p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ARIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Algoritma Blocplan pada PT. X Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.694 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.104

Abstract

Suatu produksi yang memiliki jumlah mesin yang banyak dan aliran produksi yang panjang membutuhkan pengaturan tata letak dan pemindahan bahan yang efisien sehingga dapat mengurangi backtracking pada proses produksi. Springbed adalah kasur yang menggunakan lapisan busa dan pegas atau per pada kasurnya. Karena itu ada rasa membal ketika melompat-lompat di atas springbed karena material pegasnya. PT. X Ambon adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture dimana salah satu produk yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah produk springbed. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini adalah pengaturan tata letak tiap area kerja pada area produksi yang belum teratur mengakibatkan perpindahan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya terlalu jauh sehingga diperlukan usulan tata letak baru untuk mengatur ulang jalur material atau barang yang lebih sesuai dengan fungsi masing-masing stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang ulang tata letak fasilitas pada bagian produksi sehingga dapat meminimumkan ongkos material handling. Adapun tata letak antar stasiun kerja yang diterapkan saat ini kurang efesien sehingga menimbulkan ongkos material handling sebesar Rp. 311.995 dengan total jarak 159.027,7 m. Untuk menurunkan ongkos material handling dan jarak panjang lintasan, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode algoritma BLOCPLAN (Block Layout Overview with Layout Planning). Hasil penelitian diperoleh pada perancangan layout dengan menggunakan algoritma BLOCPLAN adalah ongkos material handling sebesar Rp. 51.267 dengan total jarak adalah 84,88 m.
Penerapan Good Manufacturing Practice pada UD. XYZ di Kota Tual Nil Edwin Maitimu; Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.877 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.115

Abstract

Usaha kecil menengah berperan penting dalam mendukung ekonomi Nasional, terutama pada bidang pangan olahan hasil laut. Olahan hasil laut dalam bentuk abon ikan merupakan usaha home industry UD. XYZ. Kondisi usaha abon ikan akan terhambat dengan adanya kejadian-kejadian yang tidak diharapkan atau risiko negatif yang dapat menimbulkan kerugian. Hal ini berkaitan dengan proses sanitasi yang belum maksimal dalam hal sanitasi pekerja, sanitasi alat dan wadah, dan sanitasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengiplementasikan SSOP pada proses produksi Abon Ikan dan menghasilkan produk Abon Ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk, juga sebagai pedoman tatacara memproduksi bahan pangan dengan baik dan benar pada seluruh mata rantai produksi, dimulai dari pengadaan bahan baku hingga akhir dan menekankan higien pada setiap tahapan menggunakan metode Good Manufacturing Pratice (GMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOP pada Home Industry XYZ telah dilaksanakan secara baik dengan mengusulkan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) yang sesuai dengan standar operasi yang berlaku untuk mengurangi atau menghilangkan kontaminasi terhadap produk akhir abon ikan. Penerapan Good Manufacturing Practice, terdapat 12 sub kriteria yang tidak sesuai dengan peraturan. Dari tingkat penyimpangan yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pengolahan abon ikan berada pada level III dengan total skor 172 yaitu cukup memuaskan. Untuk itu perusahan perlu melengkapi penerapan GMP sesuai peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.75/M-IND/PER/7/2010.
Optimasi Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith dan Palmer Nil E. Maitimu; Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2024.18.1.46

Abstract

merupakan salah satu unit perusahaan pengelolahan perikanan yang memproduksi produk perikanan hasil tangkap (Tuna Loin). Penjadwalan produksi didalam indutri manukfatur memiliki peranan peting sebagai bentuk pengambilan keputusan. Tujuan penelitian adalah membandingkan total waktu penyelesaian antara metode Campbell Dudek Smith (CDS) dan metode Palmer di PT. X. Upaya untuk meminimasi total waktu penyelesaian pada metode CDS menggunakan Johnson Rule. Meminimasi total waktu penyelesaian pada metode Palmer menggunakan slope indeks. Berdasarkan data diketahui bahwa PT. X menggunakan metode FCFS (first come first serve) yaitu order yang terlebih dahulu masuk akan diproses dahulu dan seterusnya. Namun dengan menggunakan metode FCFS maka perusahan memiliki makespan sebesar 95,74 menit. Dengan demikian perusahaan harus bisa meminimalkan total waktu produksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Hasil penelitian dengan menggunakan metode CDS dan Palmer adalah bahwa metode CDS memiliki makespan terkecil yakni sebesar 18,68 menit Selanjutnya metode Palmer dengan nilai makespan sebesar 38,93 menit.
Implementasi Peningkatan Produktivitas Perusahaan dengan Metode American Productivity Center pada UD. XY Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2024.18.2.85

Abstract

The company's main goal is to achieve maximum profits. To achieve this goal, the company carries out its business operations. Operational processes are carried out by paying attention to productivity levels. Productivity plays an important role for companies in facing intense business competition, so every company is required to improve its performance in order to compete with other competitors. UD. XY is an industry that focuses on the furniture sector and produces household furniture. The problem faced by the company was UD's inability. To evaluate the level of productivity that has been achieved in previous years. This research aims to identify productivity UD. XY and analyze changes in the input used by the company, so that it can determine the input aspects that require improvement to increase productivity. The approach used to analyze productivity levels is through the American Productivity Center (APC) method, which allows comparisons between the value of input issued and the output obtained. The research results show a decline in productivity, where the productivity index was recorded to have fallen by -1.7% in 2022, -3.2% in 2023, and -2.1% in 2023. This decline was caused by the company's internal problems, namely inefficiency in the use of resources which ends in increased production costs. In 2023, even though the output value reached IDR 3,219,000,000, productivity still decreased by -2.0%, so the company experienced a loss in resource utilization which reached IDR 64,380,000 in 2023.
Penerapan Lean Manufacturing dan Model Simulasi untuk Mereduksi Pemborosan pada Industri Kelapa Sawit di Seram Bagian Timur Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu; Richard A. de Fretes; Imelda Ch. Poceratu
ARIKA Vol 20 No 1 (2026): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2026.20.1.48

Abstract

Profit yang tinggi akan diperoleh jika perusahaan bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran perusahaan dan melakukan efisiensi termasuk menekan pemborosan yang ada. Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menghasilkan minyak sawit mentah CPO yang menjadi andalan komoditi ekspor Indonesia. Faktor yang menjadi perhatian perusahaan yang harus diperbaiki saat ini adalah ketidaktepatan waktu pengiriman produk ke konsumen, hal ini disebabkan karena banyaknya pemborosan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemborosan di sepanjang aliran pengolahan CPO serta mengurangi atau bahkan menghilangkan pemborosan melalui pendekatan konsep lean manufacturing sehingga pemenuhan order kepada konsumen dapat diterima tepat waktu. Penelitian ini menggunakan konsep lean manufacturing untuk mengeliminasi segala bentuk aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Berdasarkan hasil simulasi maka skenario perbaikan yang dipilih adalah dengan menambahkan jumlah operator pada proses pemindahan buah sawit ke tempat sortir, dari sebelumnya hanya terdapat 1 orang operator dan 1 fastrex, menjadi 2 orang operator dan 2 fastrex. Terjadi penurunan total waktu tunggu dari sebelumnya adalah 232,8063 menit, menjadi 194,5820 menit dengan peningkatan output rata-rata jumlah CPO dari 552 ton menjadi 679 ton.