Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Dan Kualitas Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Hotel Purnama Dimediasi Oleh Kepercayaan Dyah Sawitri; Wisma Miftahur Rozi; Gendut Budi Wahyono; Eko Budi Siswandoyo
INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Vol. 1 No. 4 (2018): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia - Edisi September 2018
Publisher : Forum Inovasi Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.064 KB) | DOI: 10.31842/jurnal-inobis.v1i4.54

Abstract

Latar belakang penelitian adalah Salah satu kegiatan yang menunjang pariwisata Kota Batu adalah penyediaan akomodasi berupa tempat-tempat penginapan yang memadai bagi wisatawan yang masuk Kota Batu. Puluhan Hotel berbintang dan ratusan hotel non bintang seperti homestay dan vila, siap menyediakan fasilitas akomodasi bagi pengunjung Kota Wisata Batu. Peningkatan jumlah hotel tersebut merupakan indikator yang menunjukkan semakin tingginya persaingan jasa perhotelan. Salah satu indikator keberhasilan hotel dalam memperoleh pelanggan adalah dengan memberikan jaminan kepuasan. kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk/jasa yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan. Kepusan merupakan salah satu indicator keberhasilan dalam kinerjanya sehingga dapat menjamin terjadinya loyalitas pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh yang signifikan kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Purnama, (2) Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh yang signifikan kualitas harga terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Purnama, (3) Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh yang signifikan kualitas pelayanan jasa terhadap kepercayaan konsumen pada Hotel Purnama, (4) Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh yang signifikan kualitas harga terhadap kepercayaan konsumen pada Hotel Purnama. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 87 pelanggan, analisis data menggunakan model struktur (Inner Model). Hasil penelitian menunjukkan variabel kualitas pelayanan, kualiats harga berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. 
Digital Pain Points: Analyzing Technology Barriers and Ai Companion Needs Among Micro-Enterprises In Jalan Tunjungan Surabaya Desy Candra Novitasari; Wisma Miftahur Rozi
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.9052

Abstract

Purpose: This study investigates how heritage district constraints in Jalan Tunjungan, Surabaya, shape digital pain points and influence readiness for AI companion adoption among micro-enterprises, focusing on sales reporting and digital transformation barriers unique to historical commercial corridors.. Methods: Employing a sequential mixed-methods design, the research combined ethnographic observation (40 hours), semi-structured interviews with 20 micro-enterprise owners, and survey data from 35 businesses. Grounded in UTAUT2 and resource-based view theories, the study incorporated technology acceptance modeling within heritage business district contexts, utilizing methodological triangulation for validation. Results: Four primary pain points emerged: fragmented multi-platform management (78%), selective digital literacy gaps (65%), infrastructure limitations in heritage buildings (42%), and time-intensive manual reporting (87%). Paradoxically, 72% expressed AI assistance interest despite limited understanding. The study identified unique contextual barriers including heritage-infrastructure paradox and intergenerational digital deference within family businesses. Implications: The research proposes a contextualized AI companion framework addressing location-specific barriers and contributes to middle-range theory development in technology adoption. Practical recommendations include phased digital transformation strategies and hyper-localized implementation approaches for heritage commercial districts.