Nies Suci Mulyani
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Isolasi dan Identifikasi Zat Pengemulsi pada Emulsi Santan Kelapa Hudiyanti, Dwi; Mulyani, Nies Suci; Fachriyah, Enny
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 3 (1999): Volume 2 Issue 3 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6016.281 KB) | DOI: 10.14710/jksa.2.3.84-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi zat pengemulsi yang terdapat dalam sistem emulsi santan kelapa. Isolasi phospholipida dilakukan dengan metode ekstraksi solven menggunakan campuran heksana-isopropanol (3:2) pada T = 40°C. Ekstrak yang diperoleh lalu diuji dengan TLC. Identifikasi komponen-komponen zat pengemulsi, phospholipida (phosphogliserida), dilakukan dengan memisahkan komponen-komponen asam lemaknya dengan cara penyabunan dengan NaOH metanolik 0,5 M. Setelah itu asam-asam lemak yang diperoleh diesterifikasi sehingga terbentuk metil esternya. Senyawa metil ester dari asam lemak ini yang kemudian diidentifikasi dengan GC-MS. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa zat pengemulsi pada santan kelapa kemungkinan terdiri dari lebih dari satu senyawa phospholipida yang bersifat amphiphilik. Senyawa tersebut pada bagian polarnya memiliki gugus amina dan pada bagian non polarnya (R1 dan R2) merupakan residu asam lemak:asam kaprilat (oktanoat, C8), asam kaprat (dekanoat, C10), asam laurat (dodekanoat, C12), asam miristat (tetradekanoat, C14), dan asam palmitat (heksadekanoat, C16)
Oksidasi Lemak Dalam Daging Kelinci dan Ayam pada Kondisi Penyimpanan yang Berbeda Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Sumardjo, Damin; Wuryanti, Wuryanti; Mulyani, Nies Suci
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 4 (1999): Volume 2 Issue 4 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3677.663 KB) | DOI: 10.14710/jksa.2.4.128-132

Abstract

Ketengikan akibat oksidasi merupakan masalah yang serius pada daging selama penyimpanan. Telah dilakukan penelitian untuk mengukur tingkat oksidasi pada daging kelinci dan ayam selama 1 sampai 9 hari penyimpanan dengan angka TBA sebagai parameter. Aldehid hasil oksidasi dari lemak akan membentuk kompleks berwarna dengan TBA yang intensitas warnanya diukur dengan UV -Vis pada panjang gelombang 450 nm untuk daging ayam dan 447 nm untuk daging kelinci. Kondisi penyimpanan dilakukan dengan pembungkus plastik dan pembungkus kedap udara pada suhu 4°C terhadap daging cacah dan utuh. Pada daging kelinci dengan pembungkus plastik dan pembungkus kedap udara baik cacah maupun utuh memiliki angka TBA yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam. Namun daging kelinci dan ayam mengalami penurunan angka TBA dengan menggunakan pembungkus kedap udara.Dari hasil eksperimen diperoleh lemak total daging kelinci 2,949% dan daging ayam 7,2902%. Sedangkan daging kelinci memiliki lebih banyak asam lemak tak jenuh dibandingkan daging ayam. Semakin lama penyimpanan oksidasi lemak yang terjadi semakin besar. Tetapi dapat dihambat dengan menggunakan pembungkus kedap udara
Profil Kandungan Protein dan Tekstur Tahu Akibat Penambahan Fitat pada Proses Pembuatan Tahu Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Mulyani, Nies Suci; Aminin, Agustina L. N.; Wuryanti, Wuryanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.786 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.1.6-9

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari profil kandungan protein dan tekstur tahu akibat penambahan fitat pada proses pembuatan tahu dengan koagulan asam asetat. Fitat merupakan senyawa monoinositol heksafosfat yang terdapat pada biji-bijian berkisar 1-5 % (b/b) dan dikenal sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu diupayakan untuk memanfaatkan fitat kedalam proses pengolahan makanan untuk meningkatkan produknya.Pada penelitian ini tekstur tahu diukur dengan alat Penetrometer dan kadar protein dengan metode Kjeldahl pada variasi pH penggumpalan protein susu kedelai tanpa penambahan fitat dan dengan penambahan fitat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH penggumpalan protein susu kedelai yang ditambahi fitat ternyata mempengaruhi gumpalan tahu yang terbentuk. Jika dibandingkan dengan tahu tanpa penambahan fitat maka terjadi penurunan berat protein tahu pada pH titik isoelektrik (4,5) yaitu dari 8,131 g menjadi 6,273 g. Bertambahnya konsentrasi fitat hingga 0,05 % (b/v) menyebabkan naiknya kekerasan tahu dari 3,02 cm menjadi 1,88 cm. Diatas konsentrasi tersebut kekerasan tahu menurun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fitat akan menyebabkan meningkatnya kekerasan tahu namun dapat menurunkan kadar protein tahu.Kata kunci: tahu, fitat, titik isoelektrik.
Karakterisasi Enzim Penisilin Asilase dari Eschericia Coli B-130 Mulyani, Nies Suci
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4657.473 KB) | DOI: 10.14710/jksa.2.2.48-53

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi enzim penisilin asilase hasil isolasi dari Eschericia coli B-130. Karakterisasi meliputi pH optimum, temperatur optimum, tetapan Michaelis Menten (Km), kecepatan maksimum (Vm). Aktivitas enzim penisilin asilase ditentukan dengan metode Kornfeld pada λ 538 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum = 7,5, temperatur optimum 55°C, tetapan Michaelis Menten (Km) = 0,86 μM kecepatan reaksi maksimum (Vm) untuk pembentukan produk 6-APA sebesar 147 μmol/mL enzim B-130
Freeze-thaw system for thermostable β-Galactosidase isolation from Gedong Songo Geobacillus sp. isolate Ken Ima Damayanti; Nies Suci Mulyani; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 11 (2020): Volume 23 Issue 11 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2994.949 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.11.383-389

Abstract

The effective isolation of intracellular enzymes from thermophilic bacteria is challenging because of their sturdy membrane. On the other hand, the low-cost and nontoxic method is essential for industrial food enzymes. The freeze-thaw cycles using acetone-dry ice as a frozen system was studied for efficient isolation of thermostable b-galactosidase from Geobacillus sp. dYTae-14. This enzyme has been known for application in the dairy industry to reduce the lactose content. In this study, the freeze-thaw method was performed with cycle variations 3, 5, and 7 cycles. Acetone-dry ice (-78°C) is used as a frozen system and boiling water for thawing. The b-galactosidase activity was assayed using ortho-Nitrophenyl-β-galactoside (ONPG) as substrate and protein content determined with the Lowry method. The results show that the most effective freeze-thaw is five cycles. The enzyme’s highest specific activity is 3610.13 units/mg proteins at 40-60 % ammonium sulfate saturation, with a purity value of 2.52.
Sintesis Elektrokimia Kompleks Cu(II)-Basa Schiff N-Benziliden Anilin dan Uji Aktivitas sebagai Antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Ulfa Wiwit Chasanah; Didik Setiyo Widodo; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.301 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.34-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis elektrokimia kompleks Cu(II)-basa schiff N-benziliden anilin dan uji aktivitas sebagai antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk kompleks ba Schiff N-benziliden anilin serta memperoleh data uji aktivitas antibakteri dan nilai LC50 dengan metode dilusi cair. Tahapan penelitian ini adalah penentuan potensial elektroda kerja, kompleksasi N-benziliden anilin dengan logam Cu, regenerasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Kompleksasi dilakukan dengan melakukan elektrolisis pada potensial 8 volt menggunakan elektroda Cu dan karbon, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. Produk yang diperoleh berupa padatan putih kekuningan dengan berat rata-rata 0,03 gram dan rendemen sebesar 20,54%. Nilai LC50 yang dihasilkan pada N-benziliden anilin dan kompleks untuk bakteri Escherichia Coli masing-masing adalah 5,788 ppm dan 3,75 ppm sedangkan untuk bakteri Staphylococcus Aureus masing-masing adalah 6,135 ppm dan 2,601 ppm.
Uji Aktivitas Trichoderma Viride dalam Hidrolisis Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Variasi Temperatur dan Waktu Inkubasi Wirnia Sinar Setyani; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.476 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.12-16

Abstract

Telah dilakukan pengujian aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis selulosa eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan variasi temperatur dan waktu inkubasi untuk memperoleh temperatur dan waktu inkubasi optimum. Aktivitas Trichoderma viride didasarkan pada kemampuan enzim selulase yang dihasilkan untuk memecah ikatan β-1,4-glikosida pada rantai selulosa dalam eceng gondok dan diamati berdasarkan banyaknya glukosa yang dihasilkan sebagai hasil reaksi hidrolisis. Hasil pengujian aktivitas Trichoderma viride menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh pada temperatur 35oC dan waktu inkubasi optimum dihasilkannya glukosa pada jam ke-96 sebesar 1,3864 mg/L.
Penentuan Konsentrasi Optimum Oat Spelts Xylan pada Produksi Xilanase pari Aspergillus niger dalam Media PDB (Potato Dextrose Broth) Nies Suci Mulyani; Mukhammad Asy’ari; Heru Prasetiyoningsih
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.17 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.1.7-13

Abstract

Enzim xilanase dapat menghidrolisis xilan menjadi xilosa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan gula xilosa. Enzim xilanase dapat di isolasi dari Aspergillus niger dan peningkatan produksi xilanase membutuhkan suatu induser yaitu oat spelt xylan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi optimum oat spelt xylan terhadap produksi xilanase dan karakterisasi xilanase hasil isolasi. Produksi xilanase pada media PDB (Potato Dextrose Broth) dengan penambahan variasi konsentrasi oat spelt xylan yaitu 0,0%; 0,8%; 1,0%; 1,2% dan 1,4% untuk mengetahui konsentrasi optimum oat spelt xylan. Selanjutnya produksi xilanase dengan konsentrasi optimum oat spelt xylan, xilanase dimurnikan dengan metode fraksinasi amonium sulfat bertingkat dan diálisis dan uji aktivitas menggunakan metode DNS dan uji kadar protein dengan menggunakan metode Lowry and karakterisasi enzim xilanase meliputi suhu, pH dan waktu inkubasi. Hasil penelitian yang telah diperoleh konsentrasi optimum oat splet xylan yaitu 1,2% dengan aktivitas enzim xilanase sebesar 469,490 Unit/mg protein. Enzim xilanase hasil isolasi diperoleh aktivitas tertinggi pada F5 sebesar 10280,840 Unit/mg protein dan bekerja optimum pada kondisi suhu 40oC, pH 4,5, waktu inkubasi 28 menit dan aktivitas spesifik pada kondisi optimum sebesar 11829,159 Unit/mg Protrein.Kata Kunci: Aspergillus niger, Xilanase, Oat Splet Xylan
Isolasi dan Karakterisasi Enzim Xilanase dari Bacillus Subtilis pada Media Nutrient Broth dengan Penambahan Xilan Hasil Isolasi Jerami Padi Yanidya Tanjihah Ardiansyah; Nies Suci Mulyani; Purbowatiningrum Ria Sarjono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.592 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.3.95-99

Abstract

Jerami padi merupakan limbah lignoselulosa yang mengandung xilan. Xilan pada jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon, substrat dan inducer pada media pertumbuhan Bacillus subtilis untuk menghasilkan xilanase yang memiliki kemampuan menghidrolisis xilan menjadi xilosa atau xilooligosakarida. Pada penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu isolasi xilan dari jerami padi, penentuan kurva pertumbuhan Bacillus subtilis, produksi xilanase, pemurnian xilanase dengan fraksinasi bertingkat amonium sulfat dan dialisis. Pengujian aktivitas xilanase dilakukan dengan menggunakan metode DNS, sedangkan kadar protein diuji dengan menggunakan metode Lowry. Aktivitas spesifik xilanase dihitung berdasarkan unit aktivitas xilanase per mg protein. Selanjutnya dilakukan karakterisasi pada fraksi dengan aktivitas spesifik tertinggi meliputi suhu, pH dan waktu inkubasi. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas spesifik tertinggi diperoleh pada fraksi F2 yaitu sebesar 5,178 Unit/mg protein. Kondisi optimum xilanase yang diperoleh dari hasil karakterisasi yaitu pada suhu 40°C, pH 8, waktu inkubasi 30 menit dan aktivitas spesifik fraksi F2 pada kondisi optimum sebesar 6,088 Unit/mg protein.
Skrining Metabolit Sekunder Bakteri Endofit yang Berfungsi sebagai Antidiabetes dari Daun Mimba (Azadirachta Indica) Yuga Pratama; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.184 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.73-78

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining metabolit sekunder bakteri endofit yang berfungsi sebagai antidiabetes dari daun mimba (Azadirachta indica). Penelitian ini bertujuan memperoleh data morfologi, memperoleh data kurva pertumbuhan isolat bakteri endofit dari daun mimba, memperoleh hasil inhibisi metabolit sekunder bakteri endofit dari daun miba terhadap α-glukosidase, serta mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia dari metabolit sekunder isolat bakteri endofit yang didapat. Aktivitas antidiabetes diuji menggunakan metode penghambatan enzim α-glukosidase. Hasil yang diperoleh adalah bakteri endofit A5 dan A6 dari daun mimba merupakan bakteri dengan jenis bakteri gram negatif, dengan bentuk penampakan mikroskopis yang berbeda. Berdasarkan data kurva pertumbuhan bakteri endofit dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh metabolit sekunder adalah pada jam ke-33 hingga jam ke-48 untuk isolat A5 dan jam ke-36 hingga jam ke-48 untuk isolat A6. Adapun daya inhibisi aktivitas α-glukosidase optimal dari metabolit sekunder A5 dan A6 masing-masing pada konsentrasi 62,5 ppm berturut-turut sebesar 18,462% dan 20,173%. Penapisan fitokimia pada penelitian ini masing-masing metabolit sekunder bakteri endofit A5 dan A6 dari daun mimba mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan terpenoid/steroid.