Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Musamus Journal of Technology

K-MEANS CLUSTERING DALAM MENGELOMPOKKAN NILAI AKHIR SKRIPSI MAHASISWA Nurlela Pandiangan; M Lintang Cahyo Buono
Musamus Journal of Technology & Information Vol 1 No 02 (2019)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K-Means menjadi salah satu algoritma untuk teknik clustering pada data mining yang banyak digunakan. Sifatnya yang sederhana, cepat, dan fleksibel, membuat penulis ingin mengaplikasikannya dalam penelitian ini untuk mengelompokkan Nilai Akhir Skripsi Mahasiswa. Dengan mengelompokkan nilai Akhir Skripsi Mahasiswa menggunakan K-Means Clustering, hal ini dapat menunjukkan pola nilai mahasiswa yang selama ini ada berdarkan clusternya masing-masing sehingga dapat membantu kita untuk mengetahui perkembangan kualitas mahasiswa dalam hal Tugas Akhir Perkuliahan yaitu Skripsi. Kmeans Clustering pada penelitian ini diuji dalam beberapa rasio variasi banyaknya data dan banyaknya kelompok cluster. Hasil pengujian menunjukkan bahwa banyaknya dataset dan juga banyaknya cluster atau kelompok tidak mempengaruhi lamanya algoritma K-Means Clustering dalam proses pengelompokkan data
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN PENENTUAN KAWASAN PETERNAKAN DI KABUPATEN MERAUKE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROSES (AHP) Fransiskus Xaverius; M Lintang Cahyo Buono; Teddy Istanto
Musamus Journal of Technology & Information Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Technologi & Information (MJTI)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjti.v2i02.3042

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan yang paling utama bagi masyarakat maupun pakluk hidup lainya. Pendidiran peternakan harus memperhatikan aspek-aspek yang tidak meresakan atau merugikan masyarakat. Dalam penetuan lokasi pembangunan peternakan tidak hanya dilakukan sesuaka hati saja, tanpa membertimbagkan beberapa aspek diantaranya luas lahan, area pemukinaman masyarakat, jarak tempuh, akses jalan dan kondisi lahan. Pada penelitian ini digunakan tiga kriteria diantaranya, askes jalan, jarak dengan pemukiman masyarakat, serta luas area atau wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah menampilkan informasi dan memberikan rekomendasi terkait lokasi pembangunan Peternakan baru dengan memanfaatkan model Analytical Hierarchy Process (AHP) di kabupaten Merauke dengan sample tiga wilayah yaitu, Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh hasil lokasi Distrik Tanah miring memiliki hasil yang paling baik, yaitu 0.5498121, Distrik 0.2381313 dan Distrik Semangga 0.2120566, sehingga menjadikan distrik Tanah miring sebagai lokasi terbaik dalam pembangunan peternakan baru.
IMPLEMENTASI METODE SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RANKING TECHNIQUE DI DALAM MENENTUKAN LAHAN PENANAMAN TUMBUHAN SAGU M Lintang; Nurlela Pandiangan
Musamus Journal of Technology & Information Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Technologi & Information (MJTI)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjti.v2i02.3044

Abstract

Tanaman sagu merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan makanan pokok sumber karbohidrat pengganti beras. Tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah timur Indonesia seperti Maluku dan Papua. Tumbuhan sagu tidak dapat tumbuh disembarang tempat. Terdapat beberapa lahan yang harus sesuai kriteria sehingga mampu ditanami sagu. Budidaya tanaman sagu dapat terjadi kegagalan apabila tidak di tanam di tempat yang semestinya sesuai habitat dan kondisi lingkungan. Agar penanaman sagu dapat berhasil kami melakukan penelitian penerapan pengambilan keputusan kecocokan lahan yang menjadi alternatif penanaman tumbuhan sagu. Penelitian ini memfokuskan implementasi metode SMART yang digunakan sebagai metode ilmiah pengambilan keputusan. Penerapan metode ini mampu menghasilkan hasil akhir keputusan yang sesuai dengan masukan nilai yang diberikan ke dalam kriteria wilayah lahan. Beberapa sampel wilayah telah kami lakukan komputasi dan memberikan hasil yang sesuai dengan perhitungan.
K-MEANS CLUSTERING DALAM MENGELOMPOKKAN NILAI AKHIR SKRIPSI MAHASISWA Nurlela Pandiangan; M Lintang Cahyo Buono
Musamus Journal of Technology & Information Vol 1 No 02 (2019): Musamus Journal of Technologi & Information (MJTI)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K-Means menjadi salah satu algoritma untuk teknik clustering pada data mining yang banyak digunakan. Sifatnya yang sederhana, cepat, dan fleksibel, membuat penulis ingin mengaplikasikannya dalam penelitian ini untuk mengelompokkan Nilai Akhir Skripsi Mahasiswa. Dengan mengelompokkan nilai Akhir Skripsi Mahasiswa menggunakan K-Means Clustering, hal ini dapat menunjukkan pola nilai mahasiswa yang selama ini ada berdarkan clusternya masing-masing sehingga dapat membantu kita untuk mengetahui perkembangan kualitas mahasiswa dalam hal Tugas Akhir Perkuliahan yaitu Skripsi. Kmeans Clustering pada penelitian ini diuji dalam beberapa rasio variasi banyaknya data dan banyaknya kelompok cluster. Hasil pengujian menunjukkan bahwa banyaknya dataset dan juga banyaknya cluster atau kelompok tidak mempengaruhi lamanya algoritma K-Means Clustering dalam proses pengelompokkan data
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN PENENTUAN KAWASAN PETERNAKAN DI KABUPATEN MERAUKE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROSES (AHP) Fransiskus Xaverius; M Lintang Cahyo Buono; Teddy Istanto
Musamus Journal of Technology & Information Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Technology & Information (MJTI)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjti.v2i02.3042

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan yang paling utama bagi masyarakat maupun pakluk hidup lainya. Pendidiran peternakan harus memperhatikan aspek-aspek yang tidak meresakan atau merugikan masyarakat. Dalam penetuan lokasi pembangunan peternakan tidak hanya dilakukan sesuaka hati saja, tanpa membertimbagkan beberapa aspek diantaranya luas lahan, area pemukinaman masyarakat, jarak tempuh, akses jalan dan kondisi lahan. Pada penelitian ini digunakan tiga kriteria diantaranya, askes jalan, jarak dengan pemukiman masyarakat, serta luas area atau wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah menampilkan informasi dan memberikan rekomendasi terkait lokasi pembangunan Peternakan baru dengan memanfaatkan model Analytical Hierarchy Process (AHP) di kabupaten Merauke dengan sample tiga wilayah yaitu, Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik. Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh hasil lokasi Distrik Tanah miring memiliki hasil yang paling baik, yaitu 0.5498121, Distrik 0.2381313 dan Distrik Semangga 0.2120566, sehingga menjadikan distrik Tanah miring sebagai lokasi terbaik dalam pembangunan peternakan baru.
IMPLEMENTASI METODE SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RANKING TECHNIQUE DI DALAM MENENTUKAN LAHAN PENANAMAN TUMBUHAN SAGU M Lintang; Nurlela Pandiangan
Musamus Journal of Technology & Information Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Technology & Information (MJTI)
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjti.v2i02.3044

Abstract

Tanaman sagu merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan makanan pokok sumber karbohidrat pengganti beras. Tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah timur Indonesia seperti Maluku dan Papua. Tumbuhan sagu tidak dapat tumbuh disembarang tempat. Terdapat beberapa lahan yang harus sesuai kriteria sehingga mampu ditanami sagu. Budidaya tanaman sagu dapat terjadi kegagalan apabila tidak di tanam di tempat yang semestinya sesuai habitat dan kondisi lingkungan. Agar penanaman sagu dapat berhasil kami melakukan penelitian penerapan pengambilan keputusan kecocokan lahan yang menjadi alternatif penanaman tumbuhan sagu. Penelitian ini memfokuskan implementasi metode SMART yang digunakan sebagai metode ilmiah pengambilan keputusan. Penerapan metode ini mampu menghasilkan hasil akhir keputusan yang sesuai dengan masukan nilai yang diberikan ke dalam kriteria wilayah lahan. Beberapa sampel wilayah telah kami lakukan komputasi dan memberikan hasil yang sesuai dengan perhitungan.