Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECERDASAN INTERPERSONAL GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU Tita Sapriyanti; Wusono Indarto; Devi Risma
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aim of this research is to know whether there is levels and correlation between self esteem and interpersonal intelligence of kindergarten’s teachers at Tampan District of Pekanbaru City. The samples of this research is kindergarten’ s teachers at Tampan District of Pekanbaru City that consists of 55 teachers. Method of this research is Pearson Product Moment correlation to know the correlation between Self Esteem and Interpersonal Intelligence. The technique of collecting data used questioner in Likert scale form. The technique of analyzing data used scale test and statistic analytical. Based of this research there is level of self esteem in the medium category with the percentage 80,12% and the level of interpersonal intelligence in the medium category with the percentage 78,42%. Based of hypothesis there is any significant positive correlation between self esteem and interpersonal intelligence of kindergarten’s teachers at Tampan District of Pekanbaru City. It could be seen from the result of correlation coefficient that rxy = 0,648 and significant level is 0,000 < 0,05. The level of correlation between self esteem and interpersonal intelligence of kindergarten’s teachers is in the highcategory with the rank of determinant coefficient in the amount of KD = r² x 100% = 41,99%, it means that self esteem affect interpersonal intelligence as much as 41,99%.Key Words: Self Esteem, Interpersonal Intelligence
Demonstrasi Pembuatan Pentol Ikan Swanggi sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita untuk Mencegah Stunting Latifah Nur Baeti; Toni Hartanto; Muhamad Hilmi Zamzami; Tita Sapriyanti; Lutfi Sindu Saputri; Hendy Rifki Hidayat; Meishinta Alvionita Junia Mirantika; Siti Hasnaningtiyas; Nabilla Dewi Kanaya Putri; Putri Fania; Sucipto Hadi Purnomo
Jurnal Dharma Indonesia Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Dharma Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdi.v1i1.68201

Abstract

Stunting pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan nasional dengan angka stunting 18,7 % di Kabupaten Rembang dan memiliki prevalensi 20, 81 % untuk Kecamatan Sulang berdasarkan Sebaran Data Sasaran dan Cakupan Layanan Esensial. Kasus balita yang mengalami stunting cukup tinggi terjadi di beberapa daerah termasuk Kabupaten Rembang khususnya di Desa Kemadu Kecamatan Sulang. Masyarakat Kemadu yang suka mengkonsumsi jajanan pentol menjadikan inspirasi untuk membuat inovasi pentol ikan sebagai pemberian makanan tambahan pada balita untuk mencegah stunting. Diharapkan dengan inovasi pentol ikan Swanggi untuk pemberian makanan tambahan pada balita dapat mengurangi angka stunting di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Si Kecil Cinta Alam : Pelatihan Membuat Eco-Enzyme untuk Menumbuhkan Kecerdasan Naturalistik Anak Usia Dini Tita Sapriyanti; Thea Yuliana Anjari; Aisyah Oktavia Siregar; Arnita Fitri; Fatma Hasanah Lubis
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 6 No 2 (2025): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan kecerdasan naturalistik anak usia dini melalui kegiatan pelatihan membuat eco-enzyme di Taman Kanak-kanak Seroja. Kecerdasan naturalistik anak belum berkembang dengan optimal, karena kurangnya kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran berbasis pengalaman langsung dengan alam. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Subjek penelitian terdiri atas 17 anak berusia 5–6 tahun. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan membuat eco-enzyme memberikan pengalaman konkret bagi anak dalam mengenali dan mengolah bahan alami, khususnya melalui kegiatan memilah sampah organik dan memahami proses fermentasi sederhana. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kecerdasan naturalistik, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, serta karakter cinta lingkungan. Anak terlihat lebih aktif mengeksplorasi bahan, mengamati perubahan selama proses pembuatan eco-enzyme, dan berdiskusi mengenai manfaatnya bagi lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini juga mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan menjadi lebih efektif ketika anak terlibat langsung dalam aktivitas yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pelatihan eco-enzyme terbukti berkontribusi pada peningkatan partisipasi sosial anak, penguatan nilai-nilai karakter, dan pemahaman ekologis. Kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua turut memperkuat keberhasilan kegiatan ini. Dengan demikian, pelatihan eco-enzyme dapat dijadikan model pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan sains, karakter, dan pendidikan lingkungan di jenjang PAUD.