Abdul Kodir Albahar
Teknik Elektro, Universitas Krisnadwipayana

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA DETEKSI KETIDAKNORMALAN METER ELEKTRONIK DENGAN SISTEM AUTOMATIC METER READING Ujang Wiharja; Abdul Kodir Albahar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran energi listrik mempuyai peranan yang sangat penting dalam menentukan pendapatan perusahaan listrik. Meter kWh merupakan alat ukur transaksi energi antara perusahaan dengan pelanggan yang harus disepakati oleh kedua belah pihak dan mendapat legalitas dari pemerintah (Direktorat Metrologi). Kesalahan data pengukuran energi merupakan keluhan pelanggan terhadap perusahaan listrik. Pada PT. PLN (Persero) Disjaya kWh meter yang digunakan untuk pelanggan daya diatas 200 kVA adalah kWh meter elektronik yang terintegrasi dengan sistem AMR (Automatic Meter Reading) sebagai pembacaannya. Setelah melakukan pemantauan deteksi ketidaknormalan meter elektronik dengan sistem AMR, diketahui kesalahan pengawatan CT terbalik, mengakibatkan pemakaian energi listrik oleh pelanggan tidak tertagih. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh meter elektronik dengan sistem AMR, maka dapat diketahui waktu terjadinya gangguan tersebut, serta besar energi listrik yang tidak tertagih saat terjadi gangguan sebesar 637,382 kWh. Untuk menghindari kerugian PLN perlu dilakukan pergantian meter pada pelanggan.
Analisa Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiografi Ujang Wiharja; Abdul Kodir Al Bahar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka melakukan pemenuhan terhadap persyaratan standar yang sesuai, maka perlu dilakukan uji kesesuaian terhadap pesawat sinar-X yang digunakan untuk paparan medik. Hal tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah No. 33 Tahun 2007 tentang “Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif”.Akurasi tegangan tabung pesawat sinar-X tersebut memiliki penyimpangan terbesar pada titik 70 kV sebesar 2,47 % sedangkan nilai lolos uji yaitu <10 % berarti akurasi tegangan pesawat sinar-X tesebut memiliki kualitas yang baik .Akurasi waktu penyinaran pesawat sinar-X tersebut memiliki penyimpangan terbesar pada titik 100 ms sebesar 1 % sedangkan nilai lolos uji yaitu <10 % berarti akurasi waktu penyinaran pesawat sinar-X tesebut memiliki kualitas yang baik .Pengujian kualitas berkas sinar-X (HVL) memiliki nilai sebesar 2,639 mmAl pada tegangan 70 kV sedangkan nilai lolos uji yaitu ≥ 2,1 mmAl dan pada tegangan 80 kV memiliki nilai sebesar 3,068 mmAl sedangkan nilai lolos uji yaitu ≥ 2,3 mmAl . Hal ini menandakan bahwa pesawat sinar-X tersebut memiliki kualitas yang baik. Pengujian kebocoran tabung dilakukan sebanyak lima sisi yaitu kiri , kanan , depan , belakang dan atas . Dengan mengukur disemua titik tersebut terdapat nilai rata-rata yaitu0,0245 mGy/jam sedangkan nilai lolos uji yang diijinkan yaitu ≤ 1 mGy/jam . Hal ini menandakan bahwa pesawat sinar-X tersebut masih dalam batas aman.
RANCANG BANGUN KEAMANAN PINTU BRANKAS MENGGUNAKAN RFID RC-522 DAN MODUL IoT WEMOS-D1-R1 Sri Hartanto; Muhammad Rafli Nurdiantoro; Abdul Kodir Al Bahar
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 6, No 1 (2026): JEIS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol6no1.1038

Abstract

The high crime rate, especially theft, has prompted the development of a safe-deposit box equipped with intelligent monitoring technology to store valuable items, such as important documents, jewelry, and cash. The current safe-deposit box security system has the disadvantage of being easily accessed without permission, so a solution is needed to improve its security. This research aims to design and create a safe-deposit box door security system with an Internet of Things (IoT)-based RFID RC-522 module. This system can accurately identify users and monitor access in real time. The research method used is research and development, with a design for a safe-deposit box security system using the Arduino Wemos D1 R1 module as an Internet of Things (IoT) module, connected to the RFID RC-522 module, and programmed in the Arduino IDE to process input from the RFID RC-522 module. The results of the study show that the system works well, as indicated by the RFID RC522 module reading cards at an effective distance of approximately 2 cm. The LCDs show the RFID card reading status, and the Blynk application on a smartphone shows the same data as the safe-deposit box LCD
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kinerja Mesin Shearing Berbasis IoT dan PLC untuk Predictive Maintenance Abdul Kodir Al Bahar; Slamet Purwo Santosa; Muhammad Khatami
JURNAL ELEKTRO Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ELEKTRO
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jetro.v14i2.921

Abstract

Sistem pemantauan untuk mesin pemotong Loopco di PT. Lion Metal Works Tbk. sebelumnya dilakukan secara konvensional, sehingga membatasi akses real-time ke data kondisi mesin dan menunda deteksi dini kerusakan. Studi ini mengembangkan sistem pemantauan kinerja mesin berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 yang terintegrasi dengan PLC Omron CP2E-N40DRA untuk mendukung pemeliharaan prediktif. Sensor PT100 digunakan untuk memantau suhu bantalan motor, sedangkan PZEM-016 mengukur parameter listrik. Data PLC meliputi panjang material, penghitung produksi, status mesin, dan jam kerja. Data dipertukarkan melalui Modbus RTU melalui RS-485 dan dikirim dari ESP32 ke ThingsBoard Cloud menggunakan MQTT. Metode eksperimental diterapkan melalui desain sistem, implementasi, validasi sensor, pengujian komunikasi, pengujian dasbor, dan evaluasi alarm. PT100 menghasilkan kesalahan rata-rata 0,65% dan akurasi 99,35%, sedangkan PZEM-016 menghasilkan kesalahan rata-rata 0,49% dan akurasi 99,51%. Komunikasi PLC-ESP32 mencapai tingkat keberhasilan 100% dengan waktu respons 60–63 ms. Transmisi MQTT juga mencapai keberhasilan pengiriman 100%, dengan penundaan terukur sekitar 1,24 ms dan tanpa kehilangan paket. Dasbor ThingsBoard berhasil menampilkan data waktu nyata dan tren historis. Aturan alarm mengklasifikasikan kondisi mesin menjadi Normal, Peringatan, dan Kritis berdasarkan kondisi operasi dasar. Sistem yang dihasilkan menyediakan pemantauan waktu nyata terintegrasi dan mendukung pengambilan keputusan pemeliharaan berdasarkan kondisi sejak dini.
Enhancing Transmission Capacity and Reducing Power Losses via 500 kV Reconductoring with ACCC Conductors Muhammad Faqih; ujang wiharja; Abdul Kodir Al Bahar
JURNAL ELEKTRO Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ELEKTRO
Publisher : Teknik Elektro Universtias Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jetro.v14i2.922

Abstract

The rapid industrial growth in strategic zones demands a highly reliable electricity supply system. However, existing 500 kV Extra High Voltage transmission lines equipped with traditional ACSR conductors often face critical challenges, including limited transmission capacity, significant power losses, and excessive sagging due to material degradation. This study investigates the effectiveness of reconductoring a 12.13 km segment of a 500 kV transmission network using High-Temperature Low-Sag (HTLS) Aluminium Conductor Composite Core (ACCC) technology. Employing a qualitative descriptive method with a case study approach, data were gathered through field observations and technical documentation analysis. The results demonstrate that replacing the legacy ACSR conductors with ACCC Amsterdam conductors significantly enhances network performance without the need for new tower infrastructure. Specifically, the transmission capacity increased from 1500 A to 2250 A (a 1.5-fold improvement), while power losses were reduced by up to 10%. Furthermore, the ACCC conductors maintained voltage stability with drops not exceeding 5% and operated safely at a maximum operating temperature of 160°C, effectively mitigating sagging issues. The reconductoring process proved to be a highly cost- and time-efficient strategy compared to building new transmission lines. In conclusion, utilizing ACCC conductors for 500 kV transmission upgrades provides a robust solution to optimize power supply reliability and efficiency, fully supporting the escalating energy demands of heavy industrial areas