah (P- total 3,63 mg/100g). Dalam mengoptimalkan pertumbuhan D. ovalifolium pada kondisi tanah seperti demikian perlu dilakukan perbaikan lingkungan tumbuh (pH, P-tersedia dan ketersediaan unsur hara tanaman). Salah satu upaya perbaikan tanah adalah melalui pemberian kapur dolomit dan pupuk fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis kapur dolomit dan pupuk fosfat terhadap kemampuan D. ovalifolium dalam menutupi permukaan tanah dan menyumbang unsur hara N, P, K dan bahan organik pada tanah bekas tambang batubara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tanah terbaik didapat pada pemberian 95,15 g dolomit dan 5 g Trisodium Phosphate Powder (TSP) per lubang tanam. Perlakuan tersebut mampu meningkatkan pH tanah dari 4,57 menjadi 6,5, menghasilkan berat kering pangkasan D. ovalifolium umur 3,5 bulan sebanyak 2149,84 kg/ha (2,15 ton/ha), 1961,73 kg/ha bahan organik, 41,66 kg/ha N, 6,32 kg/ha P dan 21,05 kg /ha K dengan persentase penutupan lahan 73.08 %.
Pengaruh Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Serapan Hara N, P, Dan K Pada Tanaman Kelapa Sawit Febrian Saputra; Gindo Tampubolon; Itang Ahmad Mahbub
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v4i2.20441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serapan hara N, P dan K pada areal aplikasi dan tanpa aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) pada tanaman kelapa sawit menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di kebun kelapa sawit masyarakat milik bapak Victor Sitorus Desa Suban Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei exploratif deskriptif dengan metoda purposive sampling yang dilakukan melalui pendekatan tanaman sampel yang telah ada/ditentukan pada lokasi penelitian yang mendapatkan aplikasi air limbah PKS dan areal tanpa aplikasi air limbah PKS dengan umur tanaman kelapa sawit dan jenis (ordo) tanah yang sama. Pengambilan sampel daun dilakukan pada areal aplikasi yang berjumlah 40 tanaman sampel, demikian juga di areal tanpa aplikasi. Selanjutnya sampel tanaman dikompositkan menjadi 8 sampel dimana 1 sampel komposit mewakili 5 tanaman sampel. Dalam analisis serapan hara digunakan daun dari pelepah ke- 17. sedangkan data produksi diamati disetiap panen meliputi jumlah TBS, berat TBS dan BJR. Hasil penelitian menunjukkan unsur hara N, P dan K pada daun tanaman kelapa sawit di areal aplikasi dan tanpa aplikasi dalam kondisi optimum. Kadar air di areal aplikasi lebih tinggi dari kadar air pada areal non aplikasi limbah cair. Produksi kelapa sawit pada areal aplikasi lebih tinggi dibandingkan areal tanpa apikasi LCPKS terutama pada BJR tanaman kelapa sawit.
PENINGKATAN KESUBURAN TANAH DAN HASIL PADI SAWAH MELALUI APLIKASI PUPUK ORGANIK Itang Ahmad Mahbub; Gindo Tampubolon; Mukhsin Mukhsin; Yulfita Farni
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.17

Abstract

The yield of irrigated paddy rice in Sri Agung Village has decreased. In the last four years, the increase in the addition of input units (fertilizers) has not been followed by an increase in economic yields. This study aims to analyze the effect of organic fertilizers on soil fertility, such as pH, total N, organic C, available P and available K. The research was conducted in the rice fields of Sri Agung Village. Batang Asam area, West Tanjung Jabung Regency - Jambi. The research was conducted from April to September 2020. The study used a randomized block design with six treatments and five replications. The treatments tried were: Recommended Fertilizer (R), five types of organic fertilizer with a dose of 10 t ha-1 each, namely, Petroganik+R ( P1), Compost Solid Decanter + R (P2), Chicken Manure + R (P3 ), Cow Manure +R (P4) and Industrial Waste Compost + R (P5). The results showed that organic fertilizers significantly increased available K content of paddy soil but they did not significantly increase soil pH, total N, organic C and available P. The highest yield of dry milled grain (7.52 t ha-1) was obtained at +R (P1) Petroganic treatment.
PEMULIHAN KUALITAS TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA MELALUI PENANAMAN Desmodium ovalifolium Gindo Tampubolon; Itang Ahmad Mahbub; Muhammad Ikrar Lagowa
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2020
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol16.No1.2020.997

Abstract

Penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup (cover crop) merupakan salah satu langkah penting dalam pemulihan kualitas tanah bekas tambang batubara. Desmodium ovalifolium merupakan salah satu jenis tanaman penutup tanah (land cover crop) dari famili Leguminosae yang tidak menjalar dan melilit. Hasil analisis tanah bekas tambang batubara pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki tingkat kemasaman tinggi (pH 3,6 - 4,2) dan kandungan hara sangat rendah (P- total 3,63 mg/100g). Dalam mengoptimalkan pertumbuhan D. ovalifolium pada kondisi tanah seperti demikian perlu dilakukan perbaikan lingkungan tumbuh (pH, P-tersedia dan ketersediaan unsur hara tanaman). Salah satu upaya perbaikan tanah adalah melalui pemberian kapur dolomit dan pupuk fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis kapur dolomit dan pupuk fosfat terhadap kemampuan D. ovalifolium dalam menutupi permukaan tanah dan menyumbang unsur hara N, P, K dan bahan organik pada tanah bekas tambang batubara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tanah terbaik didapat pada pemberian 95,15 g dolomit dan 5 g Trisodium Phosphate Powder (TSP) per lubang tanam. Perlakuan tersebut mampu meningkatkan pH tanah dari 4,57 menjadi 6,5, menghasilkan berat kering pangkasan D. ovalifolium umur 3,5 bulan sebanyak 2149,84 kg/ha (2,15 ton/ha), 1961,73 kg/ha bahan organik, 41,66 kg/ha N, 6,32 kg/ha P dan 21,05 kg /ha K dengan persentase penutupan lahan 73.08 %.
Simple Shear Mechanism to Revealing Geological Complexity of Geosite Assessment in the Bukit Duabelas National Park Jambi Province, Indonesia Hari Wiki Utama; Rakhmatul Arafat; Bagus Adhitya; Yulia Morsa Said; Arsyad AR; Gindo Tampubolon; Agus Kurniawan Mastur; Itang Ahmad Mahbub; Yusmansyah Siregar; Ignatia Tri Astuti; M. Fauzi Fauzi
International Journal of Geotourism Science and Development Vol. 3 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Badan Pelaksana Rinjani-geopark Rinjani Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58856/ijgsd.v3i2.35

Abstract

Bukit Duabelas National Park (BDNP) Jambi Province is a national protected area that has geodiversity. BDNP forms northwest – southeast oriented, morphologically connected to the Barisan Mountains by the Bangko Basin. Digital elevation model observations show that the morphological orientation of these hills is surrounded by valleys and plains occupied by Paleogene-Neogene sedimentary rocks. The presence of Schist Terantam Formation provides interesting information about the exposed basement. This research uses remote sensing, field observations and stratigraphic analysis, as well as assessing geological complexity. The BDNP Territory is geologically influenced by geological structures such as faults and folds as a result of the simple shear deformation mechanism. Schist from the Terantam Formation and Granite and Pegmatite Intrusions are a consequence of simple shear mechanisms and tectonic orogenesis. Geological complexity of geosite assessment based on the criteria of petrological features, landscape, age of formation, fossil appear, tectonic basement, basement group, cultural diversity, other geological information. The proposed geosite is Terantam Inselberg which is composed of the Terantam Formation of Carboniferous and Jurassic-age of Granite and Pegmatite. The uniqueness of this proposed geosite is that the rocks exposed are the oldest basement rocks on the Sumatra Island. The landscape with Inselberg morphology, of course, is unique and is very rarely found in other areas, then the presence of ethnic groups from the Inner Child Tribe who inhabit the area characterizes cultural diversity. Comparing this proposed geosite with geosites of national and international value in the MJUGGp Territory, it can be concluded that the Terantam Inselberg Geosite is in between the two positions.