Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Peran Perawat Edukator dengan Kepatuhan Pasien TB Paru dalam Pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022 Sisfia Anggiareni; Utari Christya Wardhani; Sri Muharni
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1070

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang paru dan organ lainnya seperti kelenjar, tulang, kulit disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan salah satu penyumbang kematian terbanyak di dunia. Setiap tahun angka kejadian TB terus meningkat. Fenomena yang ditemukan di RSUD Kabupaten Bintan perawat yang bertanggung jawab dalam program TB di Rumah Sakit didapatkan tingkat kepatuhan sekitar 75% dari total penderita 34 orang dan diketahui selama ini petugas hanya memberikan obat yang akan dikonsumsi secara teratur sesuai dengan yang dianjurkan tanpa disertai pesan-pesan lain terkait dengan kepatuhan dan kesembuhan dari penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan peran perawat edukator dengan kepatuhan pasien TB paru dalam pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita TB Paru yang berobat di RSUD Kabupaten yang berjumlah 34 orang dan data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil diketahui uji statistik chi-square didapatkan nilai p value 0,010≤0,05 berarti ada perbedaan proporsi kepatuhan pasien dalam pengobatan yang patuh dengan peran perawat edukator baik, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan peran perawat edukator dengan kepatuhan pasien TB paru dalam pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022. Saran bagi pelayanan keperawatan dapat dijadikan masukan bahan pertimbangan rumah sakit untuk digunakan dalam merancang kebijakan pelayanan keperawatan dengan menentukan standar operasional peran perawat sebagai edukator melalui inovasi, mengadakan seminar di lingkungan internal rumah sakit dengan mendatangkan ahli-ahli keperawatan bagi perawat khususnya untuk meningkatkan perannya sebagai edukator
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN MISSED NURSING CARE DI RUMAH SAKIT X sri muharni; Utari Christya Wardhani; Sumarlini Sumarlini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 No 1 Juli 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v7i1.3556

Abstract

Missed Nursing Care adalah asuhan keperawatan yang tidak diberikan sama sekali, tidak dilakukan secara lengkap, tertunda atau kelalaian. Halini merupakan tantangan global yang mengancam keselamatan dan kesehatan pasien. Salah satu faktor penyebab Missed Nursing Care yaitu lingkungan kerja dan budaya keselamatan pasien. Lingungan kerja dan Budaya keselamatan pasien merupakan prioritas kesehatan global danmenjadi unsur penting dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya hubungan antara lingkungan kerja danbudaya keselamatan pasien dengan Missed Nursing Care di Rs. X Kota Batam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 40 perawat di RS. X Kota Batam dengan teknik penarikan sampel yaitu total sampling. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan uji Chi-Square. Analisa bivariat menunjukkan mayoritas yaitu sebanyak 17 perawat (90%) di RS. X Kota Batam memiliki lingkungan kerja kurang dengan Missed Nursing Care yang tinggi dan sebanyak 16 responden (89%) memiliki budaya keselamatan pasien kurang dengan Missed Nursing Care yang tinggi. Hasil uji Chi-square didapatkan nilai p- value 0,000 < 0,05. Ada hubungan yang siginifikan antara lingkungan pasien, budaya keselamatan pasien dengan Missed Nursing Care di RS. X Kota Batam yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak.