Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Komparasi Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual dan Benda Nyata terhadap Kemampuan Representasi Peserta Didik Ulfa Muhayaroh; Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i2.1306

Abstract

Pendidikan IPA menuntut peserta didik mampu merepresentasikan konsep yang diperoleh, namun berdasarkan observasi awal pada kelas VIII di MTs Al Khalily Maunah Sari kemampuan representasi peserta didik termasuk dalam kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi peserta didik pada pembelajaran menggunakan model PBL dengan bantuan media audiovisual dan pembelajaran model PBL berbantuan media benda nyata serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan representasi peserta didik diantara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis weak eksperimental design dan desain the static group pretest-posttest design dengan populasi peserta didik kelas VIII di MTs Al-Khalily Maunah Sari. Sampel terdiri atas peserta didik kelas VIII B dan VII1 A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes kemampuan representasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan representasi peserta didik dengan model PBL berbantuan media audiovisual termasuk kategori sedang dengan nilai 0,64 dan persentasenya pada kategori cukup efektif dengan nilai 64,92. sedangkan pembelajaran dengan model PBL berbantuan media Benda Nyata termasuk kategori tinggi dengan nilai 0,72 dan persentasenya kategori cukup efektif dengan nilai 72,12. Hasil uji t signifikansi 0,017 < 0,05, H0 ditolak. Sehingga terdapat perbedaan kemampuan representasi peserta didik antara yang menggunakan model PBL berbantuan audiovisual dan berbantuan media benda nyata.
Analysis of Levels of Metacognition Ability in Solving Problem-Based Problems in Science Learning Based on Gender Differences Faninda Novika Pertiwi; Salwa Nusaibah Nusaibah
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 6 No 1 (2023): Journal of Science Education
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v6i1.175

Abstract

Metacognition has a role in regulating and monitoring one's cognitive processes in thinking and learning. Students can solve problems well when applying metacognition strategies. Each student has different abilities in understanding learning material. Where male and female students have different ways of thinking, as well as solving a problem. This study aims to describe the level of metacognitive abilities of male and female students in solving problem-based questions in science learning. This type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted at MTs Al-Islam by taking three male and three female subjects. The selection of subjects is based on the value of student learning outcomes which are limited by a certain standard deviation. This study used written tests and interviews as instruments for data collection. The results are 1) Male students in the high category are at the strategic use level, male students in the medium category are at the aware use level and male students in the low category are at the tacit use level. 2) Female students in the high category are at the level of reflective use, female students in the middle category are at the level of strategic use and female students in the low category are at the level of aware use.
Analysis of Levels of Metacognition Ability in Solving Problem-Based Problems in Science Learning Based on Gender Differences Faninda Novika Pertiwi; Salwa Nusaibah Nusaibah
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Science Education
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol6-iss1/175

Abstract

Metacognition has a role in regulating and monitoring one's cognitive processes in thinking and learning. Students can solve problems well when applying metacognition strategies. Each student has different abilities in understanding learning material. Where male and female students have different ways of thinking, as well as solving a problem. This study aims to describe the level of metacognitive abilities of male and female students in solving problem-based questions in science learning. This type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted at MTs Al-Islam by taking three male and three female subjects. The selection of subjects is based on the value of student learning outcomes which are limited by a certain standard deviation. This study used written tests and interviews as instruments for data collection. The results are 1) Male students in the high category are at the strategic use level, male students in the medium category are at the aware use level and male students in the low category are at the tacit use level. 2) Female students in the high category are at the level of reflective use, female students in the middle category are at the level of strategic use and female students in the low category are at the level of aware use.
Efektivitas Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Berbasis Teacher and Peer Feedback terhadap Kemampuan Refleksi Peserta Didik Alfina Amara Fitri; Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i3.2166

Abstract

Pembelajaran IPA abad 21 merupakan pembelajaran yang memiliki kaitan dengan kehidupan nyata baik melalui kegiatan eksperimen maupun pembuktian, sehingga dalam prosesnya memerlukan keterampilan bernalar tingkat tinggi dan kemampuan refleksi. Hasil preliminary study menyatakan bahwa kemampuan refleksi peserta didik masih rendah. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis Teacher and Peer Feedback untuk meningkatkan kemampuan refleksi peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis Teacher and Peer Feedback terhadap kemampuan refleksi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan pembelajaran serta aktivitas peserta didik menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis Teacher and Peer Feedback dengan model konvensional. Indikator dengan peningkatan paling dominan hingga terendah berturut-turut adalah reacting, contemplating, dan elaborating. Adapun pada uji efektivitas menunjukkan bahwa hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan model Two Stay Two Stray berbasis Teacher and Peer Feedback lebih efektif daripada kelas kontrol yang menggunakan model konvensional. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Two Stay Two Stray berbasis Teacher and Peer Feedback efektif terhadap kemampuan refleksi peserta didik.
Literasi Sains Siswa dalam Berinovasi pada Pembelajaran IPA Berbasis Produk Ani Satull Marwah; Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.3064

Abstract

Menurut data PISA 2022, Indonesia menduduki peringkat rendah dalam aspek literasi sains. Selain literasi sains, di abad ke-21 ini salah satu dari keterampilan yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan berinovasi. Perlunya keterpaduan antara dua keterampilan ini diharapkan dapat menambah literatur pendidikan IPA dengan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kemampuan siswa dalam literasi sains serta kreativitas mereka dalam berinovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa serta keterampilan mereka dalam berinovasi melalui pembelajaran IPA yang berbasis produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kelas VIII di salah satu MTs di Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data melalui angket terbuka (luring dan daring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan literasi sains yang memadai. Mereka mampu mengaitkan isu-isu terkini dengan pembelajaran IPA dan menjelaskan fakta-fakta ilmiah dengan baik. Selain itu, siswa mampu memahami konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan informasi sains, serta melaksanakan kegiatan praktikum dengan baik, menerangkan langkah-langkah prosedural dan melakukan aktivitas berfikir yang kritis. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami keterpaduan antara literasi sains dengan keterampilan berinovasi pada pembelajaran IPA. Selain itu, memberikan pandangan yang komprehensif tentang potensi siswa dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah serta kreativitas mereka dalam berinovasi.
PBL Berorientasi Literasi Sains dan Wawasan Penelitian Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Rasional Siswa Emi Zulfa Faridah; Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3464

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir rasional erat kaitannya dengan penyelesaian masalah dalam pembelajaran IPA. Hal tersebut selaras dengan tujuan pembelajaran IPA yaitu mampu menumbuhkan diri siswa lebih berperan aktif dalam pemahaman konsep sains dan penyelesaian permasalahan pada pembelajaran yang bermakna. Kemampuan berpikir rasional siswa masih dalam kategori rendah karena pembelajaran kurang interaktif. Maka dari itu dipilih PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model PBL berorientasi sains dan wawasan penelitian terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, angket respon siswa dan soal tes. Analisis data yang dilakukan yaitu uji t serta ji cohen effect size. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian memperoleh nilai rata-rata 84,66%. Hasil dari angket respon siswa memperoleh respon baik dari siswa. Hasil dari uji-t two-tailed dengan nilai sig yakni 0,039 < 0,05 dan yakni 2,113 > 1,671 diketahui terdapat perbedaan kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil dari uji-t one-tailed yaitu P-Value sebesar 0,000 maka model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian lebih efektif terhadap kemampuan berpikir rasional siswa dibanding dengan model pembelajaran konvensional. Hasil Uji cohen effect size diketahui bahwa efektivitas penerapan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian dalam pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Abstract Rational thinking ability is closely related to problem-solving in science education. This is aligned with the goal of science education, which aims to foster students to be more actively engaged in understanding scientific concepts and solving problems in meaningful learning. However, students' rational thinking abilities are still categorized as low due to the lack of interactive learning. Therefore, PBL oriented towards science literacy and research insight was chosen. This research aims to determine the effectiveness of the PBL model oriented towards science literacy and research insight on students' rational thinking abilities. The research adopts a quantitative approach. Data collection was conducted through observation sheets, student response questionnaires, and test items. Data analysis included t-tests and Cohen's d effect size. The research results indicate that the implementation of the PBL model oriented towards science literacy and research insight achieved an average score of 84.66%. The student response questionnaire yielded positive feedback from the students. The two-tailed t-test with a significance value <α of 0.039 < 0.05 and t-valu > t-value of 2.113 > 1.671 showed a difference between the experimental and control groups. The one-tailed t-test resulted in a p-value of 0.000, indicating that the PBL model oriented towards science literacy and research insight is more effective in enhancing students' rational thinking abilities compared to conventional learning models. The Cohen's d effect size test revealed that the effectiveness of implementing the PBL model oriented towards science literacy and research insight has a significant impact on students' rational thinking abilities.