Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAING (SFE) DI KELAS XI SMA NEGERI 8 TAKENGON Lola Mandasari
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 3 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.352 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v2i3.103

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah dilakukannya pembelajaran dengan model Student Facilitator and Explaining (SFE). Metode penelitian ini adalah semi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 8 Takengon tahun ajaran 2018/2019. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dan terpilih siswa kelas XI Mipa-1 dengan jumlah 21 siswa dan kelas XI Mipa-2 dengan jumlah 20 siswa. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahawa : (1) Siswa dari kelas eksperimen dengan skor gain > 0.70 berjumlah 18 orang dengan kategori tinggi (90%) (2) Siswa dari kelas eksperimen dengan 0.30 < skor gain < 0.70 berjumlah 2 orang dengan kategori sedang (10%) (3) Siswa dari kelas eksperimen dengan skor gain < 0.30 berjumlah 0 orang atau tidak terdapat siswa yang memperoleh skor gain dibawah 0,30 dengan kategori rendah.
EFEKTIVITAS PERKULIAHAN DARING PADA MATA KULIAH ANALISIS KOMPLEKS SELAMA PANDEMI COVID 19 Lola Mandasari; Elfi Rahmadhani; Septia Wahyuni
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v4i2.205

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran umum efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks selama masa pandemic Covid 19 ditinjau dari hasil belajar dan respon mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Tadris Matematika IAIN Takengon yang mengambil mata kuliah analisis kompleks. Efektivitas perkuliahan daring pada mata kuliah analisis kompleks ditinjau dari hasil belajar mahasiswa yang diperoleh mahasiswa pada akhir semester, dan respon mahasiswa yang diukur menggunakan angket secara online dengan menggunakan google form. Angket berisikan pernyataan terkait respon mahasiswa dengan menggunakan skala Guttman, dan kemudian dihitung persentasenya untuk menentukan kriteria interpretasi skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83 % mahasiswa tuntas belajar pada mata kuliah analisis kompleks, sisanya 17% tidak tuntas. Persentase rata-rata ketuntasan belajar mahasiswa yang mengambil mata kuliah analisis kompleks sebesar 78,75%, dengan tingkat capaian efektivitas “cukup efektif”. Hasil perhitungan persentase respon mahasiswa terhadap perkuliahan daring pada mata kuliah analisis komplek adalah 42% dengan kriteria interpretasi “cukup efektif”. Dari dua penemuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas perkuliahan analisis kompleks secara daring masih dalam kategori “cukup efektif”, karena masih banyak kendala dan keterbatasan yang dihadapai oleh mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaannya.
The symbolic thinking ability of kindergarten students in central Aceh through Montessori games based on gender Elfi Rahmadhani; Septia Wahyuni; Lola Mandasari
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i1.23777

Abstract

Student’s cognitive abilities can be developed early, including thinking logically and symbolically and problem-solving using various methods. Therefore, this quantitative descriptive research aims to determine the symbolic thinking ability of kindergarten students through Montessori games based on gender. The subjects of this study were 112 kindergarten students from eight schools in the Central Aceh district who were selected by random sampling. Data processing techniques include editing, coding, scoring, and tabulation. The analysis was carried out using a frequency table with guidelines for assessing child development. Data were obtained from tests, observations, and interviews. Based on the analysis, it is known that the symbolic thinking abilities of male and female students are at the level of developing as expected. There are still students at the beginning to develop and undeveloped levels for both male and female students in this ability. There are differences in ability between male and female students, especially in indicators: i) Mentioning numbers 1-10 and ii) Counting and matching numbers with number symbols. While on the indicator of recognizing vowel and consonant symbols, there is no difference in ability between male and female students.
EFEKTIVITAS PENERAPAN KERANGKA KERJA ELPSA BERMUATAN METODE INKUIRI PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Lola Mandasari
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2022): OMEGA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.906 KB) | DOI: 10.47662/jkpm.v1i3.391

Abstract

ELPSA merupakan akronim dari Experience, Language, Pictorial, Symbol and Application merupakan suatu pendekatan perancangan pembelajaran yang sifatnya bersiklus. Rancangan ini menyajikan ide-ide matematika melalui pengalaman-pengalaman hidup, percakapan matematika, rangsangan visual, notasi simbol dan aplikasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kerangka kerja ELPSA bermuatan metode inkuiri efektif diterapkan pada materi kubus dan balok. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen Hasil penelitian dengan sampel 22 orang siswa 20 diantaranya tuntas dalam belajar ( 90,90%) dan 2 siswa tidak tuntas. Berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal yang sudah diterapkan (>85%) maka dapat disimpulkan bahwa ketuntasan siswa secara klasikal tuntas dalam belajar. Berdasarkan rata-rata hasil persentase aktivitas guru dalam pembelajaran adalah 84,37% dan rata-rata hasil persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah 77,08%. Berdasarkan kategori yang sudah ditentukan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajarn ELPSA bermuatan metode inkuiri baik.
Faktor Kesulitan Literasi dan Numerasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar Edy Saputra; Lola Mandasari; Novidayanti M.; Loso Judijanto; Jitu Halomoan Lumbantoruan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 57 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v57i1.67433

Abstract

PISA 2018 was released from 78 countries; Indonesia was ranked 70th; only 25% could read, and 24% could count. The research aims to analyze the factors of literacy and numeracy difficulties in the independent learning curriculum. The method used is a mixed method. The subjects were 130 middle school students. Data collection techniques used surveys, observations and interviews. The survey was conducted by distributing instruments to 130 people via Google on a 1-5 point Likert scale. Data was also obtained during randomly selected observations and interviews. The survey analysis technique used SPSS 26, which formed a bar chart. The interview results were analyzed by presenting the data and collecting it, then reducing it, coding it in tables, and verifying the interview with a survey. The results and findings show that 48.63% assess that the Basic Class is difficult to implement, 67.67% assess that the School Culture indicators are not optimal, and 78.54% assess that the Community Base has minimal implementation. The results of observations and interviews also intersect with survey results. According to the third source, indicators of success in literacy and numeracy in schools still need to be fully implemented and meet qualification expectations. In conclusion, minimal implementation of the third indicator impacts students' weak literacy and numeracy skills. This research implies that assignments or projects designed by teachers for students help and train students to improve their literacy and numeracy.