Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Perputaran Piutang terhadap Return on Asset dengan Likuiditas Sebagai Moderating Variabel Rediono, Erwin; Budiman, Arief; Murtadho, Muis; Mahfuddin, Rohmat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1377

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji dampak perputaran piutang terhadap ROA (return on asset) yang dimoderasi oleh likuiditas. Penelitian dilakukan pada perusahaan yang go public di BEI pada tahun Tahun 2019 sampai 2023, dengan mengambil sampel 878 perusahaan. Hasil penelitian menemukan bahwa perputaran piutang yang diukur dengan collection period mempunyai dampak negatif terhadap ROA. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa likuiditas tidak mampu memoderasi hubungan collection period terhadap ROA. Hasil penelitian menunjukkan apabila perusahaan meningkatkan collection period maka akan berdampak pada menurunnya ROA. Hasil penelitian menunjukkan likuiditas yang tinggi justru menyebabkan kelebihan kas sehingga menciptakan inefisiensi dan berdampak pada ROA.
Determinan Pengendalian Piutang dan Pengaruhnya terhadap Risiko Keuangan: Deteksi Awal Kebangkrutan Mahfuddin, Rohmat; Murtadho, Muis; Budiman, Arief; Munaf, Tommy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3499

Abstract

Studi ini menelaah hubungan antara pengendalian piutang dan risiko keuangan beserta faktor determinan account receivable turnover, day sales outstanding, dan bad debt ratio. Menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020–2024 sebagai objek penelitian, hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa pengendalian piutang berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko keuangan. Piutang yang terkendali dapat memperlancar arus kas perusahaan dan menurunkan risiko gagal bayar, sehingga meningkatkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis faktor determinan juga menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian piutang dapat tercapai apabila perusahaan bersedia bersedia meningkatkan account receivable turnover, pemendekan day sales outstanding serta menurunkan bad debt ratio. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pengendalian piutang merupakan instrumen wajib dalam manajemen risiko keuangan untuk memastikan piutang tertagih tepat waktu, piutang macet rendah dan menjaga arus kas operasional lancar serta stabil. Kami juga melakukan beberapa analisis tambahan yang memberikan kontibusi nyata bagi perusahaan dimana pengendalian piutang menjadi prioritas utama bagi perusahaan dengan risiko kebangkrutan tinggi. Untuk menunjukkan kesesuaian hasil, kami juga melakukan  pengujian ulang dan tetap kokoh terhadap temuan utama. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan Indonesia dimana efektivitas pengendalian piutang menjadi penting bagi perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan, sehingga perbaikan kualitas pengelolaan piutang dapat secara nyata menurunkan risiko kebangkrutan.
Apakah Intellectual Capital Meningkatkan Profitabilitas? Bukti Empiris dari Berbagai Sektor di Indonesia Rohmat Mahfuddin; Arief Budiman; Muis Murtadho; Yulia Setyarini
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intellectual capital (IC) terhadap profitabilitas perusahaan di Indonesia. Menggunakan 2.105 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2020–2024, penelitian ini mengukur IC menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) beserta komponennya. Menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan mengendalikan efek tahun dan industry, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa IC berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Ketiga komponen IC, yaitu HCE, SCE, dan CEE, juga berkontribusi positif terhadap profitabilitas, dengan SCE sebagai komponen yang dominan. Analisis tambahan mengungkap bahwa pengaruh IC bersifat heterogen dan cenderung lebih kuat pada sektor-sektor yang bergantung pada pengetahuan dan aset tidak berwujud, seperti pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), perusahaan berteknologi rendah dan perusahaan berukuran besar. Temuan ini memperluas literatur IC dan Resource-Based View dengan menyediakan bukti empiris lintas sektor dari konteks negara berkembang sekaligus menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, infrastruktur organisasi, dan pengelolaan modal yang efisien sebagai strategi untuk meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan keunggulan kompetitif berbasis pengetahuan.