Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia 4–6 Tahun di RA. Raudatul Jannah Sei Miai Dalam Banjarmasin Riska Fitriana Sulistyowati; Mariani Mariani; Sukarlan Sukarlan
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v9i2.794

Abstract

ABSTRACT Parenting is a pattern of parenting, educating and guiding children. Independence is the ability of children to carry out their own daily activities with little guidance, according to development. Preliminary studies are 3 parents of democratic parenting, 2 parents are authoritarian parenting and 1 parent is permissive parenting. This study aims to determine the relationship between parenting parents and the independence of children aged 4-6 years in RA. Raudatul Jannah Sei Miai In Banjarmasin in 2019. This study is an analytical survey research with a cross sectional study design, using the results of spearman rank statistical analysis. The number of samples is 31 people and data collection uses questionnaires, documentation and observation. With the tool used is a questionnaire. The results of the analysis with the significance limit α = 0.05 get the value of ρ = 0.021 and the correlation r = 0.413 *, showing that there is a significant relationship between parenting and children's independence. Keywords: Parenting, Independence, Children
Analysis of Nursing Care in Adolescents with Anemia with the Application of Monitoring and Education Interventions for Giving Blood Added Tablets at Teluk Dalam Health Center Banjarmasin Eka Rani Norlailasari; Mariani Mariani; Evy Noorhasanah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2023): July 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v2i2.687

Abstract

Young women, who tend to become mothers will be more affected by anemia because they tend to get pregnant and give birth. blood supplement tablet supplementation program for young women, one of the government's efforts to ensure adequate iron intake to prevent anemia. Before administering Blood Supplement Tablets, adolescents should be given information about anemia in Blood Supplement Tablets, as well as guidance or supervision during the administration of Blood Supplement Tablets. The purpose of this research is to describe the results of monitoring and educating the administration of blood supplement tablets. The writing method is in the form of case studies on adolescents with anemia. The results of this case study showed an increase in hemoglobin and hematocrit levels. The control card is filled in according to the date of taking the medicine and signed by the parents. With this case study, it is hoped that nursing interventions related to the method of increasing hemoglobin levels in young women with anemia can be developed.
Hubungan antara Sleep Hygiene dengan Gangguan Tidur pada Remaja di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin Della Ramanda; Mariani Mariani; Rita Kirana; Kristina Yuniarti; Muhsinin Muhsinin
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.324

Abstract

Sleep Hygiene merupakan serangkaian kebiasaan yang mendukung kualitas tidur yang baik. Namun, banyak remaja mengalami gangguan tidur akibat praktik Sleep Hygiene yang buruk, seperti tidur larut malam, konsumsi kafein berlebih, tidak melakukan rutinitas kebersihan sebelum tidur. Faktor seperti adanya aktivitas fullday, serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler turut memperburuk pola tidur. Gangguan tidur yang terjadi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikologis, seperti mudah mengantuk di siang hari, penurunan konsentrasi, serta gangguan emosi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah ada Hubungan antara Sleep Hygiene dengan gangguan tidur pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin. Metode Penelitian memakai model analisa korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan metodelogi kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 76 orang dengan menggunakan teknik total sampling dengan hasil berjumlah 76 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data hasil pemeriksaan Sleep Hygiene dan gangguan tidur menggunakan uji chi square didapatkan hasil p value (0,000)<a(0,05) dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan antara Sleep Hygiene dengan gangguan tidur pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin. Saran bagi teoritis penelitian ini bisa meningkatkan pengetahuan orang tua beserta remaja agar kualitas tidur remaja menjadi lebih baik melalui penerapan Sleep Hygiene yang baik.
Hubungan Paparan Sinar Matahari dan Aktivitas Fisik dengan Pertumbuhan Remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin Vidia Nasya Nalurita; Mariani Mariani; Evy Noorhasanah; Noor Isna Tauhidah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24803

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of growth characterized by rapid physical development, particularly in height and changes in body composition. Environmental factors such as sunlight exposure and physical activity play an important role in supporting the growth process through vitamin D synthesis and stimulation of growth hormones. Insufficient sunlight exposure and suboptimal physical activity may negatively affect optimal adolescent growth. This study aimed to determine the relationship between sunlight exposure and physical activity with adolescent growth at SMP Negeri 3 Banjarmasin. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 89 adolescents selected using proportional stratified random sampling. Sunlight exposure was measured using the Sunlight Exposure Questionnaire (SEQ), physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and adolescent growth was evaluated based on height-for-age (HFA) and body mass index-for-age (BMI-for-age) indicators. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank test. The results showed a significant relationship between sunlight exposure and adolescent height (p = 0.000; r = 0.802), indicating a very strong and positive correlation. Sunlight exposure was also significantly associated with body mass index (p = 0.017; r = 0.252), demonstrating a moderate and positive correlation. In addition, physical activity was significantly related to adolescent height (p = 0.011; r = 0.269) and body mass index (p = 0.018; r = 0.251), both indicating moderate and positive correlations. Sunlight exposure and physical activity have a significant relationship with adolescent growth at SMP Negeri 3 Banjarmasin. Adequate sunlight exposure and optimal physical activity play an important role in supporting height growth and nutritional status among adolescents. Keywords: Sunlight Exposure, Physical Activity, Adolescent Growth.  ABSTRAK Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan fisik, terutama tinggi badan dan perubahan komposisi tubuh. Faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menunjang proses pertumbuhan melalui sintesis vitamin D dan stimulasi hormon pertumbuhan. Kurangnya paparan sinar matahari dan aktivitas fisik yang tidak optimal dapat berdampak pada pertumbuhan remaja yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan sinar matahari dan aktivitas fisik dengan pertumbuhan remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 remaja yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Paparan sinar matahari diukur menggunakan Sunlight Exposure Questionnaire (SEQ), aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan pertumbuhan remaja dinilai berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari dengan tinggi badan remaja (p = 0,000; r = 0,802) yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Paparan sinar matahari juga berhubungan signifikan dengan indeks massa tubuh remaja (p = 0,017; r = 0,252) dengan kekuatan hubungan cukup dan positif. Selain itu, aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan tinggi badan remaja (p = 0,011; r = 0,269) serta dengan indeks massa tubuh (p = 0,018; r = 0,251), yang menunjukkan hubungan cukup dan positif. Paparan sinar matahari dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Paparan sinar matahari yang cukup dan aktivitas fisik yang optimal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan dan status gizi remaja. Kata Kunci: Paparan Sinar Matahari, Aktivitas Fisik, Pertumbuhan Remaja.