Maman Chatamallah
Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Strategi Marketing Public Relations Mischief Denim di Masa Pandemi Tamareisya Setiawan Putri; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.099 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.212

Abstract

Abstract. The presence of the Covid-19 pandemic crisis has affected Mischief Denim as one of the business sector. In this regard, the activities of a company must continue to run with the role of marketing public relations in it so that they can then maintain their business. Like Mischief Denim did with the “photo contest challenge” program as a marketing public relations program. This study aims to determine the planning, implementation, and reasons for Mischief Denim choosing the “photo contest challenge” program as a marketing public relations strategy during the pandemic. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The theory used in this research is marketing public relations, the concept of a three-way strategy, and the concept of the operational process of public relations. Data collection techniques were conducted by interview, observation, literature study and documentation. While the subjects interviewed in this study amounted to two people from the Mischief Denim. The results of this study found that Mischief Denim's marketing public relations strategy planning through the "photo contest challenge" program during the pandemic was carried out by brainstorming by several divisions to negotiate several points, such as what program was made and its targets, determination of themes, objectives of the program, determine budget, and preparing rules and visual output in the form of content for Mischief Denim's Instagram social media. In its implementation, it is in accordance with the stages that have been planned, although there are obstacles but can be overcome. Meanwhile, the reason Mischief Denim chose the "photo contest challenge" program as a marketing public relations strategy during the pandemic was to do brand activation, increase awareness, and reduce costs. Abstrak. Hadirnya krisis pandemi Covid-19 membuat Mischief Denim sebagai salah satu sektor bisnis ikut terdampak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan suatu perusahaan harus tetap berjalan dengan peran marketing public relations di dalamnya untuk kemudian dapat mempertahankan bisnisnya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Mischief Denim dengan adanya program “photo contest challenge” sebagai program marketing public relationsnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, implementasi, dan alasan Mischief Denim memilih program “photo contest challenge” sebagai strategi marketing public relations di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah marketing public relations, konsep three ways strategy, dan konsep proses operasional public relations. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sedangkan subjek yang diwawancarai dalam penelitian ini berjumlah dua orang dari pihak Mischief Denim. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan bahwa perencanaan strategi marketing public relations Mischief Denim melalui program “photo contest challenge” di masa pandemi, dilakukan dengan brainstorming oleh beberapa divisi untuk merundingkan beberapa poin, seperti program apa yang dibuat dan sasarannya, penentuan tema, tujuan dari program yang dibuat, penentuan anggaran, serta mempersiapkan rules dan output visual berupa konten untuk media sosial instagram Mischief Denim. Pada implementasinya sudah sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, walaupun sempat terkendala namun bisa diatasi. Sedangkan alasan Mischief Denim memilih program “photo contest challenge” sebagai strategi marketing public relations di masa pandemi adalah untuk melakukan brand activation, meningkatkan awareness, serta biaya yang lebih murah.
Strategi Komunikasi Pemasaran “Just a Trip” Muhammad Althafariq Ramadhan; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.026 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.269

Abstract

Abstract. Tour and Travel companies during the Covid-19 pandemic faced challenges that were not easy to deal with, given the existence of regulations imposing restrictions on community activities which resulted in limited use of tour and travel services for tourism. This study aims to describe the marketing communication strategy which consists of : (1) communication; (2) marketing communication; (3) marketing communication purpose; (4) marketing strategy; (5) communication marketing strategy; (6) marketing public relations; (7) digital marketing; and (8) tourism at PT. Justatrip Justatrip Sahabat Perjalanan. The approach used is descriptive qualitative. The research subject is the owner of PT. Justatrip Justatrip Sahabat Perjalanan, Syarief Darmawan (Owner), Reizhard Fernando (Marketing Communication). Data collection techniques in this research are using literature study techniques, observation (observation), and interviews. Data were analyzed using models from Miles and Huberman with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity test was done by triangulating the data sources. The results showed that : The marketing function as the survival of the company is very important because it is responsible for the company's income. Just A Trip's marketing communication strategy includes Advertising and Promotions. Abstrak. Perusahaan tour dan travel pada masa pandemi Covid-19 ini menghadapi tantangan yang tidak mudah dihadapi, mengingat adanya peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berdampak pada terbatasnya penggunaan jasa tour dan travel untuk berpariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran yang terdiri atas; (1) komunikasi; (2) komunikasi pemasaran; (3) tujuan komunikasi pemasaran; (4) strategi pemasaran; (5) strategi komunikasi pemasaran; (6) marketing public relations; (7) digital marketing; dan (8) pariwisata di PT. Justatrip Sahabat Perjalanan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Pemilik PT. Justatrip Sahabat Perjalanan, Syarief Darmawan (Owner), Reizhard Fernando (Marketing Communication). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik studi kepustakaan, observasi (pengamatan), dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan model dari Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Fungsi marketing sebagai kelangsungan perusahan sangat penting karena bertanggungjawab atas pendapatan perusahaan. Strategi komunikasi pemasaran Just A Trip meliputi Advertising (Periklanan) dan Promotions (Promosi).
Digital Kampanye Zero Waste Indonesia Shafira Fauzani; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.519 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.417

Abstract

Abstract. Humans are an important element in protecting the environment, because the symbiotic mutualism of which must continue to go along with the development of the earth and technology. However, there are still many people who do not respect their environment to always live in harmony, because the amount of waste and waste produced by humans is increasing every day, thus environmental problems, especially waste problems in Indonesia, are increasing in number. Zero Waste Indonesia as an online-based community that aims to change the lifestyle of the Indonesian people. In the 30 Days Zero Waste Challenge program, Zero Waste Indonesia campaigns for a minimal waste style to reduce the amount of waste in Indonesia. In this research on the digital program of the 30 Days Zero Waste Challenge campaign, qualitative research methods are used with a case study approach. Researchers used data collection techniques, namely interviews, documentation, and literature study. The purpose of this study is to find out how to plan, how to implement, why the program was chosen to be campaigned on Instagram and to find out how the supporting factors and digital barriers for the 30 Days Zero Waste Challenge campaign on Instagram @zerwowaste.id_official. The subject of this research with the main informant is Zero Waste Indonesia who can indeed provide information and with the support of informants it is hoped that they can provide views from different perspectives or information about the digital program of the 30 Days Zero Waste Challenge campaign and about waste problems in Indonesia. Abstrak. Manusia merupakan unsur yang penting dalam menjaga lingkungannya, karena simbiosis mutualisme diantaranya harus terus berjalan seiring berkembangnya bumi dan teknologi. Tetapi masih banyaknya manusia yang tidak menghalukan lingkungannya untuk selalu hidup selaras, karena jumlah sampah dan limbah yang dihasilkan manusia selalu meningkat setiap harinya, dengan begitu permasalahan lingkungan terutama permasalahan sampah di Indonesia jumlahnya semakin meningkat. Zero Waste Indonesia sebagai salah satu komunitas berbasis online yang bertujuan dalam mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia. Dalam program 30 Days Zero Waste Challenge, Zero Waste Indonesia mengkampanyekan gaya minim sampah untuk mengurangi jumlah sampah di Indonesia. Pada penelitian mengenai program digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana perencanaan, bagaimana pelaksanaan, mengapa program tersebut dipilih untuk dikampanyekan di Instagram dan mengatahui bagaimana faktor pendukung dan hambatan digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge pada Instagram @zerwowaste.id_official. Subjek penelitian ini dengan informan utama ialah pihak Zero Waste Indonesia yang memang dapat memberikan informasi dan dengan adanya informan pendukung diharapkan dapat memberikan pandangan dari sudut pandang yang berbeda atau informasi mengenai program digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge serta mengenai permasalahan sampah yang ada di Indonesia.
Peran Public Relations PT. Pos Indonesia dalam Memantau Opini Publik Deskia Putri Harahap; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.181 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.1155

Abstract

Abtract. Every company cannot be separated from the role of public relations which is one very important element in the company structure. This makes the Public Relations PT. X conducts media monitoring activities to control news information about PT. X in monitoring public opinion coupled with the very rapid growth of technology has an effect on communication and the way in which information is disseminated. The purpose of this media monitoring activity is to find out the process of analyzing the monitoring media activities of PT. X in monitoring public opinion, the tools used by public relations PT. X in carrying out media monitoring activities, and knowing the role of public relations PT. X in utilizing media monitoring activities. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through the stages of interview, observation, and documentation. The results of this study indicate that media monitoring activities carried out in monitoring public opinion can provide an overview of public opinion perceptions of the company and can find out what are the shortcomings or obstacles that occur in the news about the company PT. Indonesian post. So that public relations practitioners PT. X in this monitoring media can be seen how the news or issues that are developing in the community and make public relations practitioners PT. X can determine the strategies and policies that will be implemented in the future. Abstrak. Setiap perusahaan tidak lepas dari peranan public relations yang merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam struktur perusahaan. Hal ini membuat pihak Public Relations PT. X melakukan aktivitas media monitoring guna mengendalikan informasi pemberitaan mengenai PT. X dalam memantau opini publik ditambah dengan pertumbuhan teknologi yang sangat pesat berpengaruh pada komunikasi dan cara penyebaran informasi. Tujuan pelaksanaan aktivitas media monitoring ini bertujuan untuk mengetahui proses analisis aktivitas media monitoring PT. X dalam memantau opini public, tools yang digunakan public relations PT. X dalam melakukan aktivitas media monitoring, dan mengetahui peran public relations PT. X dalam memanfaatkan aktivitas media monitoring. Metode yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahap wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan media monitoring yang dilakukan dalam memantau opini publik dapat memberikan gambaran persepsi opini publik terhadap perusahaan dan dapat mengetahui apa saja kekurangan atau hambatan yang terjadi pada pemberitaan mengenai perusahaan PT. X. Sehingga praktisi public relations PT. X pada media monitoring ini dapat diketahui bagaimana pemberitaan atau isu yang sedang berkembang di kalangan masyarakat dan membuat praktisi public relations PT. X dapat menentukan strategi dan kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan untuk selanjutnya.
Strategi Marketing Public Relations Lemia Project dalam Mempertahankan Eksistensi di masa Pandemi Covid-19: Studi kasus cinematic wedding foto dan video di Lemia Project Nasrul Suryaman; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.889 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3428

Abstract

Abstract. Lemia Project has a wedding concept that has a high art style, this is evidenced by one of his works, a blurry photo which is his trademark. The concept owned by the Lemia Project is the cinematic concept, this concept is the concept of a wedding photo and video that looks like a film. The pandemic has made all business people spin their brains so that they can continue to run their business during the pandemic, some of them even closed forever because they went bankrupt and couldn't do much. However, the Lemia Project is still producing works in the Wedding Photography business. Therefore, the author is interested in conducting research on the Lemia Project's marketing public relations strategy in increasing existence during the covid19 pandemic. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection techniques by interview, observation, documentation, and literature study. The research subjects in this study were the Marketing Lemia Project and the Director of the Lemia Project. Meanwhile, the supporting resource person is an expert who is directly related to the concept of cinematic wedding, namely Videographer Lemia. The results of this study indicate that the strategy of using the cinematic wedding concept used by Lemia is collaborating with other vendors and being active on social media. The reason Lemia Project uses the concept of a cinematic wedding is as a corporate identity by creating a campaign or article published online on its social media. The process of making the concept of a cinematic wedding video and photo lemia project starts from the introduction of the client, the production process, editing, review/evaluation, uploading content on social media. Abstrak. Lemia Project memiliki konsep wedding yang memiliki gaya seni yang tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan salah satu hasil karyanya foto bluring yang menjadi ciri khasnya. Konsep yang dimiliki oleh Lemia Project yaitu konsep cinematic, konsep ini merupakan konsep wedding foto dan video yang terlihat seperti sebuah karya film. Pandemi membuat semua pelaku bisnis berputar otak agar tetap bisa bertahan menjalankan bisnisnya selama pandemi berlangsung, bahkan dari mereka ada yang hingga tutup selamanya karena mengalami kebangkrutan dan tidak bisa berbuat banyak. Tetapi Lemia Project hingga saat ini masih terus menghasilkan karya-karyanya di bisnis Wedding Photography. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang strategi marketing public relations Lemia Project dalam meningkatkan eksistensi dimasa pandemi covid19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah Marketing Lemia Project dan Direktur Lemia Project. Sedangkan untuk narasumber pendukung ialah seorang ahli yang berkaitan langsung dengan konsep cinematic wedding yaitu Videografer Lemia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi menggunakan konsep cinematic wedding yang digunakan Lemia yaitu bekerja sama dengan vendor lain dan aktif di media sosial. Alasan Lemia Project menggunakan konsep cinematic wedding yaitu sebagai identitas perusahaan dengan cara membuat sebuah campaign atau artikel yang dimuat online di media sosialnya. Proses pembuatan konsep cinematic wedding video dan foto lemia project dimulai dari perkenalan klien, proses produksi, editing, review/evaluasi, upload konten di media sosialnya.
Perilaku Komunikasi dan Delinkuensi Mahasiswa dalam Keluarga Broken Home: (Studi fenomenologi pada Mahasiswa Unisba yang mengalami keluarga broken home) Naditha Rizkya Hantoro; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.124 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3566

Abstract

Abstract. The phenomenon of divorce in Indonesia is increasing, this is certainly very bad for children. Children will be the victims who are most harmed. This phenomenon is commonly known as Broken Home. This study aims to determine the communication behavior and delinquency behavior of Unisba students as individuals who experience a broken home family, to determine the student's motives for doing this behavior and to determine the meaning of family communication and its relation to communication behavior and delinquency behavior. This research uses qualitative research methods and a phenomenological study approach with constructivism paradigm. Research data were collected through in-depth interviews, observation and literature study. The informants consist of 5 students, namely Unisba students who have a broken home family background. Data analysis was carried out according to the phenomenological study. The results showed that the broken home family background made the informants perform poor communication behaviors, including: introvert, afraid to express their feelings, difficult to trust, not confident, easily anxious, easily angry. In addition, they also engage in delinquent behavior including fighting and behaving rudely their parents, running away, hurting themselves, premarital sex, smoking, nightclubs, and drinking alcoholic beverages. There are two motives behind them doing this behavior, namely because of motive (motive for conditions and family life, a picture of a father figure), and in order to motive (as a place of escape). The research subjects interpret family communication as a form of affection, attention and care, emotional support, moral education, and can maintain family harmony. Abstrak. Fenomena perceraian di Indonesia semakin meningkat, hal ini tentunya sangat berakibat buruk kepada anak. Anak akan menjadi korban yang paling dirugikan. Fenomena ini biasa dikenal dengan istilah Broken Home (keluarga yang tidak utuh atau harmonis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi dan perilaku delinkuensi yang dilakukan mahasiswa Unisba sebagai individu yang mengalami keluarga broken home, untuk mengetahui motif mahasiswa melakukan perilaku tersebut dan untuk mengetahui makna komunikasi keluarga dan kaitannya terhadap perilaku komunikasi dan perilaku delinkuesi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi kepustakaan. Informan terdiri dari 5 yaitu mahasiwa Unisba yang memiliki latar belakang keluarga broken home. Analisis data dilakukan sesuai dengan studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan latar belakang keluarga broken home membuat informan melakukan perilaku komunikasi yang buruk, diantaranya: pendiam dan tertutup, takut mengekspresikan perasannya kepada orang lain, sulit percaya kepada orang lain, tidak percaya diri, mudah cemas dan takut, serta mudah marah. Selain itu mereka juga melakukan perilaku delinkuensi diantaranya suka melawan dan berperilaku kasar kepada orang tua, suka melarikan diri, menyakiti diri sendiri, seks pranikah, merokok, pergi ke kelab malam, dan minum-minuman beralkohol. Ada dua motif yang melatarbelakangi mereka melakukan perilaku tersebut, yaitu because of motive (motif kondisi dan kehidupan keluarga, gambaran figur seorang ayah), dan in order to motive (sebagai tempat pelarian). Para subjek penelitian memaknai komunikasi keluarga sebagai bentuk kasih sayang, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, sebagai bentuk dukungan emosional dan didikan moral, serta dapat menjaga keharmonisan keluarga.
Makna Relationship Bagi Muslimah Bercadar: Studi Fenomenologi Muslimah Bercadar di Universitas Islam Bandung Radhita Yuthifa Rahman; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.267 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3992

Abstract

Abstract. Veiled muslim women in social interaction will face communication problems because their limitations are more easily recognized, one of which is that their faces are covered. In social interaction, they will have some problems because their appearance differs from the others. Because of that, Veiled muslim women need to adapt to their environment. This research was conducted to determine how muslim women build a relationship with others, how they communicate with others, and how they adjust to their extended family, campus environment and other. This research method used qualitative with a phenomenological approach of Alfred Schutz. The theories used are Self Disclosure Theory, Human Relations Theory and Social Penetration Theory. Abstrak. Muslimah bercadar dalam pergaulan sosial akan menghadapi berbagai kendala komunikasi, karena keterbatasan mereka untuk lebih mudah di kenali, salah satunya karena wajah mereka tertutup. Dalam pergaulan sehari-hari akan mengalami kendala dikarenakan penampilan mereka yang lain daripada yang lain. Hal-hal tersebut tentu memerlukan upaya muslimah bercadar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar yang tidak/belum bercadar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seorang muslimah membangun hubungan dengan orang lain, bagaimana hubungan komunikasi mereka dengan orang lain serta cara mereka menyesuaikan diri baik dengan keluarga besarnya, lingkungan kampus dan masyarakat lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Shcutz. Teori yang digunakan adalah Teori Self Disclousure, human relations dan Teori Penetrasi Sosial.
Kegiatan Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam Meraih Penghargaan di Masa Pandemi Shabilla Restu Yuniawatie; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.982 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4136

Abstract

Abstract. The decline in passenger volume due to the spread of the delta variant of Covid-19 has become a crisis for PT Kereta Api Indonesia (Persero) that needs to be addressed. Through this research, the researcher aims to find out and examine what PR activities are carried out by PT Kereta Api Indonesia (Persero) PR to successfully deal with the crisis so that it can win the Best Crisis Management award with Diamond predicate in The 3rd Asean PR Excellence Awards 2021. This research using a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observations, and written sources. This research will examine the process of PR activities of PT Kereta Api Indonesia (Persero) which is associated with the PR Operational Process Theory from Cutlip, Center, and Broom in Yulianita (2012). In the public relations activities carried out, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Public Relations carries out the stages of the PR Operational process, namely Defining Public Relations Problems, Planning and Programming, Taking and Communicating, Evaluating the Program so that the activities carried out successfully handle the crises faced and produce awards in the future. pandemic. The research subjects were three people who were Manager of External Relations, Assistant Manager of External Relations, and Executor of Web Corporate, BUMN Portal and Social Media who were responsible for the continuity of the PR activities. Abstrak. Penurunan volume penumpang akibat penyebaran Covid-19 varian delta menjadi krisis bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang perlu ditangani. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kegiatan PR kegiatan apa yang dilakukan oleh PR PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk berhasil menghadapi krisis sehingga dapat meraih penghargaan Best Crisis Management predikat Diamond dalam ajang The 3rd Asean PR Excellence Awards 2021. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan sumber tertulis. Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai proses dari kegiatan PR PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dikaitkan dengan Teori Proses Operasional PR dari Cutlip, Center, dan Broom dalam Yulianita (2012). Dalam kegiatan humas yang dilakukan, Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan tahapan proses Operasional PR yaitu Defining Public Relations Problem, Planning and Programming, Taking and Communicating, Evaluating the Program sehingga kegiatan yang dilakukan berhasil menangani krisis yang dihadapi dan membuahkan penghargaan di masa pandemi. Subyek penelitian berjumlah tiga orang yang merupakan Manager External Relations, Assistant Manager External Relations, dan Pelaksana Web Corporate, Portal BUMN and Social Media yang bertanggung jawab atas keberlangsungan kegiatan PR tersebut.
Strategi Brand Repositioning Pietro Coffee di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Yusfriza Setia Wibawa Riza; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.401 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4270

Abstract

Abstract. Companies in the midst of the covid-19 pandemic has resulted in changes in the pattern of life and activities that are very large and making impacts on the companies’ aspects. This makes companies had to be adjusting to new habits that were different from usual. The company's brand in the midst of the covid-19 pandemic situation is one of the most important aspects and identities to show credibility inherent in public. Position of the brand becomes important among consumers by showing the characteristics and superior values offered by the company with a product in a high value compared to another competitors. The company's goal of carrying out a positioning strategy is to create a competitive advantage and to survive during a pandemic to maintain the advantages that have been previously achieved and to make products that are better than competitors that can provide more value for consumers. In the digital era like in the present time, repositioning a brand in a state of the covid-19 pandemic is a very supportive thing to do as a place to build and strengthen of brand. Social media platforms that support brand repositioning is Instagram, as Instagram has a big influence on business development with various interesting and more specific features and unique characteristics that are easy to use. A brand repositioning strategy is a good step in trying to position the brand in the eyes of costumers. This strategy consists of all the moves and approaches taken by the company to attract consumers, withstand competitive pressures and improve position during pandemi covid-19 The contents that are provided are informative and educative which is accessible by the audience in the form of feeds posts packed with eye-catching visual designs. Abstrak. Perusahaan ditengah pandemi covid-19 telah mengakibatkan perubahan pola kehidupan dan aktivitas yang sangat besar serta berdampak terhadap aspek perusahaan. Hal itu membuat perusahaan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru yang sebelumnya berbeda daripada biasanya. Brand suatu perusahaan ditengah kondisi pandemi covid-19 ini menjadi salah satu aspek dan identitas yang sangat penting untuk menunjukan kredibilitasnya agar melekat di kalangan umum. Posisi sebuah merk menjadi hal yang penting di kalangan umum dengan menunjukan karakteristik dan nilai-nilai keunggulan yang ditawarkan oleh perusahaan dengan produknya dalam nilai yang tinggi daripada pesaing lainnya. Tujuan perusahaan melakukan strategi positioning untuk menciptakan keunggukan kompetitif dan mampu bertahan di tengah adanya pandemi dalam mempertahankan keunggulan yang sudah di raih sebelumnya serta membuat produk yang baik daripada merk pesaing lainnya. Di era digital seperti sekarang melakukan brand repositioning dalam kondisi pandemi covid-19 merupakan suatu hal yang sangat mendukung untuk dilakukan sebagai langkah membangun, memperkuat dan memperkokoh brand. Platform media sosial yang mendukung untuk brand repositioning adalah instagram karena instagram memberikan pengaruh besar dalam perkembangan usaha dengan berbagai fitur yang menarik dan lebih spesifik. Strategi brand repositioning menjadi langkah yang baik untuk memposisikan brand di benak audiens dengan tujuan untuk memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Strategi ini terdiri dari semua pergerakan dan pendekatan yang diambil oleh perusahaan untuk menarik daya tarik pembeli, menahan tekanan persaingan, dan memperbaiki posisinya di masa pandemi covid-19. Strategi brand repositioning yang dilakukan Pietro Coffee berupa program El Fact melalui konten media sosial Instagram sebagai informatif dan edukatif yang bisa dibaca oleh audiens dalam berbentuk postingan feeds yang dikemas dengan design visual.
Manajemen Krisis Humas Pesantren Persatuan Islam 67 Benda dalam Penangganan Pandemi Klaster COVID-19 di Pesantren Zahra Aulina; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6197

Abstract

ABSTRACT Crisis is something that can be avoided and can happen to anyone, anywhere and anytime. Therefore, the emergence of a crisis can bring risks to an agency or company. However, not all crises carry risks, on the contrary, crises can also create good opportunities if good crisis management is carried out. Through good and correct crisis management, the possibility of a crisis can be resolved properly. In this study, the author aims to describe how crisis management and the role of public relations are carried out by the PR of the Islamic Association of Islamic Boarding School 67 Benda Tasikmalaya when dealing with the crisis during the pandemic with the emergence of the Covid-19 cluster. The COVID-19 crisis is an unexpected crisis caused by external factors, namely a pandemic or outbreak. This study uses a qualitative descriptive approach methodology to obtain in-depth research results so that it can understand the existing problems, with in-depth interviews, observations used as data collection. Based on the results of the study, the crisis that occurred in Islamic boarding schools was caused by external factors, namely pandemics and the crisis management strategy carried out was divided into four stages, namely: the Prodomal Stage, namely prediction of the emergence of a crisis with the emergence of symptoms of anosmia in a student, the Acute Stage, namely the crisis surfaced when it was discovered. as many as 377 tested positive in the pesantren and became a hot topic of discussion. The Chronic Stage is the stage of carrying out crisis management efforts that arise, namely as a stage of cleaning up the remnants of problems due to the crisis and the Resolution Stage, which is the healing stage after the crisis so that it returns to normal and can resume activities normally and smoothly. by implementing the Covid-19 health protocol. In addition, there is also a public relations role in it, namely as Expert Advisors, Communication Facilitators, Problem Solvers and Communication Technicians. ABSTRAK Krisis merupakan hal yang dihindari dan bisa terjadi kepada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Oleh karena itu kemunculan krisis dapat membawa risiko bagi sebuah instansi maupun perusahaan. Namun tidak semua krisis membawa risiko, sebaliknya krisis juga dapat menciptakan peluang baik jika dilakukan manajemen krisis yang baik. Melalui manajemen krisis yang baik dan benar, maka kemungkinan krisis dapat teratasi dengan baik. Dalam penelitian ini penulis bertujuan mendeskripsikan bagaimana manajemen krisis serta peranan humas yang dilakukan oleh humas Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Tasikmalaya ketika menangani krisis pada masa pandemi dengan munculnya klaster Covid-19. Krisis covid-19 merupakan krisis tak terduga disebabkan faktor eksternal yaitu pandemi atau wabah. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh hasil penelitian yang mendalam sehingga dapat memahami permasalahan yang ada dengan wawancara mendalam, observasi yang digunakan sebagai pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, krisis yang terjadi di pesantren disebabkan oleh faktor eksternal yaitu pandemi dan strategi manajemen krisis yang dilakukan dibagi menjadi empat tahapan yaitu: Tahap Prodomal yaitu prediksi kemunculan krisis dengan munculnya gejala anosmia pada seorang santri, Tahap Akut yaitu krisis muncul ke permukaan ketika diketahui sebanyak 377 dinyatakan positif di pesantren dan menjadi ramai dibicarakan. Tahap Kronik yaitu tahap dilakukannya upaya-upaya penanggulangan krisis yang muncul yaitu sebagai tahap pembersihan sisa-sisa masalah akibat krisis dan Tahap Resolusi yaitu tahap penyembuhan setelah krisis agar kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktivitas dengan normal dan lancar Pada tahapan ini, pesantren membuka kembali pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Selain itu terdapat juga peranan humas didalamnya yaitu sebagai Penasihat Ahli, Fasilitator Komunikasi, Pemecah Masalah dan Teknisi Komunikasi.