Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar Kelompok B di KB Al-Malik Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda Ainun Jariah; Bahrani Bahrani; Dwi Nur Aini Dahlan
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 1 No 3 (2020): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 1(3), Oktober 2020
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.13 KB) | DOI: 10.21093/jtikborneo.v1i3.2439

Abstract

Media gambar dapat meningkatakan kemampuan bercerita pada anak.dengan media gambar anak mampu bercerita baik didepan kelas atau didepan temannyasehingga anak tidak malu, merasa percaya diri dan dapat mengeluarkan kata-kata dari idenya sendiri.penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada anak-anak khususnya pada anak didik KB Al-malik.penetitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari observasi,dan refleksi dengan penerapan media gambar yang dilakukan selama 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitian yang digunakan adalah anak didik KB Al-malik kelompok B yang berusia 5-6 tahun. Obyek penelitiannya adalah kemampuan bercerita anak. instrumen dalam penelitian menggunakan checklist, pedoman observasi anak, dan dokumentasi. Kemudian untuk tekhnik analisis adata menggunakan penelitian kemampuan bercerita dan ketuntasan belajar. Hasil dari tindakan pembelajaran menunjukkan sebelum pembelajaran kemampuan bercerita anak berkisar 20 %, setelah tindakan awal meningkat hanya 30 % anak yang mampu bercerita setelah dilanjutkan tindakan ada peningkatan menjadi 60 % yang artinya mengalami peningkatan sebanyak 30% dari 7 anak didik.dan dilanjutkan pada siklus 2 menjadi 80 %. Dengan pelaksanaan guru menyiapkan media gambar dengan berbagai gambar binatang. Kemudian mencontohkan cara bercerita yang diikuti oleh subyek. Penilaian bercerita meliputi kemampuan bercerita, cara penggunaan artikulasi yang jelas, dan penggunaan ide dalam bercerita sehingga keluar kalimat sederhana yang dapat dimengerti oleh pendengar.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Islam Al-Azhar 47 Samarinda Siti Nurhasanah; Suratman Suratman; Dwi Nur Aini Dahlan
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 2(2), Juni 2021
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.952 KB) | DOI: 10.21093/jtikborneo.v2i2.4180

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar siswa yang ditandai dengan kurang interaktifnya pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa. Hal ini disebabkan dari penggunaan metode konvensional. Ketika proses pembelajaran berlangsung, guru menjelaskan dengan metode ceramah dan demonstrasi sedangkan siswa mendengarkan dan mencatat konsep-konsep abstrak yang disampaikan guru, tanpa mengkritisi materi yang dijelaskan. Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan oleh peneliti merupakan model pembelajaran dimana siswa akan diajak untuk berfikir mendalam dengan melihat aktifitas atau materi yang dijelaskan secara langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Islam Al-Azhar 47 Samarinda. Jenis penelitin ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Subjek populasi peneliti seluruh siswa SDI Al-Azhar dan sampel penelitian yang digunakan adalah kelas IV dengan jumlah 34 siswa. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan uji validitas uji tingkat kesukaran soal, uji daya beda dan uji realibilitas. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan serta rumusan masalah yang peneliti buat diperoleh data mengenai penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada pelajaran IPA. Hasil penelitian yang didapatkan diketahui bahwa nilai thitung > ttabel = 5,030 > 1,691. sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning memiliki tingkat interpretasi 0,40 – 0,599 yang berarti “cukup berpengaruh” pada hasil belajar IPA. Hasil tersebut memberikan gambaran hasil uji kepada 34 responden penelitian ini antara siswa kelas IV A dan IV B. Maka disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Perbandingan Kandungan Serat Kasar Selai Cempedak yang Diperam Secara Tradisional dan Menggunakan Karbid Dwi Nur Aini Dahlan
Journal Of Biology Education Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jobe.v3i1.6601

Abstract

Buah cempedak merupakan salah satu buah yang banyak mengandung serat makanan. Teknologi pemeraman buah cempedak diduga memiliki dampak terhadap kandungan serat kasar terutama ketika diolah menjadi selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemeraman yang tepat untuk menghasilkan selai cempedak yang mengandung serat kasar positif untuk mendapatkan mutu terbaik selai cempedak. Analisis data menggunakan uji One Way Anava dengan bantuan SPSS statistic 21. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dengan nilai signifikansi 0.55 pada kandungan serat kasar antara selai cempedak yang diperam secara tradisional dengan cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit. Kandungan serat kasar selai cempedak yang diperam secara tradisional (nilai rata-rata: 0.75) lebih tinggi dibandingkan selai cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit (nilai rata-rata: 0.49)Kata kunci : Serat Kasar, Serat Kasar Selai, Selai Cempedak, Pemeraman Buah
Pengaruh Kepemimpinan Visioner Kepala Madrasah terhadap Kedisiplinan Guru di MAN 2 Samarinda Marantika Marantika; Dwi Nur Aini Dahlan
Al-Mudarris Vol 2, No 2 (2019): AL-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.735 KB) | DOI: 10.23971/mdr.v2i2.1523

Abstract

Visionary leadership is a capability to make changes by having new visions and ideas, thinking ahead, carrying out stages of mutual interconnection that can influence and motivate teachers and their students. This research aims to find out the effect of leadership of Madrasah Principal Visionary to Teacher Discipline. The type of this research is quantitative research. The population in this study were all 60 teachers in MAN 2 Samarinda. The data of this research is obtained from questionnaire, observation and documentation. The data analysis technique uses product moment correlation formula, determinant coefficient (R²) and t test. The results of this study shows the results of the t-test value of 3.5090> t table 2.00172, which means that Ho is rejected and Ha is accepted. The meaning is there is a correlation between variable X and Y, product correlation 0.416. That means there is a strong correlation between visionary leadership variable and teacher discipline variable. Percentage of visionary leadership for teacher  discipline is 17.30% (strong enough), the factors that cause these results include: giving the best performance without analyzing / following new era, inability to change teachers knowledge into strategy, and treating teachers differently causing conflicting duties. The supporting and inhibiting factors in managing teacher discipline include: teacher personalitty, the headmaster teachers supervision.
PERBEDAAN KANDUNGAN VITAMIN C SELAI CEMPEDAK PADA PEMERAMAN TRADISIONAL DENGAN PEMERAMAN KARBID Dwi Nur Aini Dahlan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1709

Abstract

Buah cempedak (Arthocarpus champeden) termasuk buah klimaterik yang merupakan salah satu jenis tanaman asli indonesia. Meski masih mentah buah klimaterik dapat dipanen dan matang setelah pemeraman. Pengolahan buah menjadi selai bertujuan untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan penganeka ragaman produk dan menambah nilai ekonomis. Mutu selai cempedak akan semakin baik jika memiliki kandungan vitamin salah satunya adalah vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis pemeraman yang tepat untuk menghasilkan selai cempedak yang mengandung vitamin C. Cara kerja pemeraman dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahapan yaitu 1. Pemeraman, 2. Pembuatan selai dan 3 uji kandungan vitamin C. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way Anava dengan aplikasi SPSS statistic 21. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dengan taraf sig 0.26 (5%) pada kandungan vitamin C selai cempedak antara cempedak yang diperam secara tradisional dengan cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit. Hal ini dikarenakan proses pematangan buah dengan menggunakan karbit akan menjadi lebih cepat jika dibanding pematangan buah secara biasa dan juga lebih cepat mencapai stadium klimaterik.
PERBEDAAN KANDUNGAN VITAMIN C SELAI CEMPEDAK PADA PEMERAMAN TRADISIONAL DENGAN PEMERAMAN KARBID Dwi Nur Aini Dahlan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2019): December 2019
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i1.1709

Abstract

Buah cempedak (Arthocarpus champeden) termasuk buah klimaterik yang merupakan salah satu jenis tanaman asli indonesia. Meski masih mentah buah klimaterik dapat dipanen dan matang setelah pemeraman. Pengolahan buah menjadi selai bertujuan untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan penganeka ragaman produk dan menambah nilai ekonomis. Mutu selai cempedak akan semakin baik jika memiliki kandungan vitamin salah satunya adalah vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis pemeraman yang tepat untuk menghasilkan selai cempedak yang mengandung vitamin C. Cara kerja pemeraman dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahapan yaitu 1. Pemeraman, 2. Pembuatan selai dan 3 uji kandungan vitamin C. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way Anava dengan aplikasi SPSS statistic 21. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dengan taraf sig 0.26 (5%) pada kandungan vitamin C selai cempedak antara cempedak yang diperam secara tradisional dengan cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit. Hal ini dikarenakan proses pematangan buah dengan menggunakan karbit akan menjadi lebih cepat jika dibanding pematangan buah secara biasa dan juga lebih cepat mencapai stadium klimaterik.
Identifikasi dan Optimalisasi Permainan Outdoor dalam Pembelajaran pada Taman Kanak-Kanak di Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Dwi Nur Aini Dahlan
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.108 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v1i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan inventaris, frekuensi penggunaan dan bagaimana menggunakan permainan outdoor dalam pembelajaran di taman kanak-kanak di desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan. Pembelajaran efektif anak usia dini berorientasi pada bermain. Game edukasi anak-anak adalah salah satu permainan outdoor yang berfungsi dalam mengoptimalkan berbagai jenis kemampuan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pencapaian kredibilitas yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa permainan outdoor seperti ayunan, jungkat-jungkit, slide, bar monyet, bola dunia, mangkuk berputar dan terowongan ban. Game yang sering digunakan adalah ayunan, slide, dan mangkuk berputar dengan kondisi baik. Game yang jarang digunakan adalah jungkat-jungkit dan terowongan ban, dan yang tidak pernah digunakan adalah jaring laba-laba dan game dengan kondisi buruk. Penggunaan permainan luar dalam pembelajaran tidak optimal karena tidak menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan tidak didokumentasikan.
Efektifitas Pelatihan Keterampilan Membuat Pertanyaan pada Guru Di SD Negeri 1 Kuluran Dwi Nur Aini Dahlan
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2019): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.339 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v2i1.1654

Abstract

Peningkatan keterampilan, pengetahuan kemandirian diperlukan bagi pendidik sebagai wujud pengembangan diri yang dapat di lakukan melalui pelatihan. Pelatihan menjadi salah satu cara efektif dalam waktu singkat yang memberikan dampak positif. Prinsip-prinsip dalam pelatihan meliputi participation, repetition, relefence, tranference dan feedback. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanakan kegiatan pelatihan membuat pertanyaan pada guru SDN 1 Kuluran dan untuk mengetahui efektifitas pelatihan terhadap keterampilan membuat pertanyaan pada guru SDN 1 Kuluran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif semi deskriptif. Populasi dalam penelitan ini adalah seluruh guru SDN 1 Kuluran yang berjumlah 12 orang.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T. Pengujian menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap-tahap pelatihan ini diantaranya adalah introduction, connection, aplication, reflection dan extention. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian adalah persiapan, pengalokasian dan konsistensi waktu, keaktifan peserta (pemateri sebagai fasilitator), dan lingkungan yang kondusif. Nilai signifikansi yang didapatkan berdasarkan hasil pretest dan post test adalah 0.00 < 0,05 yang berarti pelatihan efektif terhadap keterampilan membuat pertanyaan guru di SD Kuluran.