Articles
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF SEBAGAI ACUAN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SISWA
Andriani, Miranti Widi;
Ghati, Ellen Wanodya
Abdiku : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (666.213 KB)
Ranah afektif sangat penting dikaji karena mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu guru mengembangkan instrumen penilaian afektif sebagai cara yang sangat tepat untuk mengetahui beberapa kekhasan afektif. Hal khusus yang dimaksud lain sikap, minat, konsep diri, dan nilai. Tahapan dalam pelatihan ini adalah (1) Penjelasan pentingnya penilaian ranah afektif sebagai acuan layanan bimbingan pribadi siswa, (2) Peserta pelatihan mempraktikkan mengembangkan instrumen penilaian afektif lengkap mulai definisi operasional, indikator, dan pertanyaan kuesionernya, (3) Peserta pelatihan mempraktikkan mengukur tingkat realiabilitas instrumen yang telah dibuat. Simpulan yang didapat adalah pelatihan pengembangan instrumen penilaian afektif dapat diselenggarakan dengan baik. Pelatihan yang telah dirancang dapat terlaksana sesuai harapan. Keterbatasan waktu menjadi kendala dalam memfasilitasi peserta pelatihan hingga mahir dalam pembuatan instrumen penilaian afektif. Oleh karena itu evaluasi dan saran yang dapat diberikan adalah pelatihan sejenis dapat diselenggarakan secara berkelanjutan untuk mengasah kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian afektif.
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF SEBAGAI ACUAN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SISWA
Andriani, Miranti Widi;
Ghati, Ellen Wanodya
Abdiku : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (666.213 KB)
Ranah afektif sangat penting dikaji karena mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu guru mengembangkan instrumen penilaian afektif sebagai cara yang sangat tepat untuk mengetahui beberapa kekhasan afektif. Hal khusus yang dimaksud lain sikap, minat, konsep diri, dan nilai. Tahapan dalam pelatihan ini adalah (1) Penjelasan pentingnya penilaian ranah afektif sebagai acuan layanan bimbingan pribadi siswa, (2) Peserta pelatihan mempraktikkan mengembangkan instrumen penilaian afektif lengkap mulai definisi operasional, indikator, dan pertanyaan kuesionernya, (3) Peserta pelatihan mempraktikkan mengukur tingkat realiabilitas instrumen yang telah dibuat. Simpulan yang didapat adalah pelatihan pengembangan instrumen penilaian afektif dapat diselenggarakan dengan baik. Pelatihan yang telah dirancang dapat terlaksana sesuai harapan. Keterbatasan waktu menjadi kendala dalam memfasilitasi peserta pelatihan hingga mahir dalam pembuatan instrumen penilaian afektif. Oleh karena itu evaluasi dan saran yang dapat diberikan adalah pelatihan sejenis dapat diselenggarakan secara berkelanjutan untuk mengasah kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian afektif.
STUDI FENOMENOLOGI MOTIVASI KEBUTUHAN PENGGUNAAN TIK-TOK DALAM PERKEMBANGAN KEMATANGAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR
Miranti Widi Andriani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.879 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.4217
Maraknya penggunaan apikasi Tik-Tok para siswa sekolah dasar tak luput dari peranan motivasi yang menggerakkan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Perkembangan sosial anak sekolah dasar dalam menunjukkan kemampuan menempatkan diri sebagai individu dalam kelompok bermain, memahami lingkungan sosial yang berpusat pada teman sebaya. Tujuan penelitian untuk menggambarkan pandangan, sikap dan perilaku penggunaan aplikasi Tik-Tok yang berdasar pada motivasi kebutuhan Maslow dalam perkembangan kematangan sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif pendekatan fenomenologi. Hasil temuan: 1) perilaku dalam pemenuhan kebutuhan fisiologis menggambarkan kemampuan anak dalam menganalisis situasi belum menunjukkan kematangan sosial, 2) kekhawatiran anak terhadap larangan penggunaan gawai menunjukkan belum terpenuhinya kebutuhan rasa aman sehingga membuat tingkat kematangan emosi anak menjadi rendah dan berpengaruh pada kematangan sosial, 3) Mempererat persahabatan sebagai tujuan bermain Tik-Tok adalah cara anak memenuhi kebutuhan kasih sayang dengan teman. Anak yang diterima kelompok, kematangan sosialnya akan baik, 4) kematangan sosial dapat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan diri untuk dihargai. Sehingga memunculkan perilaku keamampuan agar diterima kelompok, 5) berperilaku konsisten dan bersungguh-sungguh dalam menunjukkan kemampuan diri, hal ini akan berkaitan dengan keinginan dihargai dan diakui kemampuan dirinya sebagai wujud aktualisasi diri. Simpulan dari penelitian ini adalah motivasi kebutuhan dalam penggunaan aplikasi Tik-Tok dapat menjadi sumber dorongan perilaku dan kematangan sosial.______________________________________________________________ The widespread use of Tik-Tok application for elementary school students cannot be separated from the role of motivation that drives behavior to achieve certain goals. The social development of elementary school children in the Competency Standards for the Independence of Learners is at maturity relationships with peers (social environment). The research objective is to describe the views, attitudes and behavior of using the Tik-Tok application based on Maslow's motivational needs in the development of social maturity. This study used a qualitative design with a phenomenological approach. The findings: 1) the fulfillment of physiological needs behavior describes the ability to analyze situations that indicate social maturity, 2) refers to the prohibition on the use of devices that indicates the fulfillment of the need for security so that the emotional maturity level of the child becomes low and affects social maturity, 3) Strengthens friendship as the goal of playing Tik-Tok is a way for children to meet their needs for affection with friends. Children who are accepted by the group will have good social maturity, 4) social maturity can be realized by self-fulfillment. So that the ability to be accepted, 5) behave consistently and seriously in showing self-ability, this will be related to his desire and ability as a form of self-actualization. The conclusion from this research is the motivation needs in using the Tik-Tok application can be a source of behavior and social maturity.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP SOSIO-EMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR
Miranti Widi Andriani;
Yunita Hariyani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 8, No 1 (2022): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.131 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v8i1.6511
Periode perkembangan akan dapat dilihat perubahannya baik secara, psikis, emosional, dan sosial. Perubahan tersebut mengahasilkan korelasi antara aspek sosial dan emosional anak mengharuskan individu memiliki kemampuan untuk mengenal emosi, memahami emosi dan cara mengekspresikan emosi pada situasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku sosio-emosional siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian Single Subjek Research (SSR). Desain rancangan subjek tunggal yang digunakan adalah desain A-B-A. Hasil penelitian adalah perilaku berbaur dengan teman sebelum dan sesudah perlakuan layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan, perilaku membuka diri sebelum dan sesudah perlakuan layanan bimbingan mengalami peningkatan, dan perilaku percaya pada teman sebelum dan sesudah perlakuan layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan trend/kecenderungan layanan bimbingan kelompok dapat mempengaruhi perilaku sosio-emosional. Implikasi hasil penelitian dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru sekolah dasar agar memperhatikan faktor perkembangan sosio-emosional dengan cara mendiagnosisnya._____________________________________________________________________ The developmental period will be able to see the changes both psychologically, emotionally, and socially. These changes result in a correlation between the social and emotional aspects of children requiring individuals to have the ability to recognize emotions, understand emotions and how to express emotions in social situations. The purpose of this study was to examine more deeply about how the influence of group guidance services on the socio-emotional behavior of elementary school students. This research is an experimental study using a Single Subject Research (SSR) research design. The single subject design used is the A-B-A design. The results of this research are that the behavior of mingling with friends before and after the treatment of group guidance services has increased, the behavior of opening up before and after the treatment of guidance services has increased, and the behavior of trusting friends before and after the treatment of group guidance services has increased. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that the trend of group guidance services can influence socio-emotional behavior. The implications of the research results in this study can be used as input for elementary school teachers to pay attention to socio-emotional development factors by diagnosing them.
Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality Berbasis Android Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Sekolah Dasar
Miranti Widi Andriani;
Amelia Ramadani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jupe.v7i2.3849
Media pembelajaran yang sekaligus sebagai sarana bimbingan merupakan alat yang digunakan untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan guru terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran inovatif haruslah menyenangkan dan dapat menarik minat siswa untuk belajar. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen.Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah single subject desain yang mana pretest dan postest diberikan pada satu kelompok yang sama. Hasilnya diperoleh nilai output sebesar 0,867 sementara koefisien determinasi sebesar 0,752 sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Augmented Reality memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan persentase sebanyak 75,2%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa Penerapan media Augmented Reality dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN DAN HASIL BELAJAR AL ISLAM SISWA KELAS III SD MUHAMMADIYAH 01 BANGKALAN
Ani Masturoh;
Rendra Sakbana Kusuma;
Miranti Widi Andriani
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 3 (2022): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v11i3.16768
The Indonesian nation is a nation that is rich in human resources. To provide Contributitons to the nation, we need to give something to our country, one of which is high education this is education has also been regulated in the Constitution, it is important for us to have a high education. Therefore, this research is also for the tield of education, especially primary education. This study aims to determine the effect of parenting on the discipline and learning outcomes the third grade students of SD Muhammadiyah 01 Bangkalan. This study uses a quantitative type of research while the design uses a non-experimental because there is no treatment in this study. In this study, the researcher used a parent response questionnaire, a student response questionnaire, and test questions for students aimed at knowing student learning outcomes. The results of this study can be concluded that based on the results of a simple linear regression test seen from a significance value of less than 0.05. The influence between variables x and y. In this study is a sig value of 0.000, therefore it is said to have an effect between variables x and y.
Sosialisasi Implementasi Motivasi Kebutuhan Masa Kanak-Kanak Akhir bagi Guru Sekolah Dasar
Miranti Widi Andriani;
Khoirul Anwar
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.968 KB)
|
DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1456
Current teacher’s problems include the need to increase knowledge and skills in strengthening the theory of application of motivational needs in late childhood. The Purpose of this service activity are 1) to help elementary school teachers understand Abraham Maslow's theory of motivational needs, 2) to strengthen the application of Abraham Maslow's theory of motivational needs in late childhood. The participants of the activity were elementary school teachers at SDN Pejagan 7 Bangkalan and teachers to be who volunteered at elementary schools totaling 47 participants. The activity method is carried out by socializing in the network (online) using the Zoom Meeting application. Training activities include web meetings, discussions, consultations, and mentoring. This service activity has been able to encourage teachers to implement the theory of motivational needs in elementary school age students where the teacher teaches. Keywords: socialization online, need motivation, late childhood ABSTRAKPermasalahan guru saat ini diantaranya adalah perlunya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemantapan teori aplikasi motivasi kebutuhan pada masa kanak-kanak akhir. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah 1) membantu guru sekolah dasar memahami teori motivasi kebutuhan Abraham Maslow, 2) pemantapan pengaplikasian teori motivasi kebutuhan Abraham Maslow pada usia kanak-kanak akhir. Peserta kegiatan adalah guru sekolah dasar di SDN Pejagan 7 Bangkalan dan calon guru yang menjadi sukarelawan di sekolah dasar berjumlah 47 peserta. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi dalam jaringan (daring) menggunakan aplikasi zoom meeting. Kegiatan pelatihan meliputi web meeting, diskusi, konsultasi, dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini telah mampu mendorong guru untuk mengimplementasikan teori motivasi kebutuhan pada anak didik usia sekolah dasar tempat guru mengajar. Kata Kunci: sosialisasi daring, motivasi kebutuhan, masa kanak-kanak akhir
KEEFEKTIFAN CHILD-CENTERED PLAY THERAPY (CCPT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIOEMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR
Miranti Widi Andriani
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Nurul Jadid University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.962 KB)
|
DOI: 10.33650/pjp.v5i2.388
The purpose of this study was to improve the socio-emotional skills of elementary school students through the Child-Centered Play Therapy (CCPT) approach through three procedures, namely the development of new, more adaptive thoughts and behaviors, guiding students to utilize problem-solving strategies by playing and telling stories, and provide concrete examples with abstract ideas and emotions by learning new skills. This type of research is experimental research with Single Subject Design. The subjects of this study were 3 students at Bangkalan Martajasah Elementary School who had a low level of socio-emotional skills. The results showed that there was an increase in socio-emotional skills before-after getting a CCPT intervention. The conclusion that can be drawn from the study is that the CCPT intervention is effective in improving socio-emotional skills both individually and in groups. Suggestions from this study are that supervising teachers can use the CCPT approach as a preventive and curative effort for students who have low socio-emotional skills. For further research, it should be followed up using pure experiments using a control group.
EVALUASI PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR OLEH GURU DI SEKOLAH DASAR
Andriani, Miranti Widi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jime.v8i4.4333
The presence of tutoring in schools is very important in helping learners adjust themselves to academic, social, and workplace demands. Learning problems often bring inequality both socially and psychologically. The purpose of this study is to find the gaps that occur between the standards of the provision of guidance services to learn the factual conditions of the provision of tutoring services in primary schools by teachers as guidance and counselors. This research uses evaluation approach and procedure in evaluation activity of school counseling service that is using discrepancy model (gap model). The discrepancies model describes the gap between the standard (defined standard) in the counseling program and the actual performance of the school counseling program. Some research findings There is still a gap between the actual performance of teachers in providing learning guidance services with the standard performance of provision of guidance services that have been determined. There is still a gap between the actual process of implementation of the guidance services of learning with the standard process of implementation of guidance services that have been determined
Pengaruh Layanan Informasi Menggunakan Papan Bimbingan Terhadap Pemahaman Karir Siswa Sekolah Dasar
Andriani, Miranti Widi
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.172 KB)
|
DOI: 10.29407/nor.v6i2.13604
Career understanding is interpreted as an individual effort to understand themselves both attitudes, abilities, and interests. The importance of understanding career and workplace information is a separate task for individuals. In elementary schools (ES), career understanding is a problem that is often experienced by students. This occurs when students feel unsure about what career path to choose in the future and how to formulate strategies so that their abilities and goals can be realized. Students also have not been able to determine the abilities, talents and interests that have caused confusion and certainly need guidance. The researcher considers it is necessary to implement information services using guidance boards as an effort to help students improve their career understanding. This research’s method of research is Quasi-Experimental Design which uses the equivalent time-series design. On the basis of the results of the study, it can be concluded that information services using a guidance board can affect the career understanding of elementary school students. Group analysis is done by tabulating and illustrating the pretest and posttest score charts. Visually, the results of the study indicate there is an increase in career understanding which includes self-understanding and knowledge of the workforce. Implications for further research that can be obtained is the theoretical findings in this study can be used as information in the field of guidance regarding career understanding in elementary school students, this is seen from the increasing test results.