Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Maulfy Aulia Putri; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10568

Abstract

Abstract. Village development is important in achieving the welfare of rural communities. The government gives villages the authority to manage their areas independently through the development of village economic instituions, namely BUMDes. Pagerwangi village as the object of this research has many economic potentials, one of which is home industry. However, the existence of BUMDes in Pagerwangi Village has not been able to integrate and lift the local economic potential of the surrounding community. The purpose of the study was to identify communities using the application of the SOAR model. This study used descriptive qualitative research method. The type of data used consists of primary data obtained through interviews and observations. Meanwhile, secondary data are obtained from RPJMDes documents, regulations, and literature. The results showed that the management of BUMDes in Pagerwangi Village has been superior in terms of Management, and opportunities for economic development of the local community have existed through the Village Shop and Smart Asset Business programs. The productive community expects the role of BUMDes will help marketing and capital and others. While the results is the creation of an increase in local community income and community economy based on local potential. Through the SOAR model, it was found that the strategies that can be proposed are 1) Optimizing village shop units and Smart Asset Business programs, 2) Providing business capital assistance program services, 3) Opening PIRT permit creation programs. Abstrak. Pembangunan desa merupakan hal penting dalam mencapai kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah memberi kewenangan desa untuk mengelola daerahnya secara mandiri melalui pembangunan lembaga ekonomi desa yaitu BUMDes. Desa Pagerwangi sebagai objek penelitian ini memiliki banyak potensi ekonomi salah satunya ialah home industry. Namun keberadaan BUMDes di Desa Pagerwangi ini belum mampu mengintegrasikan dan mengangkat potensi ekonomi lokal masyrakat sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi strategi yang efektif untuk BUMDes dapat mengembangkan ekonomi masyarakat potensi lokal dengan menggunakan aplikasi model SOAR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawncara dan observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen RPJMDes, peraturan-peraturan, serta literur-literatur.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan BUMDes di Desa Pagerwangi telah unggul dari aspek Manajemen, dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat setempat telah ada melalui program Toko Desa dan Smart Asset Business. Masyarakat produktif mengharapkan peran BUMDes akan membantu pemasaran dan permodalan dan lainnya. Sedangkan results nya adalah terciptanya peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui model SOAR ditemukan bahwa strategi yang dapat diusulkan adalah 1) Mengoptimalisasikan unit toko desa dan program Smart Asset Business, 2) Menyediakan layanan program bantuan modal usaha, 3) Membuka program pembuatan izin PIRT.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Beras di Indonesia Tara Tiani Cahyanty; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13874

Abstract

Abstract. Rice as the main food commodity has pushed Indonesia to be known as the country with the largest rice consumption in the world. If we look at the demand for rice consumption, which is in line with the increase in population, rice production in Indonesia can still be met, even though the amount fluctuates. However, the trend of rice production shows a decline every year. This research aims to analyze the factors that influence the demand and supply of rice in Indonesia as well as the potential for rice scarcity in 2045 based on demand and supply projections from 2024 2045. This research is quantitative using the Two Stage Least Square (2SLS) simultaneous equation method and the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) model forecasting. to see demand and supply projections from 2024-2045. The research results show that the factors that influence rice demand are rice supply and per capita income, while the factors that influence rice supply are rice demand and rice harvest area. It can be seen that the demand and supply variables for rice influence each other. Projections show that the growth in demand for rice is faster than the increase in supply, so it is predicted that there will be a rice deficit in Indonesia until 2045. Abstrak. Beras sebagai komoditas pangan utama telah mendorong Indonesia dikenal sebagai negara dengan konsumsi beras terbesar di dunia. Jika dilihat dari kebutuhan konsumsi beras yang sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk selama ini masih mampu dipenuhi oleh produksi beras di Indonesia, meski besarnya berfluktuasi. Akan tetapi kecenderungan produksi beras menunjukkan penurunan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran beras di Indonesia serta potensi kelangkaan beras pada tahun 2045 berdasarkan proyeksi permintaan dan penawaran dari tahun 2024-2045. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode persamaan simultan Two Stage Least Square (2SLS) dan metode peramalan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). untuk melihat proyeksi permintaan dan penawaran dari tahun 2024-2045. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan beras yaitu penawaran beras dan pendapatan perkapita, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran beras yaitu permintaan beras dan luas lahan panen padi. terlihat variabel permintaan dan penawaran beras saling berpengaruh satu sama lain. Proyeksi menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan beras lebih cepat daripada peningkatan penawaran, sehingga diprediksi akan terjadi defisit beras di Indonesia hingga tahun 2045.
Efektivitas Pelatihan di Rumah BUMN Bandung BRI terhadap Peningkatan Kualitas SDM UMKM Revinia Ainnur Zahra; Aan Julia
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v4i1.3698

Abstract

Abstract. One of the big problems in non-financial problems is limited human resources (HR) and a lack of resources for developing human resources themselves. MSMEs face: The main objective of Rumah BUMN Bandung is to increase the capacity and performance of MSMEs so that they are able to create quality MSMEs. To determine the effectiveness of the training provided, Rumah BUMN Bandung uses training evaluation through the MSME evaluation platform. take part in training provided by Rumah BUMN Bandung. . The methodology used in this research is a mixed method that combines quantitative and qualitative research methods. A qualitative method that uses primary data obtained through interviews and observations of key informants who are believed to be able to provide information. The research results show that training at Rumah BUMN Bandung is very effective in improving the quality of human resources in MSMEs. Testing showed positive results that there were differences in MSMEs after attending training at Rumah BUMN Bandung. Abstrak. Salah satu permasalahan besar dalam permasalahan non keuangan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kurangnya sumber daya untuk pengembangan sumber daya manusia itu sendiri. UMKM menghadapi: Tujuan utama Rumah BUMN Bandung adalah meningkatkan kapasitas dan kinerja UMKM sehingga mampu mewujudkan UMKM yang berkualitas. Untuk mengetahui efektivitas pelatihan yang diberikan, Rumah BUMN Bandung menggunakan evaluasi pelatihan melalui platform evaluasi UMKM. mengikuti pelatihan yang diberikan oleh Rumah BUMN Bandung. . Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif yang menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap informan kunci yang diyakini mampu memberikan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan di Rumah BUMN Bandung sangat efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di UMKM. Pengujian menunjukkan hasil positif bahwa terdapat perbedaan pada UMKM setelah mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.
Efficiency of Commercial Banks in Indonesia After the Covid-19 Pandemic Andriansyah, Fajar; Julia, Aan
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 27, No 2 (2023): April 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jkdp.v27i2.9776

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic has caused the condition of the banking sector, both conventional and sharia, in Indonesia to be unstable due to the policy of limiting the Covid-19 pandemic period which affects the efficiency of bank performance on credit and financing activities disbursed as well as bank operations. This research aims to measure the level of efficiency of Conventional Commercial Banks (CCB) and Sharia Commercial Banks (SCB) in Indonesia after the Covid-19 pandemic and to find out whether or not there is a difference in efficiency between CCB and SCB after the Covid-19 pandemic. The method used in this study is a quantitative method with a Data Envelopment Analysis (DEA) analysis model and a different test with the inputs used, namely capital, assets, deposits, and operational costs, then the output consists of credit and financing realization, as well as operating income. The results showed that CCB achieved an average efficiency level of 98.8 percent and SCB achieved an average efficiency level of 98.6 percent, which means that both banks have reached high efficiency levels after the Covid-19 pandemic. Then CCB and SCB experienced fluctuations that tended to be the same, so that the results of different tests showed a probability value of 0.9138 and greater than 0.05, then H0 was accepted which means that there is significantly no difference between the efficiency of CCB and SCB after the Covid-19 pandemic. DOI: 10.26905/jkdp.v27i4.9776
Penguatan Digital Marketing serta Pembuatan Portal Digital UMKM di Kelurahan Tamansari Bandung Aan Julia; Dewi Rahmi; Septiana Ayu Estri Maharani; Haikal Qolbi Al Qosam; Hanya Anggraeni; Yeni Septiana Wulandari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.882

Abstract

Pergeseran berbisnis online yang semakin populer telah mengubah paradigma sektor UMKM untuk mengembangkan pasar dan bisnisnya dengan memanfaatkan pemasaran digital. Namun masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami dan memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang sebagai terobosan strategi bisnisnya serta masih rendahnya ketersediaan investasi serta dukungan pemerintah. Fenomena ini terjadi juga pada pelaku UMKM di Kelurahan Tamansari Bandung. Melalui kegiatan pelatihan dan literasi pemahaman pentingnya dan manfaat pemasaran digital yang dilakukan sejak tanggal 2 Februari sampai 22 Maret 2024, pelaku UMKM dapat mengembangkan pasar dan usahanya, dan secara simultan membantu pemerintah setempat dalam mendukung berkembangnya bisnis digital para pelaku UMKM dengan membuat Portal Digital UMKM di Kelurahan Tamansari yang akan menjadi media informasi dan komunikasi antara pemerintah setempat dengan pelaku UMKM yang ada. Efektivitas kegiatan tersebut terlihat dari hasil pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan nilai probabilitas 0,0009. Komitmen yang tinggi dari pemerintah setempat diharapkan akan mengakselerasi pertumbuhan bisnis UMKM di wilayah tersebut
Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Konvensional dan Syariah Pasca Pandemi Covid-19 Fajar Andriansyah; Aan Julia
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v3i2.2685

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic has contributed significantly to the instability of the banking sector, both conventional and sharia, in Indonesia. Policies taken during the pandemic have influenced credit and financing activities carried out by banks, resulting in a significant impact on their performance. Declining performance is a serious challenge for these banks, prompting the need to improve capital structures post-pandemic. Analysis of efficiency levels is crucial in initiating bank performance and identifying areas that need improvement. This research uses quantitative methods with Data Envelopment Analysis (DEA) to measure the level of efficiency of Conventional Commercial Banks (BUK) and Sharia Commercial Banks (BUS) in Indonesia after the Covid-19 pandemic. The research results show that both types of banks have achieved high levels of efficiency, with BUK reaching 98.8 percent and BUS reaching 98.6 percent. Even though there are likely to be similar spikes in the performance of BUK and BUS, other tests show that there is no significant difference between the efficiency of the two after the Covid-19 pandemic. This indicates that the challenges faced by the banking sector in Indonesia due to the pandemic have been well addressed by both types of banks, which have been able to maintain their efficiency. Dampak pandemi Covid-19 telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ketidakstabilan sektor perbankan, baik konvensional maupun syariah, di Indonesia. Kebijakan yang diambil selama masa pandemi telah mempengaruhi aktivitas kredit dan pembiayaan yang dilakukan oleh bank, mengakibatkan dampak yang cukup besar terhadap kinerja mereka. Menurunnya kinerja menjadi tantangan serius bagi bank-bank ini, mendorong perlunya perbaikan struktur modal pasca pandemi. Analisis tingkat efisiensi menjadi krusial dalam mengevaluasi kinerja bank dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur tingkat efisiensi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pasca pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bank telah mencapai tingkat efisiensi tinggi, dengan BUK mencapai 98,8 persen dan BUS mencapai 98,6 persen. Meskipun terjadi fluktuasi yang cenderung serupa dalam kinerja BUK dan BUS, uji beda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara efisiensi keduanya pasca pandemi Covid-19. Hal ini mengindikasikan bahwa tantangan yang dihadapi oleh sektor perbankan di Indonesia akibat pandemi telah diatasi dengan baik oleh kedua jenis bank, yang telah mampu mempertahankan efisiensi mereka.
Volatilitas 9 Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kota Bandung Farah Hanieva Alfadhillah; Aan Julia
Dinamika Ekonomi Vol 15, No 1 (2024): DINAMIKA EKONOMI : Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jde.v15i1.3073

Abstract

Fluktuasi harga komoditas bahan pokok berdampak pada keresahan masyarakat melalui penurunan daya beli, penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, serta meningkatnya inflasi. Peran pemerintah adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok guna mengendalikan harga di pasar dengan menganalisis pola fluktuasi harga dan melakukan peramalan harga bahan pokok pada periode mendatang untuk mengantisipasi kebijakan yang akan diambil serta menyusun perencanaan agar fluktuasi harga tidak berlangsung secara tidak terkendali. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui analisis deskriptif, dapat diketahui pola data serta bahan pokok yang paling berfluktuasi. Variabel yang digunakan adalah data runtut waktu (time series) dari sembilan harga bahan pokok yang diolah menggunakan metode analisis koefisien variasi dan dioperasikan melalui Microsoft Excel 2013. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa komoditas bahan pokok yang sering mengalami fluktuasi harga tidak terkendali adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. Hal ini disebabkan oleh ketiga komoditas tersebut yang memiliki nilai fluktuasi tertinggi merupakan komoditas pertanian yang sangat dipengaruhi oleh masa panen, kondisi cuaca, serta daya tahan simpan yang relatif singkat. Pola fluktuasi harga cenderung terjadi menjelang bulan Ramadan, sebelum Idulfitri, serta pada perayaan Natal dan Tahun Baru, sementara tingginya harga minyak goreng disebabkan oleh fenomena kenaikan harga minyak sawit dunia. Kebijakan yang tepat untuk dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pengendalian harga secara berkala, turut memastikan dan memetakan wilayah produksi pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan dan distribusi, serta memberikan edukasi kepada konsumen terkait kenaikan harga bahan pokok.  
Faktor Penentu Tingginnya Minat Muzaki dan Munfik dalam membayar Zakat dan Infak pada Saat Kejadian Luar Biasa Ohorella, Sakinah; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v5i2.20800

Abstract

Abstract. Zakat and infak play a crucial role in promoting equitable welfare distribution, particularly during extraordinary events (KLB) such as natural disasters or economic crises. This study aims to analyze the factors influencing the interest of muzakki in paying zakat and munfik in giving infak to BAZNAS in Cianjur Regency during such emergencies. The examined factors include knowledge, trust, income, and empathy, which are presumed to significantly influence the willingness of muzakki and munfik in fulfilling their obligations.This research employs a descriptive method with a quantitative approach. Data were collected through Likert-scale-based questionnaires distributed to muzakki and munfik in Cianjur Regency. The results reveal the key factors determining their interest in paying zakat and giving infak during extraordinary events: (1) Knowledge with a score of 478 (Good category), (2) Trust with a score of 486 (Good), (3) Income with a score of 484 (Good), and (4) Empathy with a score of 487 (Very Good). Among these, empathy emerged as the most dominant factor influencing the high interest in zakat and infak during extraordinary events, with a score of 487 in the "Very Good" category. Abstrak. Zakat dan infak memiliki peran penting dalam pemerataan kesejahteraan, terutama dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB) seperti bencana alam atau krisis ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat muzakki dalam membayar zakat dan munfik dalam berinfak di BAZNAS Kabupaten Cianjur pada saat KLB. Faktor yang diteliti meliputi pengetahuan, kepercayaan, pendapatan, dan empati, yang diduga memiliki peran signifikan dalam membentuk minat muzakki dan munfik dalam menunaikan kewajibannya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada muzakki dan munfik di Kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang menentukan muzakki dan munfik dalam berzakat dan berinfak di BAZNAS Kabupaten Cianjur pada saat terjadinya kejadian luar biasa (KLB) yaitu : (1). Pengetahuan dengan skor Skor 478 yang termasuk dalam kriteria Baik . (2). Kepercayaan dengan skor 486 yang termasuk dalam kriteria Baik. (3) Pendapatan dengan skor 484 yang termasuk dalam kriteria Baik, dan (4). Empati dengan skor 487 dengan kriteria Sangat Baik. Kemudian faktor dominan yang menentukan tingginya minat muzzaki dan munfik dalam membayar zakat dan infak pada saat kejadian luar biasa adalah faktor empati memiliki pengaruh yang paling dominan dengan skor 487 dan kategori "Sangat Baik”.