Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Meningkatkan komitmen bagi Aparatur Sipil Negara: Perspektif teori pertukaran sosial dalam akuntabilitas organisasi publik Adi Putranto, Ricky; Andikaputra, Fikri Aditya Tri; Pradesa, Hafid Aditya; Priatna, Ramdani
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2022): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.01 KB) | DOI: 10.32670/fairvalue.v5i2.1748

Abstract

Organizational commitment is an important form of attitude from an employee towards his organization. The purpose of this study is to examine the importance of organizational commitment from the perspective of social exchange theory. With a social exchange perspective, the research model was built by integrating perceptions of organizational support and job satisfaction into having an impact on organizational commitment. The context of the situation during the pandemic has its own color in this study, especially with situations that require various jobs to be carried out remotely or away from home, so the extent to which employees remain committed to their organizations from the perspective of social exchange. This study takes a sample of ASN who are working in the Bandung Raya area. The data analysis technique uses path analysis, which aims to examine the effect of perceived organizational support on organizational commitment directly or indirectly through job satisfaction. The results showed that every relationship between variables found that the beta coefficient value was in the significant category. This confirms that empirically, social exchange theory can apply in pandemic conditions, especially in building ASN commitment to their organizations as a manifestation of the accountability of public sector organizations.
Analisis Penempatan Pegawai Berdasarkan Kompetensi di Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I – VI Jawa Barat Ridwan, Rahma Auliya; Nugraha, Hari; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 17 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v17i2.260

Abstract

Pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara, khususnya penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan kompetensi masih belum maksimal. Salah satu organisasi perangkat daerah yang turut melaksanakan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yaitu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Dinas dengan mayoritas kualifikasi jabatan pada bidang teknik, untuk mencapai efektivitas dalam pelaksanaannya perlu selektif dalam memilih calon pegawai untuk ditempatkan. Pada implementasi di lapangan, diketahui bahwa jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia dalam organisasi masih kurang. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak seimbangnya antara pegawai yang tersedia dengan jumlah kebutuhan pegawai yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, hambatan dalam pelaksanaan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, dan memberikan rekomendasi dalam melakukan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrumen dalam pengumpulan data di lapangan, dengan jumlah sampel 45 pegawai jabatan pelaksana pemeliharaan jalan Unit Pelaksana Teknis Dinas Wilayah Pelayanan I – VI Provinsi Jawa Barat yang didasarkan pada penggunaan teknik sampel kuota. Hasil penelitian ini adalah berupa rekomendasi profil kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang disusun berdasarkan analisis pada penghitungan nilai rata-rata yang diperoleh masing-masing pegawai, juga dengan mempertimbangkan faktor pendidikan dan kompetensi pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi pada organisasi berada pada kategori sesuai atau baik, yang mana masih terdapat temuan penempatan yang sangat tidak sesuai antara kualifikasi pegawai dengan kualifikasi jabatan.
Analisis Penempatan Pegawai Berdasarkan Kompetensi di Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I – VI Jawa Barat Ridwan, Rahma Auliya; Nugraha, Hari; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 17 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v17i2.260

Abstract

Pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara, khususnya penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan kompetensi masih belum maksimal. Salah satu organisasi perangkat daerah yang turut melaksanakan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yaitu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Dinas dengan mayoritas kualifikasi jabatan pada bidang teknik, untuk mencapai efektivitas dalam pelaksanaannya perlu selektif dalam memilih calon pegawai untuk ditempatkan. Pada implementasi di lapangan, diketahui bahwa jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia dalam organisasi masih kurang. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak seimbangnya antara pegawai yang tersedia dengan jumlah kebutuhan pegawai yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, hambatan dalam pelaksanaan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, dan memberikan rekomendasi dalam melakukan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrumen dalam pengumpulan data di lapangan, dengan jumlah sampel 45 pegawai jabatan pelaksana pemeliharaan jalan Unit Pelaksana Teknis Dinas Wilayah Pelayanan I – VI Provinsi Jawa Barat yang didasarkan pada penggunaan teknik sampel kuota. Hasil penelitian ini adalah berupa rekomendasi profil kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang disusun berdasarkan analisis pada penghitungan nilai rata-rata yang diperoleh masing-masing pegawai, juga dengan mempertimbangkan faktor pendidikan dan kompetensi pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi pada organisasi berada pada kategori sesuai atau baik, yang mana masih terdapat temuan penempatan yang sangat tidak sesuai antara kualifikasi pegawai dengan kualifikasi jabatan.
Penguatan Tata Kelola untuk Pembangunan Desa yang Unggul di Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung Fitriani, Laksmi; Kurniawan, Iwan; Priatna, Ramdani; T Gedeona, Hendrikus
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v5i2.64

Abstract

Pembangunan desa yang unggul membutuhkan tata kelola yang baik sebagai fondasi utama. Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, merupakan wilayah dengan potensi besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola desa, termasuk dalam hal administrasi, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan sumber daya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola desa di Kecamatan Paseh melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan teknis, dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman perangkat desa terhadap prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Selain itu, program ini berhasil mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan desa. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi desa tetapi juga menciptakan sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup perlunya pengembangan sistem informasi desa, pelatihan berkelanjutan, dan pembentukan forum komunikasi desa untuk keberlanjutan program. Dengan penguatan tata kelola desa ini, Kecamatan Paseh diharapkan mampu menjadi model pembangunan desa yang unggul dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.