Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : proceeding of informatics collaborations and dessimenation meeting infocoding

Analisis Risiko Jaringan Komputer untuk Meningkatkan Kualitas Keamanan pada Jaringan Komputer Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang Akhmad Fathurohman; Riza Setiawan; Faris Eka Darmawan
Proceeding of Informatics Collaborations and Dessimenation Meeting Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan meningkatkan kualitas keamanan pada jaringan komputer Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus) sangat penting karena berbagai risiko yang dapat mengancam keamanan dan integritas data yang sangat sensitif, terlebih rumah sakit merupakan fasilitas layanan umum kesehatan yang harus terus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Jaringan komputer sangat penting untuk kelancaran teknologi informasi yang diterapkan di rumah sakit. Dengan jaringan yang baik, informasi medis dapat diakses dengan cepat, sehingga pasien dapat menerima pelayanan kesehatan dengan tepat dan cepat. RS Unimus mengimplementasikan dan mengembangkan teknologi informasi yang didukung dengan jaringan komputer dalam mengembangkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) RS Unimus terintegrasi. Metode yang digunakan adalah metode analisis Risiko (Risk Analysis) sesuai dengan standar keamanan jaringan ISO 27001:2022 Information Security Management Systems Risk Analysis. Hasil analisis risiko jaringan komputer di RS Unimus menunjukkan berbagai tantangan dan potensi ancaman yang dapat memengaruhi operasional dan keamanan sistem informasi. Simpulan dari hasil identifikasi risiko utama, yaitu: (1) Data hilang, (2) Serangan dan gangguan siber (3) Mati listrik (4) Kegagalan booting komputer; (5) Kegagalan penginputan data; (6) Jaringan lambat; dan (7) Kerusakan hardware. Dampak dari risiko tersebut dapat beragam, mulai dari gangguan layanan hingga kerugian finansial dan reputasi RS Unimus. Beberapa langkah strategi mitigasi risiko yang disarankan: (1) Peningkatan keamanan sistem yaitu menggunakan firewall, antivirus, dan prosedur keamanan lainnya untuk melindungi data dan sistem dari ancaman eksternal; (2) Rutin melakukan backup data sehingga dipastikan data tetap aman dan pemulihan cepat; (3) Pelatihan staf mengenai peningkatan kemamuan TIK dan keamanan informasi; (4) Penyediaan infrastruktur cadangan agar sumber daya cadangan dapat menjaga kelangsungan operasional saat terjadi gangguan. Selanjutnya dirancang langkah-langkah mitigasi yang efektif, RS Unimus dapat menjaga ketersediaan dan kinerja sistem informasi mereka, serta melindungi data pasien dengan lebih baik.
Model Monitoring Jaringan dengan Notifikasi Real-time melalui Telegram Bot di Gedung GKB2 Universitas Muhammadiyah Semarang Akhmad Fathurohman; Dhendra Marutho; Muhammad Fachrur
Proceeding of Informatics Collaborations and Dessimenation Meeting Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya menjamin stabilitas konektivitas di era digital merupakan urgensi utama bagi ekosistem akademik terkhusus di Gedung GKB2 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sebagai Gedung Utama Perkuliahan dan Pusat Laboratorium Komputer. Kodisi yang ada pengelolaan jaringan masih menggunakan monitoring konvensional yang relatif lambat, penelitian ini mengarsiteki solusi cerdas menggunakan The Dude MikroTik yang terintegrasi secara dinamis dengan Telegram Bot. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D) model Waterfall. Sistem yang dirancang menciptakan alur kerja otomatis dengan dukunga tools Zapier dan Google Sheets, sebagai log yang mudah diolah dan divisualisasikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem monitoring mencapai tingkat device discovery 100% dengan latensi deteksi gangguan hanya dalam 25–40 detik, sehingga memungkinkan untuk penanganan gangguan menjadi lebih cepat. Inovasi ini mentransformasi manajemen jaringan menjadi lebih proaktif, presisi, dan responsif terhadap dinamika gangguan.