Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DEVELOPMENT OF GEOGRAPHIC LITERACY BASED MODEL OF SOCIAL STUDIES LEARNING IN BUILDING STUDENTS’ ECO-FRIENDLY CHARACTER Jakiatin Nisa; Enok Maryani; Epon Ningrum
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.9

Abstract

This study is derived from the fact that the eco-friendly character has still not been widely performed and the students’ geoliteracy has not been highly developed in social studies learning (IPS) in junior high schools in Bandung. This study is aimed at producing a social studies learning model which is expected to be an effort to build eco-friendly character, namely the Geographic Literacy Based Model in Building Eco-Friendly Character (BLG-KPL Model). The method used in this study is Research & Development (R&D). The study consists of preliminary session including the identification of needs (needs assessment), model development that includes some expert judgment, limited and extensive trials, and effectiveness test on the influence and the effect size. This research article will only describe the stage of developing the model with the assumption that the preliminary session has passed through extensive testing. The subjects of the study are teachers and the students in several junior high schools in Bandung. The data analysis of the model development consists of the feasibility test from the expert by conducting several revisions of the limited and extensive trials process. The results of the research in the model development stage produced 5 syntaxes with 4 revised changes based on limited and extensive trials. The first revision experienced a significant change from 6 syntaxes to 5 syntaxes. In the second and third revision, the main content was improved in reference to the limited trials results because it was not still significant to building eco-friendly character and the fourth revision was a recommendation from an extensive trial which shows that it had already been significant in building the character, with some technical revisions in the operational stage of applying the model. Penelitian ini berangkat dari rendahnya karakter peduli lingkungan dan kurang dikembangkannya literasi geografi peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan model pembelajaran IPS yang diharapkan bisa menjadi upaya dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan, yaitu Model Berbasis Literasi Geografi - Karakter Peduli Lingkungan yang kemudian disingkat Model BLG-KPL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research & Developmnet (R&D). Tahapan penelitian terdiri dari tahap pendahuluan, meliputi identifikasi kebutuhan (needs assessment), tahap pengembangan model, meliputi telaah ahli (expert), uji terbatas dan uji luas dan tahap pengujian efektivitas pengaruh dan besaran efek model. Pada artikel penelitian ini hanya akan memaparkan tahap pengembangan modelnya saja dengan asumsi sudah dilalui tahap pendahuluan sampai pengujian luas. Subjek penelitian adalah guru dan peserta didik di beberapa SMPN Kota Bandung. Analisis data tahap pengembangan model terdiri dari uji kelayakan dari ahli (expert) dengan dilakukan beberapa kali revisi dari proses pengujian terbatas dan luas. Hasil penelitian tahap pengembangan model menghasilkan 5 sintaks dengan perubahan revisi sebanyak 4 kali berdasar uji lapangan terbatas dan luas. Pada revisi pertama mengalami perubahan signifikan dari 6 sintaks menjadi 5 sintaks. Pada revisi kedua mengalami perbaikan substansi berdasar hasil uji terbatas karena masih belum menujukkan signifikan menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan revisi keempat merupakan rekomendasi dari uji luas yang sudah menunjukkan signifikan menumbuhkan karakter peduli lingkungan dengan revisi teknis dalam tahap operasional penerapan model.
IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LITERASI GEOGRAFI DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK Jakiatin Nisa; Enok Maryani; Epon Ningrum
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.037 KB) | DOI: 10.15408/sd.v4i1.5915

Abstract

Abstract This researchobjectiveis to identify social study based on geoliteracy that have been applied to build student’s eco-friendly characterat junior high school in Bandung. The method that used in this research is descriptive analysis method with quantitative approach. The results showed that the factual condition of social studies learning at junior high school in Bandunghas not been developed to cultivate eco-friendly character. The objective condition of social studies learning is related to buildingstudent’s eco-friendly character, the teacher understands substantially that the social studies material is related to building student’s eco-friendly character. But in reality, the teacher has never done a special development of social studies learning based on geoliteracy to build eco-friendly character, for reasons not yet know how or technical to develop thelearning model. Thissituation, shows the learning process of social studies that have been done by teachers have not been able to build student’s eco-friendly character.   Abstraks Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembelajaran IPS berbasis literasi geografi yang diterapkan selama ini untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik di tingkat SMPN di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi faktual pembelajaran IPS di SMPN Kota Bandung belum dikembangkan untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Kondisi objektif pembelajaran IPS berkaitan dengan menumbuhkan peduli lingkungan peserta didik di SMPN Kota Bandung yaitu guru memahami secara substansi bahwa materi IPS berkaitan dengan menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Namun secara kenyataannya, guru belum pernah melakukan pengembangan khusus pembelajaran IPS yang berbasis literasi geografi untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, dengan alasan belum mengetahui cara atau teknis untuk mengembangkan model pembelajaran tersebut. Keadaan ini, memperlihatkan proses pembelajaran IPS yang selama ini dilakukan oleh guru belum dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik.  Pengutipan: Nisa, Jakiatin, dkk. (2017). Identifikasi Pembelajaran IPS Berbasis Literasi Geografi dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 1-13. doi:10.15408/sd.v4i1.5915.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.5915 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Ilmiah Peserta Didik SMA Muhammad Robith Farkhan; Enok Maryani; Epon Ningrum
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.3953

Abstract

Kemampuan berpikir ilmiah merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik di persekolahan pada abad 21. Upaya menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah dilakukan guru dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 peserta didik, yang terbagi kedalam 2 kelas, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran berbasis masalah, sedangkan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol digunakan metode pembelajaran ceramah. Data pengaruh diperoleh menggunakan instrumen tes keterampilan berpikir ilmiah, dilaksanakan sebelum dan setelah pembelajaran. Analisis data penelitian ini menggunakan paired sample t test. Hasil penelitian didapatkan bahwa, 1) terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir ilmiah, dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak, 2) tidak terdapat pengaruh metode pembelajaran ceramah terhadap kemampuan berpikir ilmiah, dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir ilmiah dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis masalah.
Analysis of Lembang Fault Characteristics based on Literatures of Geological Structure, Rock Formation and Peak Ground Acceleration Probabilistic Earthquake Analysis Totok Doyo Pamungkas; Epon Ningrum
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v22i2.45233

Abstract

Earthquakes are a very frequent phenomenon, especially in the territory of Indonesia with a lot of compression pressure from the Eurasian and Indian Ocean tectonic plates. The influence of volcanism activity and the southern part of the Java subduction pathway triggers the formation of faults in Java, one of which is the Lembang fault. How is the geological history process structurally and the calculation of the maximum peak ground acceleration (PGA) to determine the characteristics of the Lembang fault? In this study, the focus is on a literature review with descriptive methods with the aim of collecting reference data information on studies to find out more about the characteristics of the Lembang fault. Based on the results of the literacy study that was collected and the interpretation of the structure that has been carried out, it can be stated that the characteristics of the Lembang fault are very complex through six sections. The majority are normal faults with strike-slip fault variations in several parts. The maximum peak ground acceleration probabilistic earthquake analysis on the Lembang fault depends on the distance and trajectory of the fault and the source of the earthquake and is on the type of soft or hard rock formation. Areas that have the highest maximum ground movement acceleration are in the North and East Bandung areas.
Mapping of the Intensity of Information Technology Literacy Integration Within Geography Learning in West Java Epon Ningrum; Iwan Setiawan; Bagja Waluya; Jalu Rafli Ismail
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v22i2.43850

Abstract

Information Technology (IT) development is a circumstance that affects various aspects of life. Education in the 21st century is inseparable with the advancement of information technology, both to improve teachers' quality of teaching and exposes to students the ability to utilize information, integrate it with their knowledge, and solve problems. In regards to this, integration of information technology within scientific learning is crucial, however mapping of teachers’ information literacy has not been initiated yet. Therefore the aim of this research is to conduct study and mapping the intensity of information technology literacy integration within geography learning in West Java. The result of this study shows that teachers’ are already know what information technology is in geography learning but not yet knowing how to implement it properly in each topic or material. The gap of knowledge and practice of implementing IT in the learning process has resulted in the implementation which is only at frequent intervals even when the facility is sufficient.
Development of Training Model to Improve Alumni Capacity in Writing Scientific Papers Nandi Nandi; Epon Ningrum; Jalu Rafli Ismail
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v23i1.52374

Abstract

The purpose of this community service activity in general is to help alumni of the Masters and Doctoral Study Program in Geography Education, especially those who are teachers and lecturers in empowering their abilities and skills to be more professional through gathering programs (alumni meetings). In particular, this program aims to: (1) determine the extent of alumni's abilities in writing scientific papers; (2) to train skilled alumni in writing scientific papers; (3) find out the opinions of alumni regarding the benefits of training activities and programs run by the study program. Efforts to overcome the problems stated earlier, alternative solutions to problems that will be pursued are as follows: (1) Conduct initial observations or field orientation regarding problems faced by alumni in writing scientific papers; (2) Conduct training on writing scientific papers; (3) Holding alumni meetings in order to strengthen alumni ties. The ultimate goal in this training activity and alumni gathering is to increase the capacity of the knowledge and skills obtained in the training they will apply both individually and in groups to produce scientific work that can increase teacher professionalism. Apart from that, it strengthens the emotional connection between fellow alumni and plans for follow-up of alumni association activities for the Masters and Doctoral Study Program in Geography Education FPIPS UPI.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING MELALAUI YOUTUBE CHANEL Anna Permanasari; Heny Hendrayati; Epon Ningrum; Siti Aisyah
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v2i2.29364

Abstract

Seiring berkembangnya revolusi industri, pada dunia pendidikan secara tidak langsung mengharuskan adanya pembaharuan pada konten kurikulum untuk mendidik siswa sehingga sekolah dapat membangun karakter siswanya lebih kuat dan matang dalam menghadapi berbagai tantangan pada industri 4.0 ini. Dalam pendidikan 4.0, pembelajaran harus mampu membuka jendela dunia melalui genggaman contohnya memanfaatkan internet of things (IOT). Berdasarkan permasalahan yang ada, maka solusi yang akan dilakukan adalah memfasilitasi sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Handayani 1979 mengembangan metode pembelajaran daring yang hemat dan efektif kepada siswa, yaitu dengan membuat channel Youtube. Teknik pengambilan data menggunakan angket kepada siswa yang difokuskan pada respon siswa terkait penggunaan youtube sebagai media pembelajaran. Skor angket menggunakan skala Likert. Analisis data untuk mengukur kategori keberhasilan dilakukan dengan menghitung rerata skor dan persentase tiap aspek yang ditanyakan. Kegiatan dinyatakan berhasil jika skor rerata yang dipertoleh tiap aspek dalam kategori baik atau sangat baik. Dari kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman guru terkait pentingnya media pembelajaran menarik menyesuaikan keadaan saat ini sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan telah berjalannya channel “YPH 1979 Official” dengan berbagai video pembelajaran dari guru-guru yang berada di lingkungan Yayasan Pendidikan Handayani 1979 yang semakin baik dan menarik.Seiring berkembangnya revolusi industri, pada dunia pendidikan secara tidak langsung mengharuskan adanya pembaharuan pada konten kurikulum untuk mendidik siswa sehingga sekolah dapat membangun karakter siswanya lebih kuat dan matang dalam menghadapi berbagai tantangan pada industri 4.0 ini. Dalam pendidikan 4.0, pembelajaran harus mampu membuka jendela dunia melalui genggaman contohnya memanfaatkan internet of things (IOT). Berdasarkan permasalahan yang ada, maka solusi yang akan dilakukan adalah memfasilitasi sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Handayani 1979 mengembangan metode pembelajaran daring yang hemat dan efektif kepada siswa, yaitu dengan membuat channel Youtube. Teknik pengambilan data menggunakan angket kepada siswa yang difokuskan pada respon siswa terkait penggunaan youtube sebagai media pembelajaran. Skor angket menggunakan skala Likert. Analisis data untuk mengukur kategori keberhasilan dilakukan dengan menghitung rerata skor dan persentase tiap aspek yang ditanyakan. Kegiatan dinyatakan berhasil jika skor rerata yang dipertoleh tiap aspek dalam kategori baik atau sangat baik. Dari kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman guru terkait pentingnya media pembelajaran menarik menyesuaikan keadaan saat ini sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan telah berjalannya channel “YPH 1979 Official” dengan berbagai video pembelajaran dari guru-guru yang berada di lingkungan Yayasan Pendidikan Handayani 1979 yang semakin baik dan menarik.
Peran dan Strategi Komunitas Earth Hour Medan dalam Mendorong Praktik Hidup Berkelanjutan di Indonesia Budi Rahmah Panjaitan; Epon Ningrum; Bagja Waluya; Dede Sugandi; Eka Wulan Safriani
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.117-125

Abstract

Komunitas memainkan peran besar dalam kelestarian lingkungan, termasuk hidup berkelanjutan. Kehadiran komunitas menjadi salah satu representasi tujuan ke-17 SDGS yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan (partnerships for the goals). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan strategi Komunitas Earth Hour Medan dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Komunitas Earth Hour Medan memiliki tiga peran dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia yaitu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup berkelanjutan, memperjuangkan kebijakan yang ramah lingkungan, dan melaksanakan aksi hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan. Komunitas Earth Hour Medan menerapkan beberapa strategi dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia yaitu melaksanakan rekrutmen relawan (volunteer) untuk menjadi bagian dari aksi yang dilakukan, melakukan pendekatan sosial media kepada masyarakat dan pemuda, turun langsung ke lapangan dalam mengedukasi masyakarakat maupun pemuda, dan berupaya menjaga eksistensi dengan tampil di media massa. Komunitas Earth Hour Medan juga melakukan langkah konkret dengan mengedukasi dan advokasi konservasi habitat alam, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman apotek hidup, mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, mengkampanyekan pengurangan sampah plastik, mendorong kebiasaan memasak sendiri makanan di rumah, menggunakan pangan lokal, dan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di sekitar pekarangan rumah. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya dukungan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, dan kurangnya sumber daya tetap menjadi hambatan dalam menjalankan program-program berkelanjutan.Kata kunci: Komunitas, Hidup Berkelanjutan, kemitraan, lingkungan
Analysis of Multiple Choice HOTS Test Questions on the Final Semester Assessment Budi Rahmah Panjaitan; Epon Ningrum; Bagja Waluya
JURNAL GEOGRAFI Vol 16, No 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.55504

Abstract

Assessment is essential in the education system to monitor educational development and make appropriate instructional decisions. This study aims to analyze the quality of multiple choice questions based on high-level thinking skills (HOTS) in the Geography subject using Anates Windows Version 4.0.9 software. This evaluative research involves analysis of final semester exam questions for class X Geography at SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Data consisting of questions, answer keys and exam results were collected from 32 students. The analysis was carried out descriptively and quantitatively to assess the level of difficulty, discriminating power, reliability, effectiveness of distractors, and validity of the questions. The analysis results show that the difficulty level of most of the questions is in the medium category (50%). The discriminating power is mostly good, although several questions are wrong or bad. Most of the distractors worked well, but some questions had ineffective distractors. Regarding validity, 17 questions were valid, while 11 questions were invalid. The reliability of the test is in the high category, with a reliability coefficient of 0.71. Anates Windows Version 4.0.9 software effectively analysed the quality of HOTS questions. These findings indicate that although most of the questions are of good quality, some require revision to increase their validity and effectiveness. This research emphasizes the importance of using technology in educational assessment to ensure the quality and fairness of exam questions. It contributes to developing assessment tools to improve students' higher-order thinking skills.Keywords: Item Analysis; Multiple Choice; HOTS; SMA Islam Al-Azhar
The Implementation of PBL (Problem Based Learning) and POE (Predict, Observe, Explain) Models: Their Impact on Critical Thinking Abilities Ihsan Khoirul Anam; Epon Ningrum; Iwan Setiawan; Herdien Raka Moch Isya
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 33, No 1 (2024): JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v33i1.57767

Abstract

Learning models that can develop critical thinking skills include the PBL and POE learning models. The purpose of this study was to analyze the effect of using the PBL and POE learning models on critical thinking skills in SMA Negeri 1 Bandung. This study used an experimental research method with a quasi-experimental design (none equivalent groups pretest-posttest design). Data collection was carried out by tests, assignments, and observation sheets. The subjects in this study were students of XI IPS class at SMA Negeri 1 Bandung. The results showed that 1) there were differences in the critical thinking abilities of students in experimental class 1 before and after using the PBL learning model, 2) there were differences in the critical thinking abilities of students in experimental class 2 before and after using the POE learning model, 3) there were differences students' critical thinking skills between experimental class 1 using the PBL learning model and experimental class 2 using the POE learning model, 4) there is an effect of using the PBL learning model on students' critical thinking skills in experiment 1, 5) there is an effect of using the POE learning model on students' critical thinking skills in experimental class 2.