Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : pengabdian deli sumatera

PENERAPAN TEKNOLOGI (INFORMASI) UNTUK PERAN GURU DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID–19 PADA SMA METHODIST – 7 MEDAN Petrus Gani; Lili Suryati; Sukiman Sukiman; Andriasan Sudarso; Mipo Mipo
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 1 (2022): Artikel pengabdian Volume 1 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki era new normal maka proses belajar mengajar harus dapat berjalan dengan lancar bagi para siswa SMA, aktivitas pembelajaran dapat dilakukan secara daring. Metode pembelajaran daring adalah metode yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS), seperti platform Zoom, Google Meet, dan lainnya. Kelemahan dari pembelajaran daring adalah harus adanya tersedia perangkat teknologi seperti smartphone atau laptop serta jaringan internet, mahalnya biaya kuota internet juga peran pengawasan orang agar proses belajar daring berjalan lancar, disamping itu pembelajaran secara daring juga menimbulkan masalah baru karena orang tua hampir tidak mampu mengontrol kegiatan anak yang justru mengakses aplikasi lainnya, oleh karena itu perlu adanya pembekalan teknologi bagi para guru sehingga mempunyai teknik atau cara yang tepat supaya dapat mengontrol pembelajaran para siswa untuk menghasilkan pembelajaran yang optimal. Untuk itu peran seorang guru sangat penting agar dapat mengarahkan dan mengontrol proses belajar siswa sehingga dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang sukses dan mampu melakukan penguasaan diri. Kegiatan pengabdian yang ditujukan bagi para guru disekolah SMA swasta Methodish-7 telah berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sekaligus praktik pemberian informasi secara webinar agar para guru dapat berperan aktif menggunakan teknologi dalam mengasuh anak didik agar dapat meningkatkan pembelajaran yang baik, meningkatkan semangat belajar dan membentuk para siswa menjadi pribadi yang mandiri. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi pengabdian adalah ceramah dan tanya jawab secara webinar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan baik, peserta dapat menerima dan berantusias mempelajari materi yang disampaikan.
Penyuluhan Pengetahuan Berkarakter bagi Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Para Narapidana Perempuan di Lapas Tanjung Gusta Medan Tan Kim Hek; Petrus Gani; Rostina; Andriasan; Mipo
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 1 (2023): Artikel Pengabdian Volume 2 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan berkarakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus ke arah hidup yang lebih baik. Tujuan utama pengetahuan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, agar berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong dan untuk itu maka di dalam diri peserta harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. Akibat proses globalisasi secara terus-menerus akan berdampak pada perubahan karakter masyarakat Indonesia dan menimbulkan krisis moral, misalnya pergaulan bebas, pencurian, kekerasan terhadap anak, ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah dan yang tertinggi adalah penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang. Akibat dari kurangnya pengetahuan berkarakter menyebabkan pada akhir tahun 2018 jumlah narapidana kasus narkotika mencapai 115.289 (95% dari total narapidana khusus yang ada dilapas perempuan kelas IIA tanjung Gusta, Medan). Untuk itu perlu adanya kepedulian dan tanggung jawab sosial dari kita, terutama dari kampus-kampus, seperti kampus Universitas IBBI yang telah turut serta memberikan sumbangsih pengetahuan bagi para narpidana perempuan dilapas kelas IIA tanjung Gusta, Medan. Metode yang digunakan adalah berupa sosialisasi dalam bentuk penyuluhan serta melakukan tanya jawab atau bertukar pikiran. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya semangat dari para narapidana perempuan dan ditunjukan melalui kesediaan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan penyuluhan tersebut. Kata Kunci : Berkarakter; Narapidana; Lapas; Narkoba; Medan
Mewujudkankan Pendidikan Berintegritas Bagi Kaum Ibu di Artileri Medan (ARMED) Medan Kim Hek Tan; Rostina Rostina; Petrus Gani; Andriasan Andriasan; Mipo Mipo
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 1 (2024): Artikel Riset Pengabdian Volume 3 Nomor 1. Januari 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integritas dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya dibutuhkan oleh seorang pemimpin namun juga oleh semua komponen yang dipimpin, integritas memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan dalam berbagai hal khususnya bagi kaum ibu/istri yang ada di Artileri Medan. Maka sebagai ibu/istri dari tentara yang bekerja di Artileri Medan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak boleh lengah dalam mengimplementasikan integritas sehingga dapat membangun integritas dalam diri suami, guna menjalankan komitmen dan profesi untuk melaksanakan tugas, tanggungjawab, wewenang sesuai regulasi yang mengaturnya. Metode kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah berupa kegiatan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan yang dilakukan bertatap muka secara langsung dan menjabarkan materi dengan metode deskriptif, yaitu pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data berupa narasi yang berwujud tulisan, gambar, audio atau pun visual, serta melakukan tanya jawab atau bertukar pikiran. Penyuluhan tentang pendidikan berintegitas dalam upaya menciptakan para ibu/istri yang di ARMED agar dapat menjadi seorang penolong yang baik bagi suaminya agar suami mereka dapat bersikap tegas dalam tugas sebagai seorang tentara dan memiliki identitas diri yang baik. Hasil dari kegiatan tersebut adalah dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan membuka wawasan/pandangan, serta meningkatkan rasa kekeluargaan, namun kegiatan seperti ini, tidak cukup hanya dilakukan sekali saja atau pada suatu waktu yang terbatas pada kegiatan yang insidential dan tidak terulang atau berlanjut. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan yang sifatnya dapat melanjutkan dan dapat melengkapi kegiatan ini, sehingga ada kesinambungan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, perlu adanya suatu pengembangan keterampilan lainnya yang berkelanjutan di masa yang akan datang.
Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi Kreatif pada Narapidana di Lapas Pancur Batu, Medan Tan Kim Hek; Petrus Gani; Andriasan Sudarso; Mipo Mipo; Gomal Juni Yanris
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter di Lapas merupakan upaya pemenuhan hak dan kewajiban dalam membina narapidana untuk mendapatkan pembinaan, pendidikan dan pengajaran seperti yang termaktub dalam UU No 22 Tahun 2022 yang mengatur mengenai Sistem Pemasyarakatan sebagai sebuah sistem perlakuan terhadap tahanan, anak, dan warga binaan dilaksanakan melalui fungsi pemasyarakatan yang meliputi pelayanan, pembinaan, pembimbingan kemasyarakatan, perawatan, pengamanan, dan pengamatan dengan menjunjung tinggi penghormatan, selanjutnya sebagai upaya pemenuhan hak seseorang untuk mendapatkan pendidikan dan hidup layak kelak ketika telah kembali ke masyarakat. Tujuan pembinaan/pelatihan atau penerapan pendidikan karakter di Lapas adalah agar warga binaan menjadi manusia seutuhnya, bertaqwa dan bertanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Disamping itu warga binaan dilapas juga diberi ketrampilan yang berbasis teknologi kreatif dibidang industri, elektronik, otomotif, produksi tekstil pertukangan pembuatan kue dan lainnya. Melalui Penyuluhan yang diberikan oleh Universittas Trikom Mahkota Unggul, IBBI dan Labuhan Batu maka disarankan kepada ketua pembina Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pancur agar memiliki pasar elektronik atau (e-commerce) yaitu marketplace Shopee dan Tokopedia, sehingga dengan adanya e-commerce tersebut merupakan salah satu media untuk jual-beli produk hasil karya dari warga binaan pemasyarakatan Lapas Pancur Batu, Medan. Produk yang dijual di market place ini merupakan upaya mendekatkan produk hasil karya unggulan warga binaan pemasyarakatan ke masyarakat berbagai lapisan dan masyarakat luar yang ingin memiliki produk dari hasil buah karya tangan kreatif warga binaan pemasyarakatan ini pun juga akan diberi berbagai kemudahan; yakni tinggal mengakses dan klik market place Shopee dan Tokopedia Lapas Pancur Batu saja, Oleh karenanya, teknologi kreatif dapat berperan sebagai pencipta nilai dan memberikan nilai tambah, sehingga dapat membentuk moral dan melatih kemampuan individu para narapidana secara mandiri dan terus menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik dimasa depan