Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Keamanan Akun Digital melalui Media Infografis Pencegahan Phishing dan Perlindungan Kode OTP pada Siswa SMA Amanatul Ummah Surabaya Arinda Tri Apriliyah; Dina Anggraeni Susesti; Mohammad Ghofirin; Dwi Novitasari
INTEGRATIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): INTEGRATIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/integratif.v4i1.513

Abstract

This community service activity aimed to provide digital account security education through infographics on phishing prevention and One-Time Password (OTP) protection for students at SMA Amanatul Ummah Surabaya. The activity involved 40 students and was conducted through interactive explanations, discussions, question-and-answer sessions, and case analysis. The evaluation used a Likert-scale response questionnaire to assess the clarity, attractiveness, usefulness, and ease of understanding of the media. The results showed an average percentage of 85.4%, categorized as very good. The infographic received positive responses as an engaging, concise, and easy-to-understand medium for digital account security education.
Keuangan Sehat, Masa Depan Cerah: Pengenalan Literasi Keuangan untuk Remaja Lalu Muhammad Syahril Mijidi; Endah Tri Wahyuningtyas; Mohammad Ghofirin; Muis Murtadho; Musriha Musriha; Binti Laelatul Magfuroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12344

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja dalam mengelola keuangan secara bijak. Kegiatan dilaksanakan di SMA Amanatul Ummah dengan melibatkan 22 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi pembagian uang saku, identifikasi kebutuhan dan keinginan, serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Materi mencakup literasi keuangan, pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, perilaku konsumtif, pembelian kompulsif, dan penggunaan dompet digital secara bijak. Hasil kuesioner awal menunjukkan bahwa 72,7% siswa belum mencatat pengeluaran secara rutin, 68,2% menabung hanya apabila terdapat sisa uang, dan 77,3% pernah membeli barang karena promosi atau mengikuti tren. Setelah kegiatan, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 50,8% menjadi 88,7%. Sebanyak 90,9% siswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, 86,4% mampu membuat rencana penggunaan uang saku, dan 86,4% memahami penggunaan dompet digital secara bijak. Respons positif siswa juga meningkat dari 52,7% pada pretest menjadi 90,0% pada posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan yang kontekstual, interaktif, dan berbasis pengalaman sehari-hari efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, pengendalian perilaku konsumtif, serta penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab. Kegiatan lanjutan melalui pencatatan pengeluaran dan target tabungan diperlukan agar pemahaman tersebut berkembang menjadi kebiasaan keuangan yang konsisten dan berkelanjutan bagi siswa.