Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A STUDY OF CORONARY HEART PATIENTS’ LIFESTYLE AT ZAINOEL ABIDIN HOSPITAL, BANDA ACEH, INDONESIA Marniati, Marniati; Notoatmodjo, Soekidjo; Kasiman, Sutomo; Rochadi, R. Kintoko
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

About 40%of heart disease patients do not realize they have coronary heart disease (CHD). Based on the lifestyle of people in Aceh, there are several factors that can increase the CHD risk, such as smoking, coffee, fatty foods, stress, and lack of physical activity. Such a lifestyle has the potential to increase the risk of CHD, as evidenced statistical papers reportinghigh levels of CHD cases in Aceh. This study was aiamed toreview the patients lifestyle with coronary heart disease at Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh, Indonesia. This research is quantitative, with a case-control design.In April 2017, 206 cases of CHD and 206 non-PJK cases were analyzed, using patients medical record and a lifestyle questionnaire, in Zainoel Abidin Hospital. The result of bivariate analysis through a chi-square test showed that lifestyle factors related to CHD included diet, physical activity, smoking, coffee, and stress control (p <0,05). The results of the multivariate analysis with logistic regression showed that smoking is a lifestyle that remains a consistent as a risk factor for CHD. In addition, after interacting with other risk factors, stress control and coffee drinking habits become a protective factor of CHD. Smokers are twice risky to have CHD than nonsmokers. The influence of lifestyle on CHD is also determined by age and income factors. The research implications of this study offer various parties the opportunity to pursue an active involvement in preventive efforts against CHD.Keywords: Determinant, lifestyle, coronary heart disease, Zainoel Abidin Hospital
Promosi Kesehatan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dalam Transformasi Digital Aprillia, Yuna Trisuci; Notoatmodjo, Soekidjo; Samingan, Samingan; Ulfa, Laila; Sari, Ria Kurnia
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i2.7043

Abstract

Transformasi digital membuka peluang luas dalam mendukung promosi kesehatan, khususnya melalui media sosial dan platform daring. Namun, keterbatasan literasi digital masyarakat masih menjadi tantangan dalam pemanfaatannya secara optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan digital menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi kesehatan yang kreatif, efektif, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Maret 2024 pukul 09.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, serta simulasi pembuatan konten digital sederhana untuk kampanye kesehatan. Peserta kegiatan terdiri dari kader kesehatan, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan, baik pada sesi diskusi maupun simulasi pembuatan konten. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan media digital dalam menyebarluaskan informasi kesehatan. Kegiatan ini juga memperlihatkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya literasi digital dalam menjaga kualitas informasi kesehatan di masyarakat. Kesimpulandari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui transformasi digital terbukti efektif sebagai strategi promosi kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam promosi kesehatan berbasis teknologi digital.
Kesehatan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Notoatmodjo, Soekidjo
Kesmas Vol. 2, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai aset utama pembangunan bangsa, sumber daya manusia selalu dijadikan tolak ukur keberhasilan kualitas pembangunan suatu bangsa. Indonesia berada di urutan 111 dari 176 negara-negara di dunia, atau urutan ke 6 dari 10 negara-negara Asia Tenggara (Asean). Artikel ini bertujuan untuk membahas berbagai aspek ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang kesehatan serta upaya untuk memperbaikinya. Metoda yang digunakan adalah kajian yang rasional melalui tinjauan pustaka dan pemikiran yang logis. Untuk mengejar ketinggalan di bidang kesehatan perlu dilakukan perubahan pradigma dari “health for survival” yang berorientasi pada orang sakit dan mengutamakan kuratif dan rehabilitatif kepada “heath for human development” yang mengutamakan orang sehat yang berorientasi pada promotif dan preventif. Aset utama bangsa meliputi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Namun, sumberdaya manusia berperan lebih menentukan karena peranannya dalam mengelola sumber daya alam. Dalam pembangunan bangsa aspek kualitas lebih penting daripada kuantitas yang telah menempatkan bangsa Indonesia peringkat keempat terbesar di dunia, setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Urutan Indonesia yang jauh di bawah Singapura, Jepang dan Korea membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih rendah. As the main asset of national development, human resource is always used as success indicator of quality development in the country. Indonesia ranked in position 111 out of 176 countries in the world, ranked number 6 out of 10 Southeast Asian (ASEAN) countries. This article aimed at discussing aspects relating to the slow and under development of health sector and efforts to accelerate it. Method used is rational review through literature review and logical thinking. To catch up health sector under development, there is a need for paradigm change from “health for survival” which is oriented toward sick people and prioritizing curative and rehabilitative approaches to “health for human development” which is oriented toward healthy people and prioritizing promotive and preventive approaches. Main assets of a nation include natural resources and human resources, however, human resources is deemed more important due to its role to manage the natural resources. In national development, quality is more important than quantity. Quantitatively, Indonesia ranked fourth after India, China, and USA as the most populated countries, but in term of rank of development index, Indonesia is positioned far below Singapore, Japan, and Korea which are less populated an inarguable evidence of low quality of Indonesia’s human resources.
Aktifitas Fisik Menjadi Faktor Dominan Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kecamatan Cipayung Periode Januari-April Tahun 2023 putra, sukma aditya; Notoatmodjo, Soekidjo; Sulistyowati, Yeny
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i2.3370

Abstract

Hypertension is an increase in systolic blood pressure exceeding 140 mmHg and diastolic blood pressure exceeding 90 mmHg. The long-term impact of high blood pressure can lead to damage to various organs such as the heart, kidneys, and brain. In 2019, 34 percent of the population in Jakarta experienced the risk of hypertension, both mild and severe. Based on data from the Cipayung District Health Center in 2022, hypertension ranked first among the top 10 most frequently visited diseases on a monthly basis. This research aims to study and explain the relationship between lifestyle and the occurrence of hypertension in outpatients at the Cipayung District Health Center during the period of January-April 2023. The study design of this research is cross-sectional. Data collection is sourced from secondary data obtained from the medical records of the Cipayung District Health Center. The population in this study consists of outpatients who visited the Cipayung District Health Center with data collected from January to April 2023, totaling 1152 individuals, and all of them were analyzed. Based on the analysis results, it is known that age, gender, education level, physical activity, and salt consumption significantly influence the occurrence of hypertension. Physical activity is the most dominant risk factor influencing the occurrence of hypertension with an odds ratio of 29.714 and a 95% confidence interval of 19.543 - 45.178. Therefore, it is expected that the health center can enhance health promotion efforts and interventions targeting at-risk groups to prevent hypertension in the Cipayung Health Center area. Additionally, establishing sports clubs and healthy Diet Community Kitchens that can be participated in by the community can be beneficial. Increasing community engagement in healthy living can also reduce the risk of hypertension in the population. Keywords : Hypertension, Physical Activity, Health Center, Cipayung
Hubungan Kinerja Perawat Dengan Risiko Terjadinya Skin Tears Pada Pasien Lansia Di Ruang Intermediate Medical Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta Warja, Rubiyanto; Notoatmodjo, Soekidjo; Renaldi, Enrico Adhitya; Erwin, Erwin
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8233

Abstract

Skin tears merupakan komplikasi pada kulit merupakan efek pemasangan medical device, tape adhesive, trauma, jatuh, tarikan, gesekan dan geseran di tempat tidur serta lipatan dari alas tempat tidur. Prevalensi skin tears di 86 rumah sakit umum di Australia Barat merupakan kelompok luka terbesar ketiga pada tahun 2007-2009. Skin tears tahun 2017 dilaporkan di Denmark mencapai 3,3% - 19,8% dan di ICU rumah sakit tersier Turki 11,7% dari total 418 lansia. Hal tersebut terjadi karena mekanikal dan perilaku kerja dari perawat yang kurang baik saat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Apabila tidak melaksanakan asuhan keperawatan dengan benar, maka akan memperoleh kinerja yang tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kinerja perawat dengan risiko terjadinya skin tears pada lansia di ruang intermediate medical RSJPD Harapan Kita Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dan hubungan kausal. Populasi diambil dari seluruh perawat pelaksana ruang intermediate medical total 75 perawat, diambil sampel dengan kriteria inklusi perawat ruang intermediate medical yang aktif melakukan asuhan keperawatan dan kriteria eksklusi yaitu perawat yang tidak aktif dalam melakukan asuhan keperawatan diperoleh 65 responden. Nilai signifikansi chi-square kinerja perawat dengan risiko skin tears yaitu 0,000 yang berarti memiliki hubungan signifikan dan didapatkan korelasi sebesar 59,5%. Lama bekerja juga merupakan variabel perancu dalam penelitian ini memiliki hubungan signifikansi 0,049 dan mempengaruhi sebesar 29,2% melalui uji korelasi koefisien kontingensi (n sama dengan 65, X^2 kurang dari 0,05). Penelitian ini dapat dijadikan terobosan baru dalam pencetusan kode billing di Indonesia sesuai dengan kode ICD 10 internasional O.70.0 yang bisa dimasukkan ke medical record serta service charging pasien. Kata Kunci: Risiko Skin Tears, Lansia, Kinerja Perawat.