Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SISTEM MANAJEMEN KEGIATAN PELATIHAN DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN PT. HENRISON INTI PERSADA (HIP) Aldila Mawanti Athirah; Isma Iriyanti
Biolearning Journal Vol 9 No 1 (2022): Biolearning Journal (Februari 2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.952 KB) | DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v9i1.2310

Abstract

ABSTRAK Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama di Indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (KPO) ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Salah satu masalah dalam perkembangan agribisnis kelapa sawit adalah rendahnya kompetensi SDM. Perlu disadari bersama bahwa untuk mengembangkan sumber daya manusia setiap organisasi memiliki keterbatasan. Oleh karena itu perlu melibatkan pihak lain dalam pengembangan sumber daya manusia tersebut dengan melakukan pelatihan. Sehubungan dengan hal ini, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sistem manajemen kegiatan pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen kegiatan pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia pada perusahaan PT. Henrison Inti Persada terlaksana dengan baik sesuai dengan indikator kegiatan pelatihan. Materi pelatihan yang diberikan kepada masing-masing unit kerja sesuai dengan indikator dari kegiatan pelatihan yang ingin dicapai dan pola training yang diberikan sesuai dengan masing-masing unit kerja.
Analisis Penerapan Smart Farming Dalam Budidaya Hortikultura Di Distrik Aimas Kabupaten Sorong: Analysis of Smart Farming Implementation in Horticulture Cultivation in Aimas District, Sorong Regency Aci Aprianto; Aldila Mawanti Athirah
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1666

Abstract

Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Namun, pengelolaan hortikultura di tingkat petani masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan lahan, perubahan iklim, rendahnya efisiensi penggunaan input, serta minimnya pemanfaatan teknologi modern. Smart farming hadir sebagai solusi inovatif dengan mengintegrasikan teknologi digital, sensor, Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani. Penerapan smart farming memungkinkan pengelolaan lahan, irigasi, pemupukan, pemantauan tanaman, serta pemasaran berbasis data yang lebih presisi.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan smart farming dalam budidaya hortikultura di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dukungan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 30 petani hortikultura, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi, publikasi, dan literatur pendukung. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif, kualitatif, dan SWOT untuk menggambarkan tingkat penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan smart farming di Distrik Aimas masih pada kategori rendah–menengah, terbatas pada teknologi irigasi tetes, sementara pemanfaatan sensor, drone, aplikasi monitoring, dan pemasaran digital belum optimal. Faktor pendukung meliputi ketersediaan lahan subur, minat petani, serta dukungan pemerintah. Adapun hambatan utama adalah biaya investasi, rendahnya literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, penerapan smart farming berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan daya saing produk hortikultura lokal, namun memerlukan dukungan pelatihan, pembiayaan, serta penguatan infrastruktur agar dapat berkelanjutan.
Culture-Based Entrepreneurship: A Study Of The Characteristics And Skills Of Noken Artisans In Southwest Papua Joko Setiawan; Aldila Mawanti Athirah; Aci Aprianto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.49931

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of entrepreneurs that influence success in running a business. Through a survey method involving 50 entrepreneurs, this study explores various characteristics, including self-confidence, risk-taking, hard work, innovation, independence, forward-looking orientation, responsiveness, management, networking, and strategic skills. The results of the analysis show that there is a significant relationship between entrepreneurial characteristics and business performance. The Spearman Rank correlation test indicates that strategy, networking, and management skills have a solid relationship, confirming the importance of these skills in supporting entrepreneurial success. Meanwhile, characteristics such as risk-taking and innovation show a weaker relationship with other traits, indicating that the context and situation of the individual influence these factors. This study provides insight into how various entrepreneurial characteristics interact with each other and contribute to business success. These findings are expected to be a reference for developing training and support programs for entrepreneurs and increasing understanding of the importance of skills development in the world of entrepreneurship. Thus, this study contributes to the entrepreneurship literature by highlighting the relationship between individual characteristics and successful business outcomes
Marketing Analysis Of Chili Peppers (Capsicum Frutescens L) In The Aimas District Of Sorong Regency aci aprianto; Aldila Mawanti Athirah; Anggita Ekaningtyas Hermawan
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v12i2.9275

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to analyze the marketing system, marketing margin, and distribution channel efficiency of cayenne pepper in order to provide recommendations for increasing farmers' income. Methodology: This study used descriptive quantitative method with quota sampling technique for 30 farmers from three sub-districts in Aimas District, and snowball sampling for marketing actors. Primary data were collected through observation, interviews, and questionnaires, while secondary data were obtained from relevant institutions. Data analysis was conducted by calculating marketing margins and Farmer's Share to assess marketing efficiency. Results: The results showed that there are three marketing channels for cayenne pepper, with the highest profit margin obtained from the direct channel (farmer-consumer) of Rp15,000/kg, followed by the channel through intermediary traders (Rp10,000/kg), and the channel through retailers (Rp5,000/kg). Findings: However, marketing efficiency is still low due to limited agribusiness knowledge, lack of access to finance, and lack of knowledge of the market. Novelty: This study recommends strengthening farmer capacity in terms of agribusiness management, simplifying distribution channels, and supporting infrastructure and fair marketing policies to improve the sustainability of cayenne pepper farming in Aimas District. Conclusion: There are three cayenne pepper marketing channels, with the highest profit margins obtained from the direct channel (farmer-consumer), followed by channels through collectors, and channels through retailers. However, marketing efficiency is still low due to limited agribusiness knowledge, limited market access, and high distribution costs.Type of Paper: research article.
COMPETITIVENESS OF INDONESIAN NON-HUMAN CONSUMPTION SEAWEED IN THE CHINA MARKET Hendra Sudirman; Sitti Hadija Samual; Aldila Mawanti Athirah
JOURNAL OF MANAGEMENT, ACCOUNTING, GENERAL FINANCE AND INTERNATIONAL ECONOMIC ISSUES Vol. 2 No. 2 (2023): MARCH
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/marginal.v2i2.592

Abstract

China is the largest importer of seaweed globally, and Indonesia is one of the countries that exports seaweed to China. Other exporting countries such as Chile and Peru also supply seaweed to China. This study aims to analyze the competitiveness of Indonesian seaweed (HS 121229) in comparison to seaweed from other exporting countries and to investigate the demand for Indonesian seaweed and other seaweed-exporting countries in the Chinese market. The study utilized export data from exporting countries that supplied China's seaweed requirements between 2012 and 2021. Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) and Almost Ideal Demand System (AIDS) were used for data analysis. The findings revealed that Indonesian seaweed (HS 121229) has a comparative advantage in the Chinese market. However, Indonesian seaweed's comparative advantage is still lower than its competitors. The demand for Indonesian seaweed in the Chinese market is inelastic. Therefore, to increase Indonesian seaweed's export income, exports should be increased rather than lowering prices. To reinforce Indonesia's position in the Chinese seaweed market, Indonesia should collaborate with other exporting countries that complement Indonesia's efforts, such as Chile.
DETERMINAN PERALIHAN LAHAN PERTANIAN PADI KE PERTANIAN HORTIKULTURA (Komoditi Cabai Rawit/Capsicum Frutescens) KABUPATEN SORONG Bagas Setiadi; Aldila Mawanti Athirah; Aci Aprianto
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/qjret324

Abstract

Alih fungsi lahan di Kabupaten Sorong menyebabkan penurunan produktivitas padi karena sebagian besar petani memilih mengubah sawah mereka menjadi lahan hortikultura terutama cabai rawit. Petani menilai bahwa budidaya cabai memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan padi. Matdoan (2025) mencatat bahwa sekitar 64 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi pertanian hortikultura. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami alasan petani mengalihkan lahan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilakukan di Distrik Mariat, Mayamuk, dan Salawati dengan melibatkan 30 petani yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terutama dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu tuntutan ekonomi (93,5%) dan pendapatan (72%). Dari faktor eksternal, peluang kerja baru menjadi pendorong utama dengan skor 84,3%, sementara kebijakan pemerintah memiliki pengaruh rendah sebesar 35,3%. Secara ekonomi, pendapatan petani cabai yang mencapai Rp49.775.833 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani padi sebesar Rp20.551.742, sehingga budidaya cabai rawit dinilai lebih menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.