Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Telur Rebus Dengan Kecepatan Kesembuhan Luka Perineum Pada Pasien Postpartum Aini, Qurratul; Mulyadi, Eko; Satriawati, Arisda Candra
IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today Vol. 4 No. 2 (2025): IJMT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijmt.v4i2.9901

Abstract

Background: Perineal rupture is a common problem experienced by postpartum mothers in Indonesia. The healing process of perineal wounds can be accelerated by consuming additional nutrients to support recovery.  Objective: This study aims to determine the relationship between boiled egg consumption and the speed of perineal wound healing at PMB DS. Saronggi Sumenep.  Method: A quantitative study using a quasi-experimental design with a one-group post-test only design and purposive sampling technique, involving 40 respondents. Data analysis was conducted using the Chi-Square test, resulting in three categories of wound healing speed.  Results: The study found that 26 respondents had good wound healing, 9 had moderate healing, and 5 had poor healing. The p-value analysis yielded a p-value of 0.001 <0.05.  Conclusion: There is a significant relationship between boiled egg consumption and the rate of perineal wound healing. It is hoped that this study can be used as one consideration in improving the quality of care, particularly in providing counseling to postpartum mothers regarding boiled egg consumption for the rate of perineal wound healing.
SARI KACANG HIJAU DAN MADU MENINGKATKAN NILAI HEMOGLOBIN REMAJA KELAS XI: Green and Honey Bean Sari Increases Hemoglobin Value of Class XI Adolescents Kurniyati, Eka Meiri; Aulia; Setiawati, Arisda Candra; Suprayitno, Emdat; Indriyani, Ratna; Ahmaniyah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 7 No. 1 (2021): JIKeb | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v7i1.670

Abstract

Defisiensi hemoglobin pada remaja mengakibatkan terganggunya pertumbuhan fisik, terganggunya perilaku dan psikologi sehingga dapat mengganggu proses sel otak yang mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh, cepat capek dan lapar, tidak fokus saat belajar, turunnya prestasi belajar dan juga dapat turunnya energy dalam bekerja. Hasil studi pendahuluan pada tanggal 12 Maret 2020 di SMAN Gapura pada 10 siswi kelas XI. 5 orang siswi mengatakan kalau sering pusing dan pandangan agak berkunang-kunang, apalagi pada saat menstruasi. 3 orang mengatakan kadang sering lelah disertai dengan jantung berdegub kencang dan 2 orang siswi mengatakan merasa lemas pada saat mentruasi. Ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pendekatan one group pre test – post test. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah semua siswi kelas XI yang mengalami anemia ringan sebanyak 35 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan lembar observasi, Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberi intervensi semua responden sebanyak 35 orang (100%) mengalami anemia ringan. Setelah diberi intervensi sebanyak 32 orang (91%) nilai Hbnya meningkat menjadi ? 12gr/dL. Hasil analisis dengan uji wolcoxon menunjukkan bahwa p=0,000(p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada efek mengkonsumsi sari kacang hijau bersama madu pada kenaikan nilai Hb siswi kelas XI di SMAN Gapura. Diharapkan siswi dapat melakukan upaya preventif terkait anemia pada dirinya Kata Kunci : Defisiensi Hb, Sari Kacang Hijau, Madu
RETRACTED: Pemberian Makanan Pendamping ASI Secara Dini: Pengetahuan dan Perilaku Ibu Andrian, Maulana Widi; Huzaimah, Nailiy; Satriyawati, Arisda Candra; Lusi, Putri
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 2 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i2.1545

Abstract

This article has been retracted by the publisher because it was published twice in error during a change in production systems. The publisher apologizes to the authors and readers for the error and any inconvenience caused.
PENDAMPINGAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Sri Yunita Suraida Salat; Arisda Candra Satriaawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i1.1523

Abstract

Pemerintah memiliki kebijakan nasional tentang program terkiait pemberian ASI eksklusif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 33 Tahun 2012. Cakupan bayi diberi ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep Tahun 2017 sebesar 82,30 %. Namun data ini bukanlah data murni melaikan data dimana pada saat pendataan jika ada seorang bayi yang berumur 0 bulan atau 1 bulan dan bayi usia 5 bulan masih diberi ASI saja, maka pada saat itu bayi tersebut dicatat sebagai bayi yang diberikan ASI Eksklusif. Oleh karena itu angka cakupan pemberian ASI Ekslusif lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI pada usia 6 bulan murni. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Sumenep di sebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena karena masih adanya kebiasaan dimasyarakat yang kurang mendukung pemberian ASI ekslusi seperti pemberian nasi atau pisang sebelum berumur 6 bulan ataupun karena ibu bekerja di luar rumah. Tujuan dari pelaksanaan pendampingan ibu nifas dalam pemberian ASI Eksklusif ini untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI saja pada bayinya saat usia 0-6 bulan. Metode pelaksanaan PKM ini yaitu dengan melakukan pendampingan langsung pada ibu nifas yang masih memberikan ASI saja pada bayinya secara door to door sehingga dapat membantu ibu dalam mengatasi kesulitan yang dialami selama ibu memberikan ASI Ekslusif. Hasil dari pendampingan yang dilakukan selama 3 bulan ini yaitu 85% dari 13 ibu nifas yang dilakukan pendampingan, masih tetap memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lainnya. Hal ini menjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian ini berjalan cukup