Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

NGABEO: THE STUDY OF TRANSMISSION METHOD OF DONGKARI AS A SINGING TECHNIQUE IN TEMBANG SUNDA CIANJURAN Setiaji, Denis
Acintya Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v16i1.6031

Abstract

The following research focused on explaining about the Ngabeo as a learning method in Tembang Sunda Cianjuran. This research used phenomenology as an approach as well as field activity and in-depth interviews with Penembang as a practitioner in Bandung City and collected data by virtual fieldwork. The research analyzed the ngabeo as the transmission process of knowledge, technique, and ornamentation as the operation of dongkari in the Tembang Sunda Cianjuran repertoire. Ngabeo as the traditional learning method in Tembang Sunda Cianjuran is the oral-aural transmission process used for inheritance the concept of sing in Tembang Sunda Cianjuran.
MODEL KOMPOSISI MUSIK TERAPI RELAKSASI UNTUK IBU HAMIL BERBASIS IDIOM MUSIKAL KARAWITAN Setiaji, Denis
Acintya Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v13i1.3818

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mencoba untuk melakukan formulasi dalam menciptakan musik yang dapat dijadikan sarana terapi untuk menekan tingkat kecemasan serta memberikan rasa tenang dan nyaman terhadap pendengarnya khususnya ibu hamil. Target jangka panjang dari riset ini ialah bagaimana dampak dari musik terhadap psikologi ibu hamil diharapkan mampu memberikan efek positif terhadap ibu maupun janin yang sedang dikandung. Target jangka pendek yang dihasilkan dari riset dalam proposal berikut yakni mencoba melakukan analalisis kompositoris dan mencermati kaidah-kaidah musik terapi yang dikombinasikan dengan idiom musikal karawitan, dalam hal ini karawitan Jawa, Sunda, dan Bali. Pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan sebuah embrio dari model penciptaan musik terapi berbasis idiom musikal karawitan. Riset ini kemudian mencoba mengeksplorasi bunyi- bunyian lokal untuk dapat diolah kembali menjadi produk yang maslahat untuk masyarakat.Kata kunci: musik, terapi, karawitan, komposisi ABSTRACTThis study tries to formulate music that can be used as a therapy tool to reduce anxiety and provide a sense of calm and comfort to the listeners, especially pregnant women. The long-term target of this research is how the impact of music on the psychology of pregnant women is expected to have a positive effect on both the mother and the fetus being conceived. The short-term target resulting from the research in the following proposal is to try to do a compositorist analysis and observe the rules of therapeutic music combined with karawitan musical idioms, namely Javanese, Sundanese, and Balinese karawitan. Finally, it is hoped that it will produce an embryo of a therapeutic music model based on the musical idiom of karawitan. This research, then, tries to explore local sounds in order to be reprocessed into beneficial products for the community.Keywords: music, therapy, karawitan, composition
PENGGUNAAN DAN FUNGSI LAGU DODA IDI (STUDI KASUS: SAFIRA AMALIA 41 PROJECT OFFICIAL BIREUEN ACEH) Eka Karina, Angga; Bagus Gede Surya Peradantha, Ida; Setiaji, Denis
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 17 No. 2 (2024): December
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh memiliki lagu pengantar tidur yang disebut dengan doda idi. Doda idi biasanya dinyanyikan oleh seorang ibu untuk membuat anaknya tertidur lelap. Tradisi menyanyikan doda idi ini sudah mulai bergeser sejalan dengan perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana penggunaan dan fungsi lagu doda idi studi kasus Safira Amalia 41 Project Official. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dihasilkan dari observasi langsung ke studio 41 Project Official, dokumentasi rekaman audio-visual, dan wawancara mendalam kepada penyanyi, komposer, team artistik dan informan eksternal. Analisis lagu doda idi menggunakan pendekatan use and fungtion Alan P. Meriam. Hasil penelitian ini adalah lagu doda idi memiliki kegunaan sebagai pertunjukan budaya dalam konteks menidurkan anak, konteks pembelajaran seni budaya di sekolah-sekolah, dan konteks tradisi turun tanah anak (peutren aneuk). Adapun lima fungsi lagu doda idi yaitu: (1) fungsi penghayatan estetis yang memperkuat hubungan batin seorang ibu dan anaknya; (2) fungsi hiburan kepada pelantun dan penikmat; (3) fungsi komunikasi yang menyampaikan pesan moral dan membangkitkan semangat patriotik generasi muda; (4) fungsi memperkuat norma-norma sosial yang sejalan dengan Qanun Syari’at Islam; (5) fungsi pelestarian dan stabilitas kebudayaan Aceh yang disajikan dalam tradisi peutren aneuk dan konten youtube 41 Project Official.
Video Gagasan Konstruktif “Gameland” sebagai Representasi Masa Depan Kebudayaan Gamelan di Indonesia -, Irma Tri Anggraeni; Pandanwangi, Brilindra; Setiaji, Denis
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i1.5097

Abstract

Gamelan adalah salah satu warisan budaya pertunjukan yang tersebar di Indonesia. Melalui statusnya sebagai sebuah warisan, maka sudah menjadi keharusan untuk mempertahankan gamelan dari masa ke masa. Namun melihat perkembangan zaman yang ada, maka perlu adanya sebuah ide yang menjadi solusi untut mempertahankan serta membuat gamelan lebih muda diakses. Gameland menjadi sebuah gagasan yang mampu menjawab permasalahan tersebut. Gameland terbentuk sebagai ide konstruktif yang bertumbuh. Penggambaran Gameland tersebut tertuang dalam video gagasan konstruktif Gameland yang menghadirkan rangkuman dari realisasi ide konstruktif dalam sebuah video. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk – bentuk representasi masa depan kebudayaan Indonesia dalam video gagasan konstruktif Gameland, menggunakan metode kualitatif dengan dasar teori semiotika Pierce. 
Analisis Semiotika Poster Video Gagasan Konstruktif GAMELAND Aldiansyah, Diky; Prilosadoso, Basnendar Herry; Setiaji, Denis
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i1.5098

Abstract

Menurut Kurniasih dalam Sitompul Poster adalah alat komunikasi visual berupa gambar dan teks yang saling tergabung dalam elemen-elemen visual berupa ilustrasi, tipografi, warna, tata letak, dan konsep penggambarannya. Poster berfungsi sebagai media informasi publik yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dari produk yang ditawarkan dan memiliki peran penting didalamnya, seperti poster dari video gagasan konstruktif GAMELAND. Video gagasan konstruktif GAMELAND merupakan sebuah konsep video gagasan berjudul “GAMELAND: Inovasi Ruang Pertunjukan, Pendidikan, dan Industri Berbasis Virtual dalam menciptakan Era Baru Gamelan Dunia” yang dalam pemecahannya dibuat secara konstruktif. Gagasan GAMELAND diikutsertakan dalam perlombaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam skim Video Gagasan Konstruktif (VGK). Poster GAMELAND merupakan jenis poster infografis, terdapat penanda verbal dan nonverbal yang dapat dianalisis berdasarkan teori semiotika Ferdinand de Saussure.
TRANSFORMASI SENI JEMBLUNG: STUDI KASUS JEMBLUNG ON THE WAY Alvian Halif Sinatrya; Denis Setiaji
TAMUMATRA Vol 7 No 2 (2025): Tamumatra
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v7i2.28291

Abstract

"Jemblung On The Way" (JeOTW) operates in the field of wayang, specifically Contemporary Jemblung. The concept presented, including its musical accompaniment, differs from traditional Jemblung, as its performances address current social issues through puppet characters that resonate with young people and are accompanied by contemporary music. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach, which aims to gather data from the practitioners objectively and also attempts to present the pure process undertaken by the practitioners to answer the research questions. The theory used in this study is Umar Kayam’s Cultural Transformation Theory as the Grand Theory to address this research. What JeOTW is doing represents an effort to effectively discover the ethical and aesthetic essence of the Jemblung community in this era. The creation of this new form is evidence of a cultural strategy that allows Jemblung art to adapt to the times.
The Role Of Youtube Live Streaming In The Agunza Boyolali Folk Performing Arts Group Tulus Pambudi; Denis Setiaji
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 03 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the role of YouTube live streaming in the Agunza folk performing arts group in Boyolali. It was a qualitative research with ethnographic design. That research was conducted from October 2024 to January 2024 in Gunungsari, Senden Village, Selo District, Boyolali with three main speakers from the members of Agunza group and YouTube content creator. Data were collected using observation, interview, and documentation techniques. Data analysis was carried out by applying an interactive analysis model adopted from Miles, et al (2014), namely data reduction, data display, and verification. The result shows that the role of YouTube live streaming is vital for the Agunza group, which is one of the strategies applied to promote regional arts, form trends to watch and watch, and create inter-connectivity space for folk performing arts.
Proses Kreatifitas Penciptaan Original Soundtrack pada Teater Musikal Wahyu Psikadelika Karya Nanda Darius Denis Setiaji; Emmanuel Yefta Irvanda
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2025): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v5i2.22188

Abstract

This research aims to find out in depth about the creative process carried out by the director and also the composer in making OST in the Wahyu Psikapdelika musical theater, using a qualitative approach method, namely ethnography with Wallas's concept theory (1926), using 4 stages of the inner process consisting of preparation, incubation, enlightenment, and verification. Data collection in this study used interview techniques, observation, data analysis, and documentation as concrete evidence of the existence of this research using Wallas' conceptual foundation. This research aims to find new ideas about how a director's creative process makes OST with his epic mystagogia method. The results of this study will discuss what processes are needed in making the original soundtrack in the Wahyu Psikapdelika script, several pieces of verse that are not mature and have not been made into a song or OST, then presented several pieces of sheet music containing arrangements and compositions resulting from the making of OST, then the techniques used in the process. It can be concluded that the creative process in this research produces an idea that is contained in the original soundtrack or OST which is used to support the aspects of theme and atmosphere in Wahyu Psikapdelika Musical Theater.
PENGGUNAAN DAN FUNGSI LAGU DODA IDI (STUDI KASUS: SAFIRA AMALIA 41 PROJECT OFFICIAL BIREUEN ACEH) Eka Karina, Angga; Bagus Gede Surya Peradantha, Ida; Setiaji, Denis
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 17 No. 2 (2024): December
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v17i2.6387

Abstract

Aceh memiliki lagu pengantar tidur yang disebut dengan doda idi. Doda idi biasanya dinyanyikan oleh seorang ibu untuk membuat anaknya tertidur lelap. Tradisi menyanyikan doda idi ini sudah mulai bergeser sejalan dengan perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana penggunaan dan fungsi lagu doda idi studi kasus Safira Amalia 41 Project Official. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dihasilkan dari observasi langsung ke studio 41 Project Official, dokumentasi rekaman audio-visual, dan wawancara mendalam kepada penyanyi, komposer, team artistik dan informan eksternal. Analisis lagu doda idi menggunakan pendekatan use and fungtion Alan P. Meriam. Hasil penelitian ini adalah lagu doda idi memiliki kegunaan sebagai pertunjukan budaya dalam konteks menidurkan anak, konteks pembelajaran seni budaya di sekolah-sekolah, dan konteks tradisi turun tanah anak (peutren aneuk). Adapun lima fungsi lagu doda idi yaitu: (1) fungsi penghayatan estetis yang memperkuat hubungan batin seorang ibu dan anaknya; (2) fungsi hiburan kepada pelantun dan penikmat; (3) fungsi komunikasi yang menyampaikan pesan moral dan membangkitkan semangat patriotik generasi muda; (4) fungsi memperkuat norma-norma sosial yang sejalan dengan Qanun Syari’at Islam; (5) fungsi pelestarian dan stabilitas kebudayaan Aceh yang disajikan dalam tradisi peutren aneuk dan konten youtube 41 Project Official.
Video Gagasan Konstruktif “Gameland” sebagai Representasi Masa Depan Kebudayaan Gamelan di Indonesia -, Irma Tri Anggraeni; Pandanwangi, Brilindra; Setiaji, Denis
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i1.5097

Abstract

Gamelan adalah salah satu warisan budaya pertunjukan yang tersebar di Indonesia. Melalui statusnya sebagai sebuah warisan, maka sudah menjadi keharusan untuk mempertahankan gamelan dari masa ke masa. Namun melihat perkembangan zaman yang ada, maka perlu adanya sebuah ide yang menjadi solusi untut mempertahankan serta membuat gamelan lebih muda diakses. Gameland menjadi sebuah gagasan yang mampu menjawab permasalahan tersebut. Gameland terbentuk sebagai ide konstruktif yang bertumbuh. Penggambaran Gameland tersebut tertuang dalam video gagasan konstruktif Gameland yang menghadirkan rangkuman dari realisasi ide konstruktif dalam sebuah video. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk – bentuk representasi masa depan kebudayaan Indonesia dalam video gagasan konstruktif Gameland, menggunakan metode kualitatif dengan dasar teori semiotika Pierce.