Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Forum for Religious Harmony in Improving the Quality of Life Attitudes Tolerance among Religious Groups in the City of Kupang Nimrod Frebdes Taopan; Petrus Ly; Leonard Lobo
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 13, No 1: April 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v13i1.6913

Abstract

This research was conducted with the aim of: describing the FKUB work program as an effort to improve the quality of tolerance. Describe the obstacles in implementing the FKUB Work program. Describe efforts to overcome barriers and Describe the quality of tolerance among religious people in Kupang City. The method used in this research is qualitative methods are descriptive, data collection techniques in the form of interviews and document studies. The results of this study indicate that: 1) The role of the NTT FKUB in building religious tolerance in Kupang City was carried out with routine programs in the form of dialogue, seminars, socialization, speech competitions and hyme competitions and harmony marriages, non-routine programs in the form of book publishing, striker making , religious calendars and banners. 2) There are obstacles in the form of busy religious leaders, so the meeting has not run well, communication at meetings only occurs when there are meetings and limited facilities. The government and the community are not aware of the role of NTT FKUB. 3) conducted with discussions between the governing body, communication with the government, socialization, making proposals and saving funds in accordance with needs.4) Harmony in Kupang City runs well without any religious conflict due to the existing harmony in the city of Kupang is a legacy of the ancestors who continue to be guarded and developed to date.
NILAI-NILAI ETIK DAN EMIK DARI ADAT PERKAWINAN SUKU LIO DI DESA TIWUTEWA KECAMATAN ENDE TIMUR KABUPATEN ENDE Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan adat perkawinan suku liodidesaTiwutewa, Kecamatan EndeTimur, Kabupaten Ende. Mendeskripsikan bentuk dan wujd nilai etik yang terdapat dari perkawinan suku lio di desa Tiwutewa, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende. Mendeskrispikan bentuk dan wujud nilai emik yang terdapat dari perkawinan suku lio di desa Tiwutewa, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis dan lisan dari orang-rang atau pelaku utama yang diamati. Data yang di kumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah di peroleh di lapangan dalam bentukkalimat yang jelas sehingga mudah di pahami. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan observasi, wawancara, dan dokumentasi informan dalam penelitian ini adalah mosalaki atau ketua adat dan masyarakat di Desa Tiwutewa, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende. Hasil penelitian ini menujukan bahwa dalam adat perkawinan suku lio terdapat dua hukum adat perkawinan yang memiliki proses adat yang sama dua jenis adat tersebut memiliki tahapan atau proses adanya masing masing yang di mana yaitu rongo tama kopo memilki 8 tahapan terdiri dari, Teo lambu, mbe’o sa’o, bou engga, tu ngawu, teke ngara, bou nua, dari nikah, dan tu ana.sedangkan adat perkawinan ata fai paru dheko ata haki memiliki tahapan berupa syarat-syarat Mbuku 11 belis yang biasa di bilang Mbuku tamba rara nesa wesa fea hera rera mbeja, Mbuku wea nghi mboko sembuzhu, Mbuku ndu sai reti deki, Mbuku Poto wazo ine nghi wau paru ine nghi tu wazo nore sa’o, Mbuku ko,o Mbuku wajo ,Mbuku ko’o ine nghi, Mbuku ko’o baba nghi, Mbuku Raki ndi ndeka nisi mera ndeka mesa, Mbuku Ke embu eda nghi imu rua ete pije pu’u rete kamu ne’e weka te’e soro rani ebe na sama-sama. Proses upacara adat perkawinan adat suku lio di desa tiwutewa masih terus di laksanakan hingga saat ini dan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat dan tidak bisa diubah sampai sekarang.sehingga adanya bentuk dan wujud etik menilai bahwa perkawinan suku lio di desa Tiwutewa terlalu bersifat menuntutdan memaksa sehingga dapat merugikan orang lain .dan wujud Emik, masyarakat sendiri merasa belis (ngawu)dapat mempererat tali persaudaraan, tanda terima kasih kepada keluarga perempuan yang sudah merestui hubungan dan belis yang ini bersifat memberi dan menerima jadi tidak ada yang merasa rugi, dan saling menguntungkan. Disetiap tahapan upacara adat perkawinan ini mengandung nilai-nilai etik dan emik yakni nilai kebenaran, ahklak, adat, tanggung jawab, kebaikan, kekeluargaan, religius, moral, kebahagiaan, keadilan.
NILAI-NILAI MORAL DAN EDUKASI DALAM TRADISI HENGAD’DHO (CIUM HIDUNG) DAN SAPAAN NAMA KESAYANGAN DALAM MASYARAKAT DO HAWU DIMU DI KELURAHAN LIMAGGU KABUPATEN SABU RAIJUA Petrus Ly; Marsi Bani; Maria Bribin
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tradisi Hengad’dho dan Sapaan Nama Kesayangan dalam masyarakat Do Hawu Dimu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua, untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam tradisi Hengad’dho dan Sapaan Nama Kesayangan dalam masyarakat Do Hawu Dimu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukasi dalam tradisi Hengad’dho dan Sapaan Nama Kesayangan dalam masyarakat Do Hawu Dimu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati.Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipaham.Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian adalah ketua adat dan masyarakat adat di Kelurahan Limaggu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Hengad’dho dan Sapaan Nama Kesayangan yang dilakukan dalam kalangan masyarakat Sabu tidak mengenal umur, gender, profesi bahkan status sosial. Tradisi Hengad’dho Dilaksanakan pada ritual-ritual seperti pernikahan, kematian dan ritual keagamaan lainnya. Tradisi Sapaan Nama Kesayangan dilaksanakan setiap bertemu sesama. Nilai- nilai moral dalam tradisi Hengad’dho (Cium Hidung) dan Sapaan Nama Kesayangan di kategorikan dalam beberapa hubungan: hubungan manusia dengan sang Pencipta, hubungan manusia dengan sesama dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Nilai edukasi dalam tradisi Hengad’dho dan Sapaan Nama Kesayangan adalah yaitu nilai ketuhanan yaitu dengan menjalankan hukum kasih sayang serta menjunjung tinggi nilai itu, nilai sosial kemasyarakatan terwujud dengan keberhasilan dalam pendidikan karakter, etika dan tata karma dengan dengan memberikan penghargaan tertinggi kepada sesama, nilai budi pekerti yaitu menghormati leluhur dengan cara menjaga dan melestarikan tradisi-tradisi ini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN BANTUAN MEDIA INTERAKTIF ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS V UPTD.SD INPRES LASIANA KOTA KUPANG Debora Natonis; Petrus Ly; Martha K. Kota
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.30399

Abstract

Debora Natonis NIM.2101140052 with the tittle “ The Effect of Group InvestigationLearning Model with the help of Interactive Animation Media on the LearningOutcomes of PPKn Class V Students of UPTD. SD Inpres Lasiana Kupang City”.The problem in this study is to examine the significant effect of the GroupInvestigation learning outcomes of PPKn Class V Students of UPTD.SD InpresLasiana Kupang City, with the aim of improving students learning outcomes inPancasila education learning about My Indonesian Regional Culture. This studyuses the Pre-Experimental Design research type with a quantitative approach tothe One Group Pretest Posttest research design. The population in this study were28 class V C students of UPTD. SD Inpres Lasiana, Kupang City. The samplingtechnique used was a saturated sample where all populations were used assamples. Data collection techniques and instruments were observation sheets andtest instruments. The research instrument was a test in the form of a prestest andposttest to measure learning outcomes. The question instrument before beingused, was first used for validity and reliability testing. After the data was collected,it was analysed and used for hypothesis testing.This research was conducted atUPTD. SD Inpres Lasiana Kupang City Class V C. Furthermore, the results of thehypothesis testing, using paired samples t-test showed that the significance value(2-tailed) was 0,000. This shows that at the significamce level (2-tailed) < 0,05. Inaccordance with the basis for decision making, this is because the sig. (2-tailed)value < 0,05, so there is a significant difference between the learning outcomes inthe Pretest-Posttest data. Based on the results of the study above, it can beconcluded that there is an influence between the Group Investigation learningmodel with the help of interactive animation media on the PPKn learning outcomesof class V students of UPTD. SD Inpres Lasiana, Kupang City.
HABITUASI SIKAP DAN PERILAKU POSITIF MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDI BERTINGKAT PERUMNAS 3 KOTA KUPANG Fransiska Andini; Petrus Ly; Treesly Y,N. Adoe
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe and identify obstacles in the habituation of positive attitudes and behaviors through the Pancasila student profile strengthening project in Pancasila Education learning at SDI Bertingkat Perumnas 3 Kupang City. This study is a descriptive qualitative study. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were homeroom teacher and 17 students of grade 2 class A, homeroom teacher and 14 students of grade V class A, and the principal. The results of the study showed that the implementation of positive attitude and behavior habituation was carried out well and had positive results in accordance with the character values ​​contained in the Pancasila profile strengthening project. The attitudes and behaviors implemented include praying before and after learning, knowing and appreciating culture, collaboration, awareness of self-understanding and the situation faced, analyzing and evaluating reasoning, and producing original ideas. Obstacles in habituation are low self-management of students and limited collaboration between teachers and parents/guardians which results in the habituation process being hampered so that the goals of habituation have not been achieved optimally.