Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Task Technology Fit, System Quality dan Information Quality terhadap User Performance: Perceived Usefulness dan Perceived Ease Of Use Sebagai Pemediasi Ida Bagus Gede Adi Permana; Diki Putra Setianto
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan | Journal of Theory and Applied Management Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.899 KB) | DOI: 10.20473/jmtt.v10i3.7058

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung atau tidak langsung system quality terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga sebagai pengguna sistem informasi cybercampus melalui kegunaan (perceived ease of use dan perceived usefulness). Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya. Pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. berjumlah 58 responden. Hasil pengujian membuktikan bahwa system quality mempunyai pengaruh signifikan terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga. Perceived usefulness dan perceived ease of use belum mampu memediasi hubungan antara system quality terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga. Information quality mempunyai pengaruh signifikan terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga. Perceived usefulness dan perceived ease of use belum mampu memediasi hubungan antara information quality terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga. Task technology fit mempunyai pengaruh signifikan terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga. Perceived usefulness dan perceived ease of use belum mampu memediasi hubungan antara task technology fit terhadap user performance karyawan FEB Universitas Airlangga.           
The Kano Model: How the Pandemic Influences Customer Satisfaction with Digital Wallet Services in Indonesia Vanesa Hana Budiarani; Rahmat Maulidan; Diki Putra Setianto; Ipuk Widayanti
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 36, No 1 (2021): January
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jieb.59879

Abstract

Introduction/Main Objectives: This study aims to evaluate the effectiveness of digital wallets service qualities using Kano Model. Understanding customer needs and satisfaction is crucial in developing products. Background Problems: In the “new normal” era, payment method is predicted to shift to digital wallets. For quality improvement, digital wallet companies should understand customer needs and satisfaction. This study used the Kano model to analyze customer needs and satisfaction in OVO and ShopeePay, two digital wallets widely used for online shopping transactions during COVID19. Novelty: Although studies into the Kano model implementation towards e-commerce exist, there are no specific studies on the model implementation concerning digital wallet payments amid COVID-19. The Kano model is significant in understanding which software products generate high customer satisfaction, which will give a greater influence, as well as necessary attributes for the customers. Research Methods: This study employed the Kano model as one of the most relevant method to measure customer satisfaction by measured of each attribute’s quality. Finding/Results: Most features of OVO and ShopeePay are categorized into the “must be” and “one dimensional” category. The satisfaction map results indicate that most items placed in the “indifferent” quadrant denote the unfulfilled customer expectations. Conclusion: OVO and ShopeePay should improve the items placed in the “indifferent” quadrant first. This study contributes empirically and theoretically by emphasizing the Kano model’s utility for digital wallet services and providing new insights for digital wallet companies and the government on Indonesians’ usage of digital wallets in the “new normal”. 
ANALISIS KINERJA PADA POPULARITAS GIM FREE FIRE DI INDONESIA: PENDEKATAN BERBASIS KONTEN Setianto, Diki Putra; K, Erna Ferrinadewi
Creative Research Management Journal Vol 7 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/y6wjwk95

Abstract

This study explores the performance and popularity of the Free Fire game in Indonesia through a content-based approach using the Technology Acceptance Model (TAM). The research aims to evaluate how TAM constructs, such as perceived usefulness and ease of use, influence user reviews and gameplay satisfaction. Secondary data from user reviews on the Google Play Store, collected between April and June 2024, were analyzed using content analysis with NVivo 12. Key findings reveal that server stability and technical performance significantly impact user satisfaction, while competitive gameplay modes enhance engagement. Frequent terms like "help" and "account" highlight ongoing technical challenges, particularly in account management and customer support. This study contributes to understanding player behavior in mobile gaming and offers insights for developers to optimize user experiences and enhance game features. Limitations include reliance on secondary data and a focus on the Indonesian market. Future research could expand to comparative studies across regions.
Boosting Local Brand Awareness Through Engagement and eWOM Setianto, Diki Putra; Murtadho, Muis; Tan, Erwin Rediono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customer Engagement (CE) dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap Brand Awareness (BA) pada merek fashion lokal Indonesia dalam konteks ekonomi digital. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan Partial Least Squares konstrukl Equation Modeling (PLS-SEM), data dikumpulkan dari konsumen merek fashion lokal dan dianalisis untuk menguji dua hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik CE maupun eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap BA, masing-masing dengan nilai p < 0.05 dan T-statistik yang melebihi ambang batas. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut secara digital merupakan strategi efektif dalam membangun kesadaran merek. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha fashion lokal agar lebih fokus pada interaksi digital dan strategi berbasis komunitas guna meningkatkan daya saing di pasar domestik yang semakin kompetitif.
Brand Image Sebagai Mediasi Co-Branding Aerostreet Dan Keputusan Pembelian Konsumen di Market Place Rastandy, Jeremy Nathanael; Kusnarsiyah, Erna Ferrinadewi; Setianto, Diki Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2867

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pengaruh implementasi strategi co-branding yang diterapkan oleh merek dagang Aerostreet terhadap keputusan pembelian konsumen, khususnya pada platform marketplace Tokopedia, serta mengkaji peran brand image sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah pendeketan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yakni pengguna aplikasi Tokopedia yang telah membeli produk alas kaki hasil kolaborasi Aerostreet dengan merek dagang rekanan sejak tahun 2021. Data dikumpulkan dengan menggunakan penyebaran kuisioner dan dianalisis menggunakan aplikasi SMARTPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi co-branding yang dilakukan Aerostreet tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Namun, brand image terbukti mampu menjadi mediator yang efektif dalam hubungan antara co-branding dan keputusan pembelian. Artinya, persepsi positif konsumen terhadap citra merek memiliki pengaruh penting dalam mendorong keputusan pembelian produk hasil kolaborasi. Temuan ini mempertegas pentingnya membangun dan mempertahankan citra merek yang kuat dalam penerapan strategi co-branding agar dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan studi mengenai co-branding dan brand image, serta memberikan masukan strategis bagi pelaku bisnis, khususnya dalam industri fashion lokal dan sektor e-commerce.Penelitian ke depan memungkinkan untuk dapat menambahkan variabel lainnya (misal: trust, perceived influencer dll) agar dapat memberikan sudut pandang yang lebih luas terkait efek dari Co-Branding di sektor produk lokal yang ada di Industri Indonesia
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KESEHATAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PARA PEKERJA DI INDUSTRI MANUFAKTUR Ramadhani, Safrina; Junaidi, Ahmad; Dewi, Rd. D. Lokita Pramesti; Setianto, Diki Putra; Efendi, Efendi; Fitrianita, Ika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28090

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Para Pekerja di Industri Manufaktur. Melalui metode studi literatur, penelitian ini menyelidiki hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan kesejahteraan pekerja dalam dua dimensi utama: kesehatan fisik dan kesehatan psikologis. Temuan dari kajian literatur menunjukkan bahwa lingkungan kerja di industri manufaktur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan fisik para pekerja. Paparan terhadap polutan udara, kondisi kerja yang ergonomis, dan tekanan kerja yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik seperti gangguan pernapasan dan cedera fisik. Selain itu, lingkungan kerja juga berdampak pada kesehatan psikologis para pekerja, dengan stres kerja dan kurangnya dukungan sosial dari rekan kerja dan manajemen menjadi faktor risiko utama bagi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian serius terhadap pengelolaan lingkungan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Langkah-langkah preventif dan intervensi yang tepat, seperti peningkatan sistem ventilasi, pelatihan ergonomi, dan promosi kesehatan mental di tempat kerja, direkomendasikan untuk meningkatkan kondisi lingkungan kerja dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.
PENGARUH KESEIMBANGAN KERJA-HIDUP TERHADAP KESEJAHTERAAN DAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN Setianto, Diki Putra; Budiman, Arief; Febrian, Wenny Desty; Demmanggasa, Yultan; Dewi, Rd. D. Lokita Pramesti; Widyastuti, Ira
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30119

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh keseimbangan kerja-hidup terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Konsep keseimbangan kerja-hidup semakin relevan dalam konteks modern di mana tuntutan pekerjaan dapat berdampak signifikan terhadap kehidupan pribadi individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mempengaruhi kesejahteraan karyawan, termasuk aspek fisik, mental, dan emosional, serta dampaknya terhadap produktivitas mereka di tempat kerja. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis berbagai sumber yang relevan tentang topik ini. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-hidup yang baik dapat menyebabkan peningkatan kualitas hidup karyawan, dengan tingkat stres yang lebih rendah dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Karyawan yang mampu mengatur waktu mereka dengan baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. Selain itu, keseimbangan ini juga berkontribusi positif terhadap produktivitas mereka, dengan tingkat kelelahan yang lebih rendah dan motivasi yang lebih tinggi untuk mencapai tujuan kerja. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perusahaan untuk mengadopsi kebijakan dan budaya kerja yang mendukung keseimbangan kerja-hidup. Rekomendasi praktis termasuk pengembangan kebijakan fleksibilitas kerja yang lebih besar, pendukungan untuk kesehatan mental dan fisik karyawan, serta promosi nilai-nilai keseimbangan dalam seluruh tingkatan organisasi.
Efektivitas Micro Influencer Dalam Meningkatkan Penjualan Lampu Biled Di Yoong Motor Surabaya Chandra, Christhoper Owen; Setianto, Diki Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3383

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan menilai efektivitas penerapan micro influencer dalam strategi pemasaran digital demi meningkatkan jumlah penjualan lampu BI-LED di Yoong Motor Surabaya. Dalam dunia pemasaran digital saat ini, mikro influencer yang merupakan individu dengan pengikut media sosial antara 10.000 hingga 100.000. Keputusan ini didasarkan pada asumsi bahwa meskipun jangkauan mereka lebih terbatas dibandingkan dengan mega influencer, mereka dapat memberikan tingkat keterlibatan audiens yang signifikan dan kredibilitas yang lebih besar, sehingga memungkinkan mereka untuk menjalin hubungan yang lebih pribadi dan dipercaya dengan pasar niche mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Data dikumpulkan dengan menggunakan berbagai teknik yang mendalam, yang meliputi wawancara komprehensif dengan manajer pemasaran dan tim penjualan Yoong Motor Surabaya, observasi langsung terhadap kegiatan promosi di platform media sosial, serta pengumpulan data penjualan yang sesungguhnya sebelum dan setelah pelaksanaan kampanye mikro influencer. Yoong Motor Surabaya, sebagai salah satu bengkel modifikasi kendaraan terkemuka di Indonesia yang terkenal dengan spesialisasi di bidang produk pencahayaan, dipilih sebagai lokasi untuk studi kasus utama. Tujuan utama adalah untuk menguji hipotesis tentang kontribusi khusus dari micro influencer dalam meningkatkan penjualan lampu BI-LED. Analisis yang dilakukan mengungkapkan temuan yang penting: penggunaan micro influencer dalam promosi terbukti jauh lebih berhasil dalam mengubah minat menjadi penjualan dibandingkan dengan cara pemasaran tradisional, seperti iklan digital atau cetak biasa. Analisis yang mendalam menunjukkan dua elemen penting dalam keberhasilan ini, yaitu tingkat kepercayaan tinggi audiens terhadap saran dari micro influencer, dan hubungan yang personal serta autentik yang berhasil dijalin oleh para influencer tersebut dengan pengikut mereka.
Pengaruh Social Media Marketing dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian di Guntur Badminton Store Surabaya Marcel, Ignatius; Setianto, Diki Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh Social Media Marketing (SMM) dan lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Guntur Badminton Store Surabaya. Dalam era digital yang kompetitif, penggunaan media sosial menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan minat beli dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 110 responden, namun hanya 100 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,70, nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50, dan Cronbach’s alpha di atas 0,70, sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien jalur 0,344 dan p-value 0,016. Variabel lokasi memiliki pengaruh yang lebih dominan dengan koefisien 0,551 dan p-value 0,000, menandakan bahwa aksesibilitas, visibilitas, kenyamanan lingkungan, serta fasilitas parkir menjadi faktor penting dalam mendorong keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,685 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 68,5% variasi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara strategi pemasaran digital yang efektif melalui media sosial dan penentuan lokasi usaha yang strategis berperan besar dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen serta memperkuat daya saing bisnis ritel di era digital.
Analisis Komparasi Tata Kelola Manajemen Lintas Budaya Program Makan Bergizi China Dan Indonesia Muhammad Rafif Hakim Athallah; Ari Sofiyan; Fiko Naufal Izazi; Robbighfirly Rahfi Bukhori; Muhammad Hilaluddin Ashiddiqi; Diki Putra Setianto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.911

Abstract

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul di negara berkembang menghadapi tantangan krusial berupa ketimpangan akses nutrisi yang menyebabkan gizi buruk dan stunting. Sebagai respons, China dan Indonesia meluncurkan kebijakan intervensi nutrisi skala nasional. Keberhasilan operasional kebijakan masif ini sangat dipengaruhi oleh interaksi sistem manajemen dengan karakteristik budaya nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tata kelola operasional serta dimensi manajemen lintas budaya pada program Nutrition Improvement Program for Rural Compulsory Education Students di China dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif dengan menerapkan teknik analisis isi (content analysis) pada dokumen kebijakan resmi serta telaah literatur ilmiah sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China menerapkan sistem manajemen operasional berpola top-down yang kaku, linier, dan mekanis, yang merefleksikan dimensi budaya high power distance serta institutional collectivism. Pola ini diperkuat oleh digitalisasi pengawasan rantai pasok secara terpusat demi efisiensi tinggi. Sebaliknya, Indonesia mengadopsi model manajemen berbasis komunitas (bottom-up friendly) yang berakar pada nilai in-group collectivism melalui budaya gotong royong dan kemitraan inklusif dengan UMKM lokal untuk menjaga harmoni sosial-ekonomi. Simpulan dari penelitian ini mempertegas bahwa perbedaan karakteristik kebudayaan nasional secara signifikan membentuk struktur dan efektivitas tata kelola manajemen kebijakan publik di masing-masing negara. Akselerasi kematangan program MBG di Indonesia disarankan untuk mengadopsi pengawasan digital terpusat tanpa menghilangkan partisipasi ekonomi komunal.