Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Sukmawati Sukmawati; Bertha Mangallo; Ishak Musaad; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong memiliki potensi lahan pertanian seluas 20 ha dengan topografi beragam, dari datar hingga berbukit, yang rentan terhadap erosi dan penurunan kualitas tanah. Masyarakat setempat, dengan berbagai latar belakang profesi, sebagian besar adalah petani yang masih mengandalkan sistem monokultur. Sistem agroforestry diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan keberlanjutan lahan melalui integrasi tanaman dan pohon guna mencegah erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, melibatkan 22 petani untuk memberikan pemahaman mengenai teknik dan manfaat agroforestry. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani tentang agroforestry masih rendah, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman tentang agroforestry, dengan beberapa hal yang terkait pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, dampak positif dari agroforestry dan kesadaran akan keberlanjutan lahan. Sehingga kedepannya kesadaran kelompok tani akan menerapkan system agroforestry dan keberlanjutan lahan dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan pendampingan secara kontinyu pada kelompok tani.
Pendampingan Pembuatan Demplot Nanas dan Sayuran di Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat Ishak Musaad; Obadja Andris Fenetiruma; Inna Marta Rumainum; Ratna Ningsi; Amelia Samin Sarungallo
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.14-24

Abstract

The mentoring activity for establishing pineapple and vegetable demonstration plots (demplots) in Taroi District, Teluk Bintuni Regency, is a collaborative effort between the Tangguh LNG Bintuni company and the University of Papua (UNIPA). This program is designed to enhance the knowledge, skills, and motivation for gardening among Taroi residents, enabling them to produce vegetables and pineapples as new economically valuable income sources. The activities were conducted across four villages: Taroi, Tambanewa, Pera-pera, and Sorondouni. The commodities used in the demonstration plots were pineapple, chili, upland kangkong (water spinach), and mustard greens. The methodology employed was a participatory approach, including surveys, interviews, training, and pre-test/post-test evaluations. The implementation consisted of five main stages: site survey, Focus Group Discussions (FGD), participant selection, preparation of tools and materials, establishment of the demonstration plots, and activity evaluation. The results indicated that the majority of the Taroi District community resides in coastal areas with relatively thick peat soil conditions. Consequently, the local residents generally had little interest in planting vegetables, except for pineapple, which was grown with minimal maintenance. Findings also showed that prior to the mentoring, 59% of participants did not know how to control pests and diseases (OPT), 25% used pesticides, 8% removed diseased plants, and 8% regularly weeded. Only a small number of participants recognized the importance of limiting seeds per planting hole (27.27%), the importance of nurseries (28.57%), and types of fertilizers (42.86%). After the mentoring sessions, the participants' knowledge and skills increased to 100%. Furthermore, 84% of participants agreed with the implementation of this activity, and 76.92% agreed that the program provides long-term benefits for the community.
Pemberdayaan Petani Lokal Suku Tehit melalui Edukasi Teknik Penyemaian Benih Tanaman yang Efisien Zulkarnain Sangadji; Ihsan Febriadi; Riskawati Riskawati; Ishak Musaad; Bertha Mangallo; Amilda Auri; Kesya Kesya; Mersedes Fati
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.669

Abstract

This community service program aims to improve the capacity of local Tehit farmers in Southwest Papua to implement efficient and environmentally friendly seeding techniques. The program was implemented through a participatory approach, including outreach, training, and direct field mentoring. The results showed active community participation in all stages, as well as a 65% increase in knowledge, from 25% before training to 90% after mentoring. This improvement directly impacted seed germination success, which increased from an average of 60–65% to 88–92%. Furthermore, the community began using nursery containers with pot trays, contributing to reduced plastic waste and increased environmental awareness. Overall, the program successfully strengthened farmer capacity, increased crop productivity, and supported sustainable agricultural practices. This program directly contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 15 (Life on Land).
Analisis Indeks Kualitas Tanah pada Perkebunan Jeruk di Distrik Teluk Kimi Nabire, Papua Tengah Aprilia Damayanti; Ishak Musaad; Amin Mbusango
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIV Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v14i1.739

Abstract

Produksi jeruk di Kabupaten Nabire, Papua Tengah menurun meskipun daerah ini terkenal sebagai penghasil jeruk manis di Papua. Penurunan tersebut diduga terkait dengan penurunan kualitas tanah akibat pengelolaan lahan dan penggunaan pupuk kimia yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta menentukan indeks kualitas tanah (IKT) pada lahan perkebunan jeruk di Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire Papua Tengah. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan skoring kualitas tanah berdasarkan kriteria Lal. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dari empat lokasi lahan perkebunan, dan satu lokasi lahan hutan sebagai pembanding. Parameter yang diamati meliputi berat volume, porositas, tekstur, pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB), Nitrogen total (N-total), Karbon organik (C-organik), Fosfor tersedia (P-tersedia), total mikoriza dan total mesofauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum berat volume dan porositas tanah tergolong baik, namun tekstur didominasi liat (faktor pembatas berat ekstrem). Tanah bersifat sangat masam dengan kandungan hara dan aktivitas biologi rendah. Nilai indeks kualitas tanah di seluruh lahan tergolong buruk dengan kisaran skor 31-36. Faktor pembatas utama meliputi pH, KB, P-tersedia, N-total, mikoriza dan mesofauna. Disarankan agar dilakukan perbaikan pengelolaan tanah melalui pengapuran, penambahan bahan organik, serta pengawasan penggunaan pupuk dan pestisida untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas jeruk secara berkelanjutan.