Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ARIKA

Analisa Tata Letak Pabrik Untuk Meminimalisasi Material Handling Dengan Menggunakan Metode AHP Pada CV. XYZ Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2204.318 KB)

Abstract

Faktor yang mempengaruhi kelancaran proses produksi adalah memaksimalkan sumber daya yang ada pada industri yaitu salah satunya adalah penentuan tata letak fasilitas. Tata letak atau pengaturan dan fasilitas-fasilitas produksi, baik mesin maupun departemen yang ada adalah suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalani dunia industri, karena pengaturan tata letak fasilitas yang balk dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan waktu dan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas karyawan dan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian mi diselenggarakan untuk menjaring pendapat pekerja terkait dengan upaya perbaikan tata letak fasilitas. Dengan mengunakan pendekatan Analisa Hirarki Proses (AHP), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria kualitas memiliki prioritas tertinggi pada level, sedangkan pada level 2, posisi yang sama dimiliki oleh sub kriteria sumber daya.
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Gudang Tujuh PT. Mulchido Dengan Menggunakan Metode Craft Erlon Wattimena; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.902 KB)

Abstract

In this paper discusses how to do a layout arrangement proposed improvements to the PT. Mulchido from previous layout by using measurements Minimization Material Handling to get the amount of displacement activity displacement is minimal and the costs are low. To get Minimization Material Handling, method Craft used as a tool to solve a problem by calculation using a computer. From the layout of the proposals generated by the algorithm can reduce the moment of displacement craft distance of 11559.35 m to 7671.93 m per month. As for the material handling costs can be minimized from Rp. 14.79236 million, - to Rp. 8,138,161, - per month.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Algoritma Blocplan pada PT. X Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.694 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.104

Abstract

Suatu produksi yang memiliki jumlah mesin yang banyak dan aliran produksi yang panjang membutuhkan pengaturan tata letak dan pemindahan bahan yang efisien sehingga dapat mengurangi backtracking pada proses produksi. Springbed adalah kasur yang menggunakan lapisan busa dan pegas atau per pada kasurnya. Karena itu ada rasa membal ketika melompat-lompat di atas springbed karena material pegasnya. PT. X Ambon adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture dimana salah satu produk yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah produk springbed. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini adalah pengaturan tata letak tiap area kerja pada area produksi yang belum teratur mengakibatkan perpindahan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya terlalu jauh sehingga diperlukan usulan tata letak baru untuk mengatur ulang jalur material atau barang yang lebih sesuai dengan fungsi masing-masing stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang ulang tata letak fasilitas pada bagian produksi sehingga dapat meminimumkan ongkos material handling. Adapun tata letak antar stasiun kerja yang diterapkan saat ini kurang efesien sehingga menimbulkan ongkos material handling sebesar Rp. 311.995 dengan total jarak 159.027,7 m. Untuk menurunkan ongkos material handling dan jarak panjang lintasan, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode algoritma BLOCPLAN (Block Layout Overview with Layout Planning). Hasil penelitian diperoleh pada perancangan layout dengan menggunakan algoritma BLOCPLAN adalah ongkos material handling sebesar Rp. 51.267 dengan total jarak adalah 84,88 m.
Penerapan Good Manufacturing Practice pada UD. XYZ di Kota Tual Nil Edwin Maitimu; Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.877 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.115

Abstract

Usaha kecil menengah berperan penting dalam mendukung ekonomi Nasional, terutama pada bidang pangan olahan hasil laut. Olahan hasil laut dalam bentuk abon ikan merupakan usaha home industry UD. XYZ. Kondisi usaha abon ikan akan terhambat dengan adanya kejadian-kejadian yang tidak diharapkan atau risiko negatif yang dapat menimbulkan kerugian. Hal ini berkaitan dengan proses sanitasi yang belum maksimal dalam hal sanitasi pekerja, sanitasi alat dan wadah, dan sanitasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengiplementasikan SSOP pada proses produksi Abon Ikan dan menghasilkan produk Abon Ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk, juga sebagai pedoman tatacara memproduksi bahan pangan dengan baik dan benar pada seluruh mata rantai produksi, dimulai dari pengadaan bahan baku hingga akhir dan menekankan higien pada setiap tahapan menggunakan metode Good Manufacturing Pratice (GMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOP pada Home Industry XYZ telah dilaksanakan secara baik dengan mengusulkan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) yang sesuai dengan standar operasi yang berlaku untuk mengurangi atau menghilangkan kontaminasi terhadap produk akhir abon ikan. Penerapan Good Manufacturing Practice, terdapat 12 sub kriteria yang tidak sesuai dengan peraturan. Dari tingkat penyimpangan yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pengolahan abon ikan berada pada level III dengan total skor 172 yaitu cukup memuaskan. Untuk itu perusahan perlu melengkapi penerapan GMP sesuai peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.75/M-IND/PER/7/2010.