Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UNJUK KERJA SPEKTROFOTOMETER UNTUK ANALISA ZAT AKTIF KETOPROFEN Dwi Warono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

Unjuk kerja spektrofotometer dapat dilihat secara tidak langsung dari beberapa pengulangan data yang di dapat dari sampel dan standar ketoprofen yang di analisa secara berkesinambungan, sekaligus menentukan baik tidaknya hasil yang didapat untuk kemudaian digunakan dalam analisa harian. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dengan menggunakan standar baku primer ketoprofen standar USP yang telah diketahui kadarnya dengan pasti pada proses pengujian. Unjuk kerja alat spektrophotometer dapat dikatakan dalam keadaan baik, hal ini dapat dilihat dari enam kali data pengulangan pengukuran yang konsisten selama tiga hari berturut-turut dengan menggunakan sampel ketoprofen injeksi 100 mg/mL. Unjuk kerja spektrofotometer Shimadzu 1700 dikatakan baik dengan nilai galat kurang dari 2,0%. parameter yang diuji seperti ketepatan dan ketelitian lebih dari 98% ( hasil yang di dapat 99.787%), linearitas dengan nilai regresi diatas 0.995 (hasil yang didapat 0.9995), ketelitian, perolehan kembali, selektivitas, dan kapabilitas memberikan hasil yang baik karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk setiap parameter.
PENGARUH WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DENGAN METODE HIDROLISA LIMBAH KARDUS Gita Desinta; Ummul Habibah Hasyim; Irfan Purnawan; Ismiyati Ismiyati; Syamsudin AB
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.6

Abstract

Limbah kertas menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah kertas bisa dimanfaatkan secara optimal dengan cara diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai karena mengandung selulosa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu optimum peleburan untuk mendapatkan asam oksalat dalam limbah kardus. Metode yang digunakan dengan menambahkan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghidrolisis selulosa. Asam oksalat dipurifikasi dengan menambahkan kalsium klorida dan asam sulfat. Hasil yang didapatkan berupa  waktu optimum peleburan selama 75 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 4N, dengan yield sebesar 3.07%. Pengolahan data menggunakan persamaan regresi linier didapatkan hasil sebanyak 81,3 % keragaman hasil %yeild asam oksalat dipengaruhi oleh waktu peleburan limbah kardus. Di dapat Hasil FTIR asam oksalat dan standard asam oksalat menunjukan kemiripan yang dapat dilihat dari peregangan gugus –OH, dimana  dilihat pada bilangan gelombang 3600 cm-1, peregangan asam karboksilat terdapat pada bilangan gelombang 1850 cm-1, peregangan ikatan C-C terdapat pada bilangan gelombang 1450 cm-1, dan peregangan ikatan C-O terdapat pada bilangan gelombang 1300 cm-1 .  Kata kunci : asam oksalat,  hidrolisis, kardus, 
KOREKSI KADAR FLAVONOID DAN TOKSISITAS DALAM EKSTRAK TEMPUYUNG (SONCHUS ARVENSIS) DAN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) Fajar Budi Sulaksono; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan sejak 6 April sampai dengan 6 Juni 2009 di Laboratorium Uji Pusat Studi Biofarmaka Jalan Taman Kencana No. 3 Bogor. Bahan penelitian (unit sampel) adalah daun pegagan (Centella asiatica)  tempuyung (Sonchus arvensis) yang diambil dari perkebunan kampus IPB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh dari flavonoid yang terambil terhadap daya toksisitas terhadap larva udang (Artemia salina) pada ekstrak tempuyung (Sonchus arvensis) dan pegagan (Cantella asiatica). Berdasarkan percobaan flavonoid yang terambil tidak berpengaruh terhadap sifat toksisitas dikarenakan pada sampel tempuyung maserasi yang memiliki flavonoid sebesar 0,0216% (b/b) hanya memiliki nilai LC50 sebesar 254.9644 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel tempuyung refluks Jpmg memiliki kadar flavonoid sebesar 0,0102% (b/b) memiliki nilai LC50 sebesar 7.555.855 dengan Program SPSS. Kemudian untuk sampel pegagan maserasi yang memiliki kadar flavonoid kecil yaitu sebesar 0,0088% (b/b) juga memiliki nilai LC50 yang kecil sebesar 611.508 dengan program SPSS, sedangkan untuk sampel pegagan refluks yang memiliki kadar flavonoid lebih kecil yaitu 0,0128% (b/b) memiliki kadar flavonoid sebesar 11.214.722 dengan program SPSS, oleh karena itu tidak selamanya ada korelasi antara kadar flavonoid dan nilai toksisitas pada ekstrak tempuyung dan pegagan, kadar flavonoid yang tinggi tidak selamanya memiliki daya toksisitas yang tinggi Kata Kunci: Flavonoid, larva udang (Artemia salina), maserasi, pegagan (Centella asiatica), tempuyung (Sonchus arvensis),
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK Gema Fitriyano; Syamsudin Abdullah
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.59-66

Abstract

Selulosa asetat dapat diaplikasikan pada berbagai jenis produk diantaranya sebagai film, serat, membran, pita perekam suara dan banyak aplikasi lainnya. Penelitian tentang aplikasi selulosa asetat terus berkembang belakangan ini. Namun kebutuhan tersebut tidak didukung oleh ketersediaan sumber bahan baku selulosa. Selulosa dari kayu batang pohon sudah harus digantikan penggunaannya dengan memanfaatkan sumber lain sebagai bahan baku. Pada kajian ini dilakukan tinjauan kelayakan sintesis selulosa asetat dari pemanfaatan selulosa limbah organik. Beberapa jenis limbah organik yang dipelajari pada kajian ini adalah limbah kulit pisang, limbah pengolahan agar dan limbah cair industri tahu. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan selulosa dari limbah organik masih belum layak untuk digunakan dalam sintesis selulosa asetat, hal ini disebabkan karena limbah kulit pisang dan limbah cair industri tahu memiliki kandungan selulosa yang rendah dan masalah pada penyimpanan limbahnya. Sedangkan pada limbah pengolahan agar memiliki permasalahan pada akumulasi jumlah limbah yang sedikit dan penggunaan metode sintesis yang belum optimal. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait cara penyimpanan limbah dan pemilihan metode sintesis.   Kata kunci: limbah organik, selulosa asetat, sintesa
PENGARUH pH dan WAKTU TERHADAP ADSORPSI LOGAM TIMBAL (PB) DENGAN ARANG AKTIF DARI GAMBAS (Luffa acutangula) ATAU OYONG KERING Fatma Sari; Gema Fitriyano; Syamsudin AB; Athiek Sri Redjeki; Hera Hadikusuma
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.8

Abstract

Limbah cair industri dapat menyebabakan pencemaran lingkungan. Salah satau limbar cair yang berbahaya yaitu limbah logam Pb (timbah). Salah satau untuk mengurangi limbah cair (Pb) yaitu dengan Adoprsi menggunakan arang aktif. Gambas atau Oyong  (L. acutangula) yang sudah kering dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat arang aktif dari gambas atau oyong yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi limbah cair (Pb) dengan variasi pH. Gambas atau oyong yang telah dipotong-potong dikeringkan dengan oven pada suhu 105°C. Untuk aktivasi arang dilakukan secara kimia yaitu dengan merendam arang dengan menggunakan larutan HCl 4N selama 24 jam kemudian dibilas dengan akuades sampai pH netral kemudian dikeringkan dalam oven selama 4 jam pada suhu 105°C. Kemudian dilakukan proses adsorpsi dengan limbah cair (Pb) variasi pH 3, 4, 5, 6 dan 7.  Hasil pengujian daya serap iod  adalah sebesar 301,74 mg/L. Sedangkan untuk pengujian kadar abu telah sesuai persyaratan dengan hasil 5,9 %. Pada pengujian daya serap arang aktif dari gambas atau oyong terhadap logam Pb (timbal) yaitu pada pengaruh kondisi pH. Adsorpsi optimal diperoleh pada pH 4. Arang aktif dari gambas atau oyong memberikan hasil yang cukup baik dengan penyerapan sebesar 99,7 % pada pengujian sampel limbah cair  mengandung dengan kandungan logam Pb (timbal) 4,67 mg/L.
PENGARUH BESAR ARUS DAN WAKTU TERHADAP PELAPISAN ZINC PLATING PADA MATERIAL SWCH 45K DENGAN MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROPLATING AB Syamsudin; Gema Fitriyano; Dewi Siti Khusnul Khotimah; Diana Agustin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material baja SWCH 45K merupakan kawat baja karbon medium dengan kandungan karbon sebesar 0,48 % yang banyak digunakan untuk berbagai jenis sekrup seperti baut, mur, paku keeling, sekrup mesin dan sekrup. Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus dan waktu terhadap lapisan zinc plating .Pada penelitian variabel arus yaitu 100 A, 200 A, 300 A, 400 A dan 500 A dengan waktu 60 menit. Sedangkan penelitian variabel waktu 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit dan 90 menit dengan arus 300 A. Part yang sudah di plating dilakukan pengamatan ketebalan menggunakan Thickness tester, uji daya tahan karat menggunakan mesin Salt Spray Test (SST) dan uji deposit zinc menggunakan titrasi metode kompleksometri. Analisis yang dilakukan terhadap part menyimpulkan bahwa kondisi optimum pada penelitian variabel arus diperoleh menggunakan arus 300 A dengan waktu 60 menit dan penelitian variabel waktu menggunakan waktu 60 dengan arus 300 A.
Pengaruh Jumlah Kitosan dalam Pembuatan Plastik Biodegradabel dari Selulosa Sabut Kelapa dengan Pemplastik Gliserol Yustinah Yustinah; Syamsudin AB; Prasasty Putri Solekhah; Gitya Putri Novitasari; Fitri Nuryani; Moh Djaeni; Luqman Buchori
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.15598

Abstract

Plastik adalah salah satu benda yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, namun karena sifat plastik yang sulit diuraikan, maka diperlukan bahan untuk membuat plastik yang bersifat mudah didegaradasi. Tujuan penelitian adalah untuk mencari pengaruh konsentrasi kitosan pada proses pembuatan bioplastik dari selulosa sabut kelapa. Penambahan kitosan berguna untuk memperbaiki karatetistik produk bioplastik. Pembuatan bioplastik menggunakan metode inversi fasa, dengan variasi perbandingan massa kitosan terhadap massa serbuk sabut kelapa. Hasil bioplastik terbaik diperoleh pada perbandingan  massa kitosan terhadap massa serbuk sabut kelapa sebesar 3:5, dengan karakteristik bioplastik yang dihasilkan mempunyai nilai penyerapan air 20%, nilai kuat tarik 18,1 kg/cm2, dan perpanjangan putus 18%. Hasil uji biodegradasi diperoleh semakin besar konsentrasi kitosan semakin mudah bioplastik akan terdegradasi.
Kolaborasi Guru dalam Kelompok Belajar Profesional untuk Optimalisasi Pembelajaran Berkelanjutan di Kota Tangerang Cecep Maman Hermawan; Okta Rosfiani; Syamsudin Abdullah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Belajar Profesional (KBP) bagi guru-guru sekolah dasar di Kota Tangerang. Latar belakang kegiatan dilatarbelakangi oleh tantangan rendahnya budaya kolaborasi antar guru serta terbatasnya akses terhadap pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang efektif dan kontekstual, yang pada akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Mitra dalam kegiatan ini adalah para guru dari empat sekolah dasar negeri yang mewakili wilayah utara dan selatan Kota Tangerang. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan siklis, dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui survei dan FGD, dilanjutkan dengan pelatihan fasilitator internal untuk memastikan keberlanjutan. Tahap inti adalah pendampingan intensif selama pembentukan dan operasionalisasi KBP, yang difasilitasi dengan workshop pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Seluruh proses dimonitoring melalui evaluasi formatif dan diakhiri dengan evaluasi sumatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membentuk KBP yang aktif dan mandiri di seluruh sekolah mitra, ditandai dengan jadwal pertemuan rutin dan agenda kerja yang jelas. Capaian utama termasuk peningkatan yang signifikan dalam keterampilan kolaboratif, komunikasi, dan refleksi praktik mengajar among para guru, serta dihasilkannya delapan modul ajar inovatif berbasis masalah lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya budaya belajar kolektif, peningkatan berkelanjutan pada motivasi mengajar guru, dan transformasi praktik pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa. Disimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif melalui KBP merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk memberdayakan guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
Pengaruh Jumlah Katalis CaO terhadap Karakteristik Produk pada Sintesis Gliserol Karbonat Gema Fitriyano; Syamsudin A B; Adiwarna Adiwarna; Sarah Fauziah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 2 (2020): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.16.2.38375.211-217

Abstract

Senyawa gliserol karbonat merupakan turunan gliserol yang saat ini masih berkembang pemanfaatannya. Sintesis gliserol karbonat menggunakan gliserol dan urea menjanjikan untuk diaplikasikan karena bahan baku yang lebih mudah didapatkan, penanganan lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan proses sintesis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi terhadap produk hasil reaksi gliserolisis urea yang dioperasikan pada kondisi operasi suhu 140oC, tekanan 0,7 atm selama 4 jam dengan variasi jumlah katalis CaO 1, 2, 3, 4, dan 5% mol. Bahan hasil reaksi dianalisis gugus fungsinya menggunakan instrumen Fourier Transform Infra Red (FTIR)dan komposisi senyawanya menggunakan instrumen Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GC-MS). Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap produk, didapatkan kesimpulan bahwa kondisi optimum pada penelitian ini terlihat pada produk hasil reaksi gliserolsis urea dengan jumlah penggunaan katalis 5% mol dengan nilai konversi 23%.The Influence of the Catalyst Amount of CaO on the Product Characteristics in Glycerol Carbonate Synthesis. Glycerol carbonate is a glycerol derivative that is currently still developing its use. The synthesis of glycerol carbonate using glycerol and urea promises to be applied because raw materials are easier to obtain, handling is simpler and cheaper than other synthesis processes. This study aims to characterize the product of the urea glycerolysis reaction in the operating conditions of 140oC, thepressure of 0,7 atm for 4 hours with variation in the amount of CaO catalyst 1, 2, 3, 4,and 5% mol. Characterization of the reaction products was analyzed by functional groups using the FTIR instrument and compound composition analysis using the GC-MS instrument. According tothe results of the analysis carried out on the product, it was concluded that the optimum conditions in this study were seen in the product of the reaction of urea glycerolsis with 5% mol catalyst amount with a 23% conversion.