Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU NIFAS PARITAS I DALAM PERAWATAN NEONATUS Sondang Lusiana Sitinjak; Monalisa Sitompul
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.799

Abstract

Neonates are the most high-risk period in the first month of life, so knowledge and behavior skills are needed to maintain optimal baby growth and development. The purpose of this study was to find the relationship between knowledge and behavior of postpartum mothers in neonatal care. The design of this study was cross sectional. The sample in this study amounted to 52 people taken by the total sampling method. The research instrument used a knowledge and behavior questionnaire in neonatal care. Pearson product moment statistics were used in hypothesis testing and obtained a significance value of 0.000 and an rcount of 0.477**. Descriptive analysis shows that postpartum mothers have very good knowledge in neonatal care (91.67%), and postpartum mothers have very good behavior in neonatal care (91.56%). The researcher concluded that there was a significant relationship between knowledge and behavior of parity 1 postpartum mothers in neonatal care. The researcher suggests that an in-depth study be conducted on the factors that influence the knowledge and behavior of parity 1 postpartum mothers in neonatal care.
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN MASSAGE PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Rachel Frida Pasaribu; Monalisa Sitompul
NUTRIX Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Issue 1, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss1.529

Abstract

Latar Belakang: Massage bayi merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktikkan sejak berabad-abad, Massage bayi disebut dengan stimulus touch dan dapat diberikan sedini mungkin kepada bayi baru lahir, massage bayi ini sangat banyak manfaatnya yaitu dapat meningkatkan berat badan pada bayi, memberikan kenyaman kepada bayi, membantu melancarkan sirkulasi darah pada bayi, membantu melancarka sistem percernaan pada bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan massage pada bayi baru lahir. Penelitian merupakan hasil analisis corelational dengan rancangan cross sectional yang dilakukan dengan membagikan kuesioner. Responden merupakan karyawan Rumah Sakit Advent Bandung di departemen Obgyn. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat tentang pijat bayi berpengetahuan baik (20,3%) Uji statistik Chi square menunjukkan 0,000)<α0,05 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan perawat tentang pijat bayi di Rumah Sakit Advent Bandung. Background: Baby massage is an art of health care and medicine that has been practiced for centuries, baby massage is called the touch stimulus and can be given as early as possible to newborns, this baby massage has many benefits, namely it can increase weight in babies, provide comfort. to babies, helps improve blood circulation in babies, helps smooth the digestive system in babies. This study aims to determine the level of knowledge of nurses in performing massage for newborns. This study is the result of a correlational analysis with a cross-sectional design which was conducted by distributing questionnaires. Respondents are employees of the Bandung Adventist Hospital in the Obgyn department. The results showed that the knowledge of nurses about infant massage had good knowledge (20.3%). Chi square statistical test showed 0.000) <α0.05, which means that there is a relationship between the knowledge of nurses about infant massage at Adventist Hospital Bandung.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN Beauty Grace Nainggolan; Monalisa Sitompul
NUTRIX Vol 3 No 1 (2019): Volume 3, Issue 1, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.954 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss1.390

Abstract

Abstrak Gizi merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat keterkaitan antara kesehatan dan kecerdasan. Permasalahan gizi, khususnya stunting pada anak merupakan salah satu keadaan kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di dunia terutama di negara-negara berkembang. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi dan merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia, dan daya saing bangsa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini menggunakan metode descriptiv. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terbuka. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden dengan menggunakan total sampling dan uji yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai Pvalue 0,005 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting. Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan untuk mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan keilmuan, keterampilan dalam bidang keperawatan anak sehingga diharapkan adanya peran aktif promosi kesehatan tentang gizi ibu hamil sebagai persiapan prenatal maupun neonatal agar dapat menurunkan angka kejadian BBLR yang berdampak stunting. Kepada peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan variabel yang lain seperti faktor karakteristik orang tua, genetik, penyakit infeksi, maupun pemberian makan yang tidak sesuai . Kata Kunci : BBLR, Stunting pada anak
Pengaruh Verbal Bullying Terhadap Kecerdasan Interpersonal Siswa SMP Swasta di Jakarta Sirait, Gabriella Sabatini; Sitompul, Monalisa
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1290

Abstract

Verbal bullying dapat berdampak pada perkembangan sosial siswa, termasuk kecerdasan interpersonal mereka. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh verbal bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa pada salah satu sekolah Swasta di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat verbal bullying dan kecerdasan interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 53 siswa kelas VII-IX yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami verbal bullying tinggi (50,9%) dan memiliki kecerdasan interpersonal tinggi (73,6%), tetapi tidak ditemukan pengaruh yang signifikan antara keduanya (p = 0,531). Penelitian ini menyarankan siswa untuk belajar saling menghormati, dan guru mengajarkan cara bergaul positif, serta pembaca untuk mendukung lingkungan ramah bagi remaja. Verbal bullying can have an impact on students social development, including their interpersonal intelligence. This study examines the effect of verbal bullying on the interpersonal intelligence of private junior high school students in Jakarta. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of verbal bullying and students interpersonal intelligence. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 53 students selected using the total sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression test. The results showed that the majority of students experienced high verbal bullying (50.9%) and had high interpersonal intelligence (73.6%), but no significant influence was found between the two (p = 0.531). The study recommends that students learn mutual respect, teachers promote positive social skills, and readers support a bullying-free environment for adolescents.