Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta Astri Fatwasari; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.113

Abstract

Terapi Melukis untuk Meningkatkan Konsep Diri Remaja Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Painting Therapy to Increase Self-Concept of Orphan Adolescent at Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta     Astri Fatwasari, Suci Murti Karini, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Konsep diri ialah penilaian dan perasaan terhadap diri yang menjadi skema dasar individu. Remaja memiliki kondisi konsep diri yang cenderung tidak stabil, terlebih lagi remaja yang bertempat tinggal di panti asuhan tentu memiliki tantangan yang berbeda. Melukis sebagai bagian dari art therapy membantu individu untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri untuk menemukan konsep diri. Terapi melukis sebagai proses kreatif yang terlibat dalam pembuatan karya lukis dengan melibatkan kapasitas mengolah potensi indra untuk menghasilkan sebuah citra melalui medium lukisan sebagai proses terapeutik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi melukis terhadap peningkatan konsep diri remaja panti asuhan.   Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pretest-posttest control group design. Terapi melukis dilakukan dalam 3 sesi yakni warm-up, melukis, dan refleksi yang dilakukan dalam 6 kali pertemuan dengan tema-tema melukis yakni Scribble Painting, Spektrum Warna, Potret Diri, Aku dan Mereka, Pengalamanku, Diriku Di Masa Depan, dan Favoritku. Pengumpulan data menggunakan skala konsep diri Tennessee Self Concept Scale (TSCS) dengan indeks korelasi 0,300-0,686 dan reliabilitas 0,890. Subjek dalam penelitian ini ialah yatim piatu di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta yang berusia 13-18 tahun, diperoleh 7 orang dalam kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa terapi melukis secara penuh dan 7 orang dalam kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan terapi melukis.   Berdasarkan hasil uji 2 sampel independen Mann-Whitney diperoleh hasil berupa nilai z sebesar -2,505 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,012 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perubahan skor konsep diri secara signifikan antara kelompok eksperimen yang medapatkan perlakuan berupa terapi melukis dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi melukis memengaruhi konsep diri secara signifikan pada remaja panti asuhan di Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta. Berdasarkan uji kualitatif pada subjek kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perubahan konsep diri yang ditunjukkan dengan mengenal dirinya dengan baik melalui terapi melukis.   Kata kunci: art therapy, terapi melukis, konsep diri, remaja panti asuhan
Pengaruh Reward dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan di Kafe Green Kubu Astri Fatwasari; Dewa Ketut Gede Prabawa
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh reward dan punishment secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan Green Kubu Café dengan menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 47 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan multiple linear regression. Hasil analisis menemukan bahwa reward berpengaruh secara signifikan positif terhadap performa kerja di Green Kubu Café, serta punishment dapat meningkatkan performa kerja secara signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai koefisien t adalah 3,904. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan positif antara reward dan punishment terhadap performa kerja karyawan di Green Kubu Café dengan nilai korelasi antara reward dan punishment adalah 53,216 dengan level signifikansi 0,000
Peningkatan Dukungan Sosial Remaja di Panti Asuhan Melalui Intervensi Psikososial Rahimmatussalisa Rahimmatussalisa; Astri Fatwasari; Anwar Anwar
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Psikoedukasi dan Pendampingan (Septe
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/1r0k3089

Abstract

Intervensi psikososial ini bertujuan untuk meningkatkan perceived social support bagi remaja di panti asuhan melalui kegiatan yang membangun kebersamaan dan rasa saling mendukung. Salah satu luaran utama dari kegiatan ini adalah peningkatan perceived social support, yang akan diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). MSPSS menilai dukungan dari tiga dimensi utama yaitu keluarga, teman, dan significant others. Jumlah partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 34 subjek. Analisis pada kegiatan ini menggunakan Wilcoxon test. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat perceived social support saat pre-test dan post-test dengan nilai t sebesar 2,118 dengan signifikansi 0,010 (p<0,05), (p<0,05). Tingkat perceived social support setelah mengikuti kegiatan lebih tinggi daripada sebelum mengikuti kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan tingkat perceived social support pada remaja.