Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Usahatani Pakcoy dan Kangkung Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique) Isty Karlina; Rima Dewi Oryza Sativa; Tri Kurniastuti; Eko Wahyu Budiman
Sigmagri Vol 2 No 2 (2022): Desember (2022)
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/sigmagri.v2i02.830

Abstract

Kebutuhan akan sayuran yang semakin meningkat, dan keadaan lahan yang semakin menyempit karena pengalih fungsian lahan maka petani berinisiatif untuk terus mencukupi kebutuhan sehari-hari salah satunya dengan teknik budidaya system hidroponik. Namun selama produksi petani tidak pernah melakukan perhitungan terhadap usahanya. Oleh karena itu dilakukan penelitan ini dengan tujuan: 1) Mendeskripsikan gambaran usaha sayuran hidroponik sistem DFT di Resapombo, 2) menganalisis aspek finansial dan non finansial hidroponik sistem DFT di Desa Resapombo. Penelitian ini dilakukan di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan alat analisis: analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis efisiensi R/C ratio, software penghitung Microsoft excel dan kalkulator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Berusahatani sayuran hidroponik di desa Resapombo dapat menambah pendapatan, dengan total biaya Rp 213.446 dan penerimaan Rp 255.207, memberikan keuntungan sebesar Rp 41.763.2) berdasarkan analisis aspek non finansial yaitu pasar dan pemasaran, teknis, manajemen, serta lingkungan menyatakan bahwa usaha yang dijalankan petani selama satu tahun sudah memenuhi standart kelayakan.
THE INFLUENCE OF CONSUMER BEHAVIOR ON THE PURCHASE DECISION OF HYDROPONIC VEGETABLES IN PUCCAN HYDROPONIC, BLITAR CITY: PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYUR HIDROPONIK DI PUCCAN HIDROPONIK KOTA BLITAR Tri Kurniastuti; Yeyen Nurindah Sari
JOSAR (Journal of Students Academic Research) Vol 8 No 1: March 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/josar.v9i1.2768

Abstract

The research aims to determine the effect of consumer behavior on purchasing decisions for hydroponic vegetables at Puccan Hydroponics. The results of the analysis show that there are 4 factors considered, namely Product, Price, Place, and Promotion on Purchase Decision using multiple linear regression analysis. The population is hydroponic vegetable consumers at Puccan Hydroponics with a total sample of 30 respondents. The sampling technique in this study was the accidental sampling method. Based on the research results, from the results of the F test it can be seen that the variables Product, Price, Place, and Promotion together have a significant effect on the Purchase Decision variable. From the results of the T test it can be seen that the price variable partially influences purchasing decisions, while the product, place, and Promotion does not partially influence the Purchase Decision. From the test results of the coefficient of determination, Product, Price, Distribution, and Promotion variables contribute 90% to the Purchasing Decision variable. While 10% is influenced by other factors.
Pola Kemitraan antara Petani Melon dengan CV Agrowates dalam Meningkatkan Pendapatan Tri Kurniastuti
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v2i2.347

Abstract

This study aims to determine the partnership pattern between CV Agrowates and melon farmers and to determine the difference in income of melon farmers before and after partnering. The research design used in this research is descriptive qualitative and quantitative analysis methods with survey research methods, sampling using saturated sampling To determine the income of farmers before and after partnering used cost analysis and farm income (profit), namely Profit (p) = Total Revenue (TR) - Total Cost (TC). To determine the difference in income of melon farmers before and after the partnership was further analyzed with the T-test. The results showed that the partnership pattern between the CV Agrowates company was the Agribusiness Operational Cooperation (KOA) partnership pattern. The role of partner farmers as providers of land, labor, production equipment and production facilities such as fertilizers, while the company as a means of providing seeds, extension and guidance of cultivation personnel. The partnership pattern significantly shows a real difference. Income before partnering amounted to Rp. 116,259,299.93 with R / C of 2.95 while the income of farmers after partnering amounted to 146,612,513.3 with R / C of 3.37, Partnership can increase the income of melon farmers in Wates Village by 26.11%.
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI CABAI KERITING DENGAN PUPUK CAMPURAN DAN PUPUK ANORGANIK Saputro, Dimas Arya; Rima Dewi Oriza sativa; Tri Kurniastuti; Jeka Widiatmanta
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan usahatani cabai keriting dengan menggunakan pupuk campuran (organik dan anorganik) dan pupuk anorganik di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Penentuan Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh total 30 responden, dengan rincian 15 petani menggunakan pupuk campuran dan 15 petani menggunakan pupuk anorganik. Penelitian ini memanfaatkan empat alat analisis utama untuk mengolah dan menginterpretasikan data, yaitu Analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan, Analisis R/C Ratio dan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan Pendapatan usahatani cabai keriting dengan pupuk campuran adalah Rp 61.104.259,00, sedangkan dengan pupuk anorganik adalah Rp 24.247.550,00, menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar Rp 36.856.709,00 per hektar per musim tanam. R/C ratio usahatani cabai keriting dengan pupuk campuran adalah 2,66, sedangkan dengan pupuk anorganik adalah 1,51, menunjukkan kedua usahatani tersebut menguntungkan karena nilai R/C ratio lebih besar dari 1. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara pendapatan petani dengan pupuk campuran dan anorganik, dengan rata-rata perbedaan sebesar Rp 8.611.875.200, di mana pendapatan dengan pupuk campuran lebih tinggi secara signifikan.
PENGUATAN KAPASITAS PETANI NANAS DALAM PEMELIHARAAN TANAH DAN PENGELOLAAN HAMA BERKELANJUTAN BERBASIS NORMA AGRARIA DAN NILAI THAYYIB DI DESA MARGOURIP, KECAMATAN NGANCAR KEDIRI Kasiani; Tri Kurniastuti; Faradia Nesakirana
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18480

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Margourip, Kediri, karena adanya masalah praktik budidaya nanas yang tidak berkelanjutan, ditandai oleh kurangnya konservasi tanah dan ketergantungan pada input kimia yang mengancam fungsi lahan. PkM ini bertujuan menguatkan kapasitas petani dalam Pemeliharaan Tanah dan Pengelolaan Hama Berkelanjutan melalui pelatihan yang berbasis Prinsip Sosial Hukum Agraria (merujuk pada Pasal 6 dan Pasal 15 UUPA). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan normatif dan demonstrasi praktis teknik konservasi tanah serta Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) rendah residu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman teknis dan kesadaran normatif. Petani tidak hanya menguasai praktik Pemeliharaan Tanah, tetapi juga menginternalisasi bahwa praktik keberlanjutan tersebut adalah wujud ketaatan terhadap kewajiban sosial dan hukum sebagai pemegang hak atas tanah. Dengan demikian, PkM ini berhasil mewujudkan perubahan kapasitas dan perilaku yang selaras dengan amanat Hukum Agraria demi keberlanjutan usahatani.
INTEGRASI AGRIBISNIS DESA, COMMUNITY-BASED TOURISM (CBT), DAN GASTRONOMI LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PASAR KULINER SUNGAI BRANTAS DI DESA MINGGIRSARI Tri Kurniastuti; eko Wahyu Budiman
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/3zhs7c83

Abstract

Pengembangan pasar kuliner desa berbasis agribisnis lokal memerlukan strategi multidimensi yang saling memperkuat untuk meningkatkan daya tarik pasar, nilai tambah agribisnis, dan keberlanjutan ekonomi komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategis pengembangan pasar kuliner desa dengan fokus pada penguatan kelembagaan, inovasi kuliner, pemasaran digital, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, studi kasus, dan wawancara dengan pemangku kepentingan untuk mengeksplorasi praktik terbaik dan strategi integrasi. Sinergi keempat dimensi ini memastikan keterampilan manajemen produksi, pelayanan wisata, dan pemasaran digital merata, memperkuat identitas kuliner lokal, dan mendorong pertumbuhan community-based culinary agritourism yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kelembagaan formal, inovasi kuliner berbahan lokal, promosi digital, dan pengembangan SDM lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan destinasi kuliner desa yang kompetitif dan inklusif.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR PADA MEDIA BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) VARIETAS Green Rapid tri kurniastuti
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 5 No 1 (2018): JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA (JB&P) APRIL 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v5i1.12033

Abstract

Tujuan penelitian 1) untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk pelengkap cair dan komposisi media terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, 2) untuk mengetahui konsentrasi yang tepat pengaruh konsentrasi pupuk pelengkap cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, dan 3) untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Pelitian disusun menggunakan Rancangan Acak kelompok pola Faktorial, faktor I konsentrasi pupuk daun Bayfolan yaitu : 1,5 ml/lt , 3 ml/lt dan 4,5 ml/lt. Faktor II komposisi media tanam yaitu M1 : Tanah lapisan atas dan pupuk kandang dengan sekam = 3:1, M2 :Tanah lapisan atas dan pupuk kandang dengan sekam bakar = 2:2, M3 : Tanah lapisan atas dan pupuk kandang dengan sekam bakar = 1:3. Jumlah perlakuan ada 9 perlakuan, diulang 3 kali, sehingga ada 27 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis ragam berdasarkan uji F 5 %. Apabila perlakuan berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati, maka dilakukan uji perbandingan rerata perlakuan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk daun Bayfolan dan komposisi media tanam terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman selada meliputi; tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun pada umur 1,2 3, 4, 5 dan 6 MST serta bobot basah dan bobot kering tanaman selada. Pemberian pupuk daun mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Konsentrasi pupuk daun 3 – 4,5 ml/lt merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada dan panen (7 MST ). Pemberian komposisi media yang berbeda menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang berbeda.. Komposisi media terbaik untuk tanaman selada adalah perbandingan lapisan tanah atas dan pupuk kandang : sekam bakar (3:1). Kata Kunci : media tanam, pupuk daun, sekam, selada