Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas Tanaman Hortikultura Melalui Smart Watering System di Kelurahan Klasuluk Provinsi Papua Barat Daya Sahiruddin; Ratna Prabawati; Aci Aprianto; Petronela Jare; Kundrat agustinus Karay
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i2.6199

Abstract

Klasuluk Village is one of the villages in Mariat District, Sorong Regency, Southwest Papua. In general, the people of Klasuluk Village work as farmers. The commodities most widely planted by the people of Klasuluk Village are horticultural plants. Dry soil conditions and watering systems that still use manual equipment are the causes of low horticultural plant productivity in Klasuluk Village, especially the Tunas Siaga farmer group. The methods of implementing this community service are (1) Socialization, (2) training, (3) application of technology, (4) mentoring and program evaluation. The results of this community service program are the application of smart watering system technology and training in the use of this technology can increase the productivity of horticultural plants and increase the economic value of the community in Klasuluk Village in the Tunas Siaga farmer group. From the results of this community service program, it can be concluded that smart watering system technology can increase the productivity of horticultural plants and is very much needed by the Tunas Siaga farmer group.
Analisis Penerapan Smart Farming Dalam Budidaya Hortikultura Di Distrik Aimas Kabupaten Sorong: Analysis of Smart Farming Implementation in Horticulture Cultivation in Aimas District, Sorong Regency Aci Aprianto; Aldila Mawanti Athirah
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1666

Abstract

Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Namun, pengelolaan hortikultura di tingkat petani masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan lahan, perubahan iklim, rendahnya efisiensi penggunaan input, serta minimnya pemanfaatan teknologi modern. Smart farming hadir sebagai solusi inovatif dengan mengintegrasikan teknologi digital, sensor, Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani. Penerapan smart farming memungkinkan pengelolaan lahan, irigasi, pemupukan, pemantauan tanaman, serta pemasaran berbasis data yang lebih presisi.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan smart farming dalam budidaya hortikultura di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dukungan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 30 petani hortikultura, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi, publikasi, dan literatur pendukung. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif, kualitatif, dan SWOT untuk menggambarkan tingkat penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan smart farming di Distrik Aimas masih pada kategori rendah–menengah, terbatas pada teknologi irigasi tetes, sementara pemanfaatan sensor, drone, aplikasi monitoring, dan pemasaran digital belum optimal. Faktor pendukung meliputi ketersediaan lahan subur, minat petani, serta dukungan pemerintah. Adapun hambatan utama adalah biaya investasi, rendahnya literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, penerapan smart farming berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan daya saing produk hortikultura lokal, namun memerlukan dukungan pelatihan, pembiayaan, serta penguatan infrastruktur agar dapat berkelanjutan.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK HORTIKULTURA DI ERA DIGITAL, STUDI KASUS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PERTANIAN DI DESA MAJARAN, SALAWATI, KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA Afriandi; Aci Aprianto; Anggita Ekaningtyas Hermawan
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pjx47z59

Abstract

Studi ini menyoroti analisis penerapan strategi pemasaran digital oleh UMKM hortikultura yang berada di Desa Majaran, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Studi ini berupaya untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana platform digital berkontribusi terhadap upaya pemasaran, memperluas keterlibatan konsumen, dan meningkatkan daya saing bisnis. Metodologi deskriptif kualitatif digunakan, yang melibatkan wawancara menyeluruh, observasi lapangan, dan tinjauan dokumentasi. Analisis SWOT dilakukan untuk mengungkap kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan risiko eksternal yang berdampak pada hasil pemasaran digital UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa pemasaran digital sangat penting untuk meningkatkan efisiensi promosi; Namun demikian, masih terdapat kendala seperti kurangnya literasi digital, kualitas kemasan yang buruk, akses internet yang tidak konsisten, dan strategi promosi yang tidak terorganisir. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya program peningkatan kapasitas, perbaikan strategi branding, serta penguatan akses pasar berbasis digital guna meningkatkan daya saing UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital pada sektor hortikultura di wilayah perdesaan.
PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI PETANI  BIOSAKA DAN  NON-BIOSAKA  DI TIGA DISTRIK KABUPATEN SORONG Wiwin Setiawati; Aci Aprianto; Hendra Sudirman
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/04pkw783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produksi, biaya produksi, harga jual, dan pendapatan usahatani cabai antara petani Biosaka dan Non-Biosaka di Distrik Mayamuk, Distrik Mariat, dan Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah petani pengguna Biosaka yang berjumlah 30 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Kelompok kedua adalah petani Non-Biosaka, dari populasi yang lebih besar dipilih secara acak sebanyak 30 orang untuk dijadikan kelompok pembanding. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketiga Distrik Kabupaten Sorong, produksi petani Biosaka lebih tinggi dibandingkan Non-Biosaka. Pendapatan petani Biosaka di setiap distrik juga lebih tinggi, didukung oleh biaya produksi yang lebih efisien dibandingkan petani Non-Biosaka. Berdasarkan Hasil uji Mann-Whitney, terdapat perbedaan signifikan pada variabel produksi, biaya dan pendapatan antar dua kelompok, sementara itu harga jual tidak menunjukan perbedaan signifikan karena harga lebih di pengaruhi oleh kondisi pasar. Secara keseluruhan, penggunaan Biosaka mampu meningkatkan efisiensi biaya, produktivitas, dan pendapatan petani, sekaligus mengurangi penggunaan pestisida kimia sehingga lebih menguntungkan bagi petani cabai di Kabupaten Sorong.
Culture-Based Entrepreneurship: A Study Of The Characteristics And Skills Of Noken Artisans In Southwest Papua Joko Setiawan; Aldila Mawanti Athirah; Aci Aprianto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.49931

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of entrepreneurs that influence success in running a business. Through a survey method involving 50 entrepreneurs, this study explores various characteristics, including self-confidence, risk-taking, hard work, innovation, independence, forward-looking orientation, responsiveness, management, networking, and strategic skills. The results of the analysis show that there is a significant relationship between entrepreneurial characteristics and business performance. The Spearman Rank correlation test indicates that strategy, networking, and management skills have a solid relationship, confirming the importance of these skills in supporting entrepreneurial success. Meanwhile, characteristics such as risk-taking and innovation show a weaker relationship with other traits, indicating that the context and situation of the individual influence these factors. This study provides insight into how various entrepreneurial characteristics interact with each other and contribute to business success. These findings are expected to be a reference for developing training and support programs for entrepreneurs and increasing understanding of the importance of skills development in the world of entrepreneurship. Thus, this study contributes to the entrepreneurship literature by highlighting the relationship between individual characteristics and successful business outcomes
Marketing Analysis Of Chili Peppers (Capsicum Frutescens L) In The Aimas District Of Sorong Regency aci aprianto; Aldila Mawanti Athirah; Anggita Ekaningtyas Hermawan
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v12i2.9275

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to analyze the marketing system, marketing margin, and distribution channel efficiency of cayenne pepper in order to provide recommendations for increasing farmers' income. Methodology: This study used descriptive quantitative method with quota sampling technique for 30 farmers from three sub-districts in Aimas District, and snowball sampling for marketing actors. Primary data were collected through observation, interviews, and questionnaires, while secondary data were obtained from relevant institutions. Data analysis was conducted by calculating marketing margins and Farmer's Share to assess marketing efficiency. Results: The results showed that there are three marketing channels for cayenne pepper, with the highest profit margin obtained from the direct channel (farmer-consumer) of Rp15,000/kg, followed by the channel through intermediary traders (Rp10,000/kg), and the channel through retailers (Rp5,000/kg). Findings: However, marketing efficiency is still low due to limited agribusiness knowledge, lack of access to finance, and lack of knowledge of the market. Novelty: This study recommends strengthening farmer capacity in terms of agribusiness management, simplifying distribution channels, and supporting infrastructure and fair marketing policies to improve the sustainability of cayenne pepper farming in Aimas District. Conclusion: There are three cayenne pepper marketing channels, with the highest profit margins obtained from the direct channel (farmer-consumer), followed by channels through collectors, and channels through retailers. However, marketing efficiency is still low due to limited agribusiness knowledge, limited market access, and high distribution costs.Type of Paper: research article.
Strategi Pemasaran Produk Olahan Ubi Jalar pada UMKM Sumber Makmur Kabupaten Sorong Sitti Hadija Samual; Indra Irjani Dewijanti; Anggita Ekaningtyas Hermawan`; Aci Aprianto
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Agribusiness, Social and Economic (JASE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jase.v6i1.8546

Abstract

This study identifies and evaluates the marketing strategy of Sumber Makmur UMKM in marketing processed sweet potato products in Sorong Regency. A descriptive qualitative method was applied through observation, in-depth interviews, and documentation involving five purposively selected enterprise members. The data were analyzed using the 7P marketing mix and SWOT analysis. The results show that the enterprise is strengthened by quality local raw materials, a healthy product image, flavor variation, practical packaging, and affordable prices. Its main weaknesses are limited production capacity, uneven distribution, harvest-season dependence, and suboptimal digital promotion. Marketing strategy should therefore focus on production strengthening, digital promotion, wider distribution partnerships, and product differentiation
DETERMINAN PERALIHAN LAHAN PERTANIAN PADI KE PERTANIAN HORTIKULTURA (Komoditi Cabai Rawit/Capsicum Frutescens) KABUPATEN SORONG Bagas Setiadi; Aldila Mawanti Athirah; Aci Aprianto
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/qjret324

Abstract

Alih fungsi lahan di Kabupaten Sorong menyebabkan penurunan produktivitas padi karena sebagian besar petani memilih mengubah sawah mereka menjadi lahan hortikultura terutama cabai rawit. Petani menilai bahwa budidaya cabai memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan padi. Matdoan (2025) mencatat bahwa sekitar 64 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi pertanian hortikultura. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami alasan petani mengalihkan lahan dan pendekatan kuantitatif untuk mengukur faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilakukan di Distrik Mariat, Mayamuk, dan Salawati dengan melibatkan 30 petani yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan literatur terkait, kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terutama dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu tuntutan ekonomi (93,5%) dan pendapatan (72%). Dari faktor eksternal, peluang kerja baru menjadi pendorong utama dengan skor 84,3%, sementara kebijakan pemerintah memiliki pengaruh rendah sebesar 35,3%. Secara ekonomi, pendapatan petani cabai yang mencapai Rp49.775.833 jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan petani padi sebesar Rp20.551.742, sehingga budidaya cabai rawit dinilai lebih menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.